Your browser does not support JavaScript!
 14 May 2019    16:00 WIB
Benarkah Pemanis Buatan Dapat Menyebabkan Terjadinya Diabetes?
Sebuah penelitian yang dilakukan di Israel menemukan bahwa pemanis buatan dapat mengubah komposisi normal dari bakteri baik di dalam usus seseorang. Hal ini tampaknya juga mempengaruhi bagaimana tubuh mengendalikan gula di dalam makanan yang Anda konsumsi, yang membuat kadar gula darah meningkat. Gangguan ini menyebabkan terjadinya gangguan toleransi glukosa, yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya diabetes. Akan tetapi, banyak ahli lainnya menyarankan para pembaca untuk jangan salah mengartikan hasil penelitian ini. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai benar tidaknya hasil penelitian tersebut. Pada penelitian ini, para peneliti meneliti 3 jenis pemanis buatan, yaitu sakarin, sukralosa, dan aspartam pada 20 hewan percobaan (tikus). Beberapa hewan percobaan tersebut diberikan salah satu pemanis buatan tersebut di dalam air minumnya, sementara yang lainnya diberikan air gula atau hanya air putih. Kira-kira 11 minggu kemudian, para peneliti memberikan semua hewan percobaan sejumlah gula dan mengamati bagaimana reaksi tubuh mereka terhadap gula dengan mengukur kadar gula darah hewan percobaan tersebut. Tikus yang diberikan gula memiliki respon yang sama terhadap pemberian gula dengan tikus yang hanya diberikan air putih. Sementara itu, tikus yang diberikan pemanis buatan mengalami respon yang berbeda. Kadar gula darah pada tikus ini lebih tinggi daripada tikus lainnya yang hanya diberikan air gula dan air putih. Hal ini menunjukkan adanya gangguan pada tubuh tikus terhadap gula. Penelitian lebih lanjut juga menemukan adanya hubungan antara hal ini dengan jumlah bakteri baik di dalam usus. Para peneliti kemudian melanjutkan penelitiannya pada manusia. Para peneliti mengamati sekitar 381 orang yang tidak menderita diabetes yang merupakan sukarelawan pada penelitian ini. Mereka diminta untuk mengisi suatu kuisioner untuk mengetahui seberapa banyak pemanis buatan yang biasa mereka konsumsi.  Sekitar 40 orang peserta penelitian yang paling banyak mengkonsumsi pemanis buatan juga menunjukkan kadar gula darah yang lebih tinggi daripada 236 orang peserta penelitian lainnya yang tidak pernah mengkonsumsi pemanis buatan. Pada penelitian pendahuluan lainnya, para peneliti memberikan sakarin selama seminggu pada 7 orang sukarelawan yang tidak menderita diabetes dan biasanya tidak mengkonsumsi pemanis buatan. Para peneliti kemudian menemukan bahwa 4 orang di antara sukarelawan tersebut mengalami penurunan kemampuan untuk mengatur kada gula darah selama seminggu tersebut. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa jumlah bakteri baik di dalam usus mereka juga mengalami perubahan yang cukup signifikan selama seminggu, sedangkan ketiga orang lainnya hanya mengalami sedikit perubahan. Secara keseluruhan, berbagai penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan beberapa orang untuk mengatur kadar gula darah memang dapat terpengaruh oleh berbagai pemanis buatan tersebut. Walaupun penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh konsumsi pemanis buatan terhadap kemampuan seseorang untuk mengatur kadar gula darah, akan tetapi jumlah pemanis buatan yang diberikan pada para sukarelawan ini lebih banyak daripada yang biasa dikonsumsi oleh seseorang setiap harinya, walaupun masih dalam batas yang direkomendasikan setiap harinya. Sumber: foxnews
 08 May 2019    18:00 WIB
Dampak Puasa Bagi Penderita Diabetes
Pengeluaran hormon insulin pada orang yang sehat biasanya distimulasi oleh makan, yang akan meningkatkan jumlah gula yang disimpan di dalam hati dan otot dalam bentuk glikogen. Sebaliknya, saat berpuasa, kadar gula darah biasanya akan menurun, yang akan menyebabkan penurunan jumlah insulin yang dikeluarkan. Pada saat yang sama, kadar glukagon dan katekolamin akan meningkat, yang akan memicu terjadinya proses metabolisme glikogen (cadangan gula di dalam tubuh). Saat seseorang telah berpuasa selama beberapa jam, maka cadangan glikogen pun akan menurun dan rendahnya kadar hormon insulin di dalam darah akan memicu terjadinya peningkatan metabolisme lemak dari sel-sel lemak. Proses oksidasi asam lemak ini akan menghasilkan keton, yang dapat digunakan oleh berbagai organ tubuh seperti tulang, otot jantung, hati, ginjal, dan jaringan lemak sebagai sumber energi. Pada orang yang menderita diabetes, pengeluaran insulin akan mengalami gangguan. Pada seorang penderita diabetes tipe 1, pengeluaran glukagon (hormon yang berfungsi untuk mengubah cadangan glikogen menjadi gula) mungkin akan mengalami gangguan yang dapat menyebabkan terjadinya hipoglikemia. Selain itu, pada beberapa orang penderita diabetes tipe 1, pengeluaran epinefrin juga mengalami gangguan, yang dapat menyebabkan terjadinya hipoglikemia berulang. Pada penderita dengan defisiensi (kekurangan) insulin berat, puasa dalam waktu yang lama dapat menyebabkan terjadinya pemecahan glikogen (cadangan gula di dalam tubuh) secara berlebihan dan meningkatkan pemecahan lemak di dalam tubuh, yang dapat menyebabkan terjadinya hiperglikemia dan ketoasidosis. Sementara itu, orang yang menderita diabetes tipe 2 mungkin akan mengalami gangguan yang sama seperti penderita diabetes tipe 1 (hipoglikemia dan hiperglikemia) saat berpuasa dalam waktu lama, hanya saja ketoasidosis lebih jarang terjadi. Baca juga: Cara Mencegah Diabetes  Sumber: diabetesjournals
 19 Apr 2019    08:00 WIB
Wow Ternyata Bawang Bombay Sangat Bermanfaat Bagi Kesehatan
Kandungan Nutrisi di Dalam Bawang BombaySetiap 100 gram bawang bombay mengandung sekitar 45 kalori. Bawang bombay mengandung banyak air, karbohidrat, dan serat. Selain itu, bawang bombay juga mengandung berbagai antioksidan seperti fenol dan flavonoid, vitamin B, vitamin C, zat besi, kalsium, seng, mangan, dan magnesium.1.  Membantu Menjaga Kesehatan JantungBawang bombay mengandung berbagai jenis antioksidan yang baik bagi jantung. Quercetin di dalam bawang bombay dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL, sehingga dapat menghambat pembentukan plak lemak di dalam dinding pembuluh darah dan membuat aliran darah lebih lancar. Bawang bombay juga mengandung tiosulfinat yang dapat mencegah pembentukan bekuan darah sehingga dapat membantu mengencerkan darah. Agen antiinflamasi (anti peradangan) seperti organosulfur dapat membantu melindungi pembuluh darah anda dan mencegah terjadinya berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah serta stroke.2.  Mencegah KankerBawang bombay mengandung banyak agen anti kanker. Flavonoid dan fenol di dalamnya dapat membantu menghambat perkembangan sel-sel kanker. Quercetin dan antosianin di dalam bawang bombay dapat menghambat pertumbuhan tumor dan memiliki agen anti inflamasi. Frukto-oligosakarida dapat membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di dalam usus besar sehingga dapat mencegah terjadinya kanker usus besar. Selain itu, bawang bombay juga dapat mencegah terjadinya kanker ovarium (indung telur) dan kanker hati.3.  Mencegah Terjadinya Berbagai Gangguan Saluran PernapasanAllicin di dalam bawang bombay dapat membantu melawan berbagai kuman dan meningkatkan sirkulasi udara di dalam saluran pernapasan anda dengan cara mengencerkan lendir serta meredakan sumbatan. Bawang bombay dapat menimbulkan rasa hangat di tenggorokan. Quercetin juga memiliki agen anti alergi sehingga dapat membantu mencegah terjadinya flu dan demam.4.  Mencegah DiabetesBawang bombay mengandung banyak kromium, yang dapat membantu mengendalikan kadar gula darah sehingga membuat kerja insulin lebih efektif dan membuat berbagai organ tubuh lebih sensitif terhadap insulin.5.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari bawang bombay bagi kesehatan anda adalah:•  Membantu proses detoksifikasi tubuh dengan cara membuang berbagai logam berbahaya seperti merkuri, kadmium, dan timah (sulfur, metionin, dan sistin)•  Mencegah terjadinya anemia dengan cara meningkatkan pembentukan sel darah merah dan hemoglobin (zat besi)•  Membantu kerja sistem pencernaan, mencegah terjadinya sembelit, dan memperlancar buang air besar (serat)•  Menutrisi rambut dengan cara mengoleskan jus bawang bombay pada kulit kepala serta meningkatkan sirkulasi darah (sulfur)•  Membantu meningkatkan kekuatan tulang dan jaringan ikatnya serta mencegah terjadinya osteoporosisSumber: foodtofitness
 06 Apr 2019    08:00 WIB
Sehatnya Orang Ndeso Karena Makan Ubi
1.  Membantu Menjaga Kesehatan JantungKandungan antioksidan yang tinggi di dalam ubi dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung anda. Ubi mengandung beta karoten yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol "jahat") di dalam tubuh. Selain itu, Vitamin B6 di dalam ubi juga dapat membantu pemecahan homosistein, yaitu suatu komponen yang berperan dalam pengerasan pembuluh darah arteri dan pembuluh darah lainnya serta dapat membantu meningkatkan fleksibilitas pembuluh darah arteri sehingga darah lebih mudah mengalir ke seluruh tubuh.Kalium di dalam ubi dapat membantu menjaga kecepatan denyut jantung dan menyeimbangkan efek natrium di dalam tubuh sehingga dapat menurunkan tekanan darah tinggi.2.  Mencegah KankerKarena mengandung antioksidan yang cukup tinggi, ubi juga dapat menghambat metabolisme sel-sel kanker yang sedang berkembang di dalam tubuh. Beta karoten dan lutein di dalam ubi dapat membantu mencegah terjadinya kanker paru, kanker usus besar, dan kanker lambung. Berbagai antioksidan lainnya yang juga berfungsi sebagai agen antikarsinogenik di dalam ubi adalah asam caffeic, asam dicaffeoilquinik, dan asam tricaffeoilquinik. Antosianin yang terdapat di dalam ubi juga sangat membantu melawan kanker hati.3.  Meningkatkan Kesehatan MataBeta karoten dan zeaxanthin dalam ubi dapat membantu meningkatkan kesehatan mata anda. Kedua zat ini dapat membantu mencegah terjadinya katarak, meningkatkan kemampuan penglihatan di malam hari, dan mencegah terjadinya degenerasi makula pada orang lanjut usia.Mengkonsumsi ubi juga dapat membantu menghambat kerja berbagai zat yang mengganggu fungsi vitamin A. Vitamin A berfungsi untuk melindungi lapisan kornea, mencegah mata kering, dan mencegah terjadinya retinitis pigmentosa.4.  Membantu Mengatasi DiabetesUbi memiliki kadar glikemik rendah (melepaskan gula/glukosa lebih lambat dan stabil sehingga kadar gula darah lebih stabil setelah makan) sehingga dapat membantu mengendalikan kadar gula darah di dalam tubuh. Selain itu, ubi juga membantu meningkatkan kadar hormon adiponektin, suatu hormon yang berperan dalam metabolisme insulin.5.  Meningkatkan Kesehatan KulitKandungan antioksidan di dalam ubi dapat melindungi kulit dari berbagai kerusakan akibat radikal bebas. Konsumsi ubi dapat membantu mengendalikan pembentukan kerutan dan penuaan dini pada kulit.Beta karoten dan vitamin A dapat membantu mengangkat sel kulit mati dan menghambat produksi melanin (pigmen kulit, yang membuat kulit tampak lebih gelap). Vitamin C pada ubi juga dapat membantu menghambat proses oksidasi dan membuat kulit tampak lebih kenyal dan berkilau. Ubi juga dapat membantu mencegah pembentukan noda hitam pada kulit.6.  Membantu Kerja Sistem PencernaanUbi mengandung banyak serat yang dapat membantu kerja sistem pencernaan anda dan mencegah terjadinya sembelit. Vitamin C juga dapat membantu menstimulasi produksi air liur dan berbagai enzim pencernaan untuk membantu kerja sistem pencernaan.7.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari ubi bagi kesehatan anda adalah:•  Mengurangi stress dan rasa cemas (magnesium)•  Membantu menjaga kesehatan tulang, otot jantung, saraf, dan pembuluh darah arteri (magnesium)•  Membantu produksi sel darah merah dan sel darah putih serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh (zat besi)•  Membantu melawan berbagai kuman penyebab infeksi sehingga dapat mencegah terjadinya berbagai infeksi saluran pernapasan dan meredakan hidung tersumbat (vitamin C)•  Mencegah terjadinya radang sendi karena ubi mengandung seng, magnesium, dan vitamin BSumber: foodtofitness
 04 Apr 2019    18:00 WIB
Cegah Gangguan Jantung Pada Penderita Diabetes Dengan Konsumsi Kayu Manis
Para ahli gizi di Amerika menemukan bahwa rempah-rempah yang mengandung banyak antioksidan dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dan berbagai lemak berbahaya di dalam darah, sehingga juga dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung pada penderita diabetes. Kadar trigliserida di dalam darah biasanya meningkat setelah seseorang mengkonsumsi makanan tinggi lemak, yang tentu saja dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung. Para peneliti menemukan bahwa mencampurkan sejumlah rempah-rempah yang mengandung banyak antioksidan ke dalam makanan ternyata dapat menurunkan kadar trigliserida hingga 30% dibandingkan dengan hanya mengkonsumsi makanan tersebut saja. Beberapa jenis rempah-rempah yang dimaksud di atas adalah bubuk bawang putih, rosemary, oregano, kayu manis, cengkih, paprika, kunyit, jahe, dan lada hitam. Berbagai penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa kayu manis dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan berbagai jenis lemak darah lainnya. Pada penelitian ini, para peneliti menguji hasil penelitian sebelumnya tersebut dengan menyiapkan makanan pada 2 hari terpisah bagi 6 orang pria yang berusia di antara 30-65 tahun, yang memiliki berat badan berlebih tetapi dengan keadaan kesehatan yang baik. Menu makanan yang dihidangkan selama 2 hari tersebut adalah sama, yaitu terdiri dari ayam, roti, dan biskuit. Yang berbeda di antara makanan tersebut adalah para peneliti menambahkan 2 sendok makan rempah-rempah kaya antioksidan pada salah satu hari. Para peneliti kemudian mengamati para peserta penelitian selama 3 jam setelah makan dan mengambil contoh darah para peserta penelitian setiap 30 menit. Hasil pemeriksaan ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas antioksidan di dalam darah hingga 13% setelah para pria mengkonsumsi makanan yang mengandung rempah-rempah tersebut, yang dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah serta gangguan kesehatan lainnya yang berhubungan dengan tingginya kadar lemak di dalam darah.     Sumber: newsmaxhealth
 04 Apr 2019    16:00 WIB
Hubungan Indeks Glikemik Dengan Diabetes
Apa Itu Indeks Glikemik?Indeks glikemik merupakan suatu ukuran bagi makanan yang mengandung karbohidrat untuk menentukan efek karbohidrat tersebut pada kadar gula darah anda. Semakin rendah indeks glikemik suatu makanan, maka semakin kecil pula efeknya pada kadar gula darah anda (tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang besar) dan sebaliknya. Dengan menentukan indeks glikemik anda tidak perlu lagi menghitung jumlah karbohidrat di dalam makanan tertentu. Indeks glikemik dapat menunjukkan apa dampak sebenarnya dari makanan tersebut terhadap kadar gula darah anda. Nilai indeks glikemik suatu makanan dipengaruhi oleh struktur suatu makanan, jenis zat tepung di dalamnya (amilosa atau amilopektin), dan bagaimana proses pengolahannya. Semakin banyak proses pengolahan suatu makanan, maka semakin tinggilah nilai indeks glikemiknya dan sebaliknya. Pembagian Pengukuran Indeks Glikemik Indeks Glikemik Sangat RendahIndeks glikemik disebut sangat rendah bila suatu makanan tidak memiliki efek sama sekali terhadap kadar gula darah anda (indeks glikemik 0) dan hanya mengandung kurang dari 5 gram karbohidrat sederhana atau bila suatu makanan memiliki indeks glikemik kurang dari 20 dan mengandung kurang dari 7 gram karbohidrat sederhana. Indeks Glikemik RendahIndeks glikemik disebut rendah bila suatu makanan memiliki indeks glikemik kurang dari atau sama dengan 55 atau bila kadar karbohidrat sederhana di dalam makanan tersebut lebih dari 5 gram tetapi kurang dari atau sama dengan 12 gram. Indeks Glikemik SedangIndeks glikemik disebut sedang bila suatu makanan memiliki indeks glikemik antara 56-69. Indeks Glikemik TinggiIndeks glikemik disebut tinggi bila suatu makanan memiliki indeks glikemik lebih dari atau sama dengan 70. Jumlah karbohidrat sederhana suatu makanan adalah hasil pengurangan jumlah karbohidrat total dengan jumlah serat di dalam suatu makanan. Karbohidrat sederhana merupakan karbohidrat yang mudah dicerna oleh tubuh, yang berpengaruh cukup besar terhadap kadar gula darah anda. Nilai indeks glikemik suatu makanan ditentukan dengan cara mengukur kadar gula darah anda 2 jam setelah mengkonsumsi suatu makanan, yang kemudian akan dibandingkan dengan kadar gula darah 2 jam setelah mengkonsumsi roti putih atau gula pasir. Mengapa Indeks Glikemik Penting?Mengkonsumi diet dengan nilai indeks glikemik yang rendah telah terbukti berhubungan dengan penurunan resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes tipe 2, sindrom metabolik (suatu keadaan di mana terjadi peningkatan kadar kolesterol total, tekanan darah, kadar gula darah, dan penumpukkan lemak perut yang terjadi secara bersamaan), stroke, depresi, penyakit ginjal kronik, batu empedu, kelainan saraf bawaan, mioma, kanker payudara, kanker usus besar, kanker prostat, dan kanker pankreas. Anda dapat memperoleh berbagai manfaat di atas dengan terus mengkonsumsi berbagai jenis makanan dengan indeks glikemik yang sangat rendah atau rendah. Sumber: whfoods
 25 Mar 2019    08:00 WIB
Manfaat Asam Jawa Bagi Kesehatan
Kandungan Nutrisi di Dalam Asam JawaAsam jawa merupakan buah tinggi kalori, di mana setiap 100 gramnya mengandung sekitar 240 kalori. Asam jawa mengandung banyak karbohidrat dan serat. Selain itu, asam jawa juga mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, vitamin K, kalsium, zat besi, seng, kalium, magnesium, dan fosfor.1.  Membantu Menurunkan Kolesterol dan Menjaga Kesehatan JantungNiasin di dalam asam jawa dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL secara signifikan. Mengkonsumsi asam jawa bersama dengan air putih secara teratur dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol LDL hingga lebih dari 50%. Berbagai antioksidan di dalam asam jawa dapat membantu menurunkan proses oksidasi kolesterol sehingga dapat membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah akibat terbentuknya plak lemak pada pembuluh darah dan mencegah terjadinya penyakit jantung koroner. Serat di dalam asam jawa juga dapat membantu menyerap garam empedu yang dihasilkan oleh kolesterol dan mengeluarkannya dari dalam tubuh anda.2.  Membantu Menurunkan Kadar Gula DarahAsam jawa dapat membantu produksi insulin sehingga dapat menjaga keseimbangan kadar gula darah anda. Mengkonsumsi asam jawa juga dapat membantu menghambat kerja amilase, karena asam jawa dapat menghambat efek karbohidrat. Tannin merupakan antioksidan yang terdapat di dalam asam jawa yang dapat menghambat proses oksidasi dan mencegah terjadinya kerusakan di dalam pankreas.3.  Menutrisi KulitAsam jawa juga mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi kulit. Asam jawa mengandung vitamin C, berbagai antioksidan, flavonoid, dan asam alfa hidroksil. Kesemua hal ini dapat membantu melindungi kulit dari radiasi sinar UV yang berbahaya dan mencegah stress akibat proses oksidasi. Mengkonsumsi asam jawa dapat mencegah pembentukan noda hitam dan kerutan pada kulit serta membuat kulit terasa lebih lembut dan kenyal. Asam jawa juga mengandung agen anti inflamasi dan agen antiseptik sehingga dapat mencegah terjadinya eksim. 4.  Membantu Kerja Sistem PencernaanDi dalam asam jawa terdapat banyak vitamin C dan serat yang dapat membantu produksi enzim-enzim pencernaan yang dapat membantu proses pencernaan makanan dan pengeluaran berbagai zat beracun dari dalam tubuh. Asam jawa juga mengandung agen laksatif yang dapat membantu memperlancar buang air besar.5.  Mencegah KankerAsam jawa mengandung banyak antioksidan sehingga dapat membantu mencegah terjadinya kanker. Berbagai antioksidan ini dapat menghambat proses oksidatif dan radikal bebas. Asam jawa juga mengandung asam tartaric yang dapat membantu mencegah terjadinya kanker usus besar, kanker pankreas, dan kanker kulit.6.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari asam jawa bagi kesehatan adalah:•  Dianjurkan agar dikonsumsi oleh penderita demam malaria dan jaundice•  Membantu mengatasi flu, batuk, dan demam•  Membantu mengatasi hidung tersumbat dan mengencerkan dahak (dianjurkan agar dikonsumsi dengan air hangat atau susu)•  Membantu menjaga kesehatan mata (karotenoid)•  Membantu mengatasi mata kering dan gatal pada mata (polisakarida)Sumber: foodtofitness
 08 Mar 2019    16:00 WIB
Kadar Testosteron dan Hubungannya Dengan Berbagai Gangguan Kesehatan
Defisiensi atau kekurangan hormon testosteron diduga memiliki hubungan dengan berbagai gangguan kesehatan lainnya, seperti diabetes, sindrom metabolik, obesitas, dan tekanan darah tinggi. Akan tetapi, rendahnya kadar testosteron bukanlah penyebab berbagai gangguan kesehatan tersebut, berbagai gangguan kesehatan inilah yang menyebabkan penurunan kadar testosteron. Penelitian menunjukkan bahwa pria yang menderita obesitas, diabetes, ataupun tekanan darah tinggi memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami penurunan kadar testosteron.   Diabetes Pria yang menderita diabetes memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami penurunan kadar testosteron dan begitu pula sebaliknya. Testosteron meningkatkan kemampuan berbagai jaringan tubuh untuk menggunakan gula di dalam darah saat insulin bekerja. Pria dengan kadar testosteron yang rendah lebih sering mengalami resistensi insulin. Hal ini merupakan salah satu penyebab terjadinya diabetes tipe 2.   Obesitas Pria dengan berat badan berlebih atau obesitas biasanya memiliki kadar testosteron yang lebih rendah dan pria dengan kadar testosterone yang rendah juga lebih mudah mengalami peningkatan berat badan. Sel lemak dapat memetabolisme testosteron menjadi estrogen dan mengakibatkan penurunan kadar testosteron. Selain itu, obesitas juga menurunkan kadar protein pengikat hormon testosteron yang juga mengakibatkan penurunan kadar testosteron. Penurunan berat badan melalui berolahraga dapat meningkatkan kadar testosteron. Penggunaan suplemen testosteron pada pria dengan kadar testosterone yang rendah dapat menurunkan berat badan walaupun hanya sedikit.   Sindrom Metabolik Sindrom metabolik merupakan suatu kumpulan gejala, yang berupa peningkatan kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, obesitas (terutama penumpukan lemak di perut), dan peningkatan kadar gula darah. Sindrom metabolik meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung dan stroke. Berdasarkan penelitian, pria dengan kadar testosteron yang rendah memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita sindrom metabolik. Pada suatu penelitian, ditemukan bahwa terapi pengganti hormon testosterone dapat memperbaiki kadar gula darah dan obesitas pada pria dengan kadar testosteron yang rendah.   Penyakit Jantung Sebagian besar ahli menduga bahwa peningkatan kadar hormon testosterone berhubungan dengan peningkatan kejadian tekanan darah tinggi dan penyakit jantung pada pria usia muda. Dengan demikian, testosteron diduga memiliki efek yang tidak baik bagi jantung anda. Tetapi, testosteron tetap diperlukan untuk menjaga kesehatan pembuluh darah anda, karena testosteron juga akan diubah menjadi estrogen, yang dapat melindungi pembuluh darah anda dari kerusakan. Akan tetapi, kekurangan hormon testosteron berhubungan dengan peningkatan kejadian resistensi insulin, diabetes, dan obesitas yang juga meningkatkan resiko penyakit jantung. Selain itu, pria dengan diabetes dan kadar testosteron yang rendah memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah akibat penumpukan lemak).   Gangguan Kesehatan Lainnya Depresi Berdasarkan penelitian, kadar testosteron yang rendah meningkatkan resiko kejadian depresi pada pria lanjut usia sampai dua kali lipat. Disfungsi Ereksi Walaupun sebagian besar disfungsi ereksi disebabkan oleh aterosklerosis, akan tetapi sebagian besar penderita aterosklerosis seperti pada penderita diabetes, sindrom metabolik, maupun obesitas juga memiliki kadar testosteron yang rendah. Tekanan Darah Tinggi Kadar testosteron yang terlalu tinggi meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, akan tetapi tekanan darah tinggi juga sering ditemukan pada pria dengan kadar testosteron yang rendah. Sumber: webmd
 27 Feb 2019    08:00 WIB
Cegah Kanker dan Penyakit Lainnya Dengan Buah Sirsak
Kandungan Nutrisi Dalam SirsakSetiap 100 gram sirsak mengandung 70 kalori. Sirsak kaya akan karbohidrat dan serat. Berbagai vitamin dan mineral yang terdapat di dalam sirsak adalah vitamin B, vitamin C, magnesium, kalsium, kalium, fosfor, dan natrium. Manfaat Sirsak Bagi Kesehatan: Mencegah KankerSirsak membantu menurunkan jumlah reseptor faktor pertumbuhan epidermal sehingga dapat mencegah berkembangnya sel-sel kanker. Acetogenin di dalam sirsak merupakan suatu zat antikarsinogenik dan membantu menghambat kerja nikotinamid adenin dinukleotida oksidase dari sel kanker. Membantu Menurunkan Berat BadanSirsak mengandung kalori yang sangat rendah dan memiliki banyak nutrisi dan serat yang membuat anda merasa kenyang lebih lama. Daun sirsak juga dapat digunakan untuk menurunkan berat badan. Menjaga Kecantikan KulitSirsak dapat menjaga kecantikan kulit anda dengan cara:•  Membantu menutrisi kulit anda•  Membuang berbagai racun dari dalam tubuh (vitamin C)•  Membuat kulit lebih kenyal dan lembut (vitamin C)•  Mengurangi jerawat dan bisul (zat anti inflamasi)•  Membantu penyembuhan luka (zat anti bakterial)•  Melindungi tubuh dari berbagai radikal bebas dan mencegah terjadinya proses penuaan dini, termasuk pembentukan keriput dan pigmentasi (antioksidan seperti polifenol, saponin, dan bioflavonoid)•  Mencegah kekambuhan eksim dengan cara menempelkan daun sirsak pada daerah kulit yang terkena Menurunkan Tekanan DarahKarena sirsak mengandung kalium yang cukup tinggi, maka sirsak dapat membantu memperlancar sirkulasi darah anda sehingga tekanan darah anda pun turun. Mencegah DiabetesSirsak mengandung banyak acetogenin (suatu zat fitokimia) yang dapat membantu mengatur kadar gula di dalam tubuh. Kandungan serat yang tinggi di dalam sirsak juga dapat membantu memperlambat proses pencernaan dan mengendalikan kadar gula darah anda. Menurunkan DemamSirsak juga mengandung zat antipiretik (penurun panas) dan anti parasit yang berguna untuk menurunkan demam, mengatasi batuk dan flu. Daun sirsak juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Manfaat LainnyaBerbagai kegunaan sirsak bagi kesehatan anda adalah:•  Membantu meredakan pembengkakan, radang sendi, nyeri sendi, dan nyeri punggung (zat anti inflamasi)•  Membantu menguatkan tulang dan menurunkan resiko osteoporosis (kaya akan kalsium dan fosfor)•  Membantu mengurangi rasa cemas dan depresi, dapat memperbaiki mood, dan membuat tidur lebih nyenyak (triptofan)•  Mencegah terjadinya infeksi saluran air kemih karena sirsak mengandung banyak air•  Membantu mengatasi infeksi (zat anti bakterial) Sumber: foodtofitness
 11 Feb 2019    10:00 WIB
Hubungan Antara Hepatitis C dan Diabetes
Hepatitis C merupakan infeksi virus hepatitis C pada hati yang menyebabkan hati membengkak akibat peradangan pada sel-sel hati. Keadaan ini dapat menyebabkan gangguan pada fungsi hati.Virus hepatitis C dapat ditularkan melalui darah. Tidak ada vaksin yang dapat mencegah terjadinya infeksi virus hepatitis C ini. Hati merupakan organ yang berfungsi untuk membantu pencernaan makanan, tempat penyimpanan cadangan makanan (gula/glukosa), mencegah terjadinya infeksi, dan membuang berbagai zat beracun dari dalam tubuh.Hubungan Hepatitis C dan DiabetesSelain mengganggu fungsi hati, hepatitis C ternyata juga dapat menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 biasanya terjadi akibat hepatitis C kronik (penyakit telah terjadi dalam waktu yang lama). Hal ini terjadi akibat gangguan salah satu fungsi hati yaitu gangguan penyimpanan glukosa, di mana hati tidak mampu menyimpan kelebihan glukosa di dalam darah sehingga kadar gula darah meningkat (hiperglikemia). Sebaliknya, diabetes juga dapat menyebabkan terjadinya hepatitis C. Hal ini terjadi akibat kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol dalam waktu lama menyebabkan hati harus bekerja lebih keras hingga akhirnya meradang. Menurut the American Diabetes Association(ADA), sekitar 80% penderita diabetes mengalami penumpukkan glukosa yang berlebihan pada hati yang menyebabkan hati lebih sulit melawan berbagai infeksi, termasuk infeksi virus hepatitis C.Terapi Insulin dan Hepatitis CInsulin merupakan salah satu obat diabetes yang banyak digunakan, terutama bila kadar gula darah anda tidak dapat dikendalikan dengan pemberian obat anti diabetika oral. Akan tetapi, bila anda juga menderita hepatitis C, maka penggunaan insulin mungkin harus kembali dipertimbangkan. Insulin dapat menyebabkan perubahan metabolisme hati dan menurunkan kemampuan hati untuk melawan berbagai infeksi. KomplikasiMenderita diabetes dan hepatitis C dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi lain, seperti sirosis hati (menyebabkan peningkatan kadar insulin yang dapat mempengaruhi pengobatan diabetes) dan gagal hati yang dapat berakibat fatal. Anda mungkin membutuhkan tindakan transplantasi hati untuk mengatasi kedua komplikasi berbahaya ini. Walaupun tidak semua penderita hepatitis C akan mengalami diabetes dan sebaliknya, akan tetapi mereka tetap memiliki resiko yang lebih tinggi. Oleh karena itu, penderita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan sedini mungkin sehingga dapat mendeteksi gangguan lain sedini mungkin dan memperoleh pengobatan secepatnya. Sumber: healthline