Your browser does not support JavaScript!
 12 Feb 2017    08:00 WIB
Diet Bagi Penderita Penyakit Crohn
Apa Itu Penyakit Crohn ? Penyakit Crohn dan kolitis ulserativa termasuk dalam gangguan inflamasi sistem pencernaan (inflammatory bowel disease/IBD). Kedua penyakit ini menyebabkan suatu reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap saluran pencernaan. Pada kolitis ulserativa, usus besar (colon) mengalami peradangan atau inflamasi, sedangkan usus kecil normal. Pada penyakit Crohn, usus kecil juga mengalami peradangan dan menyebabkan gangguan pencernaan dan penyerapan berbagai nutrisi penting dalam makanan. Gangguan penyerapan makanan dan menurunnya nafsu makan dapat menyebabkan terjadinya malnutrisi pada penderita penyakit Crohn. Malnutrisi ini dapat disebabkan oleh: Perubahan indra pengecap Berkurangnya nafsu makan Kekurangan berbagai nutrisi penting Gangguan absorpsi makanan Diare dan kekurangan nutrisi merupakan gejala yang sering ditemukan bila penyakit Crohn mengenai usus halus. Bila usus besar juga mengalami peradangan, maka akan terjadi diare berat. Diare berat yang disertai dengan malnutrisi dapat menyebabkan berbagai gangguan lainnya, seperti anemia dan kekurangan berbagai vitamin serta mineral penting lainnya. Kekurangan nutrisi dan kesulitan menjaga berat badan normal merupakan masalah serius yang sering dialami oleh penderita penyakit Crohn, termasuk anak-anak.   Diet Bagi Penderita Penyakit Crohn Pengaturan diet bagi penderita Crohn dapat berbeda-beda, tergantung pada makanan apa yang dapat memicu atau memperburuk gejala yang ada. Menghindari makanan pemicu mengurangi berbagai gejala pencernaan yang anda alami, mulai dari perut kembung, nyeri perut, kram perut, dan diare. Selain itu, dengan menghindari makanan pemicu, anda juga memberikan waktu bagi usus anda yang meradang untuk menyembuh dan dengan demikian berbagai gangguan pencernaan yang anda alami pun akan membaik. Jika anda mengalami gangguan penyerapan makanan karena penyakit Crohn ini, maka dianjurkan untuk mengkonsumi diet tinggi kalori dan tinggi protein. Selain itu, sebaiknya anda juga berkonsultasi dengan dokter anda mengenai suplemen vitamin dan mineral yang harus anda konsumsi setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh.   Makanan yang Sebaiknya Dihindari Jenis makanan apa yang memicu atau memperburuk gejala berbeda bagi tiap penderita penyakit Crohn. Perhatikanlah berbagai makanan yang biasa anda konsumsi untuk mengetahui makanan mana yang dapat menyebabkan atau memperburuk gejala yang anda alami. Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan yang biasanya dapat memicu atau memperburuk gejala yang telah ada, yaitu: Alkohol Mentega, mayonnaise, margarin, minyak lainnya Minuman bersoda Kopi, teh, coklat Berbagai produk susu Makanan yang digoreng atau berminyak Makanan tinggi serat Makanan yang menghasilkan gas, seperti kacang-kacangan, kol, brokoli, dan bawang Buah dan sayuran mentah Daging merah dan babi Makanan pedas Gandum Menghindari berbagai makanan di atas mungkin dapat membantu mengurangi gejala yang anda alami. Bila sayur atau buah mentah membuat gangguan pencernaan memburuk, anda dapat mencoba memasaknya terlebih dahulu sebelum memakannya untuk mengurangi gangguan pencernaan yang anda alami. Dianjurkan agar anda mencatat setiap makanan yang anda konsumsi setiap harinya, porsinya, dan berbagai gejala yang timbul setelah mengkonsumi makanan tersebut. Catatan ini dapat membantu anda dan dokter anda menentukan makanan mana yang merupakan makanan pemicu bagi anda dan  juga dapat digunakan oleh dokter untuk menentukan apakah anda telah memperoleh protein, karbohidrat, lemak, dan kalori yang cukup setiap harinya. Menghindari berbagai makanan pemicu dapat membantu memperbaiki gejala yang anda alami, akan tetapi jangan berlebihan dalam melakukannya. Hal ini dapat membuat anda mengalami malnutrisi. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai makanan pengganti lain untuk tetap mencukupi kebutuhan tubuh dan tidak memperburuk gejala yang anda alami. Selain itu, tanyakan juga pada dokter anda mengenai suplemen apa yang sebaiknya anda konsumsi. Sebagian besar penderita penyakit Crohn mengalami kekurangan vitamin D. Pemberian vitamin D 1.000-2.000 IU setiap harinya dapat membantu mengurangi resiko kanker kolorektal. IBD dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kolorektal.   Diet Cair Beberapa penelitan menemukan bahwa makanan cair tinggi kalori dapat membantu mengurangi gejala pada penyakit Crohn. Diet atau makanan cair ini sangat membantu bila penderita penyakit ini mengalami malnutrisi dan membutuhkan nutrisi ekstra dalam waktu cepat atau bila usus penderita tidak dapat menyerap berbagai nutrisi dalam makanan dengan baik.