Your browser does not support JavaScript!
 19 Sep 2016    18:00 WIB
Pertolongan Pertama Pada Henti Jantung
Kematian mendadak akibat berhentinya fungsi jantung merupakan salah satu hal yang semakin sering terjadi. Kematian mendadak ini sering terjadi pada orang dewasa dan resikonya meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Kematian mendadak akibat henti jantung lebih sering terjadi pada pria daripada wanita dan jarang pada anak-anak. Kematian mendadak akibat henti jantung dapat dicegah bila orang tersebut mendapat pertolongan secepatnya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah: Hubungi atau panggil petugas kesehatan terdekat Melakukan tindakan RJP (resusitasi jantung paru) Defibrilasi merupakan suatu tindakan mengembalikan irama jantung normal. Sebagian besar kematian mendadak akibat henti jantung terjadi akibat fibrilasi ventrikel. Alat defibrilasi berupa AED dapat ditemukan pada berbagai tempat umum untuk digunakan pada kasus gawat darurat, seperti di mal atau bandara Bila tindakan defibrilasi berhasil mengembalikan denyut jantung, maka diperlukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit terdekat Keempat langkah di atas dapat membantu meningkatkan angka ketahanan hidup hingga 90% jika dilakukan pada beberapa menit setelah henti jantung terjadi dan menurun sebanyak 10% setiap menitnya.   Apa Itu RJP ? RJP atau resusitasi jantung paru merupakan suatu tindakan pertama pada henti jantung dan atau henti napas. Pada henti jantung, sirkulasi darah di dalam seluruh tubuh berhenti dan menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Oleh karena itu, tindakan RJP merupakan tindak pertama yang sangat penting pada beberapa menit pertama setelah henti jantung dan atau henti napas. Cara melakukan RJP adalah dengan memberikan penekanan pada dada sebanyak 30 kali kemudian dilanjutkan dengan memberikan napas buatan melalui mulut sebanyak 2 kali. Tindakan ini dapat diulang sampai jumlah yang diperlukan. Tindakan RJP ini berfungi untuk menjaga sirkulasi darah ke seluruh tubuh tetap berlangsung selama henti jantung. RJP merupakan tindakan pertolongan pertama untuk menjaga sirkulasi darah, bukan untuk mengembalikan fungsi jantung. RJP biasanya dilakukan sampai tindakan defibrilasi dapat dilakukan.   Apa Itu AED ? AED atau automatic external defibrillator merupakan suatu alat defibrilasi yang bekerja secara otomatis. Alat ini berfungsi untuk mengalirkan arus listrik melalui dinding dada ke jantung. AED dapat menunjukkan irama jantung seseorang dan menentukan apakah orang tersebut memerlukan tindakan defibrilasi dan bila tindakan defibrilasi diperlukan, maka alat ini akan langsung mengalirkan arus listrik. AED merupakan suatu alat defibrilasi yang dibuat agar dapat digunakan oleh semua orang karena dapat membaca irama jantung dan menentukan keperluan defibrilasi. Kombinasi tindakan RJP dan defibrilasi oleh AED ataupun defibrilasi manual dapat sangat membantu orang yang mengalami henti jantung. Perlu diingat bahwa baik AED maupun defibrilasi hanya dapat diberikan pada orang yang mengalami kelainan irama jantung dan bukan pada henti jantung. Pertolongan yang dapat dilakukan pada keadaan henti jantung adalah RJP. Baca juga: Ketahui Empat Gejala Awal Jantung yang Tidak Sehat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: webmd