Your browser does not support JavaScript!
 24 Jun 2019    11:00 WIB
Telapak Tangan dan Kaki Sering Basah? Berikut Cara Mengatasinya
Kelenjar keringat sebenarnya merupakan suatu alat pengatur suhu alami di dalam tubuh manusia. Jika kelenjar keringat ini tiba-tiba bekerja secara berlebihan, maka telapak tangan dan kaki Anda pun akan menjadi basah. Terdapat banyak hal yang dapat menyebabkan suhu tubuh seseorang meningkat secara mendadak seperti cuaca panas, cuaca lembab, olahraga, stress emosional, dan serangan panik. Selain itu, ada beberapa hal lain yang juga dapat menyebabkan suhu tubuh meningkat dan memicu timbulnya keringat berlebih (hiperhidrosis), seperti: Minuman berkafein atau alkohol Makanan pedas Gula darah rendah (hipoglikemia) Obat-obatan (misalnya obat anti nyeri, obat jantung, dan obat anti depresan) Menopause Hipertiroidisme (kelenjar tiroid hiperaktif) Keringat berlebih dapat menyebabkan telapak tangan menjadi basah (palmar hyperhidrosis), telapak kaki menjadi basah (plantar hyperhidrosis), atau ketiak menjadi basah (axillary hyperhidrosis). Untuk mengatasi keringat berlebih dan bau badan tidak sedap yang mungkin timbul, Anda dapat menggunakan antiperspirant yang banyak dijual bebas di pasaran. Cara lainnya adalah dengan menyuntikkan botoks ke daerah kulit yang mengalami keringat berlebih. Akan tetapi, cara ini hanya efektif selama 4-6 bulan. Untuk mengatasi hiperhidrosis berat, biasanya harus dilakukan tindakan pembedahan yang dikenal dengan nama endoskopik transtorarik simpatektomi. Tindakan ini akan mengatasi keluhan hiperhidrosis secara permanen. Pada tindakan ini, dokter akan memotong saraf simpatis yang berfungsi untuk mengatur kelenjar keringat. Penderita biasanya dapat kembali beraktivitas dalam waktu beberapa hari.   Baca juga: Pola Hidup Sehat Ini Efektif Cegah Bau Pada Kaki!   Jika Anda sering mengalami "serangan" keringat berlebih pada telapak tangan, telapak kaki, atau ketiak, maka ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, seperti: Oleskan antiperspirant pada telapak tangan atau kaki Anda sebelum tidur Hindari minuman berkafein dan makanan pedas Mandi setiap hari dan hindari sauna atau mandi air panas untuk mencegah peningkatan suhu tubuh secara mendadak Pastikan telapak kaki Anda benar-benar kering setelah mandi untuk mencegah pertumbuhan kuman yang akan memicu terjadinya bau kaki Jangan menggunakan alas kaki di rumah Pastikan sepatu atau sandal Anda benar-benar telah kering sebelum memakainya. Pastikan telapak kaki Anda juga kering sebelum mengenakan sepatu Gunakan kaus kaki longgar berbahan katun dan pakaian yang terbuat dari bahan alami. Keduanya dapat menyerap keringat dengan lebih baik Lakukan teknik relaksasi seperti meditasi dan napas dalam untuk mengendalikan stress yang dapat memicu terjadinya keringat berlebih   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 16 Apr 2019    18:00 WIB
Mengapa Telapak Tangan Mudah Berkeringat ?
Hai guys! Apakah kalian ada gangguan dengan telapak tangan yang mudah sekali berkeringat? Dengan berbagai macam pengalaman yang mengganggu dan memalukan seperti, waktu kita sedang berjabat tangan dengan orang lain, pegangan tangan pas kencan dengan si doi, atau saat kita sedang melakukan aktifitas kantoran yang harus menyentuh banyak kertas kerja, kita semua pasti setuju kalau hal ini, so annoying. Tidak sedikit juga orang yang mengalami masalah telapak tangan yang berkeringat, dan dalam istilah medis ini disebut juga dengan "Palmar Hyperhidrosis". Tapi tahukah kita apa penyebabnya dan mengapa hal ini bisa terjadi. Tidak ada salahnya kalau kita pelajari bersama. Yuk! Mari kita bahas. Alasan mengapa kita berkeringat adalah untuk mendinginkan tubuh dan mempertahankan termoregulasi yang tepat, tetapi bagi kita yang hiperhidrosis, berkeringat terjadi jauh lebih sering daripada yang diperlukan untuk termoregulasi. Dengan hiperhidrosis, kelenjar keringat terlalu aktif, yang menyebabkan keringat berlebih ketika tidak ada alasan lain untuk berkeringat sebanyak itu. Tidak masalah jika cuaca dingin atau panas, kita dengan hiperhidrosis akan memiliki keringat berlebih bahkan jika tidak ada alasan eksternal untuk itu. Dan salah satu tempat paling umum untuk hiperhidrosis adalah tangan. Berikut adalah beberapa fakta penyebab telapak tangan kita berkeringat: Kelenjar ekrin. Kelenjar ekrin membentuk sebagian besar kelenjar keringat kita dan konsentrasi tertinggi dapat ditemukan di dahi kita, telapak kaki dan telapak tangan. Faktor keturunan (gen) kita. Satu penelitian terkenal yang dilakukan di University of California pada tahun 2002 menunjukkan bahwa banyak kasus hiperhidrosis palmar yang melemahkan memang merupakan hasil dari gen 'rusak' yang diturunkan dari generasi ke generasi. Pengobatan. Karena kita ada menjalani atau melakukan pengobatan tertentu yang menyebabkan telapak tangan kita berkeringat. Seperti anti depresan. Penyakit (masalah medis). Penyakit seperti menopause, diabetes, disfungsi tiroid, dan obesitas dapat menyebabkan telapak tangan berkeringat. Sistem saraf simpatis yang terlalu aktif. Sistem saraf simpatik kita bertanggung jawab untuk mengendalikan sebagian besar organ internal kita. Jadi, jika sistem saraf simpatik kita terlalu aktif, ia bereaksi terhadap rangsangan dengan mudah, menyebabkan kita berkeringat. Stress atau kecemasan. Keringat emosional menyebabkan telapak tangan berkeringat yang dapat membantu mengontrol kelembaban lapisan luar kulit. Sering dan banyaknya asupan kopi, teh, dan minuman manis dapat membantu meringankan masalah telapak tangan yang berkeringat. pemakaian lotion tangan, krim dan antiperspirant, dapat membuat kita memiliki telapak tangan yang berkeringat. Perokok berat juga dapat menyebabkan hal ini. Fobia tempat ramai, demam panggung, gugup. Gula darah rendah. Terlalu banyak mengonsumsi alcohol. Suka  makan-makanan pedas. Ketidakseimbangan hormon. Masalah telapak tangan berkeringat (‘’Palmar Hyperhidrosis’’) tidak berbahaya, namun hanya menggangu. Karena bisa mengganggu aktifitas harian kita. Namun jangan kuatir karena berikut ini adalah beberapa cara untuk perawatan dan pencegahannya: Cuci tangan kita secara teratur. Kecuali jika benar-benar kotor, hanya menggunakan air saja tidak apa-apa, karena terus-menerus mencuci dengan sabun akan mengeringkan kulit kita. Bawalah tisu bersama kita dan usap tangan kita sepanjang hari. Gel tangan seukuran saku akan membantu membersihkan dan mengeringkan saat kita tidak bisa mendapatkan wastafel. Bedak talek juga dapat membantu menyerap keringat dan memberikan tangan kita kenyamanan yang lebih baik. Di luar musim dingin, jangan menggunakan sarung tangan untuk menutupi telapak tangan yang berkeringat - ini akan membuat tangan kita lebih berkeringat, karena kulit kita tidak akan bisa bernapas. Atasi penyebab stres karena ini dapat membantu kita dengan gejala seperti tangan berkeringat berlebihan. Antiperspiran. Beberapa resep antiperspiran termasuk aluminium klorida, yang menyumbat kelenjar keringat. Iontophoresis - tangan direndam dalam semangkuk air. Arus listrik tanpa rasa sakit melewati air. Sebagian besar pasien memerlukan dua hingga empat perawatan 20-30 menit. Botulinum toxin (suntikan Botox) - Suntikan botox memblokir saraf yang memicu kelenjar keringat. kita dengan hiperhidrosis mungkin perlu beberapa suntikan untuk hasil yang efektif. Obat antikolinergik - obat ini menghambat transmisi impuls saraf parasimpatis. ETS (Endoscopic thoracic sympathectomy) - intervensi bedah ini hanya disarankan pada kasus-kasus berat yang belum menanggapi perawatan lain. Saraf yang membawa pesan ke kelenjar keringat terputus. Demikianlah artikel kita hari ini tentang telapak tangan yang sering berkeringat, informasi lengkap di atas pasti sangat membantu dan gak ada salahnya jika kita mengalami hal-hal di atas baiknya langsung pergi ke dokter untuk berkonsultasi lebih lanjut. Salam sehat semuanya!   Sumber : www.medicalnewstoday.com, www.degreedeodorant.com, www.sweathelp.org, www.self.com, www.nivea.com.au, www.sweaty-palms.com, goodyfeed.com
 29 Mar 2019    16:00 WIB
Bangun Tidur Keringat Menetes Deras ? Ini Dia Penyebabnya
Bingung mengapa selama beberapa hari terakhir Anda selalu terbangun dengan baju basah kuyup padahal Anda tidak melakukan sesuatu hal yang membuat Anda dapat berkeringat deras? Menurut sebuah penelitian, berkeringat di malam hari merupakan suatu hal yang sangat sering terjadi. Akan tetapi, apakah hal ini merupakan hal yang normal terjadi atau ada gangguan kesehatan lain yang menyebabkannya?   Perubahan Kadar Hormonal Pada wanita, penyebab tersering dari berkeringat di malam hari adalah rendahnya kadar hormon estrogen atau kadar hormon estrogen yang sedang berfluktuasi. Perubahan kadar hormonal ini biasanya terjadi pada wanita yang baru saja melahirkan, mengkonsumsi pil KB, sedang memasuki masa perimenopause, dan telah memasuki masa menopause. Berbagai keadaan di atas dapat memicu seorang wanita berkeringat di malam hari, baik ringan maupun sangat ekstrim hingga pakaiannya basah kuyup di malam hari. Bila Anda terus saja berkeringat di malam hari, maka hal ini dapat membuat kelenjar adrenal Anda "stress", yang justru akan membuat Anda merasa sangat lelah, mengalami depresi, dan bahkan mengalami peningkatan berat badan. Untuk mengatasinya, dianjurkan agar Anda berkonsultasi dengan seorang dokter spesialis kandungan. Terapi hormon biasanya dapat membantu mengatasi keringat berlebih tersebut.   Baca juga: 8 Penyebab Timbulnya Keringat dan Cara Mengatasinya   Obat-obatan Obat-obatan merupakan penyebab lain dari keringat pada malam hari. Sekitar 22% orang yang mengkonsumsi obat anti depresi berkeringat di malam hari.   Kadar Gula Darah Rendah Kadar gula darah yang rendah juga dapat membuat tubuh Anda menghasilkan lebih banyak keringat daripada biasanya. Keadaan ini biasanya ditemukan pada orang-orang yang mengkonsumsi insulin atau obat anti diabetes oral. Bila Anda mengalami hal ini, segera periksakan diri ke dokter Anda sehingga dokter dapat mengatur kembali dosis obat Anda atau mengganti jenis obat yang digunakan sehingga kadar gula darah Anda tidak terlalu rendah di malam hari dan membuat Anda berkeringat deras.   Hiperhidrosis Hiperhidrosis merupakan suatu keadaan di mana tubuh Anda memproduksi lebih banyak keringat daripada seharusnya walaupun tidak ditemukan penyebab medis tertentu. Penderita biasanya berkeringat lebih banyak hanya di beberapa bagian tubuhnya sementara bagian tubuh lainnya kering. Beberapa bagian tubuh yang biasanya lebih banyak berkeringat adalah telapak tangan, telapak kaki, ketiak, dan kepala. Akan tetapi, hiperhidrosis tidak hanya terjadi di malam hari. Keringat berlebih ini biasanya terjadi di sepanjang hari.   Infeksi Penyebab lain yang lebih serius dari keringat malam hari adalah adanya infeksi atau penyakit lain seperti infeksi bakteri, tuberkulosis, HIV, leukemia, dan kanker (terutama limfoma atau kanker kelenjar getah bening). Bila disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan tersebut, selain keringat di malam hari, penderita biasanya juga akan mengalami penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas dan demam.   Apa yang Dapat Anda Lakukan Untuk Mencegah Berkeringat di Malam Hari? Mulailah dengan menyesuaikan suhu kamar tidur Anda, gunakan pakaian tidur yang lebih tipis, dan hindari berbagai jenis pemicu keringat seperti makanan pedas dan minuman beralkohol. Selain itu, mengatasi stress biasanya juga dapat membantu mengurangi keparahan keringat. Akan tetapi, bila Anda terus saja berkeringat di malam hari atau ada gejala lain yang menyertainya, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 11 Feb 2019    18:00 WIB
9 Hal yang Coba “Diberitahukan” Oleh Keringat Anda
Tidak ada orang yang suka berkeringat, apalagi saat cuaca sangat panas. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa keringat sebenarnya merupakan salah satu cara untuk mendinginkan tubuh Anda? Saat suhu tubuh Anda meningkat, maka sistem saraf Anda akan mengirimkan sinyal pada kelenjar keringat Anda, sehingga Anda pun akan segera berkeringat. Dan saat keringat Anda menguap, maka suhu tubuh Anda pun akan menurun. Selain sebagai "alat pendingin" tubuh, keringat juga dapat "memberitahukan" berbagai hal lain mengenai kesehatan dan tubuh Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat hal-hal apa saja yang coba "diberitahu" oleh keringat Anda mengenai keadaan kesehatan Anda secara keseluruhan.   Anda Hamil Atau Memasuki Masa Menopause Berbagai hal yang mempengaruhi sistem endokrin (kelenjar yang berfungsi untuk memproduksi hormon) di dalam tubuh Anda dapat membuat keringat Anda menjadi lebih banyak daripada biasanya. Hotflash merupakan salah satu gejala menopause yang dialami oleh sekitar 85% wanita, tetapi wanita hamil juga dapat mengalaminya. Hal ini dikarenakan perubahan kadar hormonal dapat mengganggu kemampuan otak untuk mengatur suhu, di mana otak salah mengartikan keadaan Anda sebagai "terlalu panas" dan memicu keluarnya keringat untuk "mendinginkan" tubuh Anda, walaupun Anda sedang berada di ruangan ber AC.   Anda Sedang Stress Jika Anda belakangan ini merasa tubuh Anda menjadi lebih bau daripada biasanya, maka Anda mungkin sedang stress atau cemas. Pada keadaan normal, keringat yang Anda produksi sebagian besar hanya terdiri dari air dan garam dan diproduksi oleh kelenjar ekrin di seluruh tubuh. Akan tetapi, saat Anda merasa stress, maka keringat akan diproduksi oleh kelenjar apokring, yang hanya terdapat di beberapa bagian tubuh, termasuk ketiak. Keringat tipe ini mengandung lemak dan protein yang bercampur dengan bakteri pada kulit Anda, yang akan menyebabkan timbulnya batu tidak sedap. Hal yang sama juga akan terjadi saat Anda merasa takut dan cemas.   Anda Sedang Merasa Bahagia Atau Takut Tahukah Anda bahwa orang-orang di sekitar Anda dapat mengetahui apa yang sedang Anda rasakan dengan mencium bau keringat Anda? Pada sebuah penelitian, para ahli menemukan bahwa saat keringat Anda berasal dari rasa takut, maka orang yang menciumnya pun akan menunjukkan ekpresi yang hampir sama dengan rasa takut. Akan tetapi, bila keringat Anda muncul akibat rasa bahagia, maka orang yang menciumnya pun akan tersenyum.   Anda Menderita Heatstroke Cuaca sangat panas tetapi anehnya Anda justru tidak berkeringat dan mulai merasa pusing? Keadaan ini dikenal dengan nama anhidrosis atau ketidakmampuan untuk membentuk keringat secara normal. Hal ini dapat sangat berbahaya karena akan menghambat tubuh untuk "mendinginkan" dirinya. Jika Anda terus berjemu dan tidak mengkonsumsi cukup air, maka Anda dapat mengalami serangan heatstroke. Untuk mencegahnya, segeralah berteduh atau masuk ke ruangan dingin dan minumlah minuman dingin yang tidak mengandung kafein atau alkohol. Jika keadaan Anda tidak juga membaik, segera cari bantuan medis. Anhidrosis biasanya disebabkan oleh kerusakan saraf, obat-obatan tertentu, atau kelainan yang diturunkan; yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung dan heatstroke.   Baca juga: Fakta Mengenai Keringat dan Pembakaran Lemak   Kadar Gula Darah Anda Rendah Kadar gula darah puasa normal adalah antara 70-100 mg/dL. Bila kadar gula darah Anda turun hingga berada di bawah 70 mg/dL, maka Anda dapat mengalami gejala hipoglikemia. Salah satu gejala hipoglikemia adalah keringat berlebih atau merasa dingin, denyut jantung meningkat, gemetar, sedikit mual, pusing, penglihatan kabur, kulit lembab dan dingin, terutama pada bagian belakang leher di dekat batas rambut Anda. Pada kasus yang ringan, kadar gula darah dapat segera ditingkatkan dengan memakan atau meminum sesuatu. Akan tetapi, jika keluhan Anda tidak juga membaik, segera cari pertolongan medis.   Anda Mengkonsumsi Makanan yang Salah Jika keringat Anda berbau amis seperti ikan, maka Anda mungkin menderita suatu kelainan genetik langka yang disebut dengan trimetilaminuria, yang berarti tubuh Anda tidak dapat memetabolisme trimetilamin, yang diproduksi saat tubuh mencerna makanan tertentu seperti telur, kacang, dan ikan. Tubuh Anda justru akan mengeluarkan trimetilamin ini melalui keringat, air kemih, dan napas Anda; yang akan membuat keringat dan mulut Anda berbau amis, tetapi bukan berbau busuk. Segera periksakan diri Anda bila Anda mencurigai diri Anda menderita kelainan ini.   Anda Perlu Lebih Banyak Minum Air Putih Saat Berolahraga Apakah mata Anda terasa sangat perih saat terkena keringat Anda atau saat keringat Anda mengering, kulit Anda terasa berkerak atau tampak bercak putih pada wajah Anda? Bila ya, maka Anda mungkin memiliki keringat yang mengandung lebih banyak garam daripada orang lain. Hal ini biasa ditemukan pada orang yang mengkonsumsi banyak air putih di siang hari dan hanya mengkonsumsi sedikit garam dalam makanannya. Anda mungkin perlu mengkonsumsi minuman yang mengandung elektrolit untuk menggantikan cairan tubuh dan garam yang hilang.   Anda Menderita Hiperhidrosis Jika dokter tidak dapat menemukan alasan mengapa keringat Anda sangat berlebihan, maka Anda mungkin menderita hiperhidrosis fokal primer, yang merupakan suatu gangguan medis. Hiperhidrosis fokal primer ditandai dengan keringat yang sangat berlebihan hingga mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Penderita biasanya berkeringat bahkan di saat mereka tidak seharusnya berkeringat, misalnya di ruangan dingin atau saat tidak beraktivitas. Penderita hiperhidrosis bahkan dapat mengalami keringat menetes dari tangannya. Hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui apa sebenarnya penyebab gangguan ini. Akan tetapi, para ahli telah menemukan bahwa hiperhidrosis menurun dalam keluarga dan terjadi akibat saraf yang mengatur kelenjar keringat mengalami stimulasi berlebihan. Pengobatannya dapat berbeda-beda, tergantung pada bagian tubuh yang terus berkeringat. Pengobatannya dapat berupa penggunaan antiperspirant kuat (bahkan pada tangan dan kuat), suntikkan botoks, dan tindakan pembedahan.   Anda Menderita Limfoma Hiperhidrosis juga dapat merupakan efek samping dari berbagai gangguan medis lain seperti gout, hipertiroidisme, penyakit Parkinson, dan beberapa jenis obat-obatan. Hiperhidrosis juga dapat merupakan gejala dari limfoma atau kanker kelenjar getah bening, yang berperan penting dalam daya tahan tubuh. Hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui secara pasti mengalami limfoma dapat menyebabkan seseorang berkeringat berlebihan. Hal ini mungkin disebabkan oleh demam tinggi yang biasanya juga terjadi pada orang yang menderita limfoma agresif atau karena hormon dan protein yang diproduksi oleh sel-sel kanker.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: prevention
 09 Jul 2018    13:00 WIB
8 Penyebab Timbulnya Keringat dan Cara Mengatasinya
1.      Panas dan Kelembaban Udara Berkeringat merupakan salah satu cara pendinginan tubuh anda. Saat suhu udara meningkat, maka berjuta-juta kelenjar keringat kecil pada kulit anda teraktivasi dan mengeluarkan keringat melalui pori-pori kulit anda. Saat keringat anda ini menguap, maka suhu tubuh anda pun akan menurun. Keringat yang tersisa pada kulit anda akan membuat kulit anda tetap lembab dan basah, terutama saat kelembaban udara tinggi yang membuat keringat menguap lebih lambat. Apa yang Harus Dilakukan? Anda tidak dapat mencegah terbentuknya keringat. Tubuh anda memerlukannya untuk menjaga suhu tubuh anda. Akan tetapi, bila anda berkeringat secara berlebihan saat keluar ruangan di udara panas, maka gunakanlah deodoran antiperspirant yang dapat mengurangi keringat dan mencegah timbulnya bau badan. Selain itu, gunakanlah pakaian tipis dan menyerap keringat sehingga kulit anda tetap kering.   2.      Olahraga atau Aktivitas Berat Berolahraga meningkatkan sistem pemanas di dalam tubuh anda. Saat anda menggerakkan tangan dan kaki anda, maka suhu tubuh anda pun meningkat. Berkeringat merupakan salah satu cara tubuh anda mengeluarkan panas yang berlebih. Apa yang Harus Dilakukan? Berolahragalah di dalam ruangan yang dingin sehingga anda tidak berkeringat terlalu banyak. Jika anda lebih menyukai berolahraga di luar ruangan, maka lakukanlah di pagi atau sore hari saat cuaca tidak terlalu panas. Ingatlah bahwa berkeringat membuat anda kehilangan cairan tubuh. Oleh karena itu, minumlah banyak air putih sebelum, selama, dan setelah anda berolahraga.   3.      Perubahan Emosional Berbagai emosi anda, marah, gugup, senang, atau stress dapat membuat anda berkeringat. Perubahan emosi memicu kelenjar keringat pada telapak tangan, ketiak, dan telapak kaki anda. Hal inilah yang menyebabkan telapak tangan anda menjadi basah saat anda gugup. Apa yang Harus Dilakukan? Gunakanlah deodoran antiperspirant pada ketiak anda. Untuk mengatasi keringat berlebih pada telapak tangan dan telapak kaki anda, anda dapat melakukan tindakan iontoforesis. Pada iontoforesis, telapak tangan atau telapak kaki anda akan direndam di dalam air beraliran listrik kecil.   4.      Mengkonsumsi Makanan Panas dan Pedas Makanan pedas memicu kelenjar keringat melalui proses yang sama seperti cuaca panas memicu kelenjar keringat. Mengkonsumsi bir bersamaan dengan makanan pedas dapat membuat anda lebih berkeringat karena bir membuat pembuluh darah pada kulit anda melebar. Hal ini juga dapat terjadi bila anda mengkonsumsi kopi, karena kafein di dalamnya juga menstimulasi kelenjar keringat. Apa yang Harus Dilakukan? Hal termudah untuk mencegah timbulnya keringat adalah berhenti mengkonsumsi makanan pedas. Berkeringat saat anda makan juga dapat terjadi akibat efek samping setelah tindakan pembedahan pada kelenjar air liur atau leher. Penyuntikan racun botulinum kadang dapat membantu mengatasi keringat akibat hal ini. Jika mengkonsumsi alkohol membuat anda berkeringat, maka berhentilah mengkonsumsinya.   5.      Sakit Demam merupakan suatu cara tubuh anda untuk melawan infeksi. Saat demam turun dan penyakit menyembuh, maka pengatur suhu di dalam tubuh anda pun kembali normal. Akan tetapi, karena suhu tubuh anda masih beberapa derajat lebih tinggi dari suhu tubuh normal anda, maka tubuh akan merangsang pengeluaran keringat untuk mendinginkan tubuh anda. Terdapat berbagai penyakit yang dapat menyebabkan penderitanya berkeringat, seperti diabetes, angina (nyeri dada), dan kanker. Apa yang Harus Dilakukan? Anda dapat menurunkan suhu tubuh anda dengan mengkonsumsi obat penurun panas saat demam. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami demam yang juga disertai dengan kekakuan pada leher, kesulitan bernapas, bercak kemerahan pada kulit, muntah, atau kejang.   6.      Mengkonsumsi Nikotin Satu lagi alasan mengapa anda harus berhenti merokok adalah rokok membuat anda berkeringat. Saat anda merokok, nikotin yang terhirup oleh anda membuat tubuh anda melepaskan suatu zat kimia yang disebut asetilkolin. Asetilkolin inilah yang menstimulasi kelenjar keringat anda. Apa yang Harus Dilakukan? Berhenti merokok merupakan cara terbaik untuk menghentikan keringat berlebihan anda. Selain itu, berhenti merokok juga dapat menurunkan resiko terjadinya kanker, penyakit jantung, dan stroke. Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai beberapa hal yang dapat membantu anda berhenti merokok.   7.      Kehamilan dan Menopause Selama kehamilan, perubahan kadar hormonal menyebabkan peningkatan aliran darah, yang menyebabkan suhu tubuh sedikit meningkat. Pada saat menopause, penurunan kadar estrogen dapat mempengaruhi pengatur suhu tubuh di dalam tubuh anda. Akan tetapi, berkeringat dapat membantu anda mengatasi rasa panas pada tubuh anda selama menopause. Apa yang Harus Dilakukan? Gunakanlah pakaian tipis dan menyerap keringat. Dinginkan badan anda dengan mandi. Konsumsilah banyak air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi.   8.      Obat-obatan Beberapa jenis obat-obatan dapat membantu menurunkan suhu tubuh anda saat anda demam. Selain itu, obat anti depresan, obat anti hipertensi, dan obat anti diabetes pun dapat membuat anda berkeringat lebih banyak. Apa yang Harus Dilakukan? Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai kemungkinan perubahan dosis obat atau penggantian obat. Jangan mengubah dosis atau menghentikan penggunaan obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda.     Sumber: webmd  
 26 Jun 2018    11:00 WIB
Berkeringat Waktu Tidur, Kenapa Ya?
Apakah Anda pernah terbangun di pagi hari dan merasa bingung mengapa Anda basah kuyup oleh keringat? Berkeringat di malam hari atau saat tidur dapat disebabkan oleh berbagai hal. Bila hal ini sering terjadi, maka Anda mungkin mengalami suatu gangguan kesehatan. Anak dan wanita yang sedang memasuki masa menopause juga dapat mengalami hal ini. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat membuat Anda berkeringat di malam hari.   Suhu Tubuh dan Ruangan Penyebab tersering dari keringat di malam hari adalah karena suhu tubuh Anda meningkat akibat suhu ruangan kamar tidur Anda yang terlalu panas. Selain itu, merupakan suatu hal yang normal bila suhu tubuh Anda berubah-ubah saat Anda tidur. Hal ini dikarenakan pada fase tidur tertentu, sistem saraf autonom yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, dan berbagai hal lainnya akan terstimulasi sehingga suhu tubuh Anda pun meningkat. Kendati demikian, sebagian besar orang akan mengalami penurunan suhu tubuh saat subuh.   Baca juga: Sushi dan Tidur, Kunci Umur Panjang   Gangguan Tidur Tertentu Berbagai jenis gangguan tidur ternyata tidak hanya membuat tidur Anda tidak nyenyak di malam hari, tetapi juga dapat membuat Anda berkeringat di malam hari. Salah satu gangguan tidur yang paling sering menyebabkan hal ini adalah gangguan tidur apnea. Pada gangguan tidur apnea, penderita biasanya mengalami kesulitan bernapas, yang berarti penderita membutuhkan tenaga dan usaha ekstra untuk bernapas. Hal ini tentu saja akan membuat sang penderita berkeringat sama seperti saat ia sedang berlari dan kesulitan bernapas. Pada anak-anak, terutama balita, gangguan tidur yang membuatnya kesulitan bernapas biasanya akan membuat anak berkeringat saat tidur dan tampak gelisah saat tidur. Sang anak mungkin terbangun dengan wajah kemerahan dan basah kuyup oleh keringat. Segera hubungi dokter Anda bila anak Anda mengalami hal ini, apalagi bila ia juga mendengkur. Pada wanita, berkeringat di malam hari biasanya terjadi pada mereka yang telah memasuki masa menopause. Selain itu, resiko terjadinya gangguan tidur apnea juga akan meningkat hingga 10 kali lipat pada masa awal menopause karena penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron. Sementara itu, sejumlah orang juga berkeringat di saat tidurnya setelah mereka mengkonsumsi minuman beralkohol. Hal ini dikarenakan alkohol merupakan pelemas otot, yang akan mempengaruhi saluran pernapasan atas dan memperburuk gangguan tidur apnea serta kebiasaan mendengkur orang tersebut. Hal lainnya yang juga dapat membuat seseorang bangun dalam keadaan basah kuyup oleh keringat adalah karena ia mengalami mimpi buruk atau karena ia mengalami serangan cemas, yang akan memicu terjadinya serangan panik dan keringat berlebih saat tidur. Jika Anda terus mengalami mimpi buruk, terutama setelah mengalami suatu kejadian traumatis, maka pengobatan seperti konseling dapat sangat membantu. Selain itu, anak-anak juga dapat berkeringat saat tidur bila mereka mengalami suatu gangguan tidur yang disebut dengan teror malam.   Gangguan Kesehatan Lain Sesekali terbangun dalam keadaan basah kuyup karena berkeringat mungkin bukanlah suatu hal yang mengkhawatirkan, akan tetapi bila keadaan ini terus berlangsung, maka hal ini mungkin disebabkan oleh suatu gangguan kesehatan tertentu, yang membutuhkan pertolongan medis segera, apalagi bila Anda juga mengalami demam atau penurunan berat badan walaupun tidak sedang berusaha untuk menurunkannya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gangguan kesehatan lainnya yang juga dapat menyebabkan Anda berkeringat saat tidur: Infeksi, termasuk tuberkulosis (TBC) Berbagai jenis obat-obatan seperti obat anti depresi, terapi sulih hormon, insulin Hipertiroidisme Diabetes (hipoglikemia) Gangguan saraf autonom Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Baca juga: 8 Penyebab Timbulnya Keringat dan Cara Mengatasinya Sumber: sleepdisorder
 06 Dec 2016    12:00 WIB
5 Cara Mencegah Bau Ketiak
Masalah bau ketiak adalah masalah yang sangat mengganggu. Setampan atau secantik apapun Anda, bila memiliki masalah yang satu ini maka dijamin level keren Anda akan langsung turun. Tidak mau kan hal ini terjadi? Saat seseorang berkeringat yang merupakan reaksi normal dari tubuh karena terpapar suhu panas atau berolahraga. Apabila keringat berlebihan bercampur dengan bakteri di daerah ketiak inilah yang menjadi biang keladi dari bau badan tidak sedap. Mungkin masalah ini memang mengganggu banyak orang dan mungkin Anda mengalaminya. Tapi jangan khawatir ada beberapa cara alami yang dapat Anda lakukan.   Berikut cara mencegah bau ketiak yang wajib Anda coba: 1.      Gunakan pakaian yang tepat Apabila Anda menggunakan pakaian dari bahan kain sintetis maka tidak memungkinkan udara mengalir di sekitar daerah ketiak sehingga membuat kulit Anda bisa "bernapas". Jadi pilihlah kain tersebut seperti kain katun, wol, dan sutra yang dapat mengalirkan udara lebih baik. Begitu juga bila Anda memilih pakaian olahraga, pilihlah kain sintetis yang dapat menyerap keringat. Agar Anda merasa nyaman saat berolahraga, tidak mudah berkeringat dan tentunya aman dari masalah bau ketiak. 2.      Cukur bulu ketiak Seperti dikatakan penyebab bau ketiak adalah bercampurnya bakteri dan keringat berlebihan. Apabila ketiak berbulu lebat akan memperluas tempat pertumbuhan bakteri.d Jadi salah satu cara untuk membantu mengurangi masalah bau ketiak adalah dengan mencukur bulu ketiak. Apabila untuk Anda para pria merasa risih untuk mencukur bulu ketiak, setidaknya Anda memangkas sedikit bulu ketiak Anda, karena cara ini akan membantu mengurangi bau ketiak. 3.      Hindari makanan dan minuman tertentu Tanpa pernah Anda sadari ternyata ada beberapa makanan yang dapat memicu bau badan. Makanan dan minuman yang dimaksud adalah bawang putih, bawang bombai, kari, alkohol, dan minuman berkafein. Apabila Anda banyak mengonsumsi makanan dan minuman tersebut maka memperbesar masalah bau ketiak. Jadi ada baiknya Anda menghindari makanan dan minuman tersebut. 4.      Mandi setiap hari Kalau saran yang ini sepertinya memang harus Anda lakukan. Karena dengan mandi setiap hari dapat membantu mengurangi pertumbuhan bakteri tubuh, yang berarti membantu mencegah bau ketiak. Terlebih saat Anda habis olahraga, terpapar suhu panas dan hal-hal lain yang memicu keringat berlebih. 5.      Konsumsi sayuran hijau Apabila ada makanan yang harus dihindari, maka ada makanan yang wajib dikonsumsi yaitu sayuran hijau. Sayuran hiau kaya akan klorofil yang membantu mengurangi bau ketiak. Jadi tambahkan selalu sayuran hijau dalam piring Anda. Dengan melakukan cara diatas dijamin masalah bau ketiak akan hilang. Selain mengikuti cara diatas. Usahakan untuk banyak minum air, karena akan membantu tubuh mengeluarkan limbah metabolisme sehingga tidak memperparah bau ketiak.   Baca juga: Kulit Ketiak Hitam? Tidak Lagi   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sweathelp