Your browser does not support JavaScript!
 18 Oct 2016    15:00 WIB
Perkembangan Kehamilan Anda (Minggu 9-12)
Minggu 9Bayi: bayi anda sudah sebesar kacang. Kepalanya sudah lebih tegak dan leher telah lebih berkembang. Pada pemeriksaan USG anda dapat melihat pergerakan bayi anda, walaupun anda belum dapat merasakan pergerakannya.Ibu: rahim anda terus membesar dan anda mungkin sudah mulai merasakan perut anda mulai membesar. Akan tetapi, kehamilan anda masih belum terlihat. Berat badan anda belum banyak bertambah, terutama karena anda mengalami penurunan nafsu makan, mengidam, dada terasa terbakar, ganggguan pencernaan, mual, dan perut kembungMakanlah makanan yang banyak mengandung kalsium, seperti keju, ikan sarden, dan brokoli. Minggu 10Bayi: bayi anda masih sangat kecil, tetapi sudah terlihat dan bergerak seperti bayi. Tangan dan kakinya sudah bertambah panjang dan dapat menekuk pada bagian siku dan lutut.Ibu: rahim anda sekarang sudah sebesar jeruk bali. Perut anda belum terlihat terlalu besar, tetapi anda mulai merasa lebih nyaman menggunakan baju-baju yang longgar. Anda mulai merasa mudah lelah dan mood anda mudah berubah-ubah. Mulailah membeli bra khusus ibu hamil dan ibu menyusui. Minggu 11Bayi: bayi anda masih terus bertumbuh. Denyut jantung bayi samar-samar mulai dapat terdengar pada pemeriksaan dengan Doppler. Alat kelamin sudah mulai berkembang, tetapi masih belum dapat dibedakan jenis kelaminnya.Ibu: mulai tampak pengaruh dari hormon-hormon kehamilan pada tubuh anda. Rambut, kuku jari tangan, dan kuku jari kaki tumbuh lebih cepat. Selain itu, kulit anda juga tampak lebih berminyak dan mulai timbul jerawat.Periksakanlah kesehatan gigi dan gusi anda ke dokter gigi setidaknya satu kali selama kehamilan. Gusi anda mungkin menjadi lebih mudah berdarah karena pengaruh hormone kehamilan dan peningkatan volume darah, gunakanlah sikat gigi yang lebih lembut. Minum suplemen kalsium untuk tetap menjaga keutuhan gigi anda. Minggu 12Bayi: seluruh bagian tubuh bayi anda sedang berkembang, mulai dari tonjolan gigi sampai kuku jari kaki. Bayi anda akan terus membesar. Pada akhir minggu ini, kemungkinan terjadinya keguguran menurun drastis.Ibu: anda merasa lebih bersemangat sekarang. Berat badan anda telah bertambah sekitar 1-3 kg. Pasangan anda juga mungkin mulai merasakan gejala-gejala kehamilan seperti mual, nyeri perut, perubahan nafsu makan, dan peningkatan berat badan.Jangan khawatir tentang stretch mark yang mulai timbul pada payudara, perut, pinggul, dan bokong selama kehamilan. Stretch mark ini akan memudar setelah melahirkan. Penggunaan krim anti stretch mark tidak akan mengurangi atau menghilangkannya. Seberapa jelas stretch mark terlihat tergantung pada elastisitas kulit anda. Bulan 3 KehamilanPada akhir bulan ketiga kehamilan, bayi anda telah terbentuk sempurna, dengan kaki, tangan, jari-jari tangan dan kaki. Tangan kecilnya dapat membuka dan menutup. Jari-jari tangan dan kaki mulai bertumbuh, dan telinga mulai terlihat. Gigi mulai terbentuk. Organ reproduksi bayi anda mulai berkembang, tetapi jenis kelaminnya masih belum dapat ditentukan pada pemeriksaan USG. Sirkulasi dan sistem saluran kemih mulai berfungsi, dan hati juga mulai memproduksi cairan empedu.  Baca juga: Perkembangan Kehamilan Anda (Minggu ke 1-4) Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd  
 09 Sep 2015    12:00 WIB
OMG! Patah Hati Benar-Benar Dapat Menyebabkan Hati Patah?!
Anda mungkin sudah sering melihat gambaran hati terbelah pada berbagai film kartun saat seseorang patah hati, akan tetapi tahukah Anda bahwa patah hati ternyata memang benar-benar mempengaruhi kesehatan jantung Anda?   Sindrom patah hati (broken heart syndrome) atau kardiomiopati takotsubo atau stress kardiomiopati merupakan suatu gangguan jantung sementara yang terjadi akibat adanya peristiwa yang membuat seseorang merasa sangat tertekan, misalnya kematian pasangan hidup.   Sindrom patah hati lebih sering terjadi pada wanita, terutama mereka yang telah berusia 50 tahun atau lebih. Penderita sindrom patah hati ini biasanya mengalami gangguan fungsi pompa jantung sementara, sementara fungsi jantung lainnya tetap normal. Gejala sindrom patah hati dapat menyerupai gejala serangan jantung seperti nyeri dada dan sesak napas. Gejala ini biasanya membaik atau menghilang dengan sendirinya dalam waktu 1 minggu.   Kabar baiknya adalah sindrom patah hati biasanya dapat diobati. Sebagian besar penderita biasanya akan mengalami perbaikan gejala atau sembuh dalam waktu beberapa minggu. Kabar buruknya adalah sindrom patah hati ini dapat menyebabkan kegagalan otot jantung berat, yang tentu saja akan mengancam jiwa penderitanya.   Baca juga: Obati Patah Hati Dengan Mengkonsumsi Empat Makanan Ini   Apa Penyebabnya? Penyebab pasti dari sindrom patah hati hingga saat ini belum diketahui. Para ahli menduga gangguan ini terjadi akibat peningkatan mendadak dari berbagai hormon stress, termasuk adrenalin, yang menyebabkan gangguan sementara pada jantung seseorang.   Beberapa kejadian atau peristiwa yang dapat memicu terjadinya sindrom patah hati adalah: Meninggalnya orang tercinta Saat menerima diagnosis suatu penyakit mematikan Mengalami kekerasan rumah tangga Kehilangan uang dalam jumlah besar Menjadi korban bencana alam Saat diberikan pesta kejutan Saat merasa gugup untuk tampil di depan umum Kehilangan pekerjaan Perceraian Gangguan fisik misalnya saat seseorang mengalami serangan asma, kecelakaan lalu lintas, atau baru saja menjalani prosedur pembedahan besar Konsumsi obat-obatan tertentu seperti epinefrin, obat anti depresi, dan obat tiroid   Apa Saja Gejalanya? Gejala yang paling sering ditemukan pada sindrom patah hati adalah nyeri dada dan sesak napas. Gejala ini dapat terjadi pada orang yang tidak pernah memiliki riwayat gangguan jantung sebelumnya.   Beberapa gejala lainnya yang dapat ditemukan adalah denyut jantung tidak teratur dan syok kardiogenik. Syok kardiogenik merupakan suatu keadaan di mana jantung tiba-tiba melemah dan tidak dapat memompa cukup banyak darah ke seluruh tubuh. Keadaan ini membutuhkan penanganan segera karena dapat menyebabkan terjadinya kematian.   Apa Perbedaan Sindrom Patah Hati Dengan Serangan Jantung? Serangan jantung biasanya terjadi akibat adanya penyempitan pembuluh darah jantung, baik sebagian atau seluruhnya. Penyempitan ini biasanya terjadi akibat adanya bekuan darah yang terbentuk di daerah dinding pembuluh darah yang memang telah dipenuhi oleh tumpukkan lemak.   Sementara itu, pada sindrom patah hati, biasanya tidak ditemukan penyempitan atau sumbatan apapun pada pembuluh darah jantung, tetapi aliran darah di dalam pembuluh darah jantung berkurang. Perbedaan lainnya yang dapat Anda temukan adalah: Perbedaan hasil rekaman irama jantung (EKG)Pada pemeriksaan darah, tidak ditemukan adanya kerusakan pada jantung Tidak ditemukan adanya sumbatan pada pembuluh darah jantung Ditemukan pembesaran bilik jantung kiri sehingga jantung tidak dapat memompa darah dengan baik Masa penyembuhan lebih cepat, biasanya hanya dalam beberapa hari hingga beberapa minggu Untuk memonitor kesehatan jantung penderita, dokter biasanya akan menganjurkan penderita untuk melakukan pemeriksaan EKG dan ECG (echocardiogram) 1 bulan setelah penderita didiagnosa menderita sindrom patah hati.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: heart, mayoclinic