Your browser does not support JavaScript!
 16 Aug 2019    11:00 WIB
Gas Numpuk Di Perut ? Simak Tips Pencegahannya!
Terkumpulnya gas di perut anda dapat disebabkan oleh berbagai hal. Terkumpulnya gas di lambung dan usus dapat membuat perut terasa kembung dan sering sendawa atau buang gas. Gas di dalam perut dapat terjadi akibat masuknya udara saat anda makan dan minum atau sebagai hasil proses fermentasi sisa makanan di dalam usus anda.   Hindari Makanan Penghasil Gas Salah satu cara untuk mencegah pembentukan gas di dalam perut adalah menghindari makanan yang dapat menghasilkan gas. Makanan tersebut adalah kacang-kacangan, kol, bawang, brokoli, kembang kol, pisang, kismis, roti gandum, salad, dan minuman bersoda. Bila anda menderita intoleransi laktosa, hindari makanan yang mengandung laktosa, seperti susu dan produknya. Gunakanlah susu tanpa laktosa.   Kurangi Makanan Berlemak Kurangi makan makanan berlemak karena lemak memperlambat laju pencernaan dan membuat proses fermentasi semakin lama, sehingga gas yang dihasilkan semakin banyak.   Kurangi Makanan Berserat Kurangi makanan berserat saat perut anda terasa kembung. Anda kemudian dapat kembali memakan makanan berserat seperti sayur dan buah-buahan setelah keadaan perut anda membaik.   Makan Dengan Perlahan Makan atau minum terlalu cepat dapat membuat udara yang masuk ke dalam lambung semakin banyak.   Jangan Duduk Bila anda merasa terlalu kenyang setelah makan, berjalan dapat membantu mengurangi rasa penuh di perut anda. Bila setelah mencoba beberapa tips di atas dan perut anda masih terasa kembung, segera hubungi dokter anda untuk pemeriksaan dan penanganan selanjutnya. Selain itu, segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala di bawah ini, yaitu: Diare Konstipasi Nyeri perut hebat Nyeri perut berulang Mual atau muntah Tinja disertai darah Tinja berwarna hitam Penurunan berat badan Demam Nyeri dada
 28 Apr 2019    16:00 WIB
Sekilas Info Tentang Neuropati Diabetikum
Apa Itu Neuropati Diabetikum ? Neuropati diabetikum merupakan komplikasi yang sering terjadi pada diabetes. Neuropati diabetikum disebabkan oleh kerusakan pada saraf yang berfungsi untuk merasakan sesuatu, seperti rasa nyeri. Sebenarnya terdapat beberapa cara bagaimana diabetes dapat merusak saraf, akan tetapi sebagian besar berhubungan dengan tingginya kadar gula darah dalam jangka waktu yang lama. Terdapat beberapa jenis neuropati diabetikum, yaitu perifer, autonom, proksimal, dan fokal.   Neuropati Diabetikum Perifer Neuropati diabetikum perifer paling sering mengenai tangan dan kaki. Kerusakan saraf pada kaki dapat menyebabkan hilangnya sensasi atau mati rasa pada kaki, yang berakibat pada peningkatan resiko gangguan pada kaki. Luka lecet atau cedera lainnya pada kaki dapat tidak diketahui akibat mati rasa pada kaki. Walaupun jarang, saraf pada lengan, perut, dan punggung juga mungkin terkena. Gejala yang sering ditemukan adalah: Kesemutan Mati rasa, yang bila berlangsung lama atau berat dapat menjadi permanen Rasa terbakar, terutama pada malam hari Nyeri Pada sebagian besar kasusu, gejala awal ini akan berkurang bila kadar gula darah terkontrol dengan baik. Bila diperlukan dapat diberikan pengobatan untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat neuropati tersebut. Untuk mencegah komplikasi neuropati diabetikum perifer maka anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini, seperti: Periksalah keadaan kaki anda setiap hari Gunakan pelembab bila kaki anda terasa kering Gunting dan rawatlah kuku anda secara teratur Gunakanlah sepatu atau alas kaki dengan ukuran yang sesuai Gunakanlah alas kaki setiap saat untuk menghindari terjadinya luka pada kaki   Neuropati Diabetikum Autonom Neuropati diabetikum autonom paling sering mengenai sistem pencernaan, pembuluh darah, sistem saluran kemih, dan organ reproduksi. Untuk mencegah terjadinya neuropati ini maka diperlukan pengendalian kadar gula darah. Gejala neuropati pada sistem pencernaan yang dapat ditemukan adalah: Perut kembung Diare Konstipasi Dada terasa terbakar Mual Muntah Terasa kenyang walaupun hanya makan sedikit Untuk mengatasi berbagai gangguan pencernaan di atas dokter biasanya menyarankan untuk makan dengan porsi kecil tetapi sering dan dokter juga mungkin akan memberikan obat-obatan untuk mengurangi gejala di atas. Gejala neuropati pada pembuluh darah adalah: Pandangan gelap saat anda berdiri dengan cepat Peningkatan denyut jantung Pusing Tekanan darah rendah Mual Muntah Cepat kenyang Untuk mengatasinya, dokter biasanya menyarankan agar anda berdiri secara perlahan-lahan, baik dari posisi duduk maupun berdiri. Dokter juga dapat memberikan obat-obatan untuk mengurangi berbagai gejala di atas. Gejala neuropati pada organ reproduksi pria adalah: Disfungsi ereksi, yaitu kesulitan atau ketidakmampuan untuk membentuk atau mempertahankan ereksi Ejakulasi sedikit atau berkurang Untuk mengatasi disfungsi ereksi dan gangguan ejakulasi, dokter dapat memberikan obat-obatan atau konseling atau implant penis. Gejala neuropati pada organ reproduksi wanita adalah: Vagina kering Penurunan jumlah atau kemampuan orgasme Untuk mengatasinya, dokter biasanya menyarankan konseling, penggunaan pelumas vagina atau obat-obatan untuk mengurangi nyeri saat berhubungan seksual. Gejala neuropati pada sistem saluran kemih adalah: Rasa tidak tuntas setelah buang air kecil Perut kembung Inkontinensia urin Peningkatan frekuensi buang air kecil di malam hari Untuk mengatasi berbagai gejala di atas, dokter dapat menggunakan obat-obatan, pemasangan kateter, maupun tindakan pembedahan.   Neuropati Diabetikum Proksimal Neuropati diabetikum proksimal menyebabkan timbulnya rasa nyeri (biasanya pada satu sisi tubuh) pada paha, pinggul, atau bokong, dan juga dapat menyebabkan kelemahan pada kaki. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan fisioterapi atau obat-obatan. Lama penyembuhan bervariasi di antara setiap penderita, tergantung pada jenis saraf yang mengalami kerusakan. Pencegahan neuropati jenis ini adalah dengan mengendalikan kadar gula darah.   Neuropati Diabetikum Fokal Neuropati diabetikum fokal biasanya timbul secara mendadak dan mengenai beberapa saraf tertentu. Saraf yang paling sering terkena adalah pada kepala, badan, atau tangan, yang menyebabkan kelemahan atau nyeri pada otot. Gejala neuropati yang dapat ditemukan adalah: Penglihatan ganda Nyeri pada mata Kelumpuhan otot wajah di satu sisi (Bell’s palsy) Nyeri hebat pada daerah tubuh tertentu, seperti pada punggung bawah atau kaki Nyeri dada atau perut Neuropati diabetikum fokal dapat menimbulkan rasa nyeri hebat dan mendadak, yang biasanya membaik dalam waktu beberapa minggu atau bulan dan tidak menyebabkan kerusakan jangka panjang.   Kerusakan Saraf Lainnya Penderita diabetes juga dapat menyebabkan penekanan pada saraf, seperti sindrom carpal tunnel, yang menyebabkan timbulnya kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kadang-kadang menyebabkan rasa nyeri atau kelemahan pada otot tangan.   Sumber: webmd  
 17 Apr 2019    16:00 WIB
Kiat Jitu Melawan Disentri
Guys kalian pasti tahu Penyanyi lagu rakyat bernama lengkap Imam Soekarno yang akrab disapa dengan panggilan Leo Kristi, telah meninggal karena penyakit disentri. wah ternyata penyakit ini tidak boleh dianggap remeh. Lalu dari mana sebenarnya penyakit ini berasal dan kenapa manusia bisa tertular? Disentri, merupakan penyakit menular yang ditandai dengan peradangan usus, sakit perut, dan diare dengan tinja yang sering mengandung darah dan lendir. Disentri merupakan penyebab utama penyakit dan kematian pada anak-anak kecil, terutama mereka yang tinggal di negara-negara kurang berkembang. Ada dua jenis utama: disentri basiler dan disentri amuba, yang masing-masing disebabkan oleh bakteri dan amuba. Gejala disentri berkisar dari ringan hingga berat. Di negara maju, tanda dan gejala disentri cenderung lebih ringan daripada di negara berkembang atau daerah tropis. Gejala ringan meliputi: sedikit sakit perut kram diare Ini biasanya muncul dari 1 hingga 3 hari setelah infeksi, dan pasien pulih dalam waktu seminggu. Gejala disentri basiler. Gejala cenderung muncul dalam 1 hingga 3 hari infeksi. Biasanya ada sakit perut ringan dan diare, tetapi tidak ada darah atau lendir di tinja. Diare mungkin sering terjadi sejak awal. Yang lebih jarang, mungkin: darah atau lendir di tinja, sakit perut yang hebat, demam, mual, muntah. Seringkali, gejalanya sangat ringan sehingga kunjungan dokter tidak diperlukan, dan masalahnya teratasi dalam beberapa hari. Gejala disentri amuba. Seseorang dengan disentri amuba mungkin memiliki: sakit perut demam dan kedinginan mual dan muntah diare berair, yang bisa mengandung darah, lendir, atau nanah mengeluarkan tinja yang menyakitkan kelelahan sembelit yang terputus-putus Jika terowongan amoeba menembus dinding usus, mereka dapat menyebar ke aliran darah dan menginfeksi organ lain. Bisul bisa berkembang. Ini mungkin menyebabkan darah dalam tinja. Gejala dapat bertahan selama beberapa minggu. Amuba dapat terus hidup dalam inang manusia setelah gejalanya hilang. Kemudian, gejala dapat muncul kembali ketika sistem kekebalan tubuh seseorang lebih lemah. Pengobatan mengurangi risiko amuba bertahan. Disentri ditularkan melalui konsumsi makanan atau air yang telah terkontaminasi oleh kotoran pembawa manusia dari organisme infektif. Penularannya sering oleh orang yang terinfeksi yang menangani makanan dengan tangan yang tidak dicuci. Penyebaran disentri amuba sering dilakukan oleh orang-orang yang menjadi pembawa penyakit tetapi yang pada saat itu tidak menunjukkan gejala. Disentri umumnya ditemukan ketika orang-orang berkerumun bersama dan hanya memiliki akses ke fasilitas sanitasi primitif. Penyebaran penyakit dapat dikendalikan dengan: Merebus air minum dan membuang kotoran manusia secara memadai untuk menghindari kontaminasi makanan. Sering-sering mencuci tangan kita dengan sabun dan air setelah pergi ke toilet. Baca lebih lanjut tentang cara mencuci tangan. Jauhi pekerjaan atau sekolah sampai kita benar-benar bebas dari gejala apa pun selama setidaknya 48 jam (Jika memungkinkan, menjauhlah dari orang lain sampai gejala kita berhenti). Bantu anak-anak kecil untuk mencuci tangan dengan benar. Jangan menyiapkan makanan untuk orang lain sampai kita bebas dari gejala setidaknya selama 48 jam. Jangan berenang sampai kita bebas dari gejala setidaknya selama 48 jam. Cuci semua pakaian kotor, selimut, dan handuk dengan bersih dan jemur (keringkan) di hadapan matahari. Bersihkan dudukan toilet dan pegangan siram, keran dan bak cuci dengan deterjen dan air panas setelah digunakan, diikuti oleh desinfektan rumah tangga. Hindari kontak seksual sampai kita bebas dari gejala setidaknya selama 48 jam. Jika kita mengalami gejala di atas segera hubungi dokter, jangan tunggu parah. Salam sehat!!!   Sumber : www.nhs.uk, www.britannica.com, medbroadcast.com, www.medicalnewstoday.com, kompas.id
 28 Feb 2019    11:00 WIB
Diare Akut Sampai Berair (Kolera), Ternyata Ini Penyebabnya
Halo sahabat setia Dokter.ID, hari ini kita akan membahas tentang Kolera. Apa itu kolera? Kolera adalah penyakit diare akut yang disebabkan oleh infeksi usus dengan bakteri toksigenik, Vibrio cholerae serogroup O1 atau O139. Kolera adalah penyakit menular yang menyebabkan diare berair parah, yang dapat menyebabkan dehidrasi dan bahkan kematian jika tidak diobati dengan segera. Ini disebabkan oleh makan makanan atau minum air yang terkontaminasi dengan bakteri Vibrio cholera. Namun jangan kuatir, karena kolera mudah diobati jika terserang dini. Orang yang memiliki kasus ringan hingga sedang biasanya membaik dalam waktu seminggu. Bahkan orang-orang dengan kasus kolera parah, pulih sepenuhnya dalam seminggu atau lebih, jika mereka mendapatkan perawatan medis. Dan Tidak semua penderita kolera mengalami gejala, sehingga tidak sadar bahwa mereka telah terinfeksi bakteri Vibrio cholera. Dari seluruh orang yang terinfeksi kolera, hanya 10 persen di antaranya yang menunjukkan gejala. Meskipun tidak memiliki gejala, penderita kolera masih bisa menularkan penyakit ini kepada orang lain melalui tinja yang mengandung bakteri. Salah satu gejala pada kolera yang bisa muncul secara tiba-tiba adalah diare. Akibat diare karena kolera bisa menyebabkan hilangnya cairan tubuh dengan cepat, yaitu sekitar 1 liter per jam. Memang sulit untuk membedakan antara diare akibat kolera atau penyakit lain. Namun diare akibat kolera biasanya akan menyebabkan penderita terlihat tampak pucat.   Gejala lainnya juga termasuk mual dan muntah. Orang yang terjangkit bakteri kolera akan merasa mual dan muntah selama beberapa jam pada tahap awal terinfeksi. Kram perut juga terjadi akibat hilangnya kadar sodium, klorida, dan potasium akibat diare berkepanjangan. Juga mengalami dehidrasi atau tubuh kekurangan cairan. Dehidrasi parah terjadi jika tubuh kehilangan cairan lebih dari 10 persen total berat tubuh. Dan pada saat mengalami dehidrasi akibat kolera, seseorang dapat merasakan beberapa gejala di bawah ini: Mulut terasa kering. Aritmia (gangguan irama jantung). Mata cekung. Mudah marah (terutama pada anak-anak). Merasa sangat haus. Tubuh lesu. Hipotensi atau tekanan darah rendah. Letargi. Urine yang keluar hanya sedikit atau bahkan tidak ada. Kulit berkerut dan kering.   Gejala kolera pada anak-anak seringkali lebih berat dibandingkan dengan dewasa. (anak-anak yang terjangkit bakteri kolera lebih rentan terkena hipoglikemia atau gula darah rendah yang bisa menyebabkan kejang, hilang kesadaran, dan bahkan koma.   Kita juga perlu mengingat beberapa hal tentang pencegahan dan perawatan kolera, yaitu lewat pengobatan yang paling penting adalah memberikan larutan hidrasi oral (ORS), juga dikenal sebagai terapi rehidrasi oral (ORT). Perawatan terdiri dari sejumlah besar air yang dicampur dengan campuran gula dan garam. Kasus kolera yang parah membutuhkan penggantian cairan intravena. Orang dewasa dengan berat 70 kilogram membutuhkan setidaknya 7 liter cairan intravena. Antibiotik dapat mempersingkat lamanya penyakit, tetapi tidak direkomendasikan penggunaan antibiotik untuk kolera, karena meningkatnya risiko resistensi bakteri. Obat-obatan anti-diare tidak digunakan karena mereka mencegah bakteri keluar dari tubuh. Dan karena kolera sering disebarkan melalui makanan dan minuman karena kebersihan yang buruk. Kita perlu membiasakan diri dengan beberapa tindakan sederhana yang dapat mencegah atau mengurangi risiko tertular kolera. Seperti: Mencuci tangan. Makanlah hanya buah yang sudah kita kupas. Hindari makan-makanan mentah,seperti ikan mentah, sushi dan sayuran mentah. Pastikan makanan dimasak dengan matang. Pastikan minum air kemasan atau yang sudah direbus dan aman dikonsumsi. Hindari makanan jalanan, karena ini dapat membawa kolera dan penyakit lainnya. Vaksin kolera. Saat ini ada tiga vaksin kolera yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ini adalah Dukoral, Shanchol, dan Euvichol. Jadi teman-teman, jika kita mengalami gejala-gejala di atas, segeralah kunjungi dokter atau datangi rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis segera. Salam sehat.   Sumber : www.webmd.com, www.webmd.com, www.medicalnewstoday.com, medlineplus.gov, www.healthline.com, www.mayoclinic.org
 12 Feb 2019    08:00 WIB
Pelihara Kucing Tapi Takut Kena Toksoplasma ? Cegah Dengan Cara Ini
Apakah Anda suka memelihara kucing? Bila iya mungkin Anda merasa takut akan terinfeksi toksoplasma.  Toksoplasma adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Toxoplasma gondii (T.gondii). Apa akibat toksoplasma pada manusia? WanitaInfeksi toksoplasma dapat menginfeksi saluran telur wanita dan menyebabkan saluran ini menyempit atau tertutup. Sehingga sel telur yang telah dihasilkan oleh indung telur (ovarium) tidak dapat sampai ke rahim untuk dibuahi oleh sperma. Janin Kista toksoplasma bisa berada di otak janin menyebabkan cacat dan berbagai macam gangguan saraf seperti terjadi gangguan saraf mata yang berakibat kebutaan. Akibat lainnya adalah janin dengan ukuran kepala yang besar dan berisi cairan atau hidrosefalus PriaToksoplasma juga dapat menginfeksi pria. Infeksi akut toksoplasma dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening dan dapat menyebabkan kemandulan. Toksoplasma dapat menginfeksi dan menyebabkan peradangan pada saluran sperma. Radang yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya penyempitan bahkan tertutupnya saluran sperma. Akibatnya pria tersebut menjadi mandul, karena sperma yang diproduksi tidak dapat dialirkan untuk membuahi sel telur. Ada beberapa cara mengapa seseorang dapat terinfeksi parasit toksoplasma : - Menyentuh atau kontak dengan kotoran binatang misalnya kucing atau anjing yang terinfeksi. Kucing biasanya mendapatkan infeksi ini jika makan tikus, burung atau binatang lain yang mengonsumsi daging mentah.- Mengonsumsi daging mentah yang terkontaminasi atau dimasak kurang matang.- Mencuci buah atau sayuran kurang bersih, yang telah terkontaminasi oleh pupuk kandang.- Anak yang lahir dari ibu yang terkontaminasi, hal ini karena parasit bisa melewati aliran darah dan menginfeksi janin.- Umumnya toksoplasma dikeluarkan dari tubuh kucing melalui kotorannya dan bukan dari bulunya. Selain itu kasus toksoplasma umumnya paling banyak terjadi akibat kucing atau anjing mengonsumsi daging mentah atau kurang matang yang sudah terinfeksi. Berikut cara yang dapat Anda ikuti dalam merawat kucing Anda agar terhindar dari toksoplasma yaitu : 1.      Hindari kontak langsung dengan kotoranApabila ingin membersihkan kotak kotorannya sebaiknya menggunakan sarung tangan dan cuci tangan setelahnya. Rajin membersihkan tempat kotorannya 1-2 kali dalam sehari dan gunakan pasir khusus untuk kotoran kucing 2.      Makanan khusus Beri makanan kering atau basah yang memang khusus untuk kucing dan hindari memberikan makanan mentah seperti ikan atau daging mentah. 3.      Pelihara kucing dalam rumahDengan memelihara kucing di dalam rumah akan membantu mencegah kucing mengonsumsi tikus atau binatang lain yang mungkin terkontaminasi toksoplasma. 4.      Jaga kebersihan kucingMandikan kucing setidaknya 3 kali dalam sebulan atau seminggu sekali dengan menggunakan sampo kucing, dan mengeringkan bulunya hingga kering. 5.      Berikan vaksinBerilah vaksin untuk kucing sesuai dengan usianya, untuk mencegah toksoplasma berikan vaksin tokso dan juga kucing bisa diberi vaksin rabies. 6.      Konsultasi dokter hewanJika kucing menunjukkan tanda-tanda sakit seperti tidak nafsu makan, lebih banyak diam atau kurang lincah, pilek atau diare, maka segera konsultasikan dengan dokter hewan. 7.      Cuci tanganSelain itu jangan lupa untuk selalu mencuci tangan setiap kali bermain atau kontak dengan kucing.Jadi rawat terus kucing Anda atau binatang peliharaan Anda agar Anda dan binatang peliharaan kesayangan Anda selalu sehat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: KF
 10 Nov 2018    08:00 WIB
Apakah Anak Anda Telah Memperoleh Cukup Cairan?
Air merupakan salah satu hal penting bagi kehidupan manusia. Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, terutama anak-anak. Anak-anak membutuhkan sekitar 5-8 gelas air putih setiap harinya. Bila anda bertanya-tanya apakah anak anda telah memperoleh cukup cairan, maka perhatikanlah beberapa hal di bawah ini.Jumlah Air Kemih dan Pola Buang Air BesarPerhatikanlah jumlah air kemih dan tinja yang dikeluarkan oleh anak anda. Bila anak anda tidak mengkonsumsi cukup cairan, maka ia mungkin tidak buang air kecil sesering biasanya. Warna air kemihnya pun dapat menjadi kuning gelap atau pekat, yang merupakan penanda bahwa anak anda telah mengalami dehidrasi. Air kemih normal berwarna kuning pucat. Anak-anak biasanya buang air kecil sebanyak 5-6 kali setiap harinya. Bila anak anda tidak memperoleh cukup cairan, ia pun dapat mengalami sembelit. Tinja yang terbentuk pun keras dan kering karena kurangnya konsumsi cairan. Setiap anak memiliki pola buang air besar yang berbeda-beda, mulai dari setiap hari hingga beberapa hari sekali. Akan tetapi, tinja anak anda seharusnya lembut dan berbentuk bila ia mengkonsumsi cukup cairan.MoodSaat anak anda mengkonsumsi cukup cairan, maka ia akan tampak aktif dan bertenaga. Akan tetapi, bila anak anda kekurangan cairan, maka ia mungkin akan tampak lelah, lesu, dan enggan melakukan berbagai aktivitas fisik (kurang aktif). Anak anda mungkin tampak lebih mengantuk daripada biasanya dan menjadi lebih rewel daripada biasanya.Penampilan FisikMengkonsumsi cukup cairan membantu menjaga kesehatan kulit dan mata anak anda. Saat anak anda kekurangan cairan dan mulai mengalami dehidrasi, maka kulitnya pun akan menjadi kering dan tampak mengelupas. Mata anak anda pun akan terlihat cekung dan hanya menghasilkan sedikit atau bahkan tidak ada air mata saat menangis. Mulut dan bibirnya akan tampak kering dan lengket. Sumber: healthyeating.sfgate
 13 Oct 2018    11:00 WIB
4 Hal Tidak Terduga Penyebab Diare
Bingung mengapa Anda tiba-tiba mengalami diare padahal tidak ada yang salah dengan makanan atau minuman yang Anda konsumsi? Hal ini mungkin dikarenakan oleh berbagai hal lain. Di bawah ini Anda dapat melihat 5 hal tidak terduga yang ternyata bisa menyebabkan Anda mengalami diare.   Sorbitol Pemanis buatan seperti sorbitol dapat ditemukan di dalam berbagai jenis makanan dan minuman bebas gula seperti permen karet, permen, obat batuk, minuman energi, jus buah, dan selai. Saat dicerna, sorbitol akan menarik air ke dalam usus dan dapat menyebabkan terjadinya diare. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda membaca label makanan dan minuman Anda sebelum mengkonsumsinya.   Baca juga: Pengobatan dan Komplikasi Diare   Olahraga Berlebihan Olahraga angkat beban, berlari dengan jarak yang cukup jauh, atau bersepeda dapat membuat Anda mengalami diare. Saat Anda melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya kram perut, diare, atau bahkan adanya darah di  dalam tinja. Bila Anda sering mengalami diare tidak lama setelah Anda berolahraga, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk mencari tahu apakah Anda menderita gangguan pencernaan lainnya.   Infeksi Giardia Selain berbagai hal di atas, infeksi parasit ternyata juga dapat memicu terjadinya diare. Parasit yang biasa ditemukan pada air tawar ini dapat menyebabkan diare ringan yang berlangsung selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Hal lain yang menandakan bahwa diare Anda mungkin disebabkan oleh infeksi giardia adalah tinja yang berbau busuk. Untuk mencegahnya, pastikan Anda hanya mengkonsumsi air yang telah melalui proses sterilisasi.   Konsumsi Antibiotik Mengkonsumsi antibiotik untuk mengobati gangguan lain, kadangkala juga dapat menyebabkan terjadinya diare. Hal ini dikarenakan antibiotik dapat mengubah keseimbangan flora normal (bakteri "baik" dan bakteri "jahat") di dalam usus. Bila Anda mengalami diare saat mengkonsumsi antibiotik, cobalah untuk mengkonsumsi yogurt atau berkonsultasilah dengan dokter Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 12 Aug 2018    11:00 WIB
Hidup Lebih Lama Dengan Mencuci Tangan
Mencuci tangan sesering mungkin dapat membantu anda mencegah berbagai penyakit, seperti salah satu cara mencegah infeksi flu dan batuk. Mencuci tangan dengan benar adalah mencuci tangan dengan menggunakan air dan sabun atau dengan menggunakan pembersih tangan yang mengandung alkohol (tidak perlu air dan sabun, misalnya hand sanitizer atau tisu basah).   Bagaimana Cara Mencuci Tangan Dengan Benar ? Cucilah tangan dengan air dan sabun. Di bawah ini terdapat beberapa langkah mudah mencuci tangan yang dapat anda gunakan, yaitu: Basahilah tangan dengan air yang mengalir, kemudian ambillah sabun Sabuni seluruh bagian tangan anda sampai berbusa Gosoklah seluruh bagian tangan anda, termasuk jari, pergelangan tangan, punggung tangan, maupun sela antara jari. Gosoklah selama setidaknya 20 detik Bersihkan seluruh sabun dari tangan anda Keringkan tangan anda dengan tisu atau handuk kering yang bersih   Kapan Harus Cuci Tangan ? Kapan sajakah anda harus mencuci tangan dalam satu hari? Cucilah tangan anda pada saat: Sebelum dan setelah menyiapkan atau memasak makanan Sebelum makan Sebelum dan setelah mengobati luka Sebelum meminum obat Sebelum dan setelah memasang kontak lensa Setelah buang air kecil dan buang air besar Setelah mengganti pampers anak anda Setelah memegang hewan peliharaan anda, membersihkan kotorannya, atau berbagai benda yang digunakan hewan peliharaan anda Setelah batuk, bersin, atau membersihkan hidung anda Setelah membuang atau memegang kotoran atau sampah Setelah memegang pakaian kotor atau sepatu Kapan saja bila tangan anda kotor Baca juga : Cuci vagina dengan benar   Bila anda tidak dapat menemukan air atau sabun, anda dapat menggunakan pembersih tangan lainnya seperti hand sanitizer dan tisu basah. Gunakanlah pembersih tangan yang mengandung alkohol 60%. Cara menggunakan hand sanitizer adalah tuang sedikit hand sanitizer lalu basahi seluruh bagian tangan anda dan tunggu hingga tangan anda kering kembali. Bila anda menggunakan tisu basah, bersihkan seluruh bagian tangan anda yang kotor hingga bersih. Ajarilah anak anda mencuci tangan sedini mungkin untuk membantu menjaga kesehatannya dan memupuk kebiasaan baik sejak kecil. Mencuci tangan sesering mungkin merupakan suatu tindakan sederhana yang dapat sangat berguna bagi kesehatan anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 09 Aug 2018    16:00 WIB
Lakukan Pertolongan Pertama Berikut Saat Mengalami Diare
Pengertian diare menurut WHO (1999) adalah bertambahnya defekasi (buang air besar) lebih dari biasanya/lebih dari tiga kali sehari, disertai dengan perubahan konsisten tinja (menjadi cair) dengan atau tanpa darah. Menurut Depkes RI (2005), pengertian diare adalah suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja, yang melembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar biasanya tiga kali atau lebih dalam sehari. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan diare, misalnya karena keracunan makanan, mengkonsumsi makanan tertentu, salah minum obat, stres, minum alkohol, infeksi dan lain-lain. Diare akut pada orang dewasa selalu terjadinya singkat dan tanpa komplikasi, dan kadang-kadang sembuh sendiri meskipun tanpa pengobatan.   Pertolongan pertama bila ada orang disekitar anda mengalami Diare, sebagai berikut: 1. Berikan banyak air minum (Oral Rehidration Solution/ORS/Oralit) untuk mengganti cairan dan zat kimia tubuh yang hilang. Hal ini bertujuan agar penderita tidak mengalami dehidrasi. 2. Dapat diberikan obat-obat simptomatik untuk menyetop/mengurangi frekwensi diare. 3. Penderita sebaiknya banyak beristirahat. 4. Hindari makanan padat atau makanan yang merangsang timbulnya diare tersebut. 5. Segera Bawa ke RS terdekat bila : a. Diare berlangsung lama, misalnya 1 -2 hari, atau penderita lemas, demam, mual, muntah, tidak nafsu makan dan minum, dll b. Kencing berkurang jumlah dan frekuensinya, karena ada kemungkinan penderita terkena dehidrasi.   Baca Juga: 4 Hal Tidak Terduga yang Bisa Menyebabkan Diare   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.
 09 Aug 2018    11:00 WIB
5 Tanda Bahaya yang Patut Diwaspadai Pada Anak
Demam Tinggi Pada Anak Berusia Lebih dari 1 Tahun Demam seringkali membuat banyak orang tua merasa khawatir akan kesehatan anaknya. Akan tetapi, demam sebenarnya merupakan usaha tubuh untuk mempertahankan diri dari infeksi. Demam dapat merupakan petanda bahwa sistem kekebalan tubuh anak anda sedang bekerja. Anda dapat memberikan obat penurun panas untuk menurunkan demam. Akan tetapi, dianjurkan agar anda menggunakan obat tersebut sesuai dosis yang telah ditetapkan. Sebagian besar penyebab demam pada anak bukanlah kasus gawat darurat. Segera hubungi dokter anda bila anak anda: Mengalami demam dengan suhu 40°C atau lebih Terlihat sakit Mengalami demam terus-menerus selama 4 atau 5 hari berturut-turut Bila anak anda berusia di bawah 2 tahun, segera hubungi dokter anda bila anak anda demam selama 2 hari   Nyeri Kepala Hebat Nyeri kepala ringan biasanya akan menghilang dengan penggunaan obat sakit kepala yang dapat dibeli dengan bebas di berbagai tokok obat. Akan tetapi, bila anak anda menderita nyeri kepala yang berlangsung selama beberapa jam atau nyeri kepala yang terjadi sangat hebat hingga membuat anak tidak mau makan atau bermain, segera hubungi dokter anda. Nyeri kepala dapat disebabkan oleh ketegangan otot di kulig kepala dan bukan gangguan pada otak. Akan tetapi, nyeri kepala yang disertai dengan gangguan neurologis, seperti bingung, penglihatan kabur, dan kesulitan berjalan, maka segera hubungi dokter anda. Selain itu, nyeri kepala disertai demam, muntah, bingung, atau kekakuan pada leher dapat merupakan tanda adanya suatu infeksi atau penyakit serius, seperti meningitis (radang selaput otak) yang memerlukan penanganan medis segera. Bila anak anda sering mengalami nyeri kepala, segera periksakan anak anda karena anak-anak biasanya tidak menderita nyeri kepala.   Bercak Kemerahan yang Menyebar Bercak kemerahan pada kaki atau tangan anak mungkin bukan merupakan suatu hal yang perlu anda khawatirkan, akan tetapi bila bercak kemerahan ini terdapat pada hampir seluruh tubuh, maka segera hubungi dokter anda. Bila anda menekan bercak kemerahan tersebut dan bercak tersebut berubah warna menjadi putih, lalu saat anda melepaskan tekanannya maka bercak tersebut kembali merah maka anda tidak perlu khawatir. Akan tetapi, bila bercak kemerahan atau keunguan pada kulit anak anda tidak berubah menjadi putih saat anda menekannya, maka hal ini dapat merupakan suatu tanda adanya penyakit yang serius, seperti meningitis atau sepsis (infeksi berat akibat masuknya kuman ke dalam darah), terutama bila disertai dengan adanya demam. Penyebab lain dari timbulnya bercak kemerahan yang menyebar pada tubuh anak adalah suatu reaksi alergi, yang juga dapat menyebabkan pembengkakan pada mata dan bibir anak anda. Bila terjadi pembengkakan pada wajah atau bibir anak anda, segera hubungi dokter anda. Selain itu, segera hubungi dokter anda bila anak anda juga mengeluh sesak napas atau adanya gangguan pernapasan, karena hal ini dapat merupakan petanda reaksi anafilaksis, suatu reaksi alergi berat yang dapat mengancam nyawa dan memerlukan penanganan medis segera.   Gangguan Pencernaan Berat Muntah dan diare pada anak dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Pada dehidrasi ringan, pemberian cairan elektrolit tambahan melalui air minum dapat menolong, akan tetapi bila anak mengalami dehidrasi sedang atau berat, segera hubungi dokter anda. Semakin muda usia anak maka dehidrasi makin mudah terjadi.   Leher Terasa Kaku Rasa kaku pada leher dapat mengindikasikan meningitis yang memerlukan penanganan medis segera. Akan tetapi, kekakuan pada leher juga dapat disebabkan oleh ketegangan otot. Pada meningitis, rasa kaku pada leher biasanya juga diikuti oleh demam, perasaan melayang, dan nyeri kepala. Selain itu, rasa kaku pada leher yang disertai dengan demam juga dapat merupakan petanda adanya peradangan pada amandel dan bukan meningitis. Bila anda merasa ragu, hubungi dokter anda untuk mengetahui apa penyebab kekakuan leher ini.   Sumber: webmd