Your browser does not support JavaScript!
 07 Jan 2019    16:00 WIB
Apa Bahaya Dari Mengkonsumsi Terlalu Banyak Daging Merah?
Berdasarkan sebuah penelitian, mengkonsumsi terlalu banyak daging merah dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes tipe 2. Pada penelitian ini, para peneliti menganalisa data dari 3 buah penelitian yang terdiri dari kuesioner mengenai makanan dan data kesehatan dari lebih dari 149.000 orang pria dan wanita di Amerika. Para peneliti kemudian membandingkan data di antara para peserta penelitian, yaitu para peserta penelitian yang tidak mengubah konsumsi daging merahnya dan para peserta penelitian yang meningkatkan konsumsi daging merahnya sebanyak lebih dari setengah porsi setiap harinya. Para peneliti menemukan bahwa para peserta penelitian yang mengkonsumsi lebih banyak daging merah ternyata mengalami peningkatan resiko untuk menderita diabetes tipe 2 hingga 48% setelah meningkatkan konsumsi daging merahnya selama lebih dari 4 tahun. Sebaliknya, para peserta penelitian yang mengurangi konsumsi daging merahnya hingga setidaknya setengah porsi setiap harinya justru mengalami penurunan resiko menderita diabetes tipe 2 hingga 14%. Pada penelitian ini, para peneliti tidak menyelidiki mengapa banyak mengkonsumsi daging merah dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes. Akan tetapi, para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan beberapa jenis potongan daging merah mengandung banyak lemak jenuh, yang berdasarkan berbagai penelitian sebelumnya ternyata berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya penyakit jantung dan peningkatan resistensi insulin. Walaupun demikian, bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh mengkonsumsi lemak jenuh. Sekitar kurang dari 10% konsumsi kalori harian Anda haruslah berasal dari lemak jenuh. Beberapa jenis makanan yang mengandung banyak lemak jenuh adalah susu full cream, keju tinggi lemak, dan berbagai jenis makanan lain yang mengandung banyak mentega. Hal ini bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh mengkonsumsi daging merah, Anda hanya perlu memilih bagian daging yang tidak mengandung terlalu banyak lemak seperti sirloin atau tenderloin.     Sumber: womenshealthmag
 25 Nov 2018    18:00 WIB
Diet Vegetarian Mampu Memanaskan Kehidupan Seks
Diet vegetarian saat ini semakin populer. Pola makan yang tidak mengkonsumsi daging menjadi salah satu pilihan diet yang digemari. Diet yang terdiri dari buah-buahan, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian mungkin rasanya tidak menyenangkan. Namun ternyata diet seperti ini memiliki banyak manfaat, selain untuk kesehatan. Ternyata menjalankan diet vegetarian juga berefek pada kehidupan seksual Anda. Ingin tahu mengapa diet vegetarian dapat bermanfaat untuk kehidupan seks Anda, silahkan simak ulasan dibawah ini: Kulit menjadi halus dan kenyal Memiliki kulit yang halus dan kenyal akan membuat Anda semakin percaya diri termasuk saat melakukan hubungan seks. Pola diet vegetarian membuat Anda banyak konsumsi sayur dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C. Hal ini akan membantu proses metabolisme kolagen dan meningkatkan elastisitas kulit, sehingga membuat kulit menjadi halus, kenyal dan bercahaya. Selain itu buah-buahan dan sayuran yang tinggi antioksidan akan membantu melawan efek radikal bebas dan agen anti-peradangan yang dapat merusak kulit. Mentimun, semangka, dan melon juga dapat membantu melembabkan kulit, benjolan keluar garis-garis halus, dan memberikan cahaya bersinar. Cairan tubuh dan bau badan lebih harum Menjalankan diet vegetarian akan membuat pasangan Anda semakin bergairah pada Anda, tanpa menggunakan wewangian dari luar. Diet vegetarian yang tinggi konsumsi buah-buahan dan sayuran, akan menjaga tubuh Anda berbau segar. Sebuah studi tahun 2006 yang diterbitkan dalam jurnal Chemical Senses menemukan bau badan seorang vegetarian dinilai lebih menarik dan lebih menyenangkan dibandingkan dengan seorang pemakan daging. Bau tubuh yang semakin menggoda tentu akan membuatnya semakin bergairah untuk bercinta dengan Anda. Meningkatkan lubrikasi vagina Diet vegetarian membantu secara alami untuk meningkatkan lubrikasi vagina, karena konsumsi buah-buahan dan sayuran yang mengandung banyak air membuat tubuh lebih terhidrasi. Makanan yang kaya akan asam lemak omega 3 seperti biji bunga matahari, labu mentah, salmon dapat membantu memberi nutrisi untuk seorang wanita yang mengalami kekeringan pada vagina. Peningkatan lubrikasi vagina secara alami membantu Anda mengurangi penggunaan pelumas buatan dan membuat wanita tersebut menjadi lebih percaya diri. Meningkatkan Aliran Darah Pola diet vegetarian akan membantu membersihkan plak di dinding pembuluh darah, sehingga membantu meningkatkan aliran darah keseluruh bagian tubuh salah satunya adalah alat kelamin pria. Aliran darah yang lancar ke alat kelamin pria akan membantunya untuk ereksi lebih lama dan dapat membuat wanita mengalami orgasme berulang. Selain itu, melakukan diet vegetarian dapat membantu penurunan berat badan pada pria, hal ini akan membantu dalam performa seks seorang pria. Lebih Bahagia dan mengurangi stres Konsumsi buah-buahan dan sayuran secara efektif dapat meningkatkan kadar serotonin, hormon yang membuat Anda merasa lebih bahagia dan ingin melakukan lebih banyak hubungan seks. Tingginya konsumsi asam lemak, khususnya asam arakidonat, asam arakidonat atau asam lemak omega-6 cair yang dalam jumlah kecil penting bagi tubuh manusia. Namun bila terlalu banyak konsumsi asam arakidonat dari sumber makanan dapat mengganggu mood dan memperburuk penyakit inflamasi seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, lupus, alergi, dan radang sendi. Penyakit-penyakit ini tentu saja bisa mengganggu performa seks seseorang. Ternyta ada banyak manfaat dari diet vegetarian, untuk mendapatkan manfaat dari diet ini selain menjalankan pola diet tersebut disarankan untuk tetap berolahraga secara rutin dan perhatikan pola makanan vegetarian yang baik agar terpenuhi kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan. Baca juga: Gejala dan Pencegahan Gangguan Seksual Pada Pria Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: medicaldaily
 20 Jun 2018    13:00 WIB
Mengapa Konsumsi Daging Merah Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Penyakit Jantung?
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa konsumsi daging merah mungkin dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung Anda. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa bakteri di dalam usus dapat mengubah L-carnitine, sejenis nutrisi yang terdapat di dalam daging merah, menjadi berbagai jenis zat yang dapat memicu terjadinya aterosklerosis (penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung). Memiliki kadar L-carnitine yang terlalu tinggi di dalam tubuh dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Penelitian sebelumnya bahkan menemukan bahwa L-carnitine merupakan prediktor yang lebih baik untuk menemukan kemungkinan terjadinya penyakit jantung daripada kadar kolesterol di dalam darah. Akan tetapi, para peneliti juga mengingatkan bahwa L-carnitine bukanlah satu-satunya penyebab timbulnya masalah ini, akan tetapi juga bakteri di dalam usus Anda. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan resiko penyakit jantung pada orang yang sering mengkonsumsi daging merah. Untuk saat ini, para peneliti menyarankan agar para pembaca membatasi konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung L-carnitine, terutama daging merah. Selain itu, minuman energi, beberapa jenis suplemen tertentu, ikan, dan ikan juga mengandung L-carnitine, walaupun dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan daging merah.  Baca juga: Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 10 Feb 2018    10:00 WIB
Seberapa Banyak Protein yang Anda Butuhkan?
Kalori bukanlah satu-satunya hal yang harus Anda perhatikan saat Anda bertambah tua. Protein juga harus menjadi perhatian Anda karena penting untuk mempertahankan kekuatan otot Anda. kekuatan dan keseimbangan otot menjadi sangat penting karena Anda sangat memerlukannya dalam aktifitas Anda sehari-hari seperti berjalan, naik tangga dan lainnya. protein juga menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan imunitas tubuh yang akan menjaga tubuh agar tidak sakit.   Jadi seberapa banyak protein yang Anda butuhkan? Wanita harus mendapat 46 gram protein perhari dan laki-laki membutuhkan 56 gram. Seseorang dengan kondisi gangguan ginjal mungkin membutuhkan protein lebih sedikit. Mencukupkan kebutuhan protein Anda akan membuat Anda memakan kalori lebih sedikit.   Berikut adalah berbagai jenis makanan yang mengandung protein tinggi: •  Daging merahDaging sapi, babi dan lembu merupakan jenis daging merah yang mengandung protein tinggi, tetapi juga dapat meningkatkan resiko peningkatan kolesterol dan sumbatan di pembuluh darah arteri. Pilihlah daging yang bebas lemak. Makanlah daging merah dengan porsi yang sepantasnya. Setiap 3 ons daging merah mengandung 21 gram protein. •  Daging unggas dan telurPilihlah daging unggas seperti dada ayam tanpa kulit dan kalkun. Setiap 3 gram dada ayam mengandung 31 gram protein, lebih dari separuh protein yang Anda butuhkan setiap hari. Peneliti mengatakan memakan sebutur telur setiap hari tidak akan meningkatkan kemungkinan penyakit jantung pada orang yang sehat. tetapi jika Anda sudah mengalami peningkatan kolesterol, penyakit jantung atau diabetes, Anda harus mengurangi asupan kolesterol dan memakan tidak lebih dari tiga butir telur dalam satu minggu. •  Makanan lautSelain sumber protein, makanan laut mengandung lemak jenuh yang sangat rendah dan kaya omega-3. Setiap 3 ons salmon steak mengandung 17 gram protein •  Produk susuProduk susu sangat baik untuk membangun kekuatan otot. Susu juga membantu menurunkan tekanan darah dan menurunkan terjadinya diabetes. Satu gelas susu skim mengandung 8 gram protein. •  Kacang kedelaiKacang kedelai memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Anda bisa mengkonsumsinya dalam bentuk edamame, susu kedelai, dan miso. Satu gelas edamame masak mengandung 29 gram protein. •  Sayur-sayuran dan kacang-kacanganAnda dapat memperoleh protein dari makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti sayuran dan kacang. Segelas kacang matang mengandung 9 gram protein, setengah potong kantang mengandung 4 gram protein. •  Minuman protein Sumber protein terbaik adalah dari makanan tetapi jika Anda tidak dapat mencukupinya, Anda dapat mencoba mengkonsumsi bubuk protein, dan berbagai suplemen lainnya. Sumber: webmd
 28 Jun 2016    08:00 WIB
Terlalu Banyak Zat Besi Didalam Daging Dapat Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung
Para peneliti mengatakan bahwa zat besi yang ada di daging merah dapat meningkatkan penyakit jantung, sementara zat besi yang ada di sayur-sayuran seperti di kacang tidak menimbulkan penyakit apapun.Penemuan ini menjawab pertanyaan tentang hubungan antara diet daging dengan penyakit jantung.Tipe zat besi yang sedang dibicarakan ini adalah zat besi heme, yang ditemukan pada makanan hewani, terutama pada sapi. Heme diserap lebih baik oleh tubuh dibandingkan kandungan zat besi non-heme yang ada di sayuran. Karena alasan inilah mengapa para ahli merekomendasikan daging sebagai sumber zat besi yang baik. Tetapi zat besi heme memiliki bioavailability yang mampu memotong jalur sistem regulasi zat besi yang sudah teratur dan dapat menyebabkan inflamasi dan kerusakan pembulug darah lainnya. hal ini dikatakan para peneliti di  Indiana University School of Public Health in Bloomington dan diterbitkan oleh  the Journal of Nutrition. Terlalu banyak zat besi didalam darah telah lama diduga sebagai penyebab terjadinya penyakit jantung dan bahkan kanker. Hal ini disimpulkan oleh sebuah studi yang melakukan analisa terhaapap 21 penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dan melibatkan hampir 300.000 orang selama 10 tahun.Analisis terbaru ini dibuat unik karena pertama kali dibuat untuk mempertimbangkan efek dari zat besi heme, non-heme dan total zat besi dari mereka yang beresiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Partisipan yang banyak mengkonsumsi zat besi heme yang terkandung pada ikan atau daging ternyata dapat meningkatkan resiko terkena penyakit jantung sebanyak 57%, dibanding mereka yang lebih sedikit mengkonsumsi zat besi heme. Berlawanan dengan hasil penelitian tersebut, zat besi non-heme yang terkandung pada makanan nabati tidak ada hubungannya sama sekali dengan peningkatan resiko penyakit jantung. Perbedaan susunan kimia antara zat besi heme dengan non-heme mungkin dapat menjelaskan perbedaan efek yang ditimbulkan. Zat besi merupakan komponen utama dari hemoglobin, yaitu protein pada sel darah merah yang berperan menghantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Secara umum tubuh menyerap zat besi heme lebih efisien dibandingkan zat besi non heme, dengan perbandingan 35% dibandingkan 5%. Oleh karena itu molekul heme yang berbentuk lingkaran sempurna dapat dikenali oleh tranporter heme selular sehingga mudah untuk diserap, bahkan saat orang tersebut sudah mencukupi kebutuhan zat besi. Saat diserap, zat besi dapat mempercepat proses oksidasi dari low-density lipoprotein (LDL), yang dikenal sebagai kolesterol jahat, dan menyebabkan terjadinya inflamasi. Inilah alasan mengapa zat besi heme pada daging merah dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah.Sumber: foxnews
 23 Jul 2015    18:00 WIB
Apa Itu Lem Daging?
Lem daging atau yang biasa dikenal dengan nama enzim transglutaminase sekarang ini telah banyak digunakan oleh industry daging untuk meningkatkan harga jual daging dengan cara “menempelkan” potongan-potongan kecil daging sehingga menjadi sebuah daging besar.   Baca juga: Dampak Buruk Berbagai Zat yang Ditambahkan Pada Makanan Bagi Kesehatan   Enzim transglutaminase ini tidak hanya dapat menempelkan daging sapi, tetapi juga dapat menempelkan berbagai jenis daging, termasuk daging ikan, daging ayam, dan berbagai jenis produk daging. Dari mana lem daging ini dihasilkan? Selama berpuluh-puluh tahun, sumber tunggal dari enzim transglutaminase adalah dari hati babi, walaupun sekarang ini telah banyak sumber lainnya yang lebih murah. Karena keuntungan besar yang dihasilkan dari penggunaan lem daging ini, maka sekarang ini banyak pabrik daging di Amerika yang menggunakan lem ini untuk membuat daging besar dari potongan-potongan daging kecil, yang bahkan dapat ditemukan pada steak. Para ahli mengkhawatirkan kesehatan orang-orang yang mengkonsumsi daging tempelan ini karena tidak diketahuinya kebersihan potongan-potongan daging yang ditempelkan ini. Beberapa ahli bahkan dapat menemukan bakteri E. coli pada tempat di mana daging di lem menjadi satu. Selain itu, para penderita intoleransi gluten mungkin dapat mengalami gangguan pencernaan saat mencerna daging yang ditempel dengan menggunakan lem daging ini, karena lem daging ini dapat memicu terjadi reaksi autoimun (reaksi alergi).   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: nutritionfacts
 08 May 2015    16:00 WIB
Benarkah Daging Merah Buruk Bagi Kesehatan?
Belakangan ini Anda tentunya telah mendengar berita mengenai pengaruh negatif konsumsi daging merah terhadap kesehatan. Bahkan beberapa penelitian menyebutkan, konsumsi daging merah memiliki kontribusi terhadap peningkatan resiko terjadinya kanker payudara, usus, dan ginjal.   Akan tetapi, tahukah Anda bahwa daging merah yang dianggap berbahaya ini ternyata juga memiliki beberapa manfaat positif bagi kesehatan Anda? Selain berfungsi sebagai sumber tenaga, daging juga mengandung berbagai nutrisi penting yang diperlukan oleh tubuh Anda untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik seperti di bawah ini.   SUMBER VITAMIN Daging merah ternyata mengandung berbagai vitamin seperti vitamin A, vitamin B, dan vitamin D yang berfungsi untuk menjaga kesehatan mata, gigi, tulang,  dan mendukung kerja sistem saraf pusat. Tidak hanya itu, konsumsi daging juga dapat membuat kulit menjadi lebih sehat.   SUMBER PROTEIN Daging mengandung sejumlah besar protein yang penting untuk tubuh. Selain berfungsi untuk memperbaiki dan membangun jaringan tubuh; protein juga berfungsi untuk membantu proses produksi antibodi yang akan melindungi tubuh dari berbagai jenis infeksi, dengan demikian protein juga turut berperan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Intinya, karena daging mengandung semua asam amino esensial, mereka berada di peringkat teratas sebagai salah satu sumber protein terbaik.   SUMBER MINERAL Selain vitamin dan protein, daging merah juga mengandung berbagai mineral yang dibutuhkan oleh tubuh seperti zat besi, seng, dan selenium. Zat besi yang ada pada hemoglobin memiliki fungsi penting dalam membantu proses penghantaran oksigen ke berbagai bagian tubuh. Sedangkan seng berfungsi untuk membantu proses pembentukan jaringan dan metabolisme tubuh.   Selain itu, selenium pada daging merah juga berfungsi untuk membantu metabolisme lemak dan berbagai bahan kimia di dalam tubuh.   Baca Juga: Berbagai Makanan Sumber Energi dan Penurun Berat Badan     Sumber: infosehat
 21 Jun 2014    10:00 WIB
Daging Merah Bisa Tingkatkan Resiko Kanker Payudara
Wanita yang banyak makan daging merah ternyata dapat meningkatkan resiko kanker payudara sampai mendekati 25%. Pernyataan ini berdasarkan penelitian selama 20 tahun dan menyertakan 89.000 wanita. Tetapi di pihak lain, dengan menggantikan konsumsi daging merah dengan kombinasi ikan, legumes, kacang dan daging unggas ternyata mampu menurunkan resiko kanker payudara sebanyak 14%. “Dengan membatasi asupan daging proses dan daging merah, dan menggantinya dengan kombinasi daging unggas, ikan, legumes dan kacang sebagai sumber protein pengganti daging merah ternyata membawa keuntungan yang berhubungan dengan kanker payudara”, kata Maryam Farvid, peneliti dari Harvard School of Public Health's Department of Nutrition. Dibandingkan wanita yang memakan satu porsi daging merah dalam satu minggu, wanita yang memakan 1,5 porsi daging merah setiap harinya ternyata mempunyai resiko 22% lebih tinggi terkena kanker payudara. Dan setiap tambahan porsi daging merah tampaknya akan meningkatkan resiko kanker payudara sampai 13%. Para peneliti juga mengatakan dengan mengganti daging merah dengan daging unggas akan menurunkan resiko kanker payudara. Dengan mengganti satu porsi daging merah dengan daging unggas akan menurunkan resiko kanker payudara sampai 17% dan bahkan sampai 24% pada wanita usia menopause. Mengurangi konsumsi daging merah dan menggantinya dengan bentuk protein lain yang lebih sehat ternyata memberikan efek signifikan untuk kesehatan secara keseluruhan. Manfaat lain yang bisa diperoleh misalnya menurunkan resiko terjadinya penyakit kronis lain seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes dan berbagai jenis kanker lainnya. Diduga daging merah dapat meningkatkan resiko kanker payudara dan berbagai penyakit lainnya karena pada proses produksinya memerlukan temperatur sangat tinggi untuk memasaknya. Kemungkinan lain adalah hormon yang digunakan untuk pertumbuhan dari sapi pedaging tersebut. Tambahan bahan kimia yang dimasukkan kedalam daging merah seperti nitrat dan nitrit diduga juga berhubungan dengan peningkatan resiko kanker payudara.   Sumber: webmd