Your browser does not support JavaScript!
 31 Jul 2019    18:00 WIB
Hal yang Perlu Diketahui Tentang Kelahiran Prematur
Kelahiran prematur merupakan suatu keadaan di mana anda melahirkan sebelum waktunya, yaitu lebih dari 3 minggu sebelum waktu perkiraan kelahiran anda.   Faktor Resiko Terdapat banyak hal yang dapat meningkatkan resiko kelahiran prematur, seperti: Merokok Memiliki berat badan berlebih atau kurang sebelum hamil Perawatan selama kehamilan kurang baik Mengkonsumsi alkohol atau obat terlarang lainnya selama kehamilan Memiliki gangguan kesehatan lainnya seperti tekanan darah tinggi, preeklampsia, diabetes, gangguan pembekuan darah, atau berbagai jenis infeksi Bayi yang berada dalam kandungan anda memiliki kelainan kongenital tertentu Hamil melalui proses fertilisasi in vitro (bayi tabung) Kehamilan kembar Adanya anggota keluarga yang mengalami kelahiran premature Pernah melahirkan secara prematur juga sebelumnya Hamil kembali berdekatan dengan waktu persalinan anda terdahulu   Gejala Segera hubungi dokter atau bidan anda bila anda mengalami beberapa tanda persalinan di bawah ini, yaitu: Nyeri punggung atau pinggang yang menetap atau hilang timbul dan tidak menghilang dengan perubahan posisi atau usaha lainnya untuk membuat diri anda merasa nyaman Mengalami kontraksi setiap 10 menit atau kurang Kram pada perut bagian bawah atau kram perut seperti saat menstruasi atau rasa mulas seperti saat menderita diare Keluarnya cairan dari vagina Adanya gejala-gejala seperti flu, yaitu mual, muntah, atau diare Merasakan adanya peningkatan tekanan pada panggul atau kemaluan anda Peningkatan jumlah cairan yang keluar melalui kemaluan anda Keluarnya darah dari kemaluan anda, banyak maupun sedikit   Kontraksi Rahim atau Nyeri Perut Lainnya? Untuk menentukan apakah anda benar-benar mengalami kontraksi persalinan atau kontraksi rahim, cobalah lakukan beberapa hal di bawah ini, yaitu: Letakkanlah ujung jari tangan anda pada perut anda Jika anda merasakan perut anda mengencang dan kemudian mengendur, maka ini merupakan tanda kontraksi rahim Bila anda telah yakin anda mengalami kontraksi rahim, mulailah menghitung berapa lama kontraksi anda berlangsung dan seberapa sering Cobalah untuk menghentikan kontraksi ini dengan mengubah posisi anda atau membuat diri anda lebih rileks dan nyaman atau minumlah 2-3 gelas air Kontraksi palsu atau kontraksi Braxton Hicks dapat terjadi pada setiap wanita hamil. Perbedaanya dengan kontraksi persalinan adalah bahwa kontraksi palsu ini terjadi secara tidak teratur, tidak semakin sering, dan akan menghilang bila anda mengubah posisi duduk atau tidur anda atau beristirahat atau meminum air.   Kapan Hubungi Dokter Jika kontraksi terus berlangsung setiap 10 menit atau kurang atau gejala yang anda alami semakin memburuk atau anda mengalami nyeri perut hebat yang tidak berkurang atau menghilang setelah beberapa saat, segera hubungi dokter atau bidan anda.   Apa yang Terjadi Bila Anda Memang Akan Segera Melahirkan? Jika dokter mengatakan bahwa gejala yang alami bukanlah tanda-tanda persalinan, maka anda akan diperbolehkan pulang. Bila dokter atau bidan anda telah memastikan bahwa anda akan segera melahirkan, maka dokter akan menyarankan agar anda dirawat di rumah sakit untuk melakukan beberapa pengobatan di bawah ini, yaitu: Pemasangan infus untuk memberikan cairan Memberikan obat untuk merelaksasi otot rahim dan menghentikan proses persalinan Memberikan obat untuk mempercepat pematangan paru-paru bayi anda Pemberian antibiotika Jika proses persalinan anda tidak dapat dihentikan, maka baik dokter maupun bidan anda akan memulai persiapan persalinan.   Efek Kelahiran Prematur Pada Bayi Anda Sebagian besar anak yang lahir prematur dapat tumbuh dan berkembang dengan normal seperti anak-anak lainnya. Akan tetapi, anak yang lahir premature memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap berbagai gangguan kesehatan, seperti autisme, gangguan intelektual, cerebral palsy, gangguan paru-paru, gangguan penglihatan, dan gangguan pendengaran. Perkembangan dan pertumbuhan bayi prematur biasanya lebih lambat daripada bayi lainnya. Semakin cepat bayi tersebut lahir, maka semakin tinggi resiko bayi tersebut untuk mengalami berbagai gangguan kesehatan di atas. Bayi yang lahir setelah kehamilan berusia 7 bulan biasanya membutuhkan waktu perawatan di rumah sakit yang lebih sebentar dan memiliki resiko yang lebih rendah daripada bayi yang lahir sebelum kehamilan mencapai usia 7 bulan.   Sumber: webmd
 31 Jan 2018    08:00 WIB
Apa Makanan Terbaik Bagi Bayi Prematur?
Hadirnya seorang bayi dalam keluarga Anda tentu saja akan melengkapi kebahagiaan Anda dan suami, akan tetapi hal ini juga dapat membuat Anda dan suami stress bila bayi Anda lahir lebih cepat daripada perkiraan. Bayi prematur biasanya harus diletakkan di dalam inkubator di NICU selama setidaknya beberapa minggu. Hal ini dikarenakan berbagai organ tubuhnya belum berkembang dengan sempurna sehingga kondisi kesehatannya pun belum stabil. Karena hal ini jugalah banyak ibu meragukan saran dokternya bila mereka diminta memberikan ASI pada bayi prematur mereka. Mereka merasa khawatir hal ini dapat semakin memperburuk keadaan kesehatan bayinya. Akan tetapi, hal penting yang perlu para ibu ketahui adalah bahwa ASI justru adalah makanan terbaik bagi para bayi baru lahir, terutama bagi bayi prematur. Hal ini dikarenakan ASI mengandung berbagai zat yang dapat membantu menjaga kesehatan bayi baru lahir.   Kolostrum merupakan air susu pertama yang dihasilkan oleh sang ibu setelah ia melahirkan. Dan dibandingkan dengan berbagai jenis susu lainnya termasuk ASI, kolostrum memiliki kandungan antibodi yang paling tinggi, yang diperlukan oleh bayi prematur untuk melawan berbagai jenis komplikasi atau infeksi yang mungkin terjadi. ASI juga sangat efektif untuk melindungi bayi dari berbagai jenis infeksi seperti meningitis dan enterokolitis nekrotisasi, suatu infeksi usus berat. Jadi, dengan mengkonsumsi ASI, bayi akan menerima "imunisasi" pertamanya karena semua antibodi yang ada di dalam tubuh ibu akan "diturunkan" pada bayinya melalui ASI. Tidak ada vaksin buatan di dunia ini yang dapat menyamai "vaksin" yang satu ini. Kolostrum memang sudah didesain secara khusus untuk membantu bayi prematur melewati minggu-minggu pertama kehidupannya. Kolostrum mengandung lebih banyak protein dan lemak daripada ASI yang dihasilkan beberapa minggu setelah ibu melahirkan. Selain itu, ibu yang melahirkan bayi prematur biasanya akan menghasilkan kolostrum untuk waktu yang lebih lama daripada ibu yang melahirkan bayi cukup bulan. Oleh karena itu, sangat penting agar para ibu yang mengalami persalinan prematur untuk memberikan ASInya sebanyak mungkin pada bayinya. Sangat penting untuk seorang ibu dari bayi prematur untuk memberikan ASInya (atau mengeluarkan ASInya) 6 jam paska melahirkan. Untuk memastikan produksi ASI ibu bayi prematur tidak terganggu karena lebih jarang menyusui (karena bayi masih berada di inkubator), dianjurkan agar para ibu ini memerah ASInya secara teratur, yaitu sekitar 8x sehari, seperti halnya wanita yang menyusui bayi cukup bulan.   Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Gendongan Bayi   Di bawah ini Anda dapat melihat bagaimana bayi prematur diberi makan berdasarkan pada usianya: Usia 28 minggu atau kurang, makanan dan nutrisi lainnya diberikan melalui infus dan cairan infus Usia 28-34 minggu, makanan diberikan melalui infus dan cairan infus, ditambah dengan melalui selang makan Usia 32-37 minggu, makanan diberikan melalui selang makan dan dari botol susu atau dari ASI Usia 38 minggu. Sebenarnya bayi sudah termasuk cukup bulan saat mereka berusia 38 minggu, akan tetapi sebagai "mantan" bayi prematur maka bayi biasanya lebih lemah. Biasanya bayi butuh waktu lebih lama untuk disusui dan para ibu harus memperhatikan apakah bayi mengalami berbagai gangguan saat menyusui, misalnya tersedak, menelan, dan bernapas. Karena bayi prematur tidak terbiasa minum susu sendiri, maka ibu mungkin perlu sering memberikan jeda pada bayi saat minum susu sehingga bayi dapat menelan susu dan bernapas dengan bayi. Jika bibir bayi berwarna kebiruan saat menyusui, maka ia mungkin tersedak Selain itu, karena bayi prematur biasanya memiliki otot leher yang lebih lemah, maka kepala mereka perlu ditopang saat menyusui. Ibu harus meletakkan tangannya di belakang leher bayinya, di mana jari telunjuk dan ibu jari ibu berada pada telinga bayi. Bayi prematur juga sering mengalami refluks gastroesofageal, yang membuat mereka akan memuntahkan semua makanan yang dikonsumsinya. Untuk mencegahnya, dianjurkan untuk menengkurapkan bayi atau memiringkan posisi tidur bayi. Ibu juga dianjurkan untuk menyusui bayinya lebih sering dengan porsi yang lebih sedikit setiap kalinya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 30 Sep 2015    20:00 WIB
Kekurangan Bakteri Justru Sebabkan Kelahiran Prematur?
  Menurut sebuah penelitian baru, bakteri di dalam tubuh seorang wanita ternyata dapat menjadi petunjuk mengenai seberapa besar resikonya untuk mengalami persalinan sebelum waktunya (kelahiran prematur). Para peneliti menemukan bahwa wanita hamil (peserta penelitian) yang memiliki kadar Lactobacillus (sejenis bakteri) yang lebih rendah pada vaginanya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami persalinan sebelum waktunya dibandingkan dengan wanita yang memiliki cukup banyak bakteri tersebut pada vaginanya. Hal ini dikarenakan bakteri baik tersebut akan digantikan oleh 2 jenis bakteri lainnya yaitu Gardnerella dan Ureaplasma, yang justru lebih sering menyebabkan terjadinya kelahiran prematur.   Baca juga: Bakteri Usus Ibu Dapat Membantu Menambal Kebocoran Sawar Darah Otak Bayi, Benarkah?   Pada penelitian ini, dari 49 orang peserta penelitian, 15 orang di antaranya mengalami persalinan sebelum waktunya. Dari hasil pemeriksaan, para peneliti pun menemukan bahwa komposisi bakteri vagina pada sebagian besar wanita tersebut mengalami perubahan yang cukup drastis pada waktu persalinan terjadi, yaitu jumlah bakteri Lactobacillus menurun dan tempatnya pun digantikan oleh bakteri lainnya setelah proses persalinan. Perubahan ini pun akan berlangsung hingga 1 tahun. Sayangnya, hingga saat ini, para peneliti masih belum dapat memastikan apakah berubahnya komposisi bakteri tersebut yang membuat seorang wanita mengalami persalinan sebelum waktunya atau apakah ada suatu faktor lain yang memicu terjadinya persalinan yang juga menyebabkan terjadinya perubahan komposisi bakteri pada vagina wanita hamil. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui mengapa perubahan komposisi bakteri ini terjadi dan apa pengaruhnya terhadap kesehatan para wanita hamil tersebut. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: foxnews, livescience
 29 Sep 2015    20:00 WIB
Lahir Tanpa Sengaja, Bayi Prematur Ini Harus Berjuang Untuk Hidup!
Para dokter yang menangani kelahiran bayi perempuan ini menjulukinya “gadis sumpit”. Hal ini dikarenakan berat badannya saat lahir hanya sekitar 2.300 gram dan panjang badannya hanya sekitar 27.5 cm. Bayi perempuan yang dilahirkan di bagian selatan Cina tersebut berhasil bertahan hidup walaupun lahir saat kehamilan ibunya baru berusia 23 minggu. Proses kelahirannya sendiri sebenarnya terjadi secara tidak sengaja. Bayi perempuan ini terpaksa dilahirkan karena ibunya membutuhkan pertolongan darurat di daerah leher rahimnya. Adanya “interupsi” pada daerah leher rahim sang ibu tersebut memicu terjadinya proses persalinan.   Baca juga: Ganja Sebabkan Resiko Kelahiran Prematur Dua kali Lipat   Para dokter yang menangani sang ibu mengatakan bahwa mereka perlu melakukan tindakan darurat pada ibu berusia 24 tahun tersebut karena ia mengalami komplikasi plasenta previa. Plasenta previa sendiri sebenarnya merupakan suatu keadaan di mana plasenta atau ari-ari terletak pada bagian bawah rahim atau tepatnya pada “pintu masuk” leher rahim. Pada plasenta previa, sebagian atau seluruh plasenta dapat ditemukan terletak pada pintu leher rahim. Keadaan ini dapat membuat sang ibu mengalami perdarahan tanpa mengalami nyeri perut. Sebelum melakukan tindakan darurat pada sang ibu, para dokter telah memberitahu pasangan suami istri tersebut bahwa tindakan darurat ini dapat memicu terjadinya proses persalinan dan membuat kemungkinan hidup sang bayi sangat kecil. Sang bayi memang berhasil bertahan hidup, tetapi ia tetap memerlukan perawatan intensif. Hal ini dikarenakan sang bayi memiliki satu masalah, yaitu karena usia kehamilan yang masih begitu muda, maka pembuluh darah baliknya (pembuluh darah vena) pun belum berkembang dengan sempurna, sehingga para dokter pun kesulitan memberikan nutrisi yang diperlukan oleh sang bayi untuk bertumbuh dan berkembang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: foxnews
 02 May 2014    14:00 WIB
Ketahui Resiko Gangguan Penglihatan Sedini Mungkin
Penelitian menemukan bahwa retinopati berat akibat prematuritas dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan motorik, gangguan mental, dan hilangnya pendengaran (tuli). Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa bayi prematur yang mengalami gangguan penglihatan yang dapat mengancam fungsi penglihatannya memiliki resiko yang lebih tinggi (3-4 kali) untuk mengalami berbagai gangguan kesehatan berat lainnya saat berusia 5 tahun. Retinopati berat pada bayi prematur terjadi akibat paparan terhadap oksigen dosis tinggi saat bayi berada di dalam neonatal intensive care unit (NICU). Oksigen yang berlebihan ini menyebabkan kerusakan berat pada retina. Kerusakan pada retina dapat berupa perdarahan retina dan terlepasnya retina dari dasar mata, yang dapat menyebabkan terjadinya kebutaan. Anak-anak yang mengalami kerusakan retina berat memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai gangguan mental dan motorik serta gangguan pendengaran berat (3-4 kali lipat lebih tinggi). Dokter harus lebih berhati-hati dalam memberikan dosis oksigen bagi bayi prematur. Penelitian ini mengamati bayi yang lahir antara tahun 1999-2004, yang memiliki berat badan lahir antara 550-1.400 gram. Pengamatan dilakukan hingga anak berusia 5 tahun. Para peneliti menemukan bahwa di antara 1.600 bayi yang diamati, sekitar 40% bayi yang mengalami retinopati berat juga mengalami gangguan lainnya saat berusia 5 tahun. Sekitar 15% anak yang mengalami retinopati berat mengalami lebih dari 1 gangguan lain. Sumber: nlm.nih