Your browser does not support JavaScript!
 17 Nov 2019    18:00 WIB
Pengaruh Testosteron Pada Wanita
Jika Anda pikir testosteron hanya ada pada pria, maka Anda salah. Testosteron merupakan bahan anabolisme dan hormon seksual yang penting dalam tubuh manusia, bertanggung jawab terhadap keinginan dan fungsi seksual, pembesaran otot, kepadatan tulang dan pertumbuhan rambut. Pria memang memiliki kadar kolesterol 10 kali lebih tinggi dibanding wanita. Tetapi mengesampingkan pentingnya hormon testosteron pada wanita merupakan kesalahan besar, dan untuk menggambarkan pentingnya hormon tersebut mari kita bahas pentingnya kadar testosteron pada tubuh wanita: Keinginan seksualLibido wanita terkait dengan kadar testosteron. Efek samping yang paling sering terjadi pada penggunaan pil KB adalah pil KB mengikat hormon seksual, terutama testosteron dan estradiol, yang menyebabkan penurunan nafsu seks. Juga pada saat wanita mendekati masa menopause, mereka akan memproduksi testosteron lebih sedikit daripada sebelum masa menopause. Hal tersebut menjadi alasan mengapa wanita menopause memiliki tingkat seksual yang rendah. Produksi estrogenEstrogen merupakan hormon yang penting untuk hormon seksual wanita, ternyata terbentuk dari hormon testosteron. Estrogen bertanggung jawab untuk pematangan organ seksual wanita, perkembangan kelenjar serviks, penebalan dinding rahim dan produksi estrogen sangat penting dalam kehamilan terutama dalam pencegahan keguguran. Testosteron bertanggung jawab untuk memproduksi estradiol yang merupakan bentuk primer dari estrogen yang terdapat pada wanita yang tidak hamil sampai menjelang masa menopause. Setelah menopause, tubuh akan memproduksi estrone, dan pada wanita hamil akan memproduksi estriol. Dengan demikian tanpa testosteron, seorang wanita tidak mungkin bisa memproduksi estrogen. Pembentukan ototSebagaimana pada pria, testosteron penting untuk membangun massa otot pada wanita. Tanpa otot yang bebas lemak, Anda tidak akan bisa mempertahankan tingkat metabolisme dengan baik. Anda juga tidak akan mampu membakar lemak dan Anda juga akan menurunkan tingkat kepadatan tulang, yang menyebabkan masalah kesehatan di masa akan datang. Berita baiknya adalah wanita tidak perlu memproduksi hormon testosteron sebanyak pada pria, cukup hanya untuk terlihat baik. Terdapat banyak mitos yang beredar mengenai hubungan wanita dan testosteron. Beberapa orang berpikir testosteron murni hormon pria yang diproduksi hanya di testis padahal wanita juga mempunyai ovarium yang memiliki fungsi sama dengan testis. Sementara yang lain takut untuk memakan protein dan melakukan latihan angkat beban akan menyebabkan tubuh terlihat seperti atlet binaragawan. Tetapi dengan makan protein dan melakukan latihan angkat beban akan membuat Anda lebih sehat, dan pada wanita akan memastikan tubuh memproduksi testosteron dalam kadar yang normal.Sumber: healthmeup
 25 Sep 2019    18:00 WIB
5 Penyebab Hilangnya Gairah Seksual Pada Wanita
Penurunan atau hilangnya gairah seksual seringkali dialami oleh wanita beberapa tahun sebelum dan setelah menopause. Hilangnya gairah seksual ini dapat mencapai puncaknya pada saat wanita berusia 35-64 tahun. Akan tetapi, tidak semua wanita mengalaminya, beberapa wanita justru mengalami peningkatan gairah seksual setelah memasuki masa menopause ini.   1.      Perubahan Kadar Hormon Estrogen Sebelum memasuki masa menopause, gairah seksual anda biasanya mencapai puncaknya beberapa saat sebelum dan setelah ovulasi (terlepasnya sel telur dari indung telur). Akan tetapi, saat anda tidak lagi mendapat menstruasi dan kadar hormon estrogen anda menurun, maka menurun pula gairah seksual anda. Wanita yang telah menopause kurang bereaksi terhadap sentuhan dan lebih sulit merasa terangsang. Selain itu, penurunan kadar hormon estrogen pun menyebabkan berkurangnya aliran darah ke vagina dan membuat vagina menjadi lebih kering. Oleh karena itu, anda mungkin dapat merasa nyeri saat berhubungan seksual. Hal ini juga dapat membuat anda semakin enggan berhubungan seksual. Apa yang Harus Dilakukan? Bila anda sering merasa nyeri saat berhubungan seksual, cobalah untuk menggunakan pelumas berbahan dasar air. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter anda mengenai penggunaan obat untuk mengatasi kekeringan pada vagina. Terapi sulih hormone biasanya dapat membantu anda mengatasi berbagai gejala peri menopause yang anda alami, seperti badan terasa panas dan berbagai gejala lainnya yang membuat anda kurang percaya diri.   2.      Stress Saat memasuki masa paruh baya, sebagian besar wanita disibukkan oleh berbagai hal, mulai dari pernikahan, pekerjaan, anak, dan merawat orang tuanya. Hal ini dapat membuat para wanita paruh baya merasa stress. Stress dapat menurunkan gairah seksual anda. Penurunan gairah seksual mungkin membuat anda enggan berhubungan seksual dengan pasangan anda dan mungkin dapat membuat hubungan anda dan pasangan menjadi kurang harmonis. Apa yang Harus Dilakukan? Untuk mengatasinya, anda dapat mencoba untuk melakukan "pemanasan" lebih lama dan membuat variasi lainnya saat berhubungan seksual dengan pasangan anda. Bila hal ini tidak membantu, lakukanlah konseling dengan seorang ahli untuk membantu anda.   3.      Perubahan Kadar Hormon Androgen Baik pria maupun wanita pasti akan mengalami penurunan gairah seksual seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Akan tetapi, wanita biasanya 2-3 kali lebih sering mengalami penurunan gairah seksual ini. Hal ini dapat pula disebabkan oleh penurunan kadar hormon androgen (hormon pria) pada wanita. Apa yang Harus Dilakukan? Bila anda mengalami penurunan hormon ini maka dokter mungkin tidak akan menyarankan anda untuk memperoleh terapi sulih hormone karena efek samping yang mungkin ditimbulkan seperti jerawat, peningkatan berat badan, dan peningkatan pertumbuhan rambut wajah. Diet sehat, waktu tidur yang cukup, dan berolahraga dapat membantu mengembalikan gairah seksual anda.   4.      Depresi Menopause tidak mneyebabkan depresi, akan tetapi wanita lebih sering mengalami depresi dibandingkan pria. Hal ini mencapai puncaknya saat wanita berusia 40-59 tahun, yang secara tidak sengaja terjadi bersamaan dengan menopause. Depresi tentunya dapat membuat anda kehilangan gairah seksual, di samping hilangnya minat akan banyak hal lainnya. Pengobatan depresi dengan pemberian obat anti depresi juga tidak dapat membantu mengembalikan gairah seksual anda karena beberapa obat anti depresi juga dapat menyebabkan penurunan gairah seksual. Apa yang Harus Dilakukan? Segera hubungi dokter anda untuk memperoleh pengobatan dan konseling untuk mengatasi masalah anda. Terdapat beberapa obat anti depresi yang tidak terlalu menimbulkan gangguan seksual.   5.      Penyebab Lainnya Berbagai perubahan pada tubuh anda, mulai dari memutihnya rambut, nyeri otot, hingga kulit kering dapat membuat anda merasa "tua" dan kehilangan rasa percaya diri sehingga membuat anda tidak lagi merasa seksi. Beberapa hal lainnya selain menopause yang juga dapat menyebabkan penurunan gairah seksual adalah gangguan kandung kemih, hipotiroidisme (rendahnya kadar hormon tiroid di dalam darah), dan anemia defisiensi besi. Apa yang Harus Dilakukan? Lakukanlah pemeriksaan kesehatan rutin setiap tahunnya. Selain itu, tetap percaya diri juga merupakan salah satu hal penting bagi gairah seksual anda.     Sumber: webmd
 19 Feb 2019    16:00 WIB
Berapakah Kadar Estrogen yang Normal?
Estrogen, salah satu hormon dominan pada wanita memiliki kadar yang berfluktuasi pada waktu tertentu di sepanjang hidup seorang wanita. Akan tetapi, tidak hanya wanita yang memiliki estrogen, pria pun juga memiliki estrogen, walaupun dalam jumlah yang lebih sedikit daripada wanita.  Jika kadar estrogen Anda tidak berada pada kadar normal, maka Anda dapat mengalami gangguan kesuburan. Pada wanita, estrogen diproduksi di dalam ovarium (indung telur). Pada pria, estrogen dibentuk dari hormon pria yaitu androgen. Kadar estrogen yang sering diukur dan paling dominan dalam tubuh seseorang adalah estradiol.   Wanita Usia Subur Jika Anda masih berada pada usia produktif, maka kadar estrogen (estradiol) Anda akan mencapai kadar terendahnya pada beberapa hari pertama siklus mentruasi, yaitu berkisar antara 20-40 pg/ml. Saat sel telur mulai matang, maka kadar estradiol pun akan meningkat, yaitu antara 150-280 pg/ml atau lebih. Kadar estradiol akan terus meningkat setelah ovulasi (terlepasnya sel telur dari indung telur) hingga siklus menstruasi berikutnya dimulai, kecuali bila terjadi kehamilan.   Wanita Hamil Selama kehamilan, kadar estradiol, progesteron, dan hCG akan tetap tinggi dan akan terus meningkat selama kehamilan. Kadar estradiol pada trimester pertama kehamilan adalah antara 139-1.389 pg/ml, dengan rata-rata berkisar pada 726 pg/ml. Pada trimester akhir kehamilan, kadar estradiol akan bervariasi antara 906-9.385 pg/ml, dengan rata-rata berkisar pada 5.056 pg/ml.   Wanita Paska Menopause Wanita yang memasuki masa menopause biasanya memiliki kadar estradiol yang sangat rendah, yaitu kurang dari 10 pg/ml. Selama masa perimenopause, yaitu beberapa tahun sebelum menopause terjadi, kadar estradiol akan sangat berfluktuasi dan seringkali lebih tinggi dari normal pada hari ke 2 atau 3 siklus menstruasi.    Pria Kadar estrogen pada pria secara umum sama dengan kadar estrogen pada wanita yang telah memasuki masa menopause, yaitu antara 10-50 pg/ml. Akan tetapi, tidak seperti wanita yang mengalami penurunan kadar estrogen seiring dengan semakin bertambahnya usia, pria justru mengalami peningkatan kadar estrogen seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka, yang juga disertai dengan semakin menurunnya kadar testosteron.  Tingginya kadar estrogen pada pria menyebabkan terjadinya pembesaran payudara dan pembesaran prostat. Peningkatan kadar estrogen pada pria inilah yang diduga juga turut berperan dalam terjadinya kanker prostat.   Sumber: livestrong
 04 Jan 2019    16:00 WIB
Mengapa Rambut Rontok Setelah Melahirkan?
Rambut adalah mahkota untuk wanita. Seringkali wanita pasca melahirkan akan mempunyai masalah yaitu rambut rontok. Tentu saja hal ini akan membuat panik setiap wanita. Berikut adalah alasan mengapa rambut mudah rontok pasca melahirkan: Perubahan hormon Pada saat kehamilan, rambut dalam kondisi baik karena adanya hormon androgen. Rambut akan mulai rontok sekitar 3-4 bulan pasca melahirkan. Ini dikarenakan mulai terjadinya penurunan dari hormon androgen.  Siklus rambut Rambut rontok yang kurang dari 100 helai setiap hari masih dianggap normal Kurang tidur Hal ini juga akan mempengaruhi kondisi rambut Anda. Karena seorang wanita yang baru melahirkan akan mempunyai waktu tertidur yang terganggu Stress.  Untuk wanita yang baru menjadi ibu bisa mengalami stress saat sedang mengurus bayi. Dikarenakan ada perubahan pola hidup yang harus dijalani. Terutama untuk Anda wanita pekerja, selain bekerja Anda juga harus merawat bayi. Stress yang merupakan salah satu penyebab terjadinya rambut rontok.  Malnutrisi Sebagai ibu yang menyusui Anda akan memberikan nutrisi yang ada dalam tubuh Anda untuk bayi Anda, sehingga apabila Anda kurang mengkonsumsi makan-makanan yang sehat. Anda akan kehilangan rambut yang lebih banyak dari seharusnya  Kapan rambut rontok akan berkurang? Biasanya setelah 6 sampai 8 bulan pasca melahirkan. Karena siklus rambut Anda akan kembali seperti sebelum Anda hamil. Apa yang dapat Anda lakukan? Mengkonsumsi makanan yang bergizi Rawat rambut Anda dengan baik Hindari stress   Sumber: boldsky
 26 Oct 2018    18:00 WIB
Bagaimana Cara Menurunkan Kadar Estrogen Pada Wanita?
Pada saat hormon estrogen meningkat pada seorang wanita dibandingkan kadar hormon lain seperti progesteron, akan terjadi gejala yang tidak diinginkan seperti ketidakteraturan menstruasi, peningkatan berat badan, dan bisa terjadi sakit kepala. Efek berbahaya lainnya dari dominasi estrogen termasuk peningkatan risiko penyakit fibrokistik dan kanker payudara. Berikut adalah beberapa cara bagaimana untuk mengurangi kadar estrogen pada wanita dan menjaga keseimbangan hormonal: Kurangi Konsumsi Alkohol Minum terlalu banyak alkohol dapat merusak fungsi hati. Karena estrogen dimetabolisme oleh hati, gagal hati akibat konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan kadar estrogen meningkat. Makan Makanan Organik Pestisida dan bahan kimia lain yang digunakan dalam produksi pangan memiliki efek seperti estrogen ketika diserap oleh tubuh. Hindari paparan efek ini dengan makan produk makanan organik dan mengurangi konsumsi daging. Kurangi produk susu Susu sapi menyumbang hingga 80% dari estrogen yang dikonsumsi dari makanan. Hal ini karena sapi sering diperah ketika tingkat estrogen mereka tertinggi (selama kehamilan). Estrogen ini ditemukan dalam susu dan dapat meningkatkan pertumbuhan tumor pada rahim dan jaringan payudara jaringan. Untuk mengurangi resiko terkena kanker payudara dari meningkatnya kadar estrogen, cobalah untuk konsumsi susu almond atau susu kacang sebagai pengganti susu sapi. Makan serat lebih banyak Diet kaya serat dapat membantu menurunkan kadar estrogen. Untuk membantu menurunkan estrogen dalam tubuh, makan lebih banyak buah, sayuran, dan biji-bijian. Beberapa pilihan terbaik adalah apel, seledri, buah, oatmeal, kacang-kacangan. Olahraga Sebuah penelitian menunjukkan bahwa olahraga yang teratur dapat membantu mengurangi kadar estrogen yang tinggi. Olahraga tidak hanya akan meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan, tetapi juga mengurangi kadar estrogen Anda. Konsumsi makanan yang mengandung sulfur Makanan yang mengandung sulfur dapat membantu dalam detoksifikasi hati, karena dapat membuang racun seperti pestisida dan obat-obatan yang merusak hati, sehingga meningkatkan efisiensi organ dalam menyaring zat berbahaya dari darah. Makanan ini termasuk bawang, sayuran hijau, bawang putih, dan kuning telur, limau, lemon, bayam dan sayuran hijau. Hindari Beberapa Makanan Kafein, makanan berlemak tinggi, dan makanan manis dapat meningkatkan kadar estrogen.   Sumber: newhealthguide
 28 Apr 2017    18:00 WIB
Penyebab Turunnya Kadar Estrogen Pada Seorang Wanita Muda
Estrogen merupakan hormon yang terutama diproduksi di dalam indung telur (ovarium). Produksi hormon estrogen ini terjadi sebagai respon terhadap stimulasi kimia dari kelenjar pituitari di dalam otak.  Penurunan kadar estrogen pada wanita muda dapat terjadi bila terdapat gangguan dalam proses produksi estrogen di dalam ovarium atau akibat adanya gangguan penghantaran impuls dari dalam otak ke dalam ovarium. Rendahnya kadar estrogen dapat mempengaruhi karakteristik fisik, perilaku, dan kesuburan.   Olahraga Berlebihan Olahraga berlebihan dan gangguan makan dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada siklus menstruasi seorang wanita akibat penurunan kadar estrogen. Beberapa jenis olahraga yang beresiko menyebabkan gangguan pada siklus menstruasi seseorang adalah gimnastik, balet, lari jarak jauh, menyelam, dan berenang.   Diet yang Terlalu Ketat Estrogen merupakan suatu hormon, yang memerlukan kolesterol (lemak) untuk proses pembentukkannya. Diet ketat yang sangat menghindari lemak dalam makanan, terutama di masa awal pubertas dapat mempengaruhi proses pembentukan estrogen dan menarke (menstruasi pertama kali).  Saat lemak tubuh kurang dari 22% atau tidak mencapai kadar yang dapat memicu hipotalamus dan pituitari untuk membuat ovarium (indung telur), sehingga ovarium tidak akan mulai bekerja atau sama sekali berhenti menghasilkan hormon estrogen.  Rendahnya kadar estrogen yang bersikulasi dapat menyebabkan berhentinya siklus menstruasi pada seorang wanita muda dan dapat mencegah terjadinya menarke pada anak remaja.   Faktor Genetika Suatu kelainan genetika, sindrom turner, dapat menghambat perkembangan normal ovarium dan menyebabkan penurunan kadar estrogen sehingga menstruasi pun terhambat. Kelainan genetika ini juga menyebabkan perubahan gen yang berfungsi untuk membentuk karakteristik seksual, baik internal (organ reproduksi) maupun eksternal (ciri-ciri wanita).   Obat-obatan Beberapa jenis obat-obatan juga dapat bersifat racun bagi ovarium. Beberapa jenis obat-obatan tersebut adalah radiasi dan kemoterapi, terutama bila dilakukan pada daerah panggul, dapat menyebabkan penurunan kadar estrogen. Pada keadaan ini, dokter biasanya menganjurkan agar Anda menggunakan pil KB.   Sumber: livestrong
 28 Apr 2017    15:00 WIB
Berbagai Gejala yang Timbul Akibat Rendahnya Kadar Estrogen Pada Seorang Wanita
Berbagai gejala rendahnya kadar estrogen biasanya muncul pada wanita yang mendekati dan memasuki masa menopause. Akan tetapi, ternyata wanita muda pun dapat mengalami berbagai gejala rendahnya kadar estrogen dengan gejala dan penyebab yang berbeda dari wanita yang mengalami menopause.   Fungsi Estrogen Sebagian besar estrogen diproduksi oleh ovarium (indung telur) dan sedikit oleh kelenjar adrenal. Untuk membuat ovarium maupun kelenjar adrenal untuk memproduksi estrogen, maka otak akan mengirimkan sinyal dari kelenjar pituitari, yang dipengaruhi oleh berbagai proses selama siklus menstruasi seorang wanita. Estrogen merupakan hormon yang membuat seorang wanita memiliki ciri-ciri wanita (pembesaran payudara dan sebagainya).   Penyebab Terdapat berbagai hal yang dapat menyebabkan rendahnya kadar estrogen pada seorang wanita. Suatu kelainan genetika seperti sindrom turner dapat menyebabkan penderitanya memiliki postur tubuh yang pendek, ovulasi yang jarang, gangguan perkembangan ciri kewanitaan, dan jarang menstruasi.  Kemoterapi maupun radiasi serta gangguan kelenjar tiroid juga dapat mempengaruhi proses pembentukan estrogen. Berbagai hal lainnya yang dapat menyebabkan rendahnya kadar estrogen pada seorang wanita adalah: Olahraga berlebihan. Olaraga berlebihan sebelum dan selama pubertas juga dapat menyebabkan kadar estrogen menjadi rendah dan memperlambat perkembangan normal seorang wanita Gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia Terlalu kurus (terlalu sedikit lemak di dalam tubuh)   Gejala Gejala paling sering dari rendahnya kadar estrogen pada wanita muda adalah berkurangnya menstruasi dan terlambatnya perkembangan. Wanita yang berusia kurang dari 40 tahun dan memiliki kadar estrogen yang rendah dapat mengalami menopause dini dengan gejala hot flashes dan berkeringat di malam hari. Selain itu, wanita juga sering mengeluhkan merasa sangat lelah, mudah lupa, sulit tidur, menurunnya gairah seksual, dan nyeri saat berhubungan seksual bila kadar estrogen rendah atau menurun.  Berbagai gejala lainnya yang mungkin timbul adalah menstruasi tidak teratur, menstruasi sedikit, infeksi kandung kemih, nyeri kepala, perubahan mood (merasa sedih atau depresi atau mudah marah), dan penurunan kepadatan tulang (yang dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis). Bila Anda sulit hamil, maka Anda mungkin memiliki kadar estrogen yang rendah.   Bagaimana Cara Mengetahui Berapa Kadar Estrogen Anda? Untuk mengukur kadar estrogen Anda, dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan suatu pemeriksaan darah untuk mengukur kadar FSH. Bila Anda dicurigai memiliki kelainan genetika, maka dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan genetika.   Pengobatan Pengobatan untuk mengatasi rendahnya kadar estrogen tergantung pada penyebabnya dan tergantung pada usia Anda.   Sumber: livestrong
 26 Oct 2015    12:00 WIB
10 Cara Mencegah Kanker Payudara
Penyakit Kanker Payudara adalah penyakit menakutkan untuk semua wanita. Penyakit kanker payudara tidak hanya menyerang wanita namun juga pria. Berbagai cara dilakukan untuk mencegah terjangkitnya kanker payudara. Berikut adalah cara untuk mencegah terjadinya kanker payudara. Dengan mengikuti cara ini belum tentu Anda tidak akan terkena kanker payudara namun dengan cara ini Anda akan menurunkan risiko terjadinya kanker payudara dan akan meningkatkan kesehatan tubuh Anda: Berolahraga lebih sering Mungkin banyak orang malas untuk berolahraga namun Anda tetap dapat melakukan hal ini dengan jalan-jalan santai disore hari atau lebih sering menggunakan tangga dibanding lift. Mempertahankan berat badan yang ideal Sebuah studi menemukan bahwa wanita yang mengalami kenaikan berat badan sekitar 30 kg setelah usia 18 tahun mempunyai risiko tiga kali lipat terkena kanker payudara dibandingkan dengan mereka yang mengalami kenaikan berat badan sekitar  10 kilogram. Dan yang lebih menakutkan seseorang yang mempunyai berat badan yang berlebihan mempunyai risiko mengidap kanker payudara yang akan cepat menyebar ke organ yang lain.  Makan lebih banyak sayuran Sayuran mengandung banyak karoten yang berfungsi sebagai antioksidan yang melawan sel kanker Ketahui faktor risiko dari keluarga Anda Dengan mengetahui adanya faktor risiko dari keluarga Anda, Anda dapat melakukan deteksi dini dan tindakan pencegahan. Berikan ASI pada bayi Anda Seseorang wanita yang menyusui anaknya sekitar 15 bulan akan menurunkan risiko terjadinya kanker payudara sebanyak 4 persen Makan lebih banyak omega-3 Omega-3 akan membantu menurunkan terjadinya peradangan dan menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Konsumsi kacang kenari, ikan seperti ikan sardin. Minum teh hijau Teh hijau mengandung antioksidan, berfungsi untuk menurunkan hormon estrogen. Hormon estrogen berfungsi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker payudara dan menghentikan pemberian makanan untuk sel kanker payudara Berpikir dua kali untuk menggunakan terapi estrogen dan progesteron selama lima tahun atau lebih Memperpanjang terapi kombinasi ini akan meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara Berhenti mengkonsumsi alkohol Alkohol akan mempengaruhi kadar estrogen dalam tubuh, yang akan meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara Konsumsi rempah-rempah yang bervariasi Jangan takut untuk mengkonsumsi beberapa rempah-rempah seperti kunyit yang akan membantu menekan reaksi peradangan dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber:  medindia
 20 Oct 2015    20:00 WIB
Berbagai Penyebab Osteoporosis
Tulang anda tidak pernah berhenti bertumbuh, setiap harinya tulang anda akan membentuk sel-sel tulang baru untuk menggantikan sel-sel tulang lama (remodeling). Anda mungkin tidak akan bertambah tinggi lagi setelah melewati masa pubertas karena telah tertutupnya lempeng pertumbuhan pada tulang, akan tetapi anda dapat terus meningkatkan kepadatan tulang anda. Pada penderita osteoporosis atau pengeroposan tulang, terjadi penipisan pada tulang karena pertumbuhan sel-sel tulang baru tidak dapat menyamai hilangnya sel-sel tulang lama. Hal ini menyebabkan tulang menjadi berongga, rapuh, dan mudah mengalami patah tulang. Kepadatan tulang anda mencapai masa keemasannya saat anda berusia 20 tahunan. Akan tetapi, seiring dengan semakin bertambahnya usia anda, kepadatan tulang anda pun akan berkurang yang dapat disebabkan oleh berbagai hal. Osteoporosis atau osteopenia (berkurangnya massa atau kepadatan tulang) terjadi akibat ketidakseimbangan antara kematian dan pertumbuhan sel tulang baru  yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah.   1.      Penurunan Kadar Estrogen Pada Wanita Penurunan kadar estrogen pada wanita merupakan salah satu penyebab terjadinya osteoporosis. Setelah menopause dapat terjadi peningkatan penurunan kepadatan tulang akibat penurunan kadar estrogen ini. Wanita muda yang berhenti mendapat menstruasi karena terlalu kurus juga dapat mempengaruhi kepadatan tulang anda. Selain itu, pengangkatan kedua indung telur melalui tindakan pembedahan juga dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis karena penurunan kadar estrogen.   2.      Penurunan Kadar Testosteron Pada Pria Pria membutuhkan testosteron dan juga estrogen untuk menjaga kesehatan tulangnya. Hal ini karena testosteron akan diubah menjadi estrogen. Pria yang mengalami osteoporosis biasanya juga mengalami penurunan kadar testosteron.   3.      Gangguan Keseimbangan Hormonal Selain estrogen dan testosteron, beberapa hormon lainnya juga dapat mempengaruhi kepadatan tulang anda, seperti hormon paratiroid dan hormon pertumbuhan. Kedua hal ini berperan dalam penggunaan kalsium di dalam tulang dan proses remodeling. Akan tetapi, tingginya kadar hormon paratiroid (hiperparatiroidisme) dapat menyebabkan keluarnya kalsium melalui air kemih yang menyebabkan tubuh harus memenuhi kebutuhannya akan kalsium dengan mengambilnya pada tulang. Kekurangan kalsium dapat membuat tulang anda menjadi lebih lemah. Selain itu, seiring dengan semakin bertambahnya usia anda, tubuh anda juga memproduksi lebih sedikit hormon pertumbuhan, yang mana sebenarnya anda butuhkan untuk membentuk tulang yang kuat.   4.      Kekurangan Kalsium Tanpa kalsium, anda tidak dapat membentuk sel tulang baru yang diperlukan dalam proses remodeling tulang. Tulang merupakan tempat penyimpanan 2 mineral, yaitu kalsium dan fosfor. Anda membutuhkan kalsium dalam jumlah tertentu dalam darah anda agar berbagai organ penting anda seperti jantung, otot, dan saraf dapat bekerja dengan baik. Saat berbagai organ ini membutuhkan kalsium, maka mereka akan mengambilanya dari tulang anda. Bila hal ini berlangsung lama, maka kadar kalsium di dalam tulang anda akan berkurang, dan menyebabkan tulang anda menjadi rapuh.   5.      Kekurangan Vitamin D Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan tulang menjadi lemah dan menurunnya kepadatan tulang. Vitamin D berperan dalam membantu penyerapan dan penggunaan kalsium di dalam tubuh anda.   6.      Kurang Aktif Tulang anda akan melemah saat anda tidak banyak menggunakannya. Bila anda jarang bergerak atau beraktivitas atau mengalami kondisi tertentu seperti kelumpuhan, maka penurunan kepadatan tulang akan berlangsung lebih cepat. Berolahraga dapat membantu mencegah terjadinya osteoporosis akibat kurang aktif.   7.      Peningkatan Kadar Hormon Tiroid Tingginya kadar hormon tiroid telah lama diduga memiliki hubungan dengan penurunan kepadatan tulang. Anda dapat mencegah terjadinya osteoporosis dengan berolahraga dan mengkonsumsi cukup kalsium serta vitamin D.   8.      Merokok Perokok memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah dan resiko patah tulang yang lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok. Sebuah penelitian menemukan bahwa efek toksik dari nikotin yang terdapat di dalam rokok dapat mempengaruhi sel-sel tulang anda dengan cara membuat tubuh anda tidak dapat menggunakan estrogen, kalsium, dan vitamin D sebagaimana mestinya.   9.      Obat-obatan Penggunaan obat-obatan tertentu dapat menyebabkan terjadinya penurunan kepadatan tulang dan meningkatkan resiko patah tulang. Obat yang paling sering menyebabkan hal ini adalah obat golongan kortikosteroid. Obat lainnya yang juga dapat mempengaruhi kepadatan tulang anda adalah obat anti kejang.   10.  Gangguan Kesehatan Lainnya Berbagai gangguan kesehatan lainnya dapat menyebabkan terjadinya penurunan kepadatan tulang. Beberapa gangguan kesehatan tersebut adalah fibrosis kistik, berbagai penyakit yang menyerang sistem pencernaan, dan mieloma multipel (sebuah tumor yang dapat menyusup ke dalam tulang). Pengeluaran kalsium secara berlebihan juga dapat mengganggu kesehatan tulang anda, seperti pada penderita gagal ginjal.   11.  Alkohol Alkohol dapat menghentikan proses remodeling tulang anda dan meningkatkan pengeluaran kalsium.   Sumber: webmd
 18 Oct 2015    18:00 WIB
Apa yang Membuat Suara Menarik?
Mengapa suatu suara lebih menarik dibandingkan dengan suara yang lain? Ini adalah suatu hal yang rumit. Penelitian sebelumnya menunjukkan kalau pria tertarik pada wanita dengan suara bernada tinggi, yang dikaitkan dengan tingkat estrogen yang tinggi. Bagaimana dengan wanita? Mereka lebih memilih pria yang bersuara dalam karena berkaitan dengan testosteron. Tetapi penemuan terbaru menunjukkan jika kita juga dapat tertarik pada suara yang mirip dengan suara kita sendiri, karena persamaan membuat kita merasa dalam satu grup sosial yang sama. “Suara merupakan alat yang mengagumkan dan sangat  fleksibel yang kita gunakan untuk membentuk identitas diri. Sangat sedikit yang bisa kita ubah dari suara kita, sehingga preferensi kita harus lebih dari bentuk dan ukuran seseorang” kata Dr. Molly Babel, seorang professor ahli bahasa di the University of British Columbia di Kanada. Di penelitian terbaru yang dilakukan terhadap mahasiswa dan mahasiswi di California menunjukkan ketertarikan terhadap 60 jenis suara (30 pria, 30 wanita) yang dimiliki oleh orang-orang yang tinggal di Mississippi River. Para peneliti menemukan banyak pria dan wanita memilih suara  orang-oran g yang berasal dari daerah mereka sendiri. Suara yang digunakan kebanyakan berasal dari California, tetapi ada beberapa yang berasal dari daerah tetangga. 3 suara berasal dari daerah yang jauh seperti Minnesota. Suara-suara ini bervariasi karena mencakup berbagai daerah sehingga terdapat rentang dialek, tetapi termyata mereka tidak terlalu bervariasi. Tidak mudah untuk mengenali aksen dari selatan Amerika atau aksen New York/New Jersey. Pemilihan kata yang kami gunakan juga membantu mempersempit variabilitas yang ada. Semua pendengar pada studi yang dilakukan ini adalah kelahiran dan besar di California paling tidak sejak masa balita, dan juga merupakan mahasiswa dari the University of California, Santa Cruz, saat studi ini dilakukan. Studi ini juga menggunakan lebih banyak populasi pada pendengar daripada populasi pembicara. Yang menarik adalah para pendengar yang berasal dari California ini memiliki preferensi untuk suara yang terdengar khas, tapi  sebenarnya ini berarti berbeda untuk suara pria dan wanita.   Sumber: huffingtonpost