Your browser does not support JavaScript!
 07 Nov 2019    11:00 WIB
Loa Loa, Cacing Menjijikan yang Menggerogoti Mata Manusia
Loa Loa atau yang biasanya disebut juga cacing mata merupakan parasit yang menyebabkan terjadinya loiasis. Parasit ini memasuki tubuh manusia melalui gigitan lalat rusa yang telah terinfeksi oleh cacing. Lalat rusa ini terinfeksi cacing loa loa saat mereka menghisap darah manusia yang telah terinfeksi oleh cacing. Kebanyakan cacing ini dapat ditemui di daerah Afrika dan India. Infeksi cacing ini tidak dapat ditularkan antar manusia (manusia ke manusia). Sebagian besar orang yang terinfeksi biasanya tidak mengalami gejala apapun, bahkan hingga beberapa bulan atau beberapa tahun setelah terinfeksi. Cacing akan tinggal diam di dalam tubuh inangnya, tersembunyi di balik kulit selama bertahun-tahun. Gejala loiasis yang biasa ditemukan adalah gatal dan pembengkakan (hilang-timbul) pada bagian tubuh yang tidak terasa nyeri. Pembengkakan ini dapat terjadi di bagian tubuh manapun, tetapi lebih sering terjadi berdekatan dengan daerah persendian. Selain itu, penderita juga dapat menemukan adanya cacing yang keluar di permukaan bawah bola matanya. Kadangkala, penderita juga menemukan adanya cacing yang keluar dari dalam kulitnya. Gejala lainnya yang lebih jarang ditemukan adalah rasa gatal di seluruh tubuh, nyeri otot, nyeri sendi, dan merasa sangat lelah. Pada pemeriksaan darah biasanya ditemukan peningkatan kadar eosinofil. Pengeluaran cacing pada mata melalui tindakan pembedahan tidak dapat menyembuhkan infeksi cacing, karena cacing mungkin juga terdapat pada bagian tubuh lainnya. Pemberian obat anti parasit harus dipertimbangkan karena dapat menimbulkan efek samping berbahaya. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi obat-obatan apapun.   Baca Juga: Berbagai Jenis Parasit Paling Mengerikan di Dunia! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: WOW Fact, cdc
 15 Aug 2019    16:00 WIB
8 Kebiasaan Buruk Pengganggu Kesehatan Mata
Apakah Anda merupakan seseorang yang selalu memperhatikan kesehatan? Bila ya, apakah Anda juga memperhatikan kesehatan mata Anda? Seperti yang dilansir dari the Daily Mail, seorang pelajar di Taiwan mengalami kebutaan akibat selalu menggunakan lensa kontaknya selama 5 bulan, yang memicu terjadinya infeksi amuba, yang memakan matanya.Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa kesalahan lainnya yang dapat menyebabkan gangguan berbahaya pada kesehatan mata Anda.  1.      Tidak Menggunakan Pelindung Mata Saat BerolahragaOlahraga seperti tenis dan bulu tangkis dapat menyebabkan kerusakan berat pada mata Anda bila Anda tidak berhati-hati. Walaupun tulang di sekitar mata Anda biasanya dapat membantu melindungi mata Anda dari kekuatan bola, akan tetapi ukuran bola yang lebih kecil dapat mengenai mata secara langsung. Oleh karena itu, gunakanlah kacamata berbahan polikarbonat saat berolahraga untuk melindungi mata Anda dari kecelakaan yang tidak diinginkan. 2.      Menggunakan Lensa Kontak Terlalu LamaMenggunakan lensa kontak terlalu lama dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada kornea mata Anda, yang dapat berujung pada kebutaan. Hal ini dikarenakan kornea mata tidak memiliki pembuluh darah, maka air matalah yang bertugas untuk membawa oksigen dan nutrisi yang mereka perlukan.Akan tetapi, karena lensa kontak  menutupi kornea mata, maka kornea mata Anda pun tidak mendapatkan oksigen yang mereka perlukan. Karena kekurangan oksigen, maka kornea mata Anda pun akan rusak sehingga menjadi lebih rentan terhadap berbagai jenis kuman.Tergantung pada jenis lensa kontak yang Anda gunakan, maka waktu penggantiannya yang dianjurkan pun dapat berbeda-beda. Jadi, pastikan Anda selalu membersihkan lensa kontak Anda setiap harinya dan gantilah lensa kontak Anda sesuai dengan ketentuan yang telah diberikan. 3.      Sering Menggosok MataKebiasaan yang satu ini mungkin merupakan hal yang paling sering dilakukan oleh setiap orang. Menggosok mata dapat berbahaya bagi mata Anda bila ternyata ada sesuatu benda asing pada permukaan mata Anda. Hal ini akan membuat benda asing masuk lebih dalam lagi ke dalam mata Anda dan bahkan melukai permukaan mata Anda, termasuk kornea, yang dapat memicu terjadinya infeksi.Jadi, tahanlah keinginan Anda untuk menggosok mata dan biarkan mata Anda menjalankan tugasnya. Saat Anda berkedip, air mata yang dikeluarkan mungkin dapat membantu membersihkan benda asing apda permukaan mata. Jika hal ini tidak berhasil, gunakanlah air mata buatan untuk membasuh permukaan mata Anda. Bila keduanya tidak juga berhasil, segera periksakan mata Anda ke seorang dokter mata. Baca juga: Mata Sering Kedutan, Kenapa Ya? 4.      Melakukan Aktivitas Berbahaya Tanpa Pelindung MataWalaupun tampaknya tidak berbahaya, akan tetapi melakukan berbagai pekerjaan rumah tanpa menggunakan kacamata pelindung dapat membahayakan kesehatan mata Anda. Saat Anda melakukan perbaikan rumah, akan lebih baik bila Anda menggunakan kacamata pelindung untuk mencegah masuknya serpihan kayu atau logam ke dalam mata Anda. 5.      Menggunakan Riasan KadarluarsaSeperti halnya makanan, berbagai jenis produk kosmetik juga memiliki tanggal kadarluarsa. Selain itu, produk kosmetik (terutama maskara) yang Anda gunakan juga dapat terkontaminasi oleh berbagai kuman, yang pada akhirnya dapat menginfeksi mata Anda. Oleh karena itu, gantilah maskara Anda setiap 3 bulan sekali agar lebih aman. Selain itu, jangan gunakan jari Anda untuk mengoleskan eye shadow pada mata Anda, kecuali bila Anda telah mencuci tangan Anda dengan bersih sebelum melakukannya. 6.      Tidak Menggunakan Kacamata Hitam di Siang HariJika Anda ingin pergi ke pantai, tetapi lupa membawa kacamata hitam Anda, maka dianjurkan agar Anda membeli kacamata baru di toko terdekat atau pulang kembali untuk mengambil kacamata hitam Anda di rumah.Hal ini dikarenakan walaupun Anda tidak memandang matahari secara langsung, pantulan sinar matahari dari ombak dan pasir dapat menyebabkan terjadinya fotokeratitis alias kebutaan akibat sinar matahari. Dengan kata lain, membuat kornea Anda mengalami luka bakar. Gangguan menyakitkan ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan sementara.Pilihlah kacamata hitam dengan ukuran besar yang dapat melindungi lebih banyak area mata Anda. Selain itu, pastikan Anda menggunakan tabir surya yang dapat melindungi kulit Anda dari sinar ultraviolet (UVA dan UVB) karena keduanya dapat memicu terjadinya kanker kulit.Selain itu, mata yang sering terpapar oleh sinar matahari (karena tidak menggunakan kacamata hitam) akan lebih mudah mengalami katarak, yang dapat menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan atau bahkan kanker kulit pada kelopak mata. 7.      Menggunakan Lensa Kontak Saat Berada di Dalam AirBaik di laut, hot tub, atau kamar mandi; pastikan Anda melepaskan lensa kontak Anda sebelumnya. Hal ini dikarenakan air merupakan media tempat berkembang biaknya berbagai jenis kuman, yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan penglihatan. 8.      Tidak Segera Memeriksakan Diri Saat Tahu Ada yang Salah Dengan MataJika ada suatu gangguan pada mata Anda, sekecil apapun itu, pastikan Anda segera memeriksakannya ke dokter mata Anda, secepatnya! Hal ini dikarenakan keterlambatan pengobatan dapat berakibat pada hilangnya penglihatan Anda. Selain itu, semakin lama Anda berobat, maka gangguan yang Anda alami juga akan semakin sulit diobati.Jangan ragu untuk segera memeriksakan mata Anda bila Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini (apalagi bila gejala terjadi secara mendadak dan hanya mengenai salah satu mata), yaitu:Mata merah, Mata terasa seperti terbakar atau perih, Penglihatan kabur, Mata terasa nyeri.  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 04 May 2019    18:00 WIB
Bila Merasakan 4 Tanda Ini Maka Anda Sudah Membutuhkan Kacamata Baca
Terkadang ada beberapa orang yang tidak merasa malas untuk menggunakan kacamata baca, karena mungkin akan terlihat tidak modis atau rasanya merepotkan. Padahal bila Anda tidak menggunakan kacamata baca dan membiasakan diri tidak menggunakan kacamata meski sebenarnya Anda membutuhkan. Hal ini akan membuat penglihatan Anda nantinya akan terganggu dan mengarah ke penurunan kemampuan penglihatan. Kemudian Anda tahu darimana kalau sudah membutuhkan kacamata baca? Gejala yang paling jelas adalah pandangan kabur, tapi ternyata ada petunjuk mengejutkan lain yang mungkin membuat Anda sadar bahwa Anda memang sudah butuh untuk menggunakan kacamata baca. Berikut adalah tanda Anda membutuhkan kacamata baca: 1.      Anda tertidur di dekat komputer Anda Otot-otot di mata Anda bekerja paling sulit ketika Anda fokus melihat dekat atau kerja secara terperinci, seperti saat Anda membaca atau bekerja menggunakan komputer. Apabila penglihatan Anda sudah bermasalah maka otot-otot mata bekerja lebih keras untuk membantu melihat dengan jelas. Karena ini bukan posisi alami untuk mata, maka mudah merasa lelah, yang membuat Anda merasa mengantuk. 2.      Anda perlu cahaya yang lebih terang untuk membaca Lampu baca yang biasa menurut Anda tampaknya tidak cukup terang, sehingga Anda menyalakan lampu lain. Apabila Anda mengalami hal ini, itu bisa menjadi tanda bahwa Anda memerlukan kacamata baca. Rata-rata seseorang berusia 60 tahun membutuhkan setidaknya tiga kali jumlah cahaya orang berusia 20 tahun. 3.      Harus mendekatkan buku saat membaca Cara Anda memegang sebuah buku bisa menjadi salah satu tanda paling jelas bahwa Anda perlu kacamata baca. Apabila Anda memiliki rabun jauh maka Anda tidak dapat melihat jauh, biasanya tidak bisa lebih dari 30 cm. Apabila dalam jarak 35 cm dari wajah Anda dan penglihatan Anda kabur maka Anda membutuhkan kacamata baca.   4.      Anda terus menerus merasa sakit kepala Mata yang digunakan secara terus menerus untuk bekerja dapat membuat Anda rentan mengalami sakit kepala dan membuat sakit kepala berulang yang memburuk. Apabila Anda mengalami sakit kepala tepat di belakang mata Anda bisa jadi adalah penyebabnya adalah rabun dekat atau silinder (saat benda terlihat kabur pada sudut tertentu karena bentuk kornea). Kedua masalah dapat dikoreksi dengan kacamata. Pastikan untuk mengambil waktu istirahat ketika melakukan pekerjaan yang dapat membuat mata Anda terasa tegang. Setiap 20 menit, melihat sesuatu yang setidaknya 6 m selama 20 detik. Apabila Anda memiliki gejala diatas jangan merasa ragu untuk melakukan pemeriksaan mata Anda. Jangan sampai mata Anda terlalu lelah bekerja dan mengakibatkan masalah mata lainnya. Baca juga: Perawatan Mata Untuk Pengguna Kacamata Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: rd
 01 Feb 2019    08:00 WIB
Tanda Terlambatnya Perkembangan Penglihatan Pada Anak
Pada keadaan normal, penglihatan bayi baru lahir biasanya masih kabur atau buram hingga ia berusia 6 bulan. Penglihatan bayi biasanya akan mulai membaik seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka dan membuat mereka mampu mengkoordinasikan penglihatan pada kedua mata. Akan tetapi, kadangkala terjadi gangguan pada kemampuan koordinasi ini atau terdapat gangguan penglihatan lainnya yang menyebabkan gangguan perkembangan penglihatan pada anak.PenyebabBerbagai gangguan refraksi seperti rabun jauh (tidak dapat melihat dengan jelas benda atau objek yang jauh darinya) dan rabun dekat (tidak dapat melihat dengan jelas benda atau objek yang dekat dengannya) sering terjadi pada anak-anak, bahkan dapat menyebabkan kebutaan (jarang). Berbagai gangguan mata lainnya yang dapat menyebabkan terlambatnya perkembangan penglihatan pada anak adalah:•  Ambliopia yaitu gangguan penglihatan pada salah satu mata•  Katarak infantil yaitu kekeruhan pada lensa mata yang terjadi sejak bayi atau berbagai gangguan lain yang diturunkan (jarang)•  Prematur retinopati yaitu gangguan mata yang sering terjadi pada bayi premature•  Strabismus (mata juling)PengobatanPengobatan sedini mungkin dapat membantu mengatasi gangguan penglihatan secepat mungkin untuk mencegah terjadinya kebutaan. Tergantung pada gangguan mata yang terjadi, anak anda mungkin akan memerlukan beberapa hal di bawah ini, yaitu:•  Kacamata atau kontak lensa•  Kacamata khusus•  Tindakan pembedahanTanda Awal Keterlambatan Perkembangan PenglihatanSegera hubungi dokter anak anda bila anak anda mengalami berbagai gejala di bawah ini yang telah dibagi berdasarkan usia. Selain itu, awasi juga adanya tanda-tanda kemunduran atau hilangnya kemampuan yang telah diperoleh atau dipelajari oleh anak anda. Usia 3 BulanSegera hubungi dokter anak anda bila anak anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu:•  Tidak mengikuti pergerakan benda yang bergerak dengan matanya•  Tidak menyadari adanya pergerakan tangan di depannya (saat berusia 2 bulan)•  Mengalami kesulitan untuk menggerakkan salah satu atau kedua matanya ke semua arah•  Mata tampak juling hampir di setiap saat Usia 7 BulanSegera hubungi dokter anak anda bila anak anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu:•  Salah satu atau kedua mata tampak juling ke arah dalam atau kea rah luar sepanjang waktu•  Keluar air mata terus-menerus atau mata kering atau anak tampak sensitif terhadap cahay•  Tidak mengikuti gerakan benda yang bergerak baik yang berada di dekatnya (30 cm) atau jauh darinya (185 cm)Sumber: webmd
 21 Jan 2019    08:00 WIB
Mengapa Air Mata Keluar Saat Memotong Bawang?
Menangis saat memotong bawang? Fakta ini tentu sudah dikenal luas. kita semua pernah mengalaminya, saat mulai memotong bawang, mata kita muali terasa perih dan kemudian air mata mulai mengalir di pipi. Mengedipkan mata atau menggosoknya hanya akan membuatnya semakin buruk. Hal ini terjadi pada kita semua, tetapi pernahkan Anda bertanya mengapa? Saat Anda mengiris bawang, Anda memecah sel didalamnya. Hal tersebut membuat bawang melepaskan kandungan asam sulfenik. Asam ini tercampur dengan enzim dan kemudian menghasilkan gas yang disebut propanethiol D-oxide. Saat gas ini mencapai mata kita dan tercampur dengan air didalam mata kita maka terbentuklah asam sulfurik Asam sulfurik inilah yang akan membuat mata terasa perih dan menghasilkan air mata keluar. Semakin banyak air mata yang diproduksi, semakin banyak juga asam dihasilkan, sehingga semakin lama dapat menyebabkan iritasi. Dengan memasak bawang akan membuat enzim menjadi tidak aktof dan mata kita kembali bormal. Ada beberapa cara untuk menghindari hal tersebut terjadi, berikut adalah tipsnya.Memotong bawang dekat atau dibawah air mengalir Dengan memotong bawang didekat atau dibawah air mengalir akan membuat gas ddari bawang terserap air yang mengalir dan tidak mengenai mata Anda. tetapi cara ini tidak praktis dan tidak hemat air. Selain itu memotong di bawah air dapat mengakibatkan kecelakaan.Dinginkan terlebih dahulu Dengan mendinginkan bawang akan memperlambat pelepasan asam dari bawang. Bawang tersebut tidak perlu sampai beku, hanya dinginkan di frezeer selama 10-15 menit. Memakai pelindung mataMungkin memakai pelindung mata saat memotong bawang akan terlihat berlebihan dan bisa menjadi bahan tertawaan keluarga Anda, tetapi paling tidak Anda tidak perlu memotong bawang sambil menangis.Para tukan masak profesional menyarankan untuk memotong bawang lebih cepat sehingga gas dari bawang tidak sempat masuk ke dalam mata, tetapi ya hal tersebut memang terlihat mudah saat dilihat, tetapi sulit untuk dilakukan. Apapun metode yang Anda lakukan, ingatlah bahwa bawang sangat baik untuk tubuh, mulai dari kemampuannya menurunkan kolesterol sampai pada kandungan vitamin C yang tinggi. Jadi air mata yang Anda keluarkan cukup berharga. Baca juga: 4 Jenis Penyakit Mata yang Sering Terjadi dan Pencegahannya Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: healthmeup
 27 Sep 2018    16:00 WIB
Waspadai Tanda-tanda Terjadinya Kebutaan Akibat Penuaan (Degenerasi Makula)
Apa Itu Degenerasi Makula Akibat Penuaan?Degenerasi makula merupakan suatu gangguan mata yang seringkali menyebabkan hilangnya penglihatan (kebutaan) pada orang berusia 50 tahun atau lebih. Degenerasi makula terjadi akibat kerusakan makula, yaitu suatu bintik kecil di dekat bagian tengah retina yang diperlukan untuk melihat sesuatu dengan jelas dan melihat sesuatu benda yang terletak tepat di depan anda (penglihatan sentral). Makula merupakan bagian mata yang terdiri dari berjuta-juta sel kerucut yang berguna untuk penglihatan sentral dan mempertajam penglihatan anda. Makula merupakan bagian paling sensitif dari retina, yang terdapat di bagian belakang bola mata. Kerusakan makula dapat menyebabkan penglihatan sentral anda menjadi kabur, berubah, atau gelap. Retina berfungsi untuk mengubah impuls cahaya menjadi impuls listrik, di mana impuls listrik ini kemudian disampaikan ke dalam otak melalui saraf penglihatan, yang membuat anda dapat melihat suatu benda. Pada beberapa orang, degenerasi makula ini berkembang dengan sangat lambat sehingga kebutaan tidak terjadi hingga waktu yang sangat lama. Akan tetapi, pada beberapa orang lainnya, perkembangan penyakit berlangsung lebih cepat dan dapat menyebabkan kebutaan pada satu atau kedua mata. Faktor ResikoUsia merupakan salah satu faktor resiko utama terjadinya degenerasi makula. Degenerasi makula lebih sering terjadi pada orang yang berusia lebih dari 60 tahun, akan tetapi juga dapat mengenai orang yang berusia lebih muda. Berbagai faktor resiko degenerasi makula lainnya adalah:•  Kebiasaan merokok. Berdasarkan penelitian, merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya degenerasi makula hingga 2 kali lipat•  Ras. Degenerasi makula lebih sering terjadi pada orang Kaukasia•  Riwayat keluarga. Resiko terjadinya degenerasi makula lebih tinggi pada orang yang memiliki anggota keluarga yang menderita degenerasi makulaGaya Hidup dan Degenerasi MakulaBerbagai penelitian telah menemukan hubungan antara degenerasi makula dengan berbagai gaya hidup, termasuk merokok. Anda dapat menurunkan resiko terjadinya degenerasi makula atau memperlambat perkembangan penyakit dengan melakukan beberapa perubahan gaya hidup berikut ini, yaitu:•  Berhenti merokok•  Berolahraga secara teratur•  Mengendalikan tekanan darah dan kadar kolesterol•  Diet sehat dengan mengkonsumsi banyak sayuran hijau dan ikanGejalaSeiring dengan semakin berkembangnya gangguan ini, maka penglihatan anda pun akan semakin kabur (terutama penglihatan sentral). Gangguan penglihatan ini dapat mengenai area yang semakin besar atau anda mungkin memiliki bintik buta pada penglihatan sentral anda. Berbagai benda juga mungkin tidak terlihat seterang atau secerah sebelumnya. Degenerasi makula akibat penuaan ini sebenarnya tidak menyebabkan terjadinya kebutaan total (sama sekali tidak dapat melihat). Akan tetapi, hilangnya penglihatan sentral pada penderita dapat mengganggu aktivitasnya sehari-hari seperti kemampuan untuk melihat wajah orang, mengemudi, membaca, menulis, memasak, atau memperbaiki berbagai benda di dalam rumah. Degenerasi makula stadium awal dan sedang biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Kelainan biasanya hanya dapat ditemukan melalui pemeriksaan mata. Berbagai pemeriksaan mata yang biasa dilakukan adalah:•  Pemeriksaan ketajaman penglihatan (untuk mengukur seberapa baik anda melihat suatu benda di kejauhan)•  Pemeriksaan mata dengan melebarkan pupil untuk melihat bagian belakang mata (retina, saraf penglihatan, pembuluh darah, dan makula) dengan menggunakan oftalmoskop•  Pemeriksaan amsler grid untuk memeriksa penglihatan sentral anda. Bila anda mengalami gangguan pada penglihatan sentral, maka garis-garis pada alat pemeriksaan akan telihat menjauh atau bahkan sama sekali tidak terlihat•  Pemeriksaan angiogram fluorescein untuk memeriksa pembuluh darah mata. Pada degenerasi makula berat, dapat terjadi kebocoran pembuluh darah•  Pemeriksaan tomografi koherens optikal Sebagian besar orang akan membentuk drusen (suatu bintik kuning di bagian bawah retina) kecil akibat proses penuaan. Pada degenerasi makula, dapat terbentuk drusen berukuran sedang hingga besar.Gejala lain dari degenerasi makula adalah adanya perubahan warna di bagian bawah retina, yaitu ditemukannya pigmen mata di bawah retina (pigmen mata biasanya hanya terdapat pada iris). Dokter anda mungkin dapat menemukan adanya suatu gumpalan gelap yang berasal dari pigmen tersebut. Hal ini tidak akan mempengaruhi warna mata anda.Sumber: nei.nih
 29 Aug 2018    16:00 WIB
Jangan Sampai Katarak Merenggut Penglihatan! Kenali Gejala Awal Sejak Dini
Apa itu Katarak? Katarak adalah kekeruhan dari lensa mata yang tidak menyakitkan. Karena mereka menghalangi cahaya dari melewati lensa, katarak menyebabkan sulit untuk melihat dengan jelas dan bahkan dapat menyebabkan kebutaan bila tidak segera di tangani. Katarak bersifat progresif yang berarti akan semakin memburuk dari waktu ke waktu, kebanyakan kasus terjadi pada orang yang lebih tua, tetapi dapat juga bisa terjadi pada orang yang lebih muda. Bagaimana Anda bisa mengalami katarak? Cahaya memasuki mata dan melewati lensa. Lensa mata yang memfokuskan cahaya ke retina, yang mengirimkan sinyal penglihatan melalui saraf optik ke otak. Lensa yang kabur karena katarak akan mengaburkan gambar yang Anda lihat. Masalah lain pada mata juga dapat menyebabkan penglihatan kabur, namun katarak memberikan beberapa gejala yang khas. Berikut gejala katarak: Pandangan kabur Gejala yang paling umum dari katarak adalah melihat gambar buram pada jarak berapapun. Orang mungkin menggambarkan bahwa penglihatan mereka seperti berkabut, berawan. Katarak akan semakin memburuk dan kurangnya cahaya mencapai retina. Maka sangat sulit untuk orang yang mengalami katarak untuk melihat dan mengemudi di malam hari. Mudah silau Silau, atau sensitivitas terhadap cahaya, adalah gejala lain dari katarak. Hal ini bisa terasa menyulitkan untuk melihat saat terang sinar matahari, lampu dalam ruangan tampak terlalu terang, atau mereka sering melihat i lingkaran cahaya. Silau dari lampu lintas dapat menyebabkan masalah saat mengemudi di malam hari. Penglihatan ganda Diplopia, atau penglihatan ganda, ketika melihat dengan satu mata dapat menjadi gejala lain dari katarak. Hal ini tidak sama dengan diplopia yang timbul dari keselarasan yang tidak tepat dari mata. Penglihatan ganda katarak terjadi bahkan ketika Anda melihat melalui hanya satu mata. Perubahan warna Katarak juga mempengaruhi penglihatan pada warna. Beberapa warna dapat muncul pudar, dan bisa terlihat kekuningan atau kecoklatan. Biasanya sering tidak diperhatikan pada awalnya, tetapi seiring bertambahnya waktu, mulai sulit membedakan antara biru dan ungu. Penglihatan seolah membaik Fenomena yang dikenal sebagai "second sight" adalah karakteristik lain dari katarak. Dalam situasi ini, katarak secara sementara meningkatkan kemampuan untuk melihat pada jarak dekat. Orang-orang yang sebelumnya membutuhkan kacamata baca tidak lagi membutuhkannya. Namun, seperti katarak memburuk dari waktu ke waktu, perbaikan sementara ini tetap akan menghilang. Sering ganti kacamata Orang dengan katarak sering mengganti kacamata, karena terjadi perubahan visus yang semakin memburuk dari waktu ke waktu. Siapa yang bisa mengalami Katarak? Kebanyakan katarak terjadi pada orang tua dan terkait dengan proses penuaan. Lebih dari setengah orang Amerika berusia lebih dari 65 tahun mengalami katarak. Kadang-kadang, bayi dapat lahir dengan katarak, yang dikenal sebagai katarak kongenital. Jarang, anak-anak bisa mengalami katarak akibat penyakit atau trauma pada mata. Apakah penyebab dari Katarak? Belum diketahui dengan pasti. Tetapi diduga karena proses penuaan. Faktor lain yang juga mungkin memainkan peran dalam perkembangan katarak meliputi: Merokok Konsumsi alkohol berlebihan Kencing manis Trauma pada mata Penggunaan kortikosteroid jangka panjang Radiasi yang lama atau paparan sinar matahari Bagaimana mendiagnosa Katarak? Katarak dapat didiagnosis dengan pemeriksaan mata. Tes mata dilakukan memeriksa visus dan pemeriksaan mata menggunakan lampu mikroskop. Operasi katarak Operasi untuk menghilangkan katarak mungkin diperlukan jika penglihatan sudah terganggu dimana tidak dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak. Operasi katarak melibatkan mengangkat lensa alami yang berawan dan menggantinya dengan lensa buatan. Operasi ini biasanya dilakukan tanpa rawat inap, sangat aman dan efektif. Bagi mereka yang membutuhkan operasi pada kedua mata, operasi biasanya dilakukan pada satu mata dahulu baru kemudian mata yang berikut. Jenis Operasi Katarak Jenis yang paling umum dari operasi katarak dikenal sebagai fakoemulsifikasi (phaco). Dalam prosedur ini, dokter membuat sayatan kecil di mata dan memecah lensa menggunakan wave ultrasound. Lensa ini kemudian diambil dan diganti dengan lensa intraokular (IOL). Tipe lain dari operasi katarak disebut operasi katarak ekstrakapsular. Prosedur ini melibatkan sayatan yang lebih besar dan pengangkatan lensa berawan dalam satu potong. Dalam kebanyakan kasus, penempatan sebuah IOL akan menghilangkan kebutuhan dalam menggunakan kacamata tebal atau lensa kontak. Inovasi Dalam Operasi Katarak Perkembangan baru dalam operasi katarak memungkinkan untuk prosedur untuk memperbaiki visus sehingga menghilangkan kebutuhan penggunaan kacamata setelah operasi. "Monofocal" lensa konvensional hanya memperbaiki jarak penglihatan, sehingga orang masih perlu kacamata baca setelah operasi. Yang terbaru disebut "toric" implan yang dapat membantu memperbaiki astigmatisme. Selain itu menawarkan penglihatan warna yang lebih baik. Apa yang Diharapkan Setelah Operasi Katarak Setelah operasi, mata Anda mungkin terasa gatal dan merasa sensitif terhadap cahaya selama beberapa hari. Anda mungkin perlu memakai perisai atau kacamata untuk perlindungan, dan akan diresepkan obat tetes mata untuk mempercepat proses penyembuhan. Ini membutuhkan waktu sekitar 8 minggu untuk benar-benar sembuh meskipun perubahan penglihatan yang jelas tak lama setelah operasi. Anda mungkin masih memerlukan kacamata untuk penglihatan jarak jauh atau membaca, setelah operasi, dan ada kemungkinan bahwa Anda akan memerlukan kacamata yang baru. Risiko Operasi Katarak Operasi katarak biasanya tidak mengakibatkan komplikasi. Ketika terjadi komplikasi, biasanya terkait dengan infeksi, perdarahan, atau perubahan tekanan bola mata. Semua ini dapat disembuhkan bila diketahui sejak awal. Risiko ablasi retina sedikit meningkat, dan komplikasi ini membutuhkan perawatan darurat. Dalam beberapa kasus, jaringan lensa yang tertinggal untuk mendukung IOL, jaringan ini dapat menjadi berawan dari waktu ke waktu. Hal ini dapat secara permanen diperbaiki dengan perawatan laser. Harus Anda Melakukan Operasi Katarak? Operasi Katarak bukanlah operasi yang emergensi, sehingga Anda dapat memikirkan dahulu apakah mau dioperasi atau tidak. Tetapi karena katarak menyebabkan penurunan penglihatan secara perlahan maka Anda harus memutuskan untuk segera operasi. Tips Pencegahan katarak Ingat, ada langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk menurunkan risiko mengalami katarak: Tidak merokok. Selalu memakai topi atau kacamata hitam di bawah sinar matahari. Menjaga kadar gula darah untuk penderita kencing manis terkontrol dengan baik. Batasi konsumsi alkohol Penglihatan adalah hal yang penting, maka dari itu Anda harus menjaganya dengan baik sejak dini. Segera temui dokter spesialis mata Anda apabila Anda menemukan keluhan pada penglihatan. Baca juga: Ragam Jenis Operasi Katarak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: medicinenet
 03 Dec 2017    13:00 WIB
Kelainan Ekstrem Bola Mata Petero Byakatonda Keluar Rongga
Petero Byakatonda adalah seorang anak dari kota kecil, sebuah daerah pedesaan di Uganda yang menderita sindrom crouzon. Penyakit ini menjangkiti sekitar satu dari 25.000 kelahiran di dunia, tetapi kasus Petero adalah salah satu yang ekstrem.   Sindrom Crouzon menyebabkan malformasi tengkorak, yang pada gilirannya mendorong bola mata petero keluar dari rongga, kemudian telinganya mengalami penurunan, sehingga menyebabkan masalah serius pada penglihatan dan pendengaran. Di negara maju, sindrom crouzon biasanya langsung ditangani segera setelah lahir namun Petero tidak menerima perawatan ini karena ia tinggal ratusan mil jauhnya dari rumah sakit.     Para tetangganya sangat takut melihat Petero, sehingga ia selalu mengunci diri di kamar dan hampir tidak pernah meninggalkan rumah. Seorang dokter yang tak sengaja melihat kondisinya saat mengemudi kemudian mengumpulkan cukup uang untuk melakukan perjalanan ke Austin, dan melakukan operasi. Petero menghabiskan enam bulan di sana sementara dokter membentuk kembali tengkoraknya. Hal tersebut menempatkan banyak tekanan dari saraf optik dan otak.   Sebuah operasi kedua diperlukan untuk merekonstruksi tulang di sekitar mata Petero. Komplikasi terjadi selama operasi kedua, dia pun kehilangan 80% dari total volume darah dan kondisinya berubah kritis. Untungnya, dengan semangat hidup yang tinggi petero berhasil selamat dan kini telah menjalani hidup sebagai orang normal di desanya.   Baca juga: Turunkan Risiko Mata Minus Dengan Bahan Alami!   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: BBC
 10 Sep 2017    15:00 WIB
Pemeriksaan Mata Menggunakan Smartphone
Saat ini memang sudah tersedia mesin yang digunakan para dokter ahli mata untuk memeriksa bagian luar dan dalam mata. Permasalahannya adalah alat tersebut sangat besar, berat dan mahal sehingga sulit untuk negara-negara ketiga untuk membelinya. Para peneliti di Stanford University telah menciptakan alat menggunakan tehnologi iphone, sehingga semua orang dan dimana saja dapat menggunakannya. Alat ini dinamakan EyeGo. Diciptakan oleh seorang asisten rofesor Dr. Robert Chang dan seorang residen Dr. David Myung, prototipe dari EyeGo sebenarnya berasal dari barang-barang yang bisa dengan mudah diperoleh dari internet, sehingga terciptalah alat dengan harga yang murah. Tetapi saat EyeGo sudah sempurna, EyeGo dapat melakukan scan pada mata dan dapat dicetak denga print 3D dengan mudah. EyeGo didesain agar bisa ditempelkan pada bagian belakan smartphone , menggunakan 2 jenis adaptor yang memungkinkan camera menangkap foto close-up dari bagian luar mata, juga menangkap bagian dalam retina mata melalui sinar yang terpantul dari bola mata. Diharapkan alat ini dapat dijual dengan harga kurang dari $90, dan karena ukurannya yang kecil sehingga mudah untuk masuk ke tas dokter, diletakkan di ambulans atau ruang IGD. Yang diperlukan hanya sebuah smartphone dan orang yang berpengalaman dalam menganalisis gambar yang diambil. Tetapi dengan adanya koneksi selular yang sudah sangat baik saat ini, foto yang dihasilkan dapat dikirim ke dokter di seluruh dunia jika tidak ada dokter yang mampu mendiagnosa si pasien pada posisi tersebut. Kesimpulannya, alat ini tetap bergantung pada kecanggihan smartphone dan juga lebih penting lagi pada kemampuan sang dokter untuk melakukan interpretasi. Baca juga: 7 Cara Menjaga Mata Tetap Sehat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: gizmodo
 07 Oct 2016    15:00 WIB
Serba-Serbi Seputar Operasi Mata, Vitrektomi…
Vitrektomi merupakan tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat cairan mata, vitreus, yang ada di mata bagian tengah. Operasi ini biasanya dilakukan untuk mengatasi lepasnya retina dari dinding belakang mata (ablasio retina). Hal ini bertujuan untuk menyingkirkan cairan vitreus sehingga dokter spesialis mata dapat melihat bagian belakang mata dengan lebih jelas. Selain itu, vitrektomi juga dilakukan untuk membuang darah di dalam cairan vitreus (vitreus hemoragik) yang tidak dapat diserap sendiri oleh tubuh. Saat vitrektomi, dokter akan memasukkan suatu instrumen kecil ke dalam mata, memotong lapisan mata, dan mengeluarkan cairan vitreus. Setelah cairan vitreus dikeluarkan, dokter akan mengobati kerusakan retina dengan laser (fotokoagulasi), memotong atau mengangkat jaringan parut di dalam retina, mengembalikan retina yang telah lepas, atau memperbaiki robekan atau lubang yang ada di dalam retina atau makula. Untuk mengatasi ablasio retina, pada akhir operasi, dokter biasanya akan menyuntikkan minyak silikon atau gelembung udara ke dalam mata untuk menekan retina ke dinding belakang mata. Karena minyak silikon ini tidak dapat diserap oleh tubuh, maka diperlukan tindakan operasi kedua untuk mengeluarkannya setelah retina yang lepas telah kembali ke tempatnya semula. Perlu diingat bahwa vitrektomi hanya dapat dilakukan oleh seorang dokter spesialis mata yang memang khusus menangani berbagai masalah pada retina.   Kapan Vitrektomi Perlu Dilakukan? Vitrektomi biasanya dilakukan untuk: Memperbaiki atau mencegah terjadinya ablasio retina, terutama bila telah mengancam makula Memperbaiki robekan yang sangat besar di dalam retina Mengurangi penurunan ketajaman penglihatan yang disebabkan oleh perdarahan di dalam cairan vitreus, terutama bila perdarahan yang terjadi cukup berat atau bila darah tidak menghilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan Mengobati retinopati proliferatif berat yang menyebabkan terbentuknya jaringan ikat parah atau bila pertumbuhan pembuluh darah baru pada permukaan retina (neovaskularisasi) terus berlanjut walaupun telah dilakukan terapi laser berulang kali Dokter biasanya akan lebih memilih untuk menggunakan minyak silikon karena minyak silikon tidak terlalu sering bergerak di dalam mata seperti halnya gelembung gas. Penggunaan minyak silikon akan mempermudah proses penyembuhan paska operasi terutama pada orang lanjut usia, anak-anak kecil, dan siapa pun yang sulit mempertahankan posisi kepala atau matanya dalam posisi tertentu. Vitrektomi telah terbukti dapat memperbaiki ketajaman penglihatan pada banyak orang yang menderita vitreus hemoragik berat. Selain itu, secara keseluruhan tindakan pembedahan juga dapat mengembalikan sebagian fungsi penglihatan yang hilang akibat ablasio retina dan mungkin dapat mencegah terjadinya ablasio retina berikutnya. Vitrektomi biasanya memberikan hasil yang memuaskan, terutama bila ablasio tidak mengenai pusat retina (makula).   Apa Resiko Vitrektomi? Vitrektomi dapat meningkatkan tekanan di dalam mata, terutama pada orang yang menderita glaukoma. Selain itu, terdapat beberapa hal lain yang juga dapat terjadi akibat tindakan vitrektomi, seperti: Perdarahan di dalam cairan vitreus Ablasio retina Edema kornea, penumpukkan cairan di kornea Infeksi di dalam mata (endoftalmitis) Katarak       Hal Apa yang Mungkin Terjadi Paska Operasi Setelah vitrektomi, Anda mungkin harus dirawat inap selama 1 hari di rumah sakit, akan tetapi pada beberapa kasus Anda mungkin diperbolehkan rawat jalan. Tindakan operasi sendiri biasanya berlangsung selama 2-3 jam. Dokter mata Anda biasanya akan menentukan apakah tindakan pembedahan dapat dilakukan dengan anestesi lokal (bius lokal) atau anestesi umum (bius umum). Dokter biasanya akan meminta Anda untuk tidur dengan posisi tertentu selama beberapa waktu. Hal ini bertujuan agar gelembung udara atau minyak silikon dapat menekan bagian retina yang terlepas dengan tepat. Segera hubungi dokter Anda jika Anda mengalami beberapa komplikasi di bawah ini, yaitu: Ketajaman penglihatan menurun Rasa nyeri meningkat Mata tampak semakin merah Sekeliling mata tampak bengkak Keluar cairan abnormal dari dalam mata Kembali melihat floater (benda melayang), kilatan cahaya, atau perubahan lapang pandang   Apa yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Melakukan Operasi? Salah satu tujuan utama dari vitrektomi adalah untuk menyingkirkan darah dari dalam mata bagian tengah (vitreus hemoragik). Akan tetapi, saat vitreus hemoragik terjadi, beberapa orang dokter mata mungkin akan menganjurkan Anda untuk menunggul selama beberapa bulan atau bahkan 1 tahun untuk melihat apakah darah di dalam cairan vitreus dapat menghilang dengan sendirinya atau tidak sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan operasi yang memiliki resiko. Akan tetapi, bila perdarahan ini menyebabkan penurunan ketajaman penglihatan yang berat atau mengganggu pengobatan retinopati berat, maka tindakan operasi biasanya dilakukan lebih cepat. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa efek jangka panjangnya akan lebih baik bila tindakan vitrektomi dilakukan sedini mungkin (pada kasus ini). Untuk mengatasi ablasio retina, sebenarnya terdapat beberapa pilihan operasi lainnya selain vitrektomi; tergantung dari penyebab, lokasi, dan tipe ablasio retina yang terjadi. Selain itu, adanya gangguan mata lainnya juga turut menentukan apakah tindakan vitrektomi memang merupakan pilihan terapi yang paling tepat. Anda mungkin membutuhkan lebih dari 1 kali operasi untuk mengembalikan retina ke tempatnya semula bila jaringan parut dari tindakan operasi sebelumnya tumbuh pada permukaan retina Anda.  Baca juga: Fakta Menarik Seputar "Benda Melayang" Pada Lapang Pandang Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd