Your browser does not support JavaScript!
 27 Apr 2019    18:00 WIB
Apa Saja Faktor Risiko Penyakit Kencing Manis?
Dewasa ini banyak orang yang mengalami penyakit kencing manis. Tanpa mereka sadari mereka mengidap penyakit kencing manis. Hal ini dapat diakibatkan karena seringnya orang mengkonsumsi makanan junk food, minuman bersoda, merokok, minum alkohol, kurang olahraga.  Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah. Penyakit kencing manis adalah penyakit yang dapat merusak sel dan pembuluh darah sehingga dapat menimbulkan komplikasi dari ujung kepala sampai ujung kaki seperti kebutaan, penyakit jantung, gangguan ereksi, luka yang tak kunjung sembuh yang berakhir dengan amputasi. Untuk itu kita harus mengetahui apa saja faktor risiko penyakit kencing manis sebelum terjadinya komplikasi. Faktor risiko penyakit  kencing manis: Usia > 45 tahun Berat badan berlebih, dilihat dari Indeks massa tubuh > 23 Ukur lingkar perut. Batas lingkar perut. Wanita: Tekanan darah tinggi >= 140/90 mmhg Riwayat kencing manis dalam garis keturunan Riwayat keguguran berulang, melahirkan bayi cacat, atau BB lahir bayi > 4000 gram Riwayat kencing manis selama kehamilan Penderita penyakit jantung koroner, tuberkulosis (TBC), hipertiroidisme Kolesterol HDL =< 35 mg/dl. Dengan menghindari faktor risiko diharapkan dapat terhindar dari penyakit kencing manis, atau untuk seseorang yang sudah mengidap penyakit kencing manis tidak sampai terjadi komplikasi. Sumber:  papdi
 21 Aug 2014    08:00 WIB
Apa Saja Faktor Risiko Batu Ginjal?
Ada beberapa faktor risiko terjadinya batu ginjal. Yaitu faktor risiko yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan Faktor risiko yang dapat dikendalikan: • Seberapa banyak air yang Anda minum Salah satu penyebab terjadinya batu ginjal adalah tidak mengkonsumsi air putih yang cukup. Coba untuk minum air yang cukup untuk menjaga urin Anda tetap jernih dan berwarna kuning terang. Minum sekitar 8 sampai 10 gelas setiap hari. • Makanan yang dimakan Makanan yang terlalu banyak mengandung protein, sodium dan kaya akan oksalat, seperti sayuran yang berwarna hijau gelap akan meningkatkan terjadinya risiko batu ginjal. Selain itu makanan tinggi asam urat seperti jeroan, seafood juga akan meningkatkan terjadinya batu ginjal. Apabila Anda merasa Anda memiliki masalah pada pola makanan Anda, sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter spesialis gizi atau nutrisionis untuk membantu mengontrol makanan Anda. • Berat Badan Berat badan berlebihan dapat menyebabkan gangguan produksi insulin dan meningkatkan kalsium dalam urin, yang akan meningkatkan terjadinya batu ginjal. • Obat-obatan Beberapa obat-obatan yang mengandung acetazolamide dan indinavir dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal Faktor risiko yang tidak dapat Anda kendalikan: • Usia dan jenis kelamin Seorang pria yang berusia 30 sampai 50 tahun akan lebih berisiko terkena penyakit batu ginjal. Seorang wanita yang telah mengalami menopause, dengan adanya penurunan kadar estrogen akan meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal. Seorang yang dilakukan pengangkatan indung telur juga mempunyai risiko terjadinya batu ginjal • Riwayat keluarga yang memiliki batu ginjal Apabila seseorang mempunyai keluarga yang memiliki batu ginjal, maka dia berpotensi untuk mengalami penyakit batu ginjal. Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal: • Seseorang yang sering mengalami infeksi saluran kemih seperti crohn, hiperparatiroid atau gout • Operasi pada usus atau bypass lambung • Resistensi insulin, suatu keadaan terjadi gangguan produksi insulin yang terjadi pada penderita kencing manis dan obesitas/ kegemukan Sumber: webmd
 07 Aug 2014    08:00 WIB
Apa Saja Faktor Risiko Kanker Payudara?
Data dari WHO (2010) menunjukkan bahwa pada laki-laki, jenis kanker yang terbanyak di Indonesia adalah kanker paru, sedangkan pada perempuan adalah kanker payudara  Kanker payudara adalah merupakan penyebab kematian nomor  satu di Indonesia,diikuti oleh kanker leher rahim. Penyakit kanker payudara tidak hanya mengenai wanita namun juga pria. Seringkali seorang wanita yang terkena kanker payudara baru mengetahui dirinya terkena kanker payudara saat penyakit tersebut sudah parah. Oleh karena itu kita sebaiknya mengetahui apa saja faktor risiko kanker payudara. Sehingga seorang wanita akan lebih waspada.    Ada beberapa faktor risiko seseorang dapat terkena kanker payudara: Usia diatas 50 tahun Mutasi gen BRCA 1 dan BRCA 2 Pernah mengalami kanker payudara pada payudara yang satunya Riwayat keluarga yang memiliki kanker payudara Terpapar radiasi  Menggunakan terapi penggantian hormon setelah mengalami menopause Menstruasi yang terlalu cepat atau terlambat Tidak pernah hamil ataupun kehamilan yang terlambat Tidak pernah menyusui  Kegemukan/ obesitas Aktivitas yang kurang    Kanker payudara dapat  menyebar dari payudara yang satu payudara yang lain, selain itu juga dapat menyebar ke organ tubuh yang lain.  Oleh karena itu untuk Anda yang memiliki faktor risiko maupun yang tidak memiliki faktor risiko ada baiknya melakukan deteksi dini kanker payudara dengan melakukan SADARI maupun melakukan pemeriksaan penunjang seperti USG Mammae dan Mammografi   Sumber: medindia