Your browser does not support JavaScript!
 16 Sep 2019    16:00 WIB
Atasi "Kuning" Pada Bayi Dengan Fototerapi
Ikterus neonatorum adalah suatu keadaan di mana kulit dan selaput mata bayi baru lahir berwarna kuning yang biasanya terjadi pada minggu pertama kehidupan bayi. Ikterus sendiri berarti kulit, selaput mata, atau jaringan lainnya (membran mukosa) berwarna kuning akibat penumpukkan bilirubin.Ikterus dapat terjadi akibat peningkatan kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam darah yang menyebabkan penumpukkan bilirubin pada kulit dan selaput mata bayi.   Peningkatan kadar bilirubin di dalam darah bayi dapat terjadi karena hati bayi belum berfungsi sempurna (fisiologis) atau akibat gangguan kesehatan lain (patologis). Peningkatan kadar bilirubin di dalam darah bayi dapat mengganggu perkembangan sistem saraf pusat bayi dan menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan saraf yang tidak dapat diperbaiki kembali. Penanganan segera dibutuhkan untuk menurunkan kadar bilirubin di dalam darah bayi anda. Salah satunya adalah dengan melakukan fototerapi. Fototerapi dilakukan dengan cara meletakkan bayi yang hanya mengenakan popok (mencegah terjadinya kemandulan akibat fototerapi) dan penutup mata (mencegah terjadinya kerusakan retina akibat fototerapi) di bawah lampu yang memancarkan spektrum cahaya hijau-biru dengan panjang gelombang 450-460 nm. Selama fototerapi, bayi harus tetap disusui dan diubah posisi tidurnya (terlentang dan telungkup) setiap 2 jam agar penyinaran mengenai seluruh bagian kulit dengan merata. Melalui fototerapi, bilirubin diubah menjadi suatu senyawa yang dapat larut di dalam air sehingga dapat dikeluarkan melalui air kemih. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan apakah bayi anda telah mendapat cukup cairan, baik melalui ASI maupun air putih agar tidak mengalami dehidrasi. Efek samping lain yang mungkin timbul akibat tindakan fototerapi adalah diare. Diare dapat terjadi akibat peningkatan pengeluaran cairan empedu ke dalam usus pada proses pemecahan bilirubin, sehingga gerakan usus (peristaltik) pun meningkat. Fototerapi biasanya dilakukan selama 24 jam atau hingga kadar bilirubin dalam darah turun pada ambang batas normal. Sumber: clinicforchild.wordpress
 13 Feb 2019    16:00 WIB
Penyebab dan Penanganan Bayi Kuning Yang Baru Lahir
Kuning pada bayi belum lahir ketika terjadi peningkatan kadar bilirubin didalam darah. Bilirubin adalah substansi kuning yang tubuh ciptakan ketika proses penggantian sel darah merah yang sudah tua. Hati membantu memecah substansi untuk dikeluarkan dari dalam tubuh dalam bentuk tinja dan urin. Penyebab kuning pada bayi baru lahir Kadar bilirubin yang tinggi pada bayi baru lahir adalah normal. Ketika janin tumbuh didalam rahim, plasenta akan memintahkan bilirubin dari tubuh janin. Plasenta adalah organ yang tumbuh pada masa kehamilan dan berfungsi untuk memberi makan janin. Setelah bayi lahir maka hati akan menggantikan fungsi plasenta tersebut. Kebanyakan bayi baru lahir mengalami kuning pada kulit dan ini disebut jaundice fisiologis. Hal ini tidaklah berbahaya dan akan hilang dalam 2-4 hari. Jika kuning tidak hilang dalam dua minggu berarti ada masalah. Ada dua macam tipe kuning yang terjadi pada bayi baru lahir dan menyusui ASI. Kedua tipe ini biasanya tidak berbahaya, mereka adalah: Breastfeeding jaundice terjadi ketika bayi ASI mengalami kuning seminggu pertama masa kehidupannya, terutama pada bayi yang tidak disusui dengan baik atau ASI ibu lama keluar. Breast milk jaundice mungkin terlihat pada bayi yang disusui ASI setelah 7 hari kehidupan pertamanya. Biasanya kuning terjadi pada minggu ke 2 dan 3 dan akan hilang pada beberapa bulan kemudian. Hal ini bisa terjadi ketika ASI mempengaruhi pemecahan bilirubin di hati.  Kuning pada bayi baru lahir yang bersifat berat dapat terjadi jika bayi mengalami peningkatan jumlah dari sel darah merah yang memang perlu diganti, seperti: Bentuk sel darah merah yang tidak normal Tipe golongan darah yang tidak cocok antara ibu dan janin Perdarahan di bawah kulit kepala Infeksi Kekurangan protein tertentu  Terapi yang dapat dilakukan Biasanya tidak diperlukan terapi. Untuk menentukan terapi, seorang dokter harus mempertimbangkan: Kadar bilirubin bayi Seberapa cepat bilirubin meningkat Apakah bayi lahir prematur  Berapa usia bayi saat ini Penanganan dari peningkatan bilirubin: Tingkatkan frekuensi menyusui  sekitar 10–12 kali dalam sehari. Patut diketahui, asupan cairan yang kurang (termasuk pemberian ASI) dapat menyebabkan kuning pada bayi Berjemur di sinar matahari pagi tidak dapat menurunkan kadar bilirubin secara efektif. Hal ini terkait dengan penyinaran dari sinar matahari yang hanya dapat dilakukan di pagi hari (pukul 07.00–08.00) dan itu pun tidak lama, hanya 15–20 menit Salah satu cara efektif menurunkan kadar bilirubin yang tinggi pada bayi adalah dengan fototerapi. Bayi yang sedang menjalani fototerapi tidak menggunakan busana sehingga sinar dapat merata ke seluruh permukaan kulit. Bagian mata akan ditutup agar tidak merusak retina mata. Penggunaan krim atau losion apa pun pada bayi tidak diperkenankan karena ada risiko terbakar. Transfusi tukar dilakukan bila tidak memungkinkan lagi melaksanakan fototerapi Sumber: medlineplus