Your browser does not support JavaScript!
 13 Jun 2019    16:00 WIB
DVT Tidak Menimbulkan Gejala Namun Berbahaya
Bekuan darah, dalam hal ini kita membicarakan tentang DVT atau trombosis vena dalam merupakan suatu keadaan di mana terdapatnya bekuan darah pada vena dalam tubuh anda. Keadaan ini biasanya terjadi pada betis, paha, panggul, atau lengan. Gejala DVT yang dapat ditemukan berupa pembengkakan pada kulit yang kadang terasa nyeri dan keras, akan tetapi DVT tidak selalu menimbulkan gejala. Faktor Resiko Anda memiliki resiko DVT lebih tinggi bila anda: Memiliki gangguan pembekuan darah Menderita obesitas Mengkonsumsi pil KB Hamil Merokok Mengalami beberapa penyakit kronik seperti kanker, penyakit jantung, penyakit paru-paru, dan inflammatory bowel disease (suatu gangguan kesehatan yang menyebabkan gangguan saluran pencernaan) Duduk di kursi roda Tidak dapat bergerak atau bangun dalam waktu lama, seperti saat anda berada dalam penerbangan untuk waktu yang lama Bahaya Adanya Bekuan Darah Bahaya terbesar dari DVT adalah apabila bekuan darah di dalam pembuluh vena ini sampai ke dalam paru-paru dan menyebabkan terjadinya emboli paru. Emboli paru dapat merusak paru-paru anda dan berakibat fatal. Bahkan bila bekuan darah tidak masuk ke dalam paru-paru anda, bekuan darah ini tetap dapat mengganggu kesehatan anda. Bila bekuan darah terus membesar, bekuan darah ini dapat menghambat aliran darah di dalam pembuluh darah vena dan merusak katup di dalam pembuluh darah tersebut. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya nyeri, pembengkakan, dan perubahan warna kulit kaki. Penggunaan stoking dapat membantu mengatasi gejala ini. Pengobatan DVT dapat berupa penggunaan obat-obatan, filter vena cava, dan penggunaan stoking. Pencegahan DVT DVT dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal di bawah ini, yaitu: Jaga berat badan anda Tetap aktif Jika anda berada dalam penerbangan dalam waktu lama, berjalan-jalanlah di koridor pesawat setiap 1-2 jam Jika anda harus duduk dalam waktu lama, gerakanlah kaki anda dan tekuklah betis anda sehingga darah dapat terpompa Bergeraklah setiap 1 atau 2 jam saat bekerja Hindari konsumsi hormon estrogen jika ada anggota keluarga anda yang menderita DVT Jika anda mengalami kecelakaan atau cedera yang membuat anda harus terus terbaring di ranjang atau kursi roda, bergeraklah sebanyak mungkin. Komplikasi Emboli Paru Tergantung pada ukuran bekuan darah dan ke mana bekuan darah ini tersangkut, DVT dapat berakibat fatal. Bahaya terbesar dari DVT adalah apabila bekuan darah terlepas dan mengikuti aliran darah dan merusak sebuah organ, biasanya paru-paru. Bekuan darah yang tersangkut di dalam paru-paru ini dapat menyebabkan terjadinya emboli paru. Bekuan darah yang tersangkut pada pembuluh darah otak dapat menyebabkan stroke. Bekuan darah yang tersangkut pada pembuluh darah jantung dapat menyebabkan serangan jantung. Bekuan darah yang tersangkut pada ginjal dapat menyebabkan terjadinya gagal ginjal. Gejala emboli paru yang sering ditemukan adalah: Batuk Batuk berdarah Nyeri dada Sesak napas tanpa penyebab yang jelas Denyut jantung tidak teratur Gejala lainnya yang lebih jarang ditemui adalah: Cemas Denyut jantung cepat Perasaan melayang Berkeringat Pingsan Bekuan darah yang terdapat di dalam paru-paru dapat menurunkan kadar oksigen di dalam darah anda, yang dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ lainnya. Emboli paru pun dapat merusak paru-paru dan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah arteri paru sehingga terjadi hipertensi pulmonal. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala di atas untuk memperoleh penanganan secepatnya. Sindrom Post Trombotik Bahaya lain DVT adalah sindrom post trombotik yang dapat mengenai sekitar 60% penderita DVT. Sindrom post trombotik menyebabkan gejala yang terus terjadi dalam waktu lama pada kaki atau lengan yang terkena DVT. Gejala sindrom post trombotik adalah nyeri, pembengkakan, dan perubahan warna kulit pada tempat yang terkena. Walaupun sindrom post trombotik biasanya menyebabkan gejala ringan, akan tetapi juga dapat terjadi gejala berat dan menyebabkan pembentukan luka terbuka pada kulit kaki yang terkena. Pada sindrom post trombotik, katup di dalam pembuluh vena dapat mengendur dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini dapat menyebabkan terkumpulnya darah pada daerah tersebut. Tidak ada hal yang dapat dilakukan untuk menguatkan katup-katup vena ini, oleh karena itu sangat penting agar penderita DVT tetap aktif bergerak. Dengan demikian, darah dari kaki dapat kembali ke jantung akibat aktivitas otot kaki anda. Berbaring dengan posisi kaki lebih tinggi dari jantung anda juga dapat membantu mengurangi bengkak dan nyeri. Sayangnya, tidak ada langkah khusus yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya sindrom post trombotik selain tidak menderita DVT. Saat ini para dokter menyarankan agar semua penderita DVT menggunakan stoking untuk mencegah terjadinya sindrom post trombotik ini.  Baca juga: Berbagai Terapi Untuk Bekuan Darah (DVT) Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 17 Apr 2019    08:00 WIB
Berbagai Terapi Untuk Bekuan Darah (DVT)
Terdapat beberapa cara untuk mengobati trombosis vena dalam (DVT), mulai dari obat pengencer darah, penggunaan stoking, dan filter vena cava.   Obat Antikoagulan Obat pengecer darah atau antikoagulan dapat mencegah bekuan darah yang telah anda semakin membesar atau terlepas dari dinding pembuluh darah dan masuk ke dalam paru-paru, jantung, atau otak. Selain itu, obat ini juga dapat mencegah pembentukan bekuan darah. Obat antikoagulan biasanya diberikan melalui suntikan saat pertama kali karena kerjanya lebih cepat daripada yang diminum melalui mulut. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi obat antikoagulan apapun dan periksakan diri anda secara teratur untuk memastikan bahwa dosis yang anda gunakan sudah tepat. Salah satu obat antikoagulan yang sering digunakan adalah warfarin. Walaupun harganya tidak terlalu mahal, tetapi obat ini berinteraksi dengan berbagai jenis makanan dan obat-obatan lainnya sehingga penggunanya harus berhati-hati terhadap makanan dan obat-obatan. Terdapat obat antikoagulan yang lebih baru tidak berinteraksi dengan makanan dan tidak membutuhkan pemeriksaan darah rutin, yaitu eliquis, pradaxa, dan xarelto. Salah satu efek samping terbesar dari obat antikoagulan adalah resiko perdarahan. Bahkan luka kecil pun dapat menyebabkan perdarahan. Segera hubungi dokter anda bila perdarahan tidak berhenti atau bila anda terjatuh atau membentur sesuatu. Anda biasanya harus mengkonsumsi obat antikoagulan ini selama 3 bulan atau lebih atau bahkan seumur hidup anda. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai berapa lama dan dosis obat yang anda perlukan.   Stoking Kompresi Selain obat antikoagulan, dokter biasanya juga akan menyarankan agar anda mengenakan stoking kompresi. Stoking ini digunakan mulai dari tumir hingga bagian atas atau bawah lutut anda. Stoking ini dapat membantu mengurangi nyeri, pembengkakan pada kaki, dan mencegah pembentukan bekuan darah lainnya. Terdapat 3 jenis stoking kompresi, yaitu: Support pantyhose yang memberikan tekanan paling sedikit Stoking yang dijual bebas memberikan tekanan yang lebih besar daripada support pantyhose Stoking kompresi khusus yang memberikan tekanan terbesar Anda mungkin harus menggunakan stoking kompresi ini selama 2 tahun atau lebih setelah terdiagnosa menderita DVT. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai jenis stoking mana yang sesuai untuk anda.   Filter Vena Cava Jika obat antikoagulan tidak dapat menghentikan pembentukan bekuan darah atau bila anda tidak dapat menggunakan obat antikoagulan, maka anda dapat menggunakan filter vena cava. Filter ini dimasukkan melalui pembuluh darah vena besar di perut untuk menangkap bekuan darah sebelum bekuan darah ini mengalir masuk ke dalam paru-paru anda. Filter ini berbentuk seperti saringan kecil sehingga darah dapat melewatinya, tetapi bekuan darh tidak dapat.   Pencegahan DVT Selain penggunaan stoking kompresi, terdapat beberapa cara lain untuk mencegah terjadinya DVT, yaitu: Turunkan berat badan anda bila berat badan anda berlebih Berhenti merokok Jika anda harus duduk dalam waktu lama, maka usahakanlah untuk berjalan-jalan setiap 1 atau 2 jam Jika anda duduk lama dan tidak dapat berjalan-jalan, maka tekuklah betis dan bagian bawah kaki anda sehingga sirkulasi darah di kaki anda tetap lancar  Baca juga: Tekanan Darah Tinggi dan Gangguan Fungsi Seksual Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd