Your browser does not support JavaScript!
 14 Jun 2017    08:00 WIB
Berbagai Pengobatan Bagi Spasme Kandung Kemih
Spasme kandung kemih adalah suatu keadaan di mana otot kandung kemih berkontraksi secara tiba-tiba yang membuat rasa ingin buang air kecil secara mendadak dan terasa sangat mendesak, yang kadang juga disertai dengan rasa nyeri hebat. Pilihan pengobatan pada spasme kandung kemih tergantung pada penyebabnya. Dokter biasanya memberikan suatu terapi kombinasi.   Perubahan Diet Perubahan diet atau makanan dan minuman yang anda konsumsi akan sangat membantu bila penyebab spasme kandung kemih yang anda alami adalah makanan atau minuman tertentu. Perhatikanlah makanan atau minuman apa yang dapat memicu timbulnya gejala spaasme kandung kemih.   Aturlah Waktu Buang Air Kecil Buatlah jadwal kapan anda harus ke kamar mandi untuk buang air kecil, biasanya setiap 1.5-2 jam. Hal ini biasanya sangat berguna bagi anak-anak. Bila gejala spasme kandung kemih mulai membaik, anda dapat memperpanjang rentang waktu tersebut.   Melatih Otot Dasar Panggul Senam Kegel merupakan salah satu cara untuk melatih otot dasar panggul anda. Kegel dapat membantu menguatkan dan merelaksasikan kandung kemih dan berbagai otot lainnya yang berperan dalam menahan pengeluarang air kemih. Untuk mengencangkan otot panggul anda, gerakanlah otot anda seperti saat anda ingin menahan keluarnya gas dari anus anda atau waktu anda mencoba menghentikan aliran air kemih saat buang air kecil. Melakukan senam Kegel dapat sangat membantu spasme kandung kemih, akan tetapi bila anda salah melakukannya, hal ini justru dapat memperburuk spasme kandung kemih yang telah ada. Oleh karena itu, konsultasikanlah dulu mengenai bagaimana cara melakukan senam Kegel yang benar dengan dokter anda.   Obat-obatan Obat yang biasa digunakan untuk merelaksasikan kandung kemih anda dan mencegah terjadinya spasme adalah obat golongan antikolinergik. Efek samping dari obat golongan ini adalah mulut terasa kering. Obat antidepresan seperti imipramine HCL juga dapat membantu relaksasi kandung kemih dan mengurangi spasme kandung kemih. Obat golongan alfa blocker seperti terazosin atau doxazosin juga dapat digunakan untuk membantu relaksasi kandung kemih dan membantu pengosongan kandung kemih secara menyeluruh. Obat anti nyeri maupun sedatif biasanya diberikan pada penderita spasme kandung kemih akibat penggunaan kateter selama tindakan pembedahan.   TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) Merupakan suatu metode yang menggunakan stimulasi listrik melalui kulit menuju ke kandung kemih. Terapi ini bergunan untuk meningkatkan aliran darah dan melepaskan hormon-hormon tertentu yang dapat mengurangi rasa sakit. Terapi ini biasanya digunakan untuk mengurangi nyeri otot atau nyeri punggung. Pada spasme kandung kemih, terapi ini diduga dapat meningkatkan aliran darah yang membuat otot kandung kemih lebih kuat sehingga mengurangi terjadinya spasme otot dan keluarnya air kemih dari kandung kemih.   Implan Untuk Stimulasi Listrik Implan ini ditempatkan di bawah kulit untuk mengantarkan arus listrik kecil ke kandung kemih pada rentang waktu tertentu. Terapi ini biasanya diindikasikan bagi penderita spasme kandung kemih berat dan memiliki keinginan mendesak untuk buang air kecil yang tidak membaik dengan pemberian obat lainnya.   Terapi Alternatif Lainnya Akupuntur Berdasarkan penelitian, akupuntur pada kandung kemih dapat membantu mengurangi spasme otot kandung kemih dan mengurangi keinginan mendesak untuk segera buang air kecil. Botox Berdasarkan penelitian, botox dapat mengurangi spasme kandung kemih yang disebabkan oleh gangguan saraf, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Botox dapat mencegah saraf melepaskan berbagai bahan kimia yang berfungsi untuk merangsang terjadinya kontraksi otot. Botox biasanya disuntikka langsung ke dalam otot kandung kemih.
 03 Oct 2016    18:00 WIB
Lakukan Hal Ini, Cegah Kerut & Keriput Didaerah Mata
Pola hidup yang kurang baik, tinggi polusi dapat mempercepat terjadinya kerut dan keriput di daerah wajah, terutama di daerah mata.Menghilangkan kerutan di daerah mata mungkin tidak mudah maka dari itu sebaiknya Anda mencegahnya sebelum terjadi.Ikuti cara berikut untuk mencegah terjadinya kerut dan keriput didaerah mata: 1.      Oleskan krim atau serum mata yang berfungsi melembabkan kulit halus di sekitar mata.Jangan pernah malas untuk menggunakan krim mata setiap malam. Hal ini tidak hanya untuk yang berusia tua. Namun boleh dilakukan untuk wanita yang berusia 20 tahun. Untuk wanita yang berusia lebih dari 30 tahun Anda bisa mulai menggunakan serum mata. 2.      Buat resep anti kerut sendiriAnda bisa mencoba cara alami dengan menggunakan campur 1 sendok teh perasan lemon dengan 1 sendok teh ekstrak jeruk. Oleskan campuran tersebut di sekitar mata dan diamkan selama 10 menit.Bahan lain yang dapat Anda coba, campuran 1 sendok makan minyak jarak dengan 1 sendok makan minyak wijen. Oleskan campuran tersebut di sekitar mata sebelum tidur. Bersihkan di pagi hari dengan cara ditepuk-tepuk. 3.      Gunakan selalu tabir suryaUntuk siang hari Anda bisa mencari krim mata yang mengandung tabir surya. Hindari cahaya matahari secara langsung, gunakan topi dan payung. 4.      Katakan tidak pada merokokCegahlah terjadinya keriput dengan berhenti merokok. Merokok membuat kulit menjadi kering dan mudah berkeriput. 5.      Minum banyak airAir putih akan menjaga kulit tetap terhidrasi dan lembab. Kulit yang terjaga kelembabannya lebih tahan terhadap terjadinya efek penuaan. 6.      BotoxBotox merupakan salah satu cara untuk menjaga kulit daerah mata Anda tetap kencang. Namun sebelum Anda melakukan hal ini berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang berkompeten. Baca juga: Terganggu Dengan Flek Hitam? Hilangkan Dengan Bahan Alami Ini Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: amazine
 25 Nov 2014    08:00 WIB
Apa Efek Samping Dan Risiko Botox?
Botox adalah obat yang disetujui FDA yang terdiri dari neurotoxin yang disebut botulinum. Hal ini dihasilkan oleh bakteri yang dikenal sebagai Clostridium botulinum. Racun ini digunakan secara medis sebagai pengobatan untuk kondisi medis tertentu, meskipun lebih populer digunakan untuk menghilangkan kerutan dengan menyebabkan kelumpuhan sementara otot wajah. Meski Botox dapat membuat wajah Anda terlihat lebih menarik namun tindakan Botox mempunyai beberapa efek samping dan risiko. Berikut adalah efek samping dan risiko botox: Kelemahan otot di dekat daerah disuntikkan Pendarahan, memar, nyeri, pembengkakan dan kemerahan di tempat suntikan Sakit kepala Kekakuan otot Nyeri pada leher, punggung, lengan atau kaki Sering berkeringat di daerah lain selain ketiak Gejala pilek atau flu (bersin, hidung tersumbat, batuk, sakit tenggorokan) Ada beberapa orang yang dapat mengalami reaksi alergi terhadap Botox, ada beberapa gejala alergi yang terjadi dan membutuhkan pertolongan secepatnya yaitu: Gatal-gatal Kesulitan bernapas Merasa akan pingsan Terjadi pembengkakan wajah, lidah, bibir, atau tenggorokan Efek samping lain yang terjadi mungkin disebabkan karena racun yang menyebar ke daerah lain diluar dari tempat suntikan. Hal ini dapat menyebabkan efek yang mengancam jiwa yang serius. Gejala dapat terjadi dalam waktu beberapa jam atau beberapa minggu setelah penyuntikan, jadi hubungi dokter Anda dengan segera apabila Anda mengalami efek samping ini: Kelemahan otot yang parah atau tidak biasa di daerah tubuh lain yang tidak disuntik dengan Botox Kesulitan berbicara, menelan, atau pernapasan Kelopak mata terkulai Suara serak Kehilangan kontrol buang air kecil Pembengkakan kelopak mata Pengerasan kulit, keluar cairan dari mata Terjadi masalah penglihatan Nyeri saat buang air kecil Sedikit atau tidak ada buang air kecil Sakit dada Detak jantung tidak teratur Sumber: newhealthguide