Your browser does not support JavaScript!
 23 Jul 2019    18:00 WIB
Gejala dan Komplikasi Toksoplasmosis Kongenital
Gejala Toksoplasmosis KongenitalToksoplasmosis kongenital merupakan suatu keadaan di mana seorang bayi yang baru saja lahir telah menderita infeksi toksoplasma. Hal ini biasanya disebabkan karena sang ibu mengalami infeksi toksoplasma saat hamil. Jika bayi anda mengalami toksoplasmosis kongenital, gejala yang dialaminya dapat berbeda-beda tergantung pada kapan anda (ibu) terinfeksi oleh toksoplasma. Jika anda (ibu) terinfeksi oleh toksoplasma pada awal terjadinya kehamilan (saat pembuahan, yaitu saat sperma dan sel telur bertemu) atau sebelum kehamilan berusia 27 minggu, maka gejala yang timbul dapat lebih berat. Gejala yang dapat terjadi adalah:•  Adanya penumpukkan cairan otak di dalam kepala (hidrosefalus)•  Kerusakan otak•  Epilepsi•  Jaundice (kulit dan bagian putih mata bayi berwarna kuning)•  Tuli•  Cerebral palsy (suatu keadaan yang terjadi akibat gangguan pada perkembangan otak)•  Gangguan pertumbuhan•  Infeksi mata atau gangguan penglihatan Jika anda (ibu) terinfeksi oleh toksoplasma setelah kehamilan berusia 27 minggu, gejala toksoplasmosis mungkin tidak tampak saat bayi baru lahir dan baru muncul di kemudian hari, kadang-kadang beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian. Gejala yang dapat terjadi adalah:•  Gangguan penglihatan•  Kesulitan belajar•  Hilangnya pendengaran Pada sebagian besar kasus, bayi yang terlahir dengan toksoplasmosis kongential dapat diobati dengan pemberian antibiotika sehingga bayi dapat bertumbuh dan berkembang dengan normal.Komplikasi Toksoplasmosis KongenitalSekitar 4% bayi dengan toksoplasmosis kongenital dapat mengalami komplikasi berat pada beberapa tahun pertama kehidupannya. Komplikasi berat yang dapat terjadi adalah:•  Gangguan penglihatan permanen (hilangnya penglihatan sebagian atau total, walaupun jarang)•  Kerusakan otak permanen Berbagai komplikasi lainnya yang dapat terjadi pada mata bayi anda adalah:•  Retinokoroiditis yaitu suatu keadaan yang menyebabkan setidaknya satu lesi (luka) okular (mata), walaupun sangat jarang terjadi•  Toksoplasmosis okular yaitu suatu kondisi yang dapat terjadi saat anak berusia 9 tahun, atau dapat pula terjadi saat anak berusia akhir 20 atau 30 tahun Pemeriksaan mata secara teratur dapat membantu menemukan berbagai gangguan di atas sedini mungkin, akan tetapi tidak dapat memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi.Sumber: webmd
 26 Apr 2019    18:00 WIB
Pencegahan Terjadinya Cerebral Palsy
Cerebral palsy merupakan suatu kumpulan gejala gangguan neurologis yang terjadi pada tahap awal kehidupan. Kelainan ini menyebabkan gangguan permanen pada kemampuan pergerakan penderitanya. Cerebral palsy disebabkan oleh gangguan di dalam otak dan biasanya tidak progresif, dengan demikian keadaan penderitanya tidak memburuk seiring dengan semakin bertambahnya usia. Cerebral palsy merupakan suatu kelainan yang sebenarnya telah ada sejak lahir, akan tetapi baru diketahui beberapa tahun kemudian. Untuk mencegah terjadinya cerebral palsy, terdapat beberapa hal yang harus dilakukan oleh para calon orang tua, yaitu: •    Lakukanlah pemeriksaan kehamilan secara teratur•    Pemeriksaan darah untuk mengetahui jenis rhesus ayah dan ibu. Perbedaan rhesus antara ibu (rhesus negatif) dan bayinya (rhesus positif) biasanya tidak menyebabkan gangguan pada kehamilan pertama•    Pastikan bahwa anda (calon ibu) telah menerima vaksinasi terhadap rubella sebelum hamil. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan cacar air dan gondongan/mumps (MMR)•    Seorang wanita yang berencana untuk hamil sebaiknya menghindari infeksi toksoplasmosis dengan tidak mengkonsumsi daging babi atau domba yang tidak matang dan menghindari kotoran kucing. Gunakanlah sarung tangan saat berkebun dan cucilah tangan setelah berkebun untuk mencegah terinfeksi toksoplasmosis melalui tanah yang telah terkontaminasi oleh kotoran kucing•    Gunakanlah pelindung kepala saat bersepeda untuk menghindari terjadinya cedera kepala pada anak•    Pastikan agar anak anda menggunakan pengaman saat duduk di dalam mobil untuk mencegah terjadinya cedera kepala•    Segera hubungi dokter anak anda untuk memperoleh pertolongan medis bila bayi anda tampak kuning (jaundice)Sumber: webmd
 24 Jan 2015    16:00 WIB
Apa Itu Cerebral Palsy ?
Apa Itu Cerebral Palsy ? Cerebral palsy merupakan suatu kumpulan gejala gangguan neurologis yang terjadi pada tahap awal kehidupan. Kelainan ini menyebabkan gangguan permanen pada kemampuan pergerakan penderitanya. Cerebral palsy disebabkan oleh gangguan di dalam otak dan biasanya tidak progresif, dengan demikian keadaan penderitanya tidak memburuk seiring dengan semakin bertambahnya usia. Cerebral palsy merupakan suatu kelainan yang sebenarnya telah ada sejak lahir akan tetapi baru diketahui beberapa tahun kemudian.   Penyebab Cerebral palsy merupakan akibat cedera otak atau gangguan perkembangan otak. Pada sebagian besar kasus, penyebab cerebral palsy ini tidak diketahui. Kerusakan otak ini dapat terjadi saat kehamilan, persalinan, atau pada 2-3 tahun awal kehidupan anak. Berbagai penyebab cerebral palsy adalah: Kelainan genetik atau metabolik Cedera pada saat lahir Tertular infeksi tertentu seperti rubella dari ibu saat kehamilan Komplikasi kehamilan Kadar gula darah yang rendah Kelahiran prematur Cedera kepala yang terjadi pada beberapa bulan awal kehidupan Infeksi otak seperti meningitis bakterialis atau ensefalitis Tanda-tanda cerebral palsy biasanya mulai timbul sebelum anak berusia 3 tahun. Gejala cerebral palsy sangat bervariasi dan tergantung pada berat ringannya kelainan yang terjadi. Beberapa anak mengalami keterbelakangan mental, sedangkan sebagian besar anak lainnya tidak mengalami gangguan intelektual. Gejala awal cerebral palsy yang dapat ditemukan adalah: Keterlambatan perkembangan, di mana bayi dengan cerebral palsy biasanya tidak mulai belajar duduk atau berjalan pada usia seharusnya Kelainan tonus otot. Tubuh bayi biasanya terasa sangat kaku walaupun terlihat lemas Posisi atau postur tubuh yang abnormal Berbagai gejala lain yang juga dapat ditemukan adalah: Menyeret kaki saat berjalan atau gerakan tangan yang tidak sama, merupakan tanda fungsi otot yang tidak sama Ileran Kesulitan menghisap, menelan, atau berbicara Gemetar   Faktor Resiko Beberapa keadaan yang membuat bayi anda memiliki resiko tinggi menderita cerebral palsy adalah: Infeksi atau paparan terhadap zat beracun saat kehamilan Gangguan sirkulasi pada ibu selama kehamilan Rhesus darah yang tidak sesuai Berat badan lahir rendah Kelahiran prematur Kehamilan kembar Kelahiran sungsang atau komplikasi kehamilan lainnya Jaundice (kulit dan atau bagian putih mata berwarna kuning) berat atau yang tidak diobati   Pengobatan Tidak ada pengobatan untuk cerebral palsy, akan tetapi intervensi dini dapat membantu memperbaiki kemampuan anak anda. Beberapa pilihan pengobatan untuk membantu anak dengan cerebral palsy adalah: Fisioterapi yang berguna untuk meningkatkan tenaga, fleksibilitas, dan keseimbangan Terapi okupasional untuk membantu anak agar dapat hidup lebih mandiri Terapi wicara untuk meningkatan kemampuan komunikasi dan kemampuan makan serta menelan Penggunaan alat bantu dengar atau penglihatan Obat-obatan untuk mencegah kejang atau nyeri atau untuk membantu relaksasi otot Tindakan pembedahan untuk memperbaiki kelainan berat Konseling perilaku dan kemampuan beradaptasi Sumber: webmd