Your browser does not support JavaScript!
 30 Apr 2019    18:00 WIB
Awas, Tumor Ini Sering Sekali Muncul di Tangan!
Pernahkah Anda mendengar istilah kista ganglion? Kista ganglion adalah sebuah tumor jinak yang seringkali tumbuh pada bagian tangan, terutama pada daerah pergelangan tangan. Kista ganglion terbentuk karena adanya kebocoran pada pembungkus cairan sendi sehingga terbentuklah suatu gelembung seperti kapsul. Selain pada pergelangan tangan, kista ganglion juga dapat tumbuh pada pergelangan kaki. Kista ganglion biasanya berbentuk bulat atau oval dan berisi cairan kental seperti gel. Ukurannya dapat bervariasi mulai dari sebesar kacang polong hingga sebesar bola ping pong (diameter 2.5 cm). Kista ganglion dapat terasa nyeri jika kista menekan saraf di dekatnya. Karena terletak pada daerah persendian, kista dapat menyebabkan gangguan pergerakan sendi.   Apa Penyebabnya? Hingga saat ini para peneliti masih belum mengetahui apa penyebab pasti dari kista ganglion. Kista ganglion biasanya terjadi akibat pemakaian atau pergerakan sendi yang berlebihan, misalnya karena seseorang terlalu banyak mengetik atau terlalu banyak menggunakan sendi di daerah pergelangan tangan. Hal lainnya yang juga seringkali meningkatkan resiko terbentuknya kista ganglion adalah trauma atau benturan pada daerah pergelangan tangan. Kista ganglion dapat terjadi pada pria dan wanita, tetapi paling sering mengenai wanita yang berusia antara 20-30 tahun.   Apa Saja Gejalanya? Untuk membedakan kista ganglion dari berbagai jenis kista lainnya, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gejala dari kista ganglion, yaitu: Kista biasanya berbentuk bulat atau oval dan berdiameter sekitar 1-2 cm. Ukuran kista dapat membesar bila sendi yang terkena terus melakukan gerakan berulang Teraba kenyal Kista dapat bertambah besar dan menjadi keras Tumbuh di sekitar persendian, terutama di daerah pergelangan tangan  dan tangan. Kista juga dapat tumbuh di daerah pergelangan kaki dan kaki atau persendian lainnya Tidak terasa nyeri. Akan tetapi, bila kista menekan saraf, maka kista dapat menyebabkan timbulnya rasa nyeri, kesemutan, mati rasa, atau kelemahan otot   Pengobatan yang Dapat Dilakukan Kista ganglion sendiri biasanya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya, misalnya saat terbentur, kista dapat pecah dan cairan di dalamnya pun akan kembali diserap oleh tubuh sehingga kista pun tampak menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi, bila dirasa mengganggu kista dapat diangkat melalui tindakan pembedahan atau dengan mengeluarkan cairan di dalam kista dengan menggunakan jarum suntik.   Baca Juga: Apa Itu Kista dan Di Mana Kista Biasa Tumbuh?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: mayoclinic
 21 Mar 2019    18:00 WIB
Berjalan Kaki Mampu Melancarkan Sirkulasi Darah
Mungkin Anda sering disarankan untuk melakukan olahraga, namun tidak memiliki waktu untuk melakukannya. Untuk itu Anda dapat melakukan olahraga yang mudah, murah dan menyenangkan yaitu berjalan. Berikut manfaat yang Anda dapatkan dari berjalan kaki: Meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh Sehingga berjalan kaki tidak hanya baik untuk Anda namun juga untuk seseorang yang mempunyai penyakit jantung karena dapat membantu menurunkan tekanan darah dan memperkuat otot jantung. Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Colorado dan Universitas Tennessee menemukan bahwa wanita yang berjalan kaki sebanyak 1-2 mil dalam sehari dapat menurunkan tekanan darah hampir 11 poin dalam waktu 24 minggu. Wanita yang berjalan kaki selama 30 menit sehari dapat mengurangi risiko stroke sekitar 20-40% tergantung kecepatan mereka berjalan, menurut para peneliti di Universitas Harvard. Berjalan kaki menurunkan risiko patah tulang Penelitian menunjukkan yang dilakukan sebuah rumah sakit di Boston bahwa wanita paska menopause yang berjalan kaki sekitar 30 menit sehari akan mengurangi risiko patah tulang pinggul sebesar 40 persen. Berjalan kaki adalah olahraga yang memperpanjang umur Berdasarkan sebuah penelitian terbaru dari Universitas Kedokteran Michigan mengatakan bahwa orang-orang yang berolahraga sekitar 35 persen mempunyai usia lebih panjang sekitar delapan tahun dibanding rekannya yang tidak melakukan jalan kaki. Berjalan kaki mendukung sendi dan tulang Berjalan kaki juga membantu mencegah terjadinya osteoporosis dan osteoartritis menurut Michael A. Schwartz, MD, seorang dokter ortopedi di New York. Berjalan meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot Anda Salah satu manfaat dari berjalan kaki juga mampu meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot Anda. Sumber: arthritistoday
 12 Jun 2018    08:00 WIB
Gaya Berjalan dan Kepribadian Anda
Seperti halnya cara berpakaian atau cara bicara Anda, gaya berjalan Anda juga dapat menunjukkan seperti apa kepribadian Anda sebenarnya. Sebuah penelitian dari Swiss dan Inggris menemukan bahwa gaya berjalan seseorang dapat menunjukkan bagaimana kepribadian seorang pria. Sebagian besar orang memiliki gaya berjalan yang merupakan kombinasi dari beberapa jenis gaya berjalan di bawah ini, walaupun biasanya salah satunya bersifat lebih dominan.   Si Pengemudi Gaya Berjalan Cepat dan terburu-buru, ia tampak seperti seseorang yang harus pergi ke suatu tempat dan tahu bagaimana ia harus sampai di sana. Jika ia mengalami suatu hambatan dalam perjalanannya tersebut, ia akan langsung menghadapinya atau berputar melewatinya, bahkan bila ia harus sering bertabrakan dengan pejalan kaki lainnya. Tubuhnya biasanya tampak condong ke depan saat berjalan. Selain itu, ia juga biasanya melakukan banyak hal saat berjalan, baik mengobrol, saling berkirim pesan singkat di telepon genggamnya, atau sambil memikirkan berbagai hal penting yang perlu dilakukannya. Ia biasanya tidak melakukan kontak mata atau berinteraksi dengan orang-orang yang dilewatinya. Apa Anggapan Orang Lain Orang lain yang mengenal atau melihat gaya berjalannya biasanya beranggapan bahwa ia merupakan seseorang yang mampu membereskan berbagai masalah dan walaupun banyak orang mengagumi konsentrasinya saat bekerja, akan tetapi orang lain mungkin merasa ia sedikit "dingin" dan sulit didekati.   Si Pengoreksi Gaya Berjalan Lambat dan berhati-hati, pandangan matanya biasanya cenderung tertuju pada daerah kakinya atau pada permukaan tanah, seperti seseorang yang khawatir akan salah melangkah. Selain itu, saat berjalan, lengannya biasanya berada di dekat tubuhnya, karena ia takut mengganggu jalan orang lain. Orang dengan gaya berjalan satu ini juga tidak suka menggunakan telepon genggam atau berjalan sambil mengobrol dengan orang lain kecuali bila benar-benar diperlukan. Apa Anggapan Orang Lain Ia mungkin tampak sebagai seorang penyendiri dan plin-plan. Orang lain cenderung menganggapnya sebagai seorang introvert dan pemalu, sulit didekati dan dingin.   Si Pemengaruh Gaya Berjalan Cepat, walaupun tidak secepat Si Pengemudi. Gaya berjalannya tampak elastis dan bersemangat. Ia sangat senang berpose saat berjalan dan selalu menyapa orang-orang yang dilewatinya, baik dengan tersenyum, melambai, atau bahkan berteriak. Pandangan matanya cenderung selalu melihat ke sekelilingnya saat berjalan. Dadanya tampak membusung ke depan, bahu ke belakang, dan kepala terangkat ke atas. Ia biasanya merupakan seseorang yang menjadi pemimpin, misalnya menjadi orang pertama yang keluar dari ruangan atau bangkit berdiri. Apa Anggapan Orang Lain Orang lain menganggap orang dengan gaya berjalan seperti ini sebagai seseorang yang menyenangkan dan berkarisma, akan tetapi juga dapat terlihat sebagai seseorang yang sombong. Anda mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan biasanya disukai oleh orang-orang di sekitar Anda. Akan tetapi, Anda kadangkala terlalu berlebihan sehingga menjadi sorotan pada beberapa keadaan di mana sebenarnya orang lainlah yang harusnya menjadi sorotan.   Si Pendukung Gaya Berjalan Lambat hingga sedang, dengan postur tubuh yang santai. Postur tubuhnya sangat lembut, tidak cepat, atau berlebihan. Saat berjalan, ia tidak tampak condong ke depan maupun membusungkan dada, dan semua berat tubuhnya tampaknya difokuskan pada kakinya. Ia pun sering melakukan berbagai pose saat berjalan, akan tetapi tidak berlebihan. Apa Anggapan Orang Lain Ia merupakan seseorang yang lebih memperhatikan orang lain dibandingkan pekerjaannya. Sangatlah penting bagi orang dengan gaya berjalan seperti ini untuk diperhatikan dan dihargai oleh orang lain, akan tetapi ia terlalu malu untuk menunjukkan keinginannya tersebut. Selain itu, ia pun terlihat seperti seseorang yang ingin disukai oleh semua orang dan menjadi bagian dalam suatu tim.  Baca juga: Posisi Tidur dan Kepribadian Anda Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: menshealth
 07 Jun 2018    08:00 WIB
Jalan Cepat Untuk Hidup Yang Lebih Sehat
Mereka yang hidup di kota besar khususnya kota metropolitan tentu tidak asing dengan kepadatan kendaraan dan manusia. Guys, coba perhatikan ketika berada di perhentian busway, khususnya tempat transit, orang bisa berjalan denga cepat dari satu pintu ke pintu lainnya untuk bisa segera masuk. Di pagi hari, apalagi sudah mau jam masuk kerja orang bisa berjalan dengan cepat agar tidak terlambat. Nah ternyata berdasarkan studi terbaru ternyata mereka yang suka berjalan khususnya yang berjalan dengan langkah yang lebih cepat mendapatkan manfaat yang lebih baik. Ini dikarenakan berdasarkan penelitian ditemukan bahwa semakin cepat kita berjalan, semakin panjang umur kita. Jalan untuk hidup yang lebih sehat Lima institusi melakukan penelitian terkait hal ini adalah dari University of Sydney dari Australia, the University of Limerick dari Irlandia, dan tiga lainnya dari UK yaitu the Universities of the Cambridge, Edinburgh, dan Ulster. Tim ini mengeksplorasi hubungan berjalan dan kematian seseorang yang disebabkan oleh penyakit jantung, kanker dan penyebab lainnya. Penelitian ini dilakukan di UK sekitar tahun 1994-2008 pada 50.225 pejalan kaki. Hasil yang berkaitan yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung ternyata menunjukan bahwa mereka yang berjalan cepat sekitar 21% sedangkan yang berjalan dengan kecepatan rata-rata sekitar 24%. Sedangkan untuk kematian yang disebabkan oleh kanker belum ada bukti yang menunjukan bahwa kecepatan berjalan mempengaruhi secara signifikan untuk kematian yang disebabkan penyakit ini. Yang tua yang lebih dapat manfaat Ternyata dari penelitian ini juga ditemukan yang usianya lebih tua mendapatkan manfaat lebih dari dengan berjalan lebih cepat. Mereka yang berumur 60 tahun atau lebih memiliki resiko kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung 46% sedangkan mereka yang berjalan dengan kecepatan langkah rata-rata sekitar 53% Dengan berjalan cepat meningkatkan detak jantung kita. So, guys tetap semangat ketika bekerja atau melakukan sesuatua yang mengharuskan kita untuk jalan. Kalau mau jalan santai boleh, tapi kalau mau bagus untuk kesehatan tidak ada salahnya kita berjalan lebih cepat.   Baca juga : 5 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan Dengan Berjalan Kaki Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: Medical News Today
 07 Apr 2018    08:00 WIB
Benarkah Cara Berjalan Dapat Mempengaruhi Mood Seseorang?
Sebuah penelitian baru yang dilakukan di Kanada menemukan bahwa hanya dengan mengubah cara berjalan Anda, maka Anda pun akan merasa lebih bahagia.   Pada penelitian ini, para peneliti meminta sekelompok orang untuk mengubah gaya atau cara berjalannya menjadi gaya berjalan "sedih", di mana para peserta pada kelompok ini diminta untuk berjalan dengan membungkuk, bahu mengarah ke depan, dan tidak terlalu banyak mengayunkan tangan.   Sementara itu, para peneliti pun meminta kelompok peserta penelitian lainnya untuk berjalan dengan gaya "bahagia", di mana gerakan mengayunkan tangan lebih banyak, bahkan sambil sedikit melompat-lompat.   Setelah mengubah gaya berjalan para peserta penelitian, para peneliti pun meminta para peserta penelitian untuk melakukan sebuah pemeriksaan daya ingat. Hasilnya adalah para peserta penelitian yang diminta berjalan dengan gaya "sedih" lebih banyak mengingat kata-kata negatif dibandingkan dengan peserta penelitian lainnya yang diminta untuk berjalan dengan gaya "bahagia".   Perubahan apa yang diingat seseorang ini sangatlah penting karena hal ini turut berperan dalam timbulnya gejala depresif. Seseorang yang sedang mengalami depresi cenderung untuk mengingat berbagai kejadian negatif dan memfokuskan perhatian mereka pada kejadian tersebut, yang membuat mood mereka menjadi buruk.   Para peneliti menduga bahwa dengan mengubah gaya berjalan atau cara seseorang bergerak, maka hal ini dapat mempengaruhi bagaimana otak Anda memproses suatu informasi. Oleh karena itu, bila Anda ingin memperbaiki mood Anda yang sedang buruk, ubahlah gaya berjalan Anda dan Anda pun akan merasa lebih baik.     Sumber: menshealth
 04 Feb 2018    08:00 WIB
Cara Olahraga Yang Benar untuk Orang Tua Berusia 65 Tahun Keatas
Untuk Anda yang mempunyai usia di atas 65 tahun atau Anda mempunyai orang tua yang berusia lebih dari 65 tahun. Mungkin sering bertanya apakah orang tua memang  memerlukan olahraga? Ataupun bagaimana cara melakukannya. Usia yang lebih tua bukan berarti seseorang berhenti untuk melakukan aktivitas. Olahraga merupakan hal yang penting dilakukan oleh siapa saja, termasuk orang tua. Untuk orang tua yang memiliki berat badan berlebihan, peningkatan kolesterol, gula darah, permasalahan sendi dan lain-lain, maka mereka tetap membutuhkan olahraga.   Olahraga merupakan latihan yang penting untuk menjaga keseimbangan, fleksibiltas dan pemeliharaan kesehatan tubuh.  Berikut adalah cara olahraga yang benar untuk orang tua: Mulailah dengan berjalan kaki yang ringan. Anda lebih baik melakukannya di luar dibanding di treadmill. Lakukan selama 5-15 menit.  Untuk Anda menggunakan "alat pacu jantung", Anda harus memperhatikan ketahanan Anda. Bila Anda masih kuat tambahkan waktu berjalan Anda selama 3-7 menit.  Ambil waktu satu menit untuk istirahat untuk melenturkan pergelangan kaki dan pergelangan tangan.  Lakukan latihan angkat beban. Untuk melakukan latihan angkat beban. Gunakan beban mulai dari satu hingga tiga kilogram, disesuaikan dengan kemampuan Anda dan Anda merasa nyaman saat mengangkatnya. Ingat jangan lakukan lebih dari sepuluh kali pengulangan Melakukan peregangan lengan yang lembut.  Regangkan kaki Anda sebelum kembali ke rumah Anda.  Minumlah air. Sangat penting untuk tetap terhidrasi selama latihan. Jangan memaksakan diri, saat berolahraga harus sesuai dengan kemampuan Anda Konsultasi dengan dokter sebelum Anda memulai program latihan Anda.    Sumber: wikihow
 28 May 2017    11:00 WIB
Mengapa Berjalan Kaki Lebih Baik Daripada Berlari?
Sebagian besar orang mengira bahwa berlari merupakan olahraga yang paling baik bagi kesehatan. Akan tetapi, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa alasan mengapa berjalan kaki justru lebih baik bagi kesehatan Anda daripada berlari.   1.      Benturan Lebih Ringan (Low Impact) Berlari dapat "menyusahkan" tubuh karena merupakan olahraga high impact. Sebaliknya, berjalan kaki justru merupakan olahraga low impact, yang merupakan pilihan yang tepat bagi seorang pemula dan bagi orang dengan gangguan persendian bila mereka ingin membakar kalori.   2.      Mudah Dilakukan Setiap Hari Salah satu masalah saat ingin memasukkan lari sebagai bagian dari rutinitas harian Anda adalah waktu, terutama bila Anda merupakan orang yang sangat sibuk dengan pekerjaan atau anak. Akan tetapi, berjalan kaki merupakan olahraga yang lebih mudah dilakukan kapan saja, bahkan sambil bekerja.   3.      Tidak Menyebabkan Rasa Nyeri Berjalan kaki, bila dilakukan dengan benar, seharusnya tidak menyebabkan timbulnya rasa nyeri. Rasa nyeri saat berjalan kaki dapat terjadi bila Anda melakukannya dengan cara yang salah.   4.      Menguatkan Otot dan Persendian Jika Anda mengalami nyeri sendi atau gangguan pada daerah persendian, terutama pada daerah tubuh bagian bawah dan perut; maka berlari dapat menyebabkan efek negatif dalam jangka panjang pada persendian dan tulang Anda. Sementara itu, berjalan kaki justru dapat menguatkan otot dan persendian pada tubuh bagian bawah dan perut tanpa meningkatkan resiko terjadinya kerusakan lebih lanjut.   5.      Resiko Cedera Rendah Berjalan kaki merupakan salah satu olahraga dengan resiko cedera yang rendah. Berlari dapat meningkatkan resiko terjadinya keseleo, robeknya otot, kerusakan persendian, dan nyeri punggung.   6.      Tidak Membuat Anda Merasa Amat Sangat Kelelahan Apakah Anda pernah merasa sangat kelelahan hingga Anda tidak lagi dapat melanjutkan kegiatan olahraga Anda? Berlari merupakan salah satu jenis olahraga yang dapat membuat Anda merasa demikian. Sebaliknya, berjalan kaki, walaupun tetap dapat membuat Anda merasa lelah, akan tetapi tidak akan membuat Anda merasa sangat kelelahan.   7.      Dapat Dilakukan di Mana Saja Berjalan kaki merupakan jenis olahraga yang benar-benar dapat dilakukan di mana saja. Anda dapat melakukannya saat berlibur atau bekerja.   Sumber: sheknows
 25 May 2017    08:00 WIB
Berjalan Kaki Dapat Menurunkan Resiko Terjadinya Stroke
Beberapa peneliti di Inggris mengatakan bahwa pria lanjut usia mungkin dapat menurunkan resiko terjadinya stroke dengan berjalan kaki setiap harinya. Anda tidak perlu berjalan cepat untuk mengurangi resiko stroke. Sebuah penelitian baru ini menunjukkan bahwa berjalan kaki selama 1 atau 2 jam mungkin dapat menurunkan resiko terjadinya stroke hingga sepertiga dan berjalan kaki selama 3 jam atau lebih setiap harinya juga dapat menurunkan resiko terjadinya stroke hingga dua pertiga kalinya. Stroke merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan utama sehingga perlu dilakukan berbagai hal untuk mencegah stroke, terutama pada orang lanjut usia yang memiliki resiko lebih tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan memiliki gaya hidup yang aktif, terutama sering berjalan kaki, dapat mencegah terjadinya stroke pada orang lanjut usia. Yang lebih menarik adalah anda tidak perlu berjalan cepat untuk menurunkan resiko stroke. Berjalan kaki saja, baik berjalan santai maupun cepat dapat membantu menurunkan resiko stroke anda. Sebenarnya, berbagai aktivitas fisik selain berjalan kaki juga merupakan hal penting untuk menurunkan resiko terjadinya stroke, baik pada pria maupun wanita. Berbagai aktivitas fisik ini juga dapat meningkatkan kesehatan jantung anda dan bahkan dapat memperbaiki mood anda. Berjalan cepat atau berkebun atau berbagai aktivitas fisik sedang lainnya selama sekitar 150 menit setiap minggunya atau melakukan aktivitas berat seperti jogging atau bermain tenis selama 75 menit setiap minggunya dapat membantu melindungi jantung terhadap berbagai penyakit jantung, mencegah diabetes, dan mencegah stroke. Walaupun penelitian ini menemukan adanya hubungan antara waktu berjalan kaki setiap minggunya dengan menurunnya resiko stroke, tidak ditemukan adanya hubungan sebab akibat. Pada penelitian ini, peneliti melakukan pengamatan pada sekitar 3.500 pria sehat yang berusia antara 60-80 tahun. Para peneliti kemudian menanyakan berapa banyak waktu yang mereka habiskan setiap minggunya untuk berjalan kaki. Para peneliti kemudian membagi pria-pria ini menjadi 5 kelompok, yaitu:•  Pria yang berjalan 0-3 jam setiap minggunya•  Pria yang berjalan 4-7 jam setiap minggunya•  Pria yang berjalan 8-14 jam setiap minggunya•  Pria yang berjalan 15-21 jam setiap minggunya•  Pria yang berjalan lebih dari 22 jam setiap minggunya Peneliti kemudian menemukan bahwa dalam waktu 10 tahun, pria yang berjalan kaki selama 8-14 jam setiap minggunya mengalami penurunan resiko terjadinya stroke hingga sepertiga kali dibandingkan dengan pria yang berjalan kaki selama 0-3 jam setiap minggunya. Sementara itu, bagi pria yang berjalan kaki lebih dari 22 jam setiap minggunya, para peneliti menemukan bahwa resiko terjadinya stroke pada mereka turun hingga dua pertiga kali. Penelitian ini menemukan bahwa sekitar 80 dari 1.000 pria yang berjalan kaki 0-3 jam setiap minggunya mengalami stroke dalam waktu 10 tahun. Sementara itu, sekitar 55 dari 1.000 pria yang berjalan kaki selama 8-14 jam setiap minggunya mengalami stroke dalam waktu 10 tahun kemudian. Penurunan resiko stroke ini tidak berhubungan dengan seberapa cepat anda berjalan kaki, hanya berhubungan dengan seberapa lama anda berjalan kaki.Sumber: webmd