Your browser does not support JavaScript!
 14 Nov 2019    16:00 WIB
Menderita Diabetes Tipe 1, Bolehkah Mengkonsumsi Kopi?
Pada sebuah penelitian yang sangat kecil, para peneliti mengamati para atlit dewasa yang menderita diabetes tipe 1. Pada penelitian yang dilakukan di tahun 2010 ini, para peneliti mengamati 5 orang atlit dewasa yang menderita diabetes tipe 1, yang rata-rata berusia 38 tahun, yang membutuhkan beberapa kali suntikan insulin setiap harinya. Pada penelitian ini, para peserta penelitian diminta untuk menyuntikkan insulin bersamaan dengan waktu makan. Dua jam setelah makan, para atlit ini diminta untuk mengkonsumsi 5 mg/kgBB kafein atau plasebo yang terdapat di dalam sebuah minuman. Para peserta penelitian kemudian diminta untuk beristirahat selama 30 menit. Setelah itu, peserta penelitian diminta untuk berolahraga selama 40 menit. Percobaan ini dilakukan 2 kali sehingga para peneliti memiliki semua data dari peserta penelitian, baik saat mereka mengkonsumsi kafein atau plasebo untuk mengetahui apakah para peserta penelitian membutuhkan tambahan suplemen glukosa saat berolahraga. Para peneliti kemudian menemukan bahwa saat para peserta penelitian mengkonsumsi kafein, mereka tidak membutuhkan tambahan suplemen glukosa. Sedangkan saat para peserta penelitian mengkonsumsi plasebo, kadar gula darah mereka menjadi sangat rendah saat berolahraga dan membuat mereka membutuhkan tambahan suplemen glukosa. Karena pada penelitian ini jumlah peserta penelitian sangat sedikit dan jumlah kafein yang digunakan cukup tinggi, maka para peneliti mengatakan bahwa masih dibutuhkan lebih lanjut dengan jumlah peserta penelitian yang lebih banyak dan jumlah kafein yang lebih sedikit. Berdasarkan hasil penelitian ini, para peneliti mengatakan bahwa saat seorang penderita diabetes tipe 1 berolahraga di luar rencan dan tidak dapat mengurangi dosis insulin yang digunakan, maka kafein dapat membantu mengurangi kebutuhan kalori sehingga dapat mencegah terjadinya hipoglikemia.     Sumber: diabetescare
 30 Sep 2019    08:00 WIB
Jangan Salah Paham,Kenali Penyakit Kencing Manis Disini
Penyakit kencing manis saat ini tidak bisa lagi dianggap remeh. Jumlah penderita kencing manis yang semakin hari semakin meningkat makin mengkhawatirkan..Penyakit kencing manis adalah penyakit yang cukup serius, karena penyakit ini bisa merusak seluruh sel dan pembuluh darah yang ujung-ujungnya dapat menyebabkan kerusakan seluruh organ tubuh.Untuk mengetahui apa itu kencing manis, Anda harus benar-benar mengerti karena ada beberapa pendapat keliru yang dapat membuyarkan pengetahuan Anda.Berikut adalah pendapat keliru mengenai kencing manis yang wajib Anda mengerti: 1.      Kencing manis bukan penyakit yang seriusApakah Anda pernah mendengar, saat ada beberapa orang tua yang sedang berbicara "sakit saya hanya kencing manis". Dimana kadar gula berlebihan dapat merusak seluruh tubuh mulai dari ujung kepala hingga kaki. Banyak orang yang menderita kencing manis mengalami penyakit mematikan seperti stroke, jantung, ginjal yang berakibat dengan kematian. Selain itu kencing manis juga bisa menyebabkan ketakutan yang luar biasa yaitu kebutaan dan luka tidak kunjung sembuh yang berakhir dengan amputasi. 2.      Kencing manis terbagi dua tipeKebanyakan orang mengganggap bahwa jenis kencing manis di bagi tipe basah dan tipe kering. Dimana luka yang dialami basah atau kering. Istilah diabetes kering digunakan bagi penderita kencing manis yang tidak mengalami luka atau infeksi, sedangkan tipe basah digunakan pada penderita kencing manis yang lukanya basah dan tidak kunjung sembuh. Padahal tipe kencing manis yang benar adalah:Diabetes tipe 1: suatu keadaan dimana terjadi akibat kerusakan pada pankreas. Organ penghasil insulinDiabetes tipe 2: terjadi akibat berkurangnya produksi insulin atau sel-sel tubuh menjadi kurang peka atau resistensi terhadap insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas dan yang mengatur tingkat glukosa,  gula sederhana yang memberikan energi dalam darah. Tubuh manusia memerlukan glukosa sepanjang hari, dan glukosa yang berasal dari makanan yang orang makan. 3.      Penyebab kencing manis hanyalah gulaBanyak pendapat yang mengatakan bahwa bila Anda penderita kencing manis, hindari gula. Padahal penyebab meningkatnya kadar gula dalam tubuh tidak hanya gula. Namun beberapa zat makanan lain yang dapat diubah menjadi gula darah saat didalam tubuh yaitu karbohidrat. Konsumsi karbohidrat sederhana seperti nasi putih, kentang, mie merupakan penyebab utama kenaikan kadar gula darah Anda. 4.      Orang tua tidak menderita kencing manis maka Anda tidak akan menderita kencing manis.Kencing manis tipe 1 memang biasanya disebabkan karena keturunan, bila Anda memiliki salah satu orang tua yang memiliki kencing manis maka Anda berisiko mengalami kencing manis sekitar 23% dan bila kedua orang tua maka risiko meningkat menjadi 46%.Namun yang tidak pernah disadari oleh kebanyakan orang bahwa kencing manis yang bisa mengintai siapa saja adalah diabetes tipe 2, dimana keadaan ini bisa disebabkan pola hidup yang buruk. Seperti jarang olahraga, terlalu banyak makan makanan junkfood, merokok. 5.      Penderita kencing manis harus disuntik insulinPenderita diabetes tipe 1 memang harus disuntik insulin, karena adanya gangguan produksi hormon insulin.Namun untuk penderita diabetes tipe 2. Biasanya dokter akan menerapkan 4 pilar kencing manis seperti diatur pola makan, olahraga teratur dan pemberian obat-obatan yang membantu mengurangi zat gula dalam darah dan meningkatkan kemampuan insulin dalam bekerja. Namun bila obat-obatan minum sudah tidak mampu menurunkan kadar gula darah baru dokter akan memberikan insulin.Sekarang Anda sudah mengertikan pendapat mengenai  kencing manis yang keliru. Jangan biarkan informasi salah justru merusak pengetahuan Anda. Anda boleh menyebarkan informasi bila informasi tersebut benar dan berguna.. Baca juga: Pola Makan Sehat Untuk Penderita Kencing Manis Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: prevention
 24 Sep 2019    08:00 WIB
Penyebab Utama Terjadinya Katarak
Mata adalah jendela dunia. Kita tidak akan pernah menyadari pentingnya mata sampai kita berada dalam situasi yang membutuhkan penglihatan yang tajam. Banyak sekali masalah yang menyebabkan gangguan pada mata Anda. Satu permasalahan yang paling sering terjadi adalah katarak. Katarak terjadi saat protein terkumpul di lensa mata Anda dan membuat pandangan Anda menjadi kabur. Katarak merupakan penyebab umum terjadinya kebutaan. Secara biologis, umur menjadi penyebab umum terjadinya katarak, tetapi pada saat yang sama banyak faktor lain yang menyebabkan perubahan pada kesehatan mata Anda. Katarak dapat menyebabkan perubahan pola kehidupan normal Anda, bahkan menyebabkan pada kondisi yang paling parah dapat menyebabkan kebutaan. Berita baiknya adalah katarak dapat diobati hanya dengan tindakan pembedahan ringan. Penegakan diagnosa katarak sangat penting untuk mendapatkan pengobatan lebih awal. Bersamaan dengan itu, penting untuk kita mengetahui bagaimana mencegah katarak. Berikut merupakan penyebab umum terjadinya katarak pada orang dewasa. Usia Usia merupakan penyebab umum  dari katarak. Protein dari lensa mata akan mengalami penebalan seiring dengan perkembangan usia. Ada banyak penyakit lain yang berkaitan dengan usia, misalnya diabetes dan hipertensi, yang juga memberikan kontribusi terhadap tingkat percepatan perkembangan penyakit. Faktor lingkungan juga memainkan peranan penting dalam berkembangnya katarak. Trauma Trauma merupakan salah satu penyebab terjadinya kartarak pada orang dewasa. Trauma dapat menyebabkan pembengkakan, penebalan dan timbulnya warna putih pada lensa mata. Warna putih yang terlihat pada lensa mata inilah yang akan menegakkan diagnosa katarak. Kerusakan yang terjadi pada lensa bergantung pada beratnya trauma yang terjadi. Genetik Genetik juga memainkan peranan yang menyebabkan terjadinya katarak. Kelainan kromosom dapat menyebabkan katarak pada usia muda. Penyakit kulit Karena kulit dan mata berasal dari sumber embrio yang sama maka penyakit yang terjadi pada kulit Anda dapat juga menjadi gangguan pada mata Anda. Beberapa penyakit kulit seperti eksim, dermatitis ektopik dan pempigus dapat menyebabkan terjadinya katarak di mata. Infeksi Beberapa penyakit infeksi seperti lepra, toksoplasmosis dan sistiserkosis ternyata diasosiasikan dengan perkembangan katarak pada mata. Diabetes Salah satu penyebab katarak paling banyak terjadi pada orang dewasa adalah katarak. Jika Anda menderita diabetes, maka penting untuk Anda melakukan pemeriksaan mata secara teratur untuk mengetahui secara dini munculnya katarak. Obat-obatan Obat-obatan seperti kortikosteroid telah terbukti berperan dalam perkembangan katarak. Dengan mengetahui penyebab dari katarak akan lebih baik untuk kita agar kita dapat melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan lebih cepat.   Sumber: boldsky      
 23 Sep 2019    16:00 WIB
Menderita Diabetes? Temukan Pengganti Gula yang Sehat
Bila anda ingin mengurangi konsumsi gula harian anda, tetapi tetap ingin makan makanan manis, maka di bawah ini terdapat beberapa pilihan alternative pengganti gula. Beberapa jenis pengganti gula diekstraksi secara langsung dari tumbuhan atau dibentuk secara kimiawi. Beberapa jenis pengganti gula ini memiliki beberapa dampak positif bagi kesehatan, sementara yang lainnya juga dapat memiliki dampak negatif bagi kesehatan anda. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi berbagai pengganti gula di bawah ini.SteviaStevia merupakan pemanis alami sehat yang 200-300 kali lebih manis daripada gula pasir. Stevia berasal dari semak-semak yang tumbuh alami di Paraguay dan Brazil, dan tidak mengandung kalori. Sebuah penelitian pada tahun 2002 menemukan bahwa stevia mungkin memiliki efek anti kanker. Stevia mengandung steviosida yang dapat menghambat pembentukan tumor kulit pada hewan percobaan. Akan tetapi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai efeknya pada manusia.SukralosaSukralosa merupakan pengganti gula yang dibuat dari sukrosa, yang diperoleh dengan cara mengubah molekul gula menjadi bentuk yang lebih mudah dicerna. Sukralosa sekitar 600 kali lebih manis daripada gula pasir dan telah terbukti aman dikonsumsi. Pada sebuah penelitian di tahun 2003 menemukan bahwa sukralosa dosis tinggi dapat ditoleransi dengan baik  dan tidak menimbulkan efek samping apapun pada kadar gula darah penderita diabetes tipe 2. Pada penelitian ini, peserta penelitian mengkonsumsi 3 kali lebih banyak daripada dosis maksimum yang direkomendasikan setiap harinya selama 3 bulan.XylitolXylitol merupakan gula alkohol yang telah terbukti aman dikonsumsi. Xylitol dapat membantu melindungi gigi dari kerusakan dengan cara menghambat pembentukan asam oleh bakteri dan mencegah pembentukan plak pada gigi. Xylitol banyak ditemukan pada permen karet bebas gula, permen hisap bebas gula, dan permen mint bebas gula. Xylitol diperoleh dari bonggol jagung dan dapat ditemukan secara alami pada berbagai jenis tumbuhan. Xylitol memiliki efek laksatif (memperlancar buang air besar) bila dikonsumsi dengan dosis lebih dari 50 mg setiap harinya. Akan tetapi, bila anda telah menggunakannya dalam waktu lama, maka sistem pencernaan anda telah dapat mentoleransi xylitol dengan baik sehingga efek samping yang anda alami pun semakin berkurang.Sirup Beras CoklatSirup beras coklat terbuat dari beras coklat yang dimasak dengan jelai (barley). Sirup ini juga mengandung berbagai nutrisi beras coklat seperti protein, serat, magnesium, mangan, dan seng. Setengah gelas sirup ini mengandung 110 kalori. Protein dan serat di dalamnya membuatnya lebih lambat diserap sehingga membuatnya memiliki kadar indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan gula pasir biasa. Sirup beras coklat ini tidak semanis gula pasir (hanya setengah dari gula) dan dapat digunakan sebagai pengganti gula pasir bila anda ingin mengurangi rasa manis dalam masakan anda.Sumber: healthyeating.sfgate
 22 Sep 2019    18:00 WIB
5 Cara Minuman Bersoda Membunuh Anda!
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa minuman bersoda yang manis dapat memperpendek umur seseorang karena dapat memperpendek telomer, kapsul yang berfungsi untuk melindungi DNA. Di bawah ini terdapat 5 gangguan kesehatan yang ternyata berhubungan dengan minuman bersoda.  1.      Osteoporosis Asam fosfat yang membuat minuman bersoda terasa asam dapat membuat kalsium terlepas dari dalam tulang. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi minuman bersoda (terutama cola) memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah di daerah panggul, yang membuat mereka lebih rentan terhadap patah tulang, terutama saat mereka sudah berusia lanjut. Selain itu, beberapa penelitian lainnya juga telah menemukan adanya hubungan antara patah tulang dan banyaknya minuman bersoda yang dikonsumsi oleh para anak remaja perempuan.  2.      Penyakit Alzheimer Para peneliti di Australia menemukan bahwa berbagai jenis minuman manis dapat menyebabkan perubahan pada otak yang mirip dengan yang terjadi pada berbagai jenis penyakit, termasuk penyakit Alzheimer. Pada sebuah penelitian, para peneliti memberi tikus percobaan air gula yang memiliki kadar gula yang sama dengan minuman bersoda. Setelah melakukan hal ini selama 26 hari, para peneliti menemukan adanya perubahan pada otak tikus percobaan, terutama di bagian otak yang berfungsi untuk membuat keputusan, yang tidak ditemukan pada tikus yang hanya mengkonsumsi air putih. Beberapa perbedaan yang ditemukan oleh para peneliti adalah perubahan pada 290 jenis protein yang berbeda dan perubahan perilaku seperti perilaku hiperaktif. Sebuah penelitian lainnya di Amerika menemukan bahwa diet tinggi fruktosa (sejenis gula) dapat mengganggu daya ingat para tikus percobaan.  3.      Diabetes Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi 355 ml minuman bersoda setiap harinya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita diabetes tipe 2 yaitu hingga 18% dibandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsi minuman bersoda. Sebuah penelitian lainnya di Amerika menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi 1 botol cola setiap harinya memiliki resiko yang lebih tinggi, yaitu hingga 2 kali lipat untuk menderita diabetes tipe 2 dibandingkan dengan wanita yang mengkonsumsi minuman bersoda kurang dari 1 botol per bulan. Para peneliti menduga bahwa tingginya kadar sirup jagung yang mengandung banyak fruktosa, yang dapat ditemukan pada sebagian besar minuman bersoda, dapat menyebabkan terjadinya berbagai perubahan di dalam tubuh yang berakibat pada terjadinya diabetes tipe 2.  4.      Kerusakan Gigi Selain banyaknya gula yang terdapat di dalam minuman bersoda, asam fosfat dan atau asam sitrat yang terdapat di dalam minuman bersoda ternyata juga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan gigi. Hal ini dikarenakan kedua asam tersebut dapat menyebabkan perubahan pH air liur dan membuat email gigi tererosi. Sebuah penelitian menemukan bahwa walaupun jus buah dapat membahayakan kesehatan gigi Anda, minuman bersoda ternyata lebih kuat 10 kali lipat dibandingkan jus buah.  5.      Penyakit Jantung Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa mengkonsumsi 355 ml minuman manis setiap harinya dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung hingga 29% serta dimulainya kerusakan jantung dan pembuluh darah di usia dini. Sebuah penelitian lainnya di Sidney menemukan bahwa anak-anak yang mengkonsumsi setidaknya 1 botol minuman bersoda setiap harinya mengalami penyempitan pembuluh darah di bagian belakang mata, yang merupakan pertanda adanya peningkatan resiko terjadinya tekanan darah tinggi dan gangguan jantung. Sebuah penelitian lainnya di Amerika menemukan bahwa mengkonsumsi banyak sirup jagung yang mengandung banyak fruktosa juga dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, yaitu hingga 87%. Sementara itu, penelitian lainnya menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi 1 botol atau lebih minuman bersoda setiap harinya cenderung memiliki kadar trigliserida darah yang lebih tinggi yaitu hingga 25% dan kadar kolesterol jahat yang lebih tinggi, yaitu hingga 32%.  Baca juga: Minuman Bersoda dan Kafein Tingkatkan Resiko Osteoporosis Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: newsmaxhealth
 10 Sep 2019    11:00 WIB
Berbagai Penyebab Meningkatnya Kadar Trigliserida
Trigliserida merupakan jenis lemak yang dapat ditemukan dalam aliran darah anda. Saat anda mengkonsumsi terlalu banyak kalori, maka kadar trigliserida anda dapat meningkat seiring dengan berlalunya waktu. Tingginya kadar trigliserida di dalam darah dapat berbahaya bagi kesehatan anda dan meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah. Kadar trigliserida yang normal adalah kurang dari 150 mg/dL.1.  Berat Badan Berlebih dan ObesitasMakan dalam jumlah banyak atau berlebihan dan gaya hidup tidak sehat (jarang atau tidak berolahraga atau jarang melakukan aktivitas fisik) merupakan 2 penyebab tersering dari meningkatnya kadar trigliserida anda.Saat anda makan terlalu banyak dan menghasilkan lebih banyak kalori dari yang dibutuhkan oleh tubuh, maka kelebihan kalori ini akan diubah menjadi trigliserida dan disimpan sebagai cadangan makanan dalam tubuh, dalam bentuk lemak.2.  Menderita DiabetesPenderita diabetes dengan kadar gula darah yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan peningkatan kadar trigliserida. Saat anda mengkonsumsi banyak karbohidrat dan kurang beraktivitas, maka kelebihan gula ini akan diubah menjadi trigliserida di dalam aliran darah.Saat kadar trigliserida sangat tinggi di dalam darah, yaitu lebih dari 500 mg/dL, maka trigliserida akan disimpan dalam berbagai organ, dan dapat menyebabkan terjadinya perlemakkan hati atau sirosis hati (pengerasan hati) atau pankreatitis akut (peradangan pankreas).3.  Mengkonsumsi Minuman BeralkoholPada beberapa orang, mengkonsumsi minuman beralkohol, bahkan dalam jumlah yang sedikit, dapat meningkatkan kadar trigliserida. Jika anda sering mengkonsumsi minuman beralkohol dan memiliki kadar trigliserida yang tinggi, maka batasi konsumsi minuman beralkohol tersebut (tidak lebih dari 500 gram setiap harinya) atau bila dapat, jangan mengkonsumsinya sama sekali. Terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol juga dapat menyebabkan terjadinya obesitas.PengobatanBeberapa cara untuk mencegah dan mengatasi peningkatan kadar trigliserida adalah dengan menjaga berat badan sehat, mengkonsumsi diet sehat, dan meningkatkan aktivitas fisik anda. Pilihlah makanan rendah lemak (lemak jenuh dan lemak trans) dan konsumsilah lemak sehat lebih banyak seperti pada minyak olive, alpukat, kacang-kacangan, dan ikan. Salmon atau tuna mengandung asam lemak omega 3 yang telah terbukti dapat membantu mengendalikan dan mengatasi peningkatan kadar trigliserida. Jika kadar trigliserida anda lebih dari 500 mg/dL, segera hubungi dokter anda untuk memperoleh pengobatan untuk menurunkannya.Sumber: healthyeating.sfgate
 27 Aug 2019    18:00 WIB
Gangguan Gigi Pada Penderita Diabetes
Penderita diabetes lebih rentan terhadap infeksi berbagai kuman yang hidup di dalam mulut. Akibatnya, penderita diabetes lebih mudah mengalami gangguan gigi, infeksi gusi (gingivitis), dan gangguan tulang serta jaringan yang menyangga gigi (gangguan periodontal). Diabetes juga menyebabkan penurunan aliran darah ke gusi, yang membuatnya menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Selain itu, kadar gula darah yang tinggi juga dapat menyebabkan mulut menjadi kering (xerostomia) dan membuat gangguan gusi yang ada semakin memburuk. Penurunan jumlah air liur dapat menyebabkan peningkatan jumlah bakteri penyebab gigi berlubang dan pembentukan plak pada gigi.Gejala Jika anda menderita diabetes, beberapa gejala gangguan gigi yang dapat ditemukan adalah peradarahan, luka pada gusi, sering mengalami infeksi gusi, dan bau mulut.PencegahanUntuk mencegah berbagai gangguan gigi dan gusi pada penderita diabetes, menjaga kebersihan mulut anda merupakan salah satu cara pencegahan terbaik. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah berbagai gangguan gigi tersebut adalah:•    Periksakan gigi anda ke dokter gigi secara teratur•    Tanyakan pada dokter gigi mengenai bagaimana cara merawat gigi dan gusi anda, terutama bila anda menderita diabetes•    Sikatlah gigi anda setidaknya 2 kali sehari•    Lakukanlah dental floss setidaknya 2 kali sehari•    Berhenti merokok•    Jaga kadar gula darah anda tetap dalam batas normal Jika anda mengalami gangguan gusi yang sangat berat, maka tindakan pembedahan mungkin dapat menyelamatkan gigi anda. Akan tetapi, bila tindakan pembedahan tidak dapat dilakukan, maka gigi anda mungkin harus dicabut untuk mencegah infeksi menyebar dan menghancurkan tulang di sekitar gigi anda tersebut.Sumber: webmd
 13 Aug 2019    16:00 WIB
Cara Mencegah Nyeri Kepala Diabetes
Fluktuasi kadar gula darah yang tiba-tiba dapat menyebabkan terjadinya nyeri kepala pada penderita diabetes. Jadi satu-satunya cara mengontrol hal tersebut supaya tidak terjadi adalah dengan menjaga kadar gula darah tidak naik terlalu tajam atau turun secara tiba-tiba. Nyeri kepala karena kadar gula darah yang rendah sering dihubungkan dengan pembuluh darah di otak. Otak membutuhkan suplay gukosa yang siap pakai supaya bisa berfungsi dengan baik. Jika suplay yang ada tidak sesuai dengan yang dibutuhkan, maka akan menimbulkan nyeri kepala. Saat kadar gula darah turun, hormon stress juga dilepaskan dan dapat menyebabkan penyempitan dari pembuluh darah sehingga menyebabkan munculnya nyeri kepala. Beberapa orang dengan diabetes sering mengalami nyeri kepala karena kadar gul darah yang rendah dan kemudian diikuti dengan kadar gula darah yang tinggi. Hal ini terjadi karena pelepasan hormon yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah sebagai alat pengaturnya. Kadar gula darah yang tinggi juga dapat menyebabkan nyeri kepala juga. Jika kadar gula darah terlalu tinggi untuk waktu yang lama, tubuh akan mengeluarkan urin dalam jumlah lebih banyak dari normal, sehingga dapat menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi sendiri dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit didalam cairan tubuh dan juga nyeri kepala. Cara untuk mencegah munculnya nyeri kepala diabetes: Cegah terjadinya peningkatan atau penurunan kadar gula darah yang tiba-tiba Minum air putih yang cukup Hindari makanan dan minuman yang mengandung kafein karena dapat menyebabkan nyeri kepala Hindari stress Olahraga yang teratur   Sumber: healthmeup
 08 Aug 2019    08:00 WIB
Apa Hubungan Antara Hipoglikemia dan Diabetes ?
Hipoglikemia adalah rendahnya kadar gula di dalam darah. Hal ini lebih sering terjadi pada penderita diabetes. Beberapa hal yang dapat menyebabkan hipoglikemia pada penderita diabetes adalah obat anti diabetes dan pola makan penderita. Gejala Hipoglikemia Hipoglikemia dapat menimbulkan berbagai masalah yang serius, terutama pada otak. Gejala hipoglikemia biasanya mulai timbul bila kadar gula darah di bawah 70 mg/dL. Setiap penderita diabetes memiliki gejala hipoglikemia yang berbeda-beda. Gejala awal hipoglikemia yang sering ditemukan adalah: Bingung Pusing Gemetar Rasa lapar Nyeri kepala Mudah tersinggung Denyut jantung meningkat Rasa berdebar-debar Kulit pucat Berkeringat dingin Badan terasa lemah Cemas Bila hipoglikemia ini tidak segera ditangani, maka gejala akan memburuk dan menyebabkan beberapa hal di bawah ini, yaitu: Penurunan kesadaran sampai pingsan dan koma Nyeri kepala bertambah hebat Mudah marah Gangguan konsentrasi Gangguan koordinasi Mati rasa di daerah mulut dan lidah Mimpi buruk   Obat Anti Diabetes dan Hipoglikemia Beberapa jenis obat oral diabetes dapat menyebabkan kadar gula darah rendah. Obat-obat tersebut adalah obat golongan sulfonil urea dan meglitinides. Obat golongan alfa glukosidase inhibitor, biguanid, dan tiazolidindion biasanya tidak menyebabkan hipoglikemia, akan tetapi bila digunakan bersama dengan obat anti diabetes lainnya maka dapat menyebabkan hipoglikemia. Obat diabetes lainnya yang dapat menyebabkan kadar gula darah rendah adalah glimepiride, nateglinide, prandin, dan sitagliptin. Selain obat diabetes, terdapat beberapa obat lain yang juga dapat menyebabkan kadar gula darah rendah bila digunakan bersamaan dengan obat anti diabetes adalah alkohol, aspirin, warfarin, allopurinol, dan probenesid. Perhatikan dosis insulin yang anda gunakan, karena penggunaan insulin dengan dosis yang berlebihan atau tidak sesuai dengan jumlah karbohidrat yang anda makan, dapat membuat anda mengalami hipoglikemia.   Diet dan Hipoglikemia Hipoglikemia dapat terjadi pada seorang penderita diabetes yang mengkonsumsi banyak karbohidrat sederhana. Hal ini disebut dengan hipoglikemia reaktif. Selain itu, hipoglikemia juga dapat terjadi apabila penderita diabetes: Lupa makan setelah minum obat anti diabetes Makan hanya sedikit Terlambat makan Tidak mau makan saat sakit Minum alkohol dan kemudian tidak makan Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan konsumsi makanan dan obat anti diabetes pada penderita diabetes. Olahraga yang terlalu berlebihan juga dapat menyebabkan terjadinya hipoglikemia.
 02 Aug 2019    16:00 WIB
5 Makanan Yang Harus Dihindari Penderita Kencing Manis
Diet diabetes adalah pola diet yang dilakukan oleh para pengidap kencing manis untuk mempertahankan kadar gula darah tetap normal. Ada beberapa makanan yang mungkin menggoda seperti permen dan kue-kue manis yang akan menyebabkan terjadinya lonjakan kadar gula darah pada pengidap kencing manis. Apabila seorang pengidap kencing manis sedang mengontrol kadar gula darah, berhenti konsumsi makanan berikut: Buah kering Buah umumnya sehat dan membantu mengurangi konstipasi (sulit buang air besar). Selain itu juga dapat meningkatkan energi. Namun buah kering dapat meningkatkan gula darah. Biasanya buah kering sedikit mengandung air, protein dan lemak sehingga dapat menyebabkan terjadinya lonjakan darah Susu utuh Susu yang mengandung lemak jenuh dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin. Suatu keadaan dimana hormon insulin tidak dapat menurunkan kadar gula darah dengan baik. Selain itu lemak jenuh memiliki efek buruk terhadap jantung dan arteri  Jus buah Jus buah merupakan sumber buah-buahan yang sehat, namun untuk Anda yang mengidap kencing manis sebaiknya memakan buah utuh karena masih mengandung serat, yang diperlukan oleh tubuh.  Roti putih Roti putih merupakan karbohidrat sederhana yang dapat meningkatkan kadar gula darah, terlebih saat seseorang mengkonsumsi roti putih biasanya akan ditambahkan dengan margarin dan selai yang akan semakin meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Jauh lebih baik konsumsi roti gandum.  Kentang goreng Kentang goreng dan makanan berminyak lainnya dapat meningkatkan kadar gula darah. Karena pada beberapa orang sering konsumsi kentang goreng dengan nasi. Selain makanan yang digoreng akan menyebabkan gangguan pada jantung.  Sumber: healthmeu