Your browser does not support JavaScript!
 06 Feb 2019    11:00 WIB
Sumber dan Efek Samping Vitamin A
Berbagai Makanan Sumber Vitamin AVitamin A yang berasal dari produk hewani dapat anda temukan dalam telur, daging, susu yang telah diperkaya oleh vitamin A, keju, krim, hati, ginjal, minyak ikan kod dan halibut. Akan tetapi, selain susu skim, semua makanan ini juga mengandung lemak jenuh dan kolesterol.Sementara itu, salah satu bentuk lain dari vitamin A, yaitu beta karoten dapat ditemukan pada: •  Buah-buahan berwarna terang dan oranye seperti belewah, jeruk, dan apricot•  Sayuran seperti wortel, labu, ubi, brokoli, bayam, dan berbagai sayuran hijau lainnya Semakin terang atau gelap warna buah atau sayuran tersebut, maka semakin tinggi kandungan beta karoten di dalamnya. Beta karoten yang terdapat di dalam sayuran dan buah-buahan ini tidak mengandung lemak dan kolesterol. Efek Samping Vitamin A Jika anda mengalami kekurangan vitamin A, maka anda akan lebih sering mengalami infeksi berbagai jenis penyakit dan berbagai gangguan penglihatan. Akan tetapi, bila anda mengkonsumsi terlalu banyak vitamin A, anda juga dapat menjadi sakit. Vitamin A dosis besar juga dapat menyebabkan terjadinya kelainan bawaan pada bayi. Keracunan vitamin A akut biasanya terjadi bila orang dewasa mengkonsumsi beberapa ratus ribu IU vitamin A. Berbagai gejala keracunan vitamin A kronik dapat terjadi pada orang dewasa yang secara teratur mengkonsumsi vitamin A lebih dari 25.000 IU setiap harinya. Bayi dan anak-anak lebih sensitif terhadap vitamin A dan dapat menjadi sakit setelah mengkonsumsi vitamin A dalam dosis yang lebih rendah atau setelah menggunakan berbagai produk kecantikan yang mengandung vitamin A yaitu retinol yang banyak terdapat pada krim wajah atau kulit. Mengkonsumsi beta karoten dosis besar tidak akan membuat anda menjadi sakit. Akan tetapi, peningkatan kadar beta karoten di dalam tubuh dapat membuat kulit anda berubah menjadi kuning atau oranye. Warna kulit anda akan kembali normal setelah anda mengurangi konsumsi beta karoten anda. Sumber: nytimes
 17 Oct 2018    08:00 WIB
Apa Saja Manfaat Vitamin A Bagi Tubuh ?
Vitamin A merupakan vitamin larut lemak. Terdapat 2 jenis vitamin A di dalam makanan yang anda konsumsi setiap hairnya. Vitamin A (yang telah diproses) terdapat di dalam produk hewani, seperti daging, ikan, daging unggas, dan susu beserta produk olahannya. Pro vitamin A (jenis vitamin A lainnya) biasanya ditemukan pada produk nabati seperti buah dan sayuran. Jenis pro vitamin A yang paling sering ditemukan adalah beta karoten. Suplemen vitamin A biasanya terdapat dalam bentuk retinil asetat atau retinil palmitat (vitamin A yang telah diproses), beta karoten (pro vitamin A), atau kombinasi keduanya (vitamin A yang telah diproses dan pro vitamin A). Berbagai Manfaat Vitamin AVitamin A memiliki berbagai manfaat bagi tubuh anda. Vitamin A dapat membantu membentuk dan menjaga kesehatan kulit, gigi, tulang, jaringan lunak, dan lapisan mukosa anda. Selain itu, vitamin A juga diperlukan dalam proses reproduksi dan menyusui.   RetinolSalah satu bentuk aktif dari vitamin A, retinol, berfungsi untuk membantu produksi pigmen di dalam retina mata anda yang dapat meningkatkan fungsi penglihatan anda, terutama pada tempat gelap atau redup. Berbagai jenis makanan yang mengandung retinol (bentuk aktif dari vitamin A) adalah hati hewan, susu, dan makanan lainnya yang telah diperkaya oleh vitamin A.   Beta KarotenKaroten merupakan pigmen berwarna gelap yang terdapat pada tanaman dan dapat diubah menjadi salah satu bentuk vitamin A, yaitu beta karoten.Beta karoten merupakan suatu antioksidan yang dapat melindungi berbagai sel tubuh dari kerusakan akibat paparan radikal bebas yang diduga dapat menyebabkan terjadinya berbagai penyakit kronik dan mempercepat proses penuaan.Berbagai makanan yang mengandung beta karoten diduga dapat menurunkan resiko kanker, walaupun efek ini tampaknya tidak terdapat dalam suplemen beta karoten.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: nytimes