Your browser does not support JavaScript!
 27 Aug 2018    11:00 WIB
Perbandingan Antara ESWL dan Ureteroskopi Untuk Mengatasi Batu Ginjal
ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) merupakan salah satu pilihan terapi batu ginjal non invasif yang sekarang ini banyak menjadi pilihan dokter dan penderita batu ginjal. Terapi ini cukup efektif untuk mengatasi sebuah batu ginjal yang berukuran kurang dari 1 cm. Beberapa dokter bedah dari Universitas Frederico II, Italia mengamati sekitar 273 pasien diantara bulan Maret 2006 hingga Maret 2009 yang memiliki sebuah batu pada daerah ureter (saluran yang menghubungkan antara ginjal dan kandung kemih) yang berbatasan dengan kandung kemih. Batu berukuran antara 0.5-1.5 cm. Para penderita ini kemudian ditanyakan apakah mereka ingin melakukan tindakan ureteroskopi (pembedahan) atau ESWL. Ureteroskopi merupakan suatu tindakan bedah invasif yang sebenarnya tidak membutuhkan tindakan insisi, tetapi hanya memasukkan sebuah kateter ke dalam uretra (saluran yang menghubungkan antara kandung kemih dan lubang kencing), menuju ke kandung kemih dan ureter untuk mengeluarkan batu tersebut. Sementara itu, ESWL memecahkan batu dengan cara mengirimkan suatu gelombang kejut ke dalam tubuh untuk menghancurkan sebuah batu menjadi serpihan-serpihan kecil sehingga dapat dikeluarkan melalui uretra. 98% terapi ESWL dilakukan pada pasien rawat jalan, yang tidak memerlukan pemberian obat bius. Tindakan ini biasanya hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit. Sementara itu, 98% tindakan ureteroskopi dilakukan pada pasien rawat inap, di mana sekitar 66% nya memerlukan pemberian obat bius lokal, 22% nya memerlukan pemberian obat bius umum, dan 12% nya memerlukan pemberian obat bius intravena (melalui pembuluh darah). Tindakan operasi ini biasanya hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: • 93% penderita yang melakukan terapi ESWL telah terbebas dari batu ginjal dalam waktu 3 bulan setelah tindakan dibandingkan dengan 95% penderita yang terbebas dari batu ginjal setelah melakukan ureteroskopi • Hanya dibutuhkan 1 kali tindakan ESWL untuk menghilangkan batu ginjal pada sekitar 55% penderita, sementara itu 33% lainnya membutuhkan 2 kali ESWL, dan 13% sisanya membutuhkan 3 kali ESWL. Semua penderita yang gagal diterapi dengan ESWL (7%) berhasil diobati dengan ureteroskopi • Sekitar 8% penderita yang melakukan ureteroskopi membutuhkan tindakan terapi ulang • Sekitar 19% penderita yang melakukan ureteroskopi membutuhkan terapi tambahan selama proses operasi berlangsung • Baik ESWL maupun ureteroskopi memiliki efek samping. Sekitar 10% penderita yang melakukan tindakan ESWL mengalami infeksi ginjal. Sementara itu sekitar 17% penderita yang melakukan tindakan ureteroskopi mengalami infeksi ginjal • Lebih dari 19% penderita yang melakukan tindakan ureteroskopi mengalami komplikasi, di mana salah satunya mengalami kebocoran kecil (perforasi) pada ureter • Pada penderita yang memiliki batu ginjal berukuran kurang atau sama dengan 1 cm, tindakan ESWL memiliki efek samping yang lebih sedikit dan lebih jarang membutuhkan terapi ulangan atau terapi tambahan dibandingkan dengan penderita yang melakukan tindakan ureteroskopi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan ESWL merupakan lini pertama pengobatan bagi penderita batu ginjal yang memiliki batu berukuran 1 cm atau kurang. Sementara itu,tindakan ureteroskopi merupakan lini pertama pengobatan bagi penderita batu ginjal yang memiliki batu berukuran lebih dari 1 cm. Sumber: webmd  
 30 Sep 2017    15:00 WIB
5 Alasan Mengapa Anda Harus Kurangi Konsumsi Garam
Garam adalah salah satu jenis bumbu yang paling banyak digunakan diseluruh dunia. Garam dapat menambah cita rasa dari suatu masakan dan banyak orang tidak dapat lepas dari garam walaupun hanya membutuhkan jumlah yang sedikit. Ya garam memang bisa memberikan manfaat kesehatan kepada Anda jika dikonsumsi dalam jumlah yang terbatas, tetapi jika terlalu banyak garam justru dapat merugikan kesehatan Anda. berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda harus membatasi konsumsi garam harian Anda. The American Heart Association (AHA) menyarankan untuk seseorang yang sehat tanpa tekanan darah tinggi, diabetes atau penyakit jantung lainnya tidak boleh mengkonsumsi garam melebihi 3,75 gram garam setiap harinya. Walaupun garam dapat memberikan manfaat kesehatan untuk tubuh, tetapi konsumsi garam yang melebihi dosis anjuran perhari dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Berikut adalah berbagai gangguan kesehatan yang akan muncul jika Anda tidak membatasi konsumsi garam harian Anda.1.  Tekanan DarahKonsekuensi utama dari konsumsi tinggi garam adalah peningkatan darah tinggi. Kondisi ini jika dibiarkan maka dapat meningkatkan resiko terkena serangan jantung dan stroke. Penelitian memperkirakan dengan mengurangi asupan sodium di garam sampai satu pertiga akan dapat menurunkan resiko stroke sampai 22% dan resiko serangan jantung sampai 16%. 2.  OsteoporosisOsteoporosis adalah salah satu kondisi medis yang menyerang tulang, menyebabkan tulang rapuh dan cenderung mudah patah. Kalsium merupakan salah satu mineral penting untuk memperkuat tulang. Diet tinggi garam dapat menyebabkan tulang kehilangan kalsium sehingga menyebabkan tulang rapuh dan terkena osteoporosis 3.  Kanker PerutTelah banyak penelitian yang dilakukan untuk memastikan adanya hubungan antara konsumsi tinggi garam dengan terjadinya kanker lambung. Penelitian tersebut mengatakan orang yang selalu menambahkan garam ke makanan mereka mengalami peningkatan resiko terkena kanker lambung sebanyak 78% 4.  ObesitasKonsumsi sodium memang tidak secara langsung menyebabkan peningkatan berat badan dan obesitas, tetapi memiliki kaitan dengan hal tersebut. Garam membuat Anda merasa sangat haus dan membuat Anda minum lebih banyak dan tidak selalu air. Dengan memilih minum minuman energi atau minuman yang mengandung gula lainnya akan menyebabkan Anda mengalami peningkatan berat badan terutama untuk anak-anak dan remaja. 5.  Batu GinjalBatu ginjal dapat terjadi karena endapan kalsium di ginjal. Garam menyebabkan tubuh kehilangan calsium dan tubuh mengeluarkannya melalui urin. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya endapan kalsium di ginjal dan membentuk batu ginjal.Sumber: healthmeup
 01 Apr 2017    08:00 WIB
Bagaimana Mencegah Batu Ginjal Saat Musim Panas
Kita jarang mengasosiasikan batu ginjal dengan suhu dan kelembaban. Padahal kasus batu ginjal meningkat 40% saat musim panas dimana temperatur meningkat. Iklim, temperatur dan kelembaban ternyata dapat berkontribusi terjadinya batu ginjal. Mereka yang bekerja dalam lingkungan yang panas atau memiliki rutinitas pekerjaan yang membuat mereka tidak dapat mencukupkan kebutuhan cairan cenderung akan mengalami batu ginjal. Terutama saat suhu lingkungan naik 5-7 derajat celcius makan resiko terkena batu ginjal akan meningkat sebanyak 30%.  Saat seseorang pindah dari daerah bersuhu sedan ke daerah yang lebih hangat, maka akan mempercepat pembentukan batuginjal. Kasus batu ginjal memang tercatat lebih banyak terjadi di daerah yang kering dan panas. Batu ginjal sering disebabkan oleh dehidrasi, dimana hal ini sering terjadi saat temperatur meningkat. Dehidrasi terjadi ketika air didalam tubuh keluar lewat keringat dan lainnya dan tidak dapat mencukupkan kebutuhan cairan tubuh kembali. Kehilangan air didalam tubuh sering ditandai dengan peningkatan konsentrasi urine. Berikut adalah tips untuk mengcegah batu ginjal:1.  Minum banyak air baik siang atau malam hari sebelum Anda pergi tidur sehingga tubuh Anda tetap terhidrasi 24 jam sehari2.  Minum lemonade karena terbukti dapat mengurangi resiko terjadinya batu ginjal3.  Mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung oksalat, yaitu jenis asam yang dapat membentuk batu ginjal. Makanan dan minuman yang mengandung oksalat adalah soda, coklat, strawberry dan kacang.4.  Mengurangi konsumsi kafein5.  Mengurangi konsumsi garam dan jadikan kebiasaan sehari-hari6.  Tanyakan kepada dokter Anda obat yang dapat mencegah terjadinya batu ginjal jika memang Anda beresiko tinggi terkena batu ginjal.7.  Periksa kembali intake protein hewani termasuk daging, telur dan ikan. Makanan tersebut mengandung purin yang dapat memecah asam urat8.  Banyak makan salad9.  Olahraga dan menurunkan berat badan Sumber: healthmeup
 26 Dec 2016    11:00 WIB
Mengenal Gejala-Gejala dari Batu Ginjal
Penyakit batu ginjal terkadang tidak memberikan gejala sampai ditandai dengan adanya sumbatan aliran urin. Saat hal tersebut terjadi, gejala yang muncul bisa terdiri dari:•  Gelombang rasa nyeri yang tajam di bagian punggung, pinggang atau perut bagian bawah. Rasa nyeri dapat menjalar sampai ke pangkal paha dan testis pada laki-laki.•  Tidak dapat menemukan posisi yang nyaman. Penderita batu ginjal sering berjalan mondar-mandir karena gelisah dan merasa tidak nyaman.•  Mual dan muntah ketika nyeri punggung berlangsung•  Darah di urin•  Sering merasa tiba-tiba ingin buang air kecil segera Terkadang munculnya batu ginjal sering disertai dengan infeksi dan dapat menimbulkan gejala tambahan seperti:•  Demam dan menggigil•  Nyeri saat berkemih•  Urin yang berwarna keputihan dan berbau busuk Bagaimana penyakit batu ginjal didiagnosa?Karena gejala dari batu ginjal dapat menjadi tanda penyakit saluran kemih yang lain, dokter Anda dapat menegakkan diagnosa batu ginjal dengan melakukan pemeriksaan darah dan urin. Pemeriksaan pencitraan juga dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosa batu ginjal, misalnya:•  CT scan•  Intravenous pyelogram (IVP)•  USG•  X-ray Hubungi dokter Anda jika Anda:•  Mencurigai jika Anda mengalami batu ginjal•  Merasakan gelombang rasa nyeri yang tajam di bagian punggung, pinggang, perut atau pangkal paha•  Merasakan kesulitan atau nyeri saat berkemih•  Melihat ada darah di urinSumber: webmd
 31 Jan 2016    08:00 WIB
Kegunaan Obat Penurun Asam Urat Untuk Penyakit Batu Ginjal
Asam urat yang tinggi dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal. Oleh karena itu obat penurun asam urat seperti Allopurinol dapat membantu untuk penyakit batu ginjal  Cara kerja alopurinol Allopurinol membuat tubuh sulit membentuk asam urat. Sehingga hal ini akan menyebabkan penurunan jumlah asam urat dalam urin, kemungkinan mengurangi terjadinya batu ginjal asam urat Allopurinol digunakan untuk: Batu ginjal yang berasal dari asam urat atau kadar asam urat yang tinggi dalam urin Batu ginjal yang penyebabnya tidak spesifik atau tidak diketahui Efek Samping:  Hampir semua obat memiliki efek samping, namun ada manfaat yang dituju dari obat tersebut Berikut adalah beberapa efek samping:  Ruam. Ini adalah efek samping yang umum, tetapi dapat menjadi tanda kondisi yang sangat serius atau yang mengancam jiwa.  Diare dan mual.  Pada saat terjadi serangan gout akan terjadi nyeri. Untuk menghindari hal ini, dokter mungkin juga meresepkan kolkisin yang menghambat terjadinya peradangan yang disebabkan oleh kristal asam urat, atau meresepkan obat anti-inflamasi (NSAID) dosis rendah. Apabila kadar asam urat normal selama 6 sampai 12 bulan dan tidak terjadi serangan lebih lanjut, maka pemberian kolkisin dan NSAID dihentikan. Untuk membantu mengurangi kadar asam urat selain itu dengan cara kurangi jumlah asam urat dalam urin dengan cara mengurangi konsumsi protein daging merah, Hindari juga makanan yang mengandung asam urat tinggi.   Sumber: webmd
 25 Aug 2014    11:00 WIB
Berbagai Pilihan Pengobatan Batu Ginjal
Batu ginjal sangat jarang diketahui sebelum mereka menimbulkan gejala apapun. Gejala yang sering dialami oleh penderita adalah nyeri hebat yang timbul secara mendadak. Rasa nyeri ini seringkali membuat penderita harus dilarikan ke rumah sakit. Terdapat beberapa jenis pemeriksaan yang dapat membantu mengetahui apakah seseorang menderita batu ginjal atau tidak seperti pemeriksaan CT scan, foto rontgen, USG, dan pemeriksaan urin rutin (urinalisis). Selain itu, pemeriksaan darah juga dapat membantu mengetahui mineral mana yang kadarnya cukup tinggi di dalam tubuh, yang mungkin turut berperan dalam membentuk batu ginjal. Pengobatan Rawat Jalan Jika batu ginjal yang Anda miliki berukuran kecil, maka dokter Anda mungkin hanya akan memberikan obat anti nyeri dan meminta Anda menunggu hingga batu keluar dengan sendirinya bersamaan dengan air kemih. Untuk membantu mempercepat pengeluaran batu, maka dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk mengkonsumsi lebih banyak air putih, yaitu sekitar 8-10 gelas air putih setiap harinya. Obat-obatan Terdapat beberapa jenis obat-obatan yang dapat membantu tubuh mengeluarkan batu ginjal. Obat alfa blocker dapat membantu membuat dinding ureter (suatu saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih) lebih rileks dan lebih lebar sehingga batu dapat keluar dari ginjal dan melalui saluran ini dengan lebih mudah. Efek samping yang dapat terjadi saat mengkonsumsi obat ini adalah nyeri kepala atau pusing. Selain obat-obatan yang dapat membantu mengeluarkan batu dari dalam tubuh, terdapat juga obat-obatan yang dapat membantu mencegah pembentukan batu ginjal. Terapi Gelombang Kejut (ESWL/Extracorporeal shock wave lithotripsy) Salah satu jenis pengobatan batu ginjal yang paling sering dilakukan adalah ESWL. Pada terapi ini digunakan suatu gelombang kejut tinggi energi untuk memecahkan batu ginjal besar menjadi beberapa batu ginjal kecil sehingga batu dapat keluar dengan lebih mudah dari dalam ginjal. Efek samping terapi yang dapat terjadi adalah perdarahan, memar, atau nyeri setelah tindakan. Ureteroskopi Jika batu ginjal telah berhasil keluar dari dalam ginjal dan sekarang terletak dekat dengan kandung kemih, maka dokter pun dapat melakukan tindakan ureteroskopi. Pada tindakan ini, dokter akan memasukkan suatu selang tipis dari uretra (lubang tempat air kemih dikeluarkan, yang terletak di kemaluan) ke tempat batu berada. Dokter bedah urologi akan memecahkan batu dan mengeluarkan serpihan-serpihan batu melalui selang tersebut. Pada tindakan ini tidak diperlukan pemotongan pada daerah perut. Akan tetapi, bila batu berukurang sangat besar, maka tindakan pembedahan mungkin harus dilakukan untuk mengeluarkan batu. Analisa Batu Ginjal Sekitar 80% batu ginjal terdiri dari kalsium. Sisanya biasanya terdiri dari asam urat, struvit, atau sistin. Setelah batu berhasil dikeluarkan, dokter Anda mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan pada batu tersebut untuk mengetahui mineral apa saja yang membentuk batu tersebut. Dengan demikian, Anda pun dapat melakukan berbagai hal untuk mencegah pembentukan batu baru. Pencegahan Jika Anda ternyata memiliki batu kalsium, maka dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk mengurangi konsumsi garam dan natrium, yang membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak kalsium ke dalam air kemih. Selain itu, dokter Anda mungkin juga akan menyarankan Anda untuk mengurangi atau menghindari konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung banyak oksalat seperti coklat, kopi instan, teh, kacang-kacangan, buah beri, sayuran berdaun hijau, jeruk, tahu, dan ubi. Salah satu cara pencegahan batu ginjal yang terbaik adalah dengan mengkonsumsi banyak air putih sehingga warna air kemih tetap jernih. Sumber: webmd
 22 Aug 2014    11:00 WIB
Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Batu Ginjal
Ginjal merupakan suatu organ yang berfungsi untuk memfiltrasi berbagai zat sisa dari dalam aliran darah dan mengeluarkannya dari dalam tubuh dalam bentuk air kemih. Kadangkala, garam dan berbagai mineral lainnya yang terdapat di dalam air kemih mengumpul menjadi satu dan membentuk batu ginjal kecil. Ukuran batu ginjal dapat bervariasi mulai dari seukuran sebutir gula pasir hingga sebesar bola ping pong. Penderita batu ginjal biasanya tidak menyadari mereka memiliki batu ginjal hingga batu tersebut menyumbat saluran kemih. Batu ginjal juga dapat menimbulkan rasa nyeri hebat bila batu terbawa aliran kemih ke kandung kemih. Penyebab Batu ginjal dapat terbentuk akibat adanya perubahan keseimbangan antara air, garam, dan berbagai mineral di dalam air kemih. Setiap perubahan dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal yang berbeda. Terdapat beberapa hal yang dapat memicu terjadinya perubahan keseimbangan tersebut, mulai dari suatu gangguan kesehatan kronik hingga apa yang Anda makan dan minum. Faktor Resiko Terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi resiko terjadinya batu ginjal pada seseorang. Beberapa hal ini terdiri dari hal yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan. Faktor resiko batu ginjal yang dapat dikendalikan adalah: • Terlalu sedikit mengkonsumsi air putih • Mengkonsumsi banyak protein, garam, dan makanan yang mengandung banyak oksalat seperti coklat atau sayuran berdaun hijau • Peningkatan berat badan • Konsumsi obat-obatan tertentu Faktor resiko batu ginjal yang tidak dapat dikendalikan adalah: • Ras kulit putih memiliki resiko menderita batu ginjal yang lebih tinggi daripada rasa lainnya, terutama pada usia 40 tahunan • Wanita berusia 50 tahun • Memiliki anggota keluarga yang menderita batu ginjal • Menderita beberapa gangguan kesehatan tertentu seperti tekanan darah tinggi, gout, dan infeksi saluran kemih. Pengobatan berbagai gangguan kesehatan ini dapat menurunkan resiko terjadinya batu ginjal pada penderita Selain beberapa hal di atas, pekerjaan seseorang ternyata juga dapat meningkatkan resiko terjadinya batu ginjal. Hal ini terutama dialami oleh para tentara yang ditugaskan di daerah gurun. Peningkatan resiko batu ginjal ini terjadi akibat dehidrasi yang seringkali dialami oleh para tentara tersebut. Kurangnya konsumsi air putih dapat membuat kadar mineral di dalam air kemih menjadi sangat tinggi dan mengumpul menjadi satu, membentuk batu ginjal Gejala Batu ginjal yang terdapat di dalam ginjal dan berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Akan tetapi, bila batu ginjal terbawa aliran kemih di dalam saluran kemih atau menyumbat saluran kemih atau berukuran besar, maka ia dapat menimbulkan beberapa gejala seperti: • Nyeri hebat di pinggang, perut, atau kemaluan • Sering buang air kecil • Nyeri saat buang air kecil • Adanya darah di dalam air kemih • Mual dan muntah Jika Anda mengalami nyeri hebat mendadak pada bagian pinggang atau perut, maka jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter terdekat. Nyeri perut dapat disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan lain selain batu ginjal seperti radang usus buntuk dan kehamilan ektopik. Nyeri saat berkemih juga merupakan gejala yang biasa dialami oleh orang yang menderita infeksi saluran kemih atau penyakit menular seksual. Batu ginjal yang kecil biasanya dapat keluar bersamaan dengan air kemih tanpa gejala apapun. Jika batu ginjal berukuran kurang dari 5 mm, maka batu biasanya dapat keluar dengan sendirinya tanpa menimbulkan gangguan apapun. Jika batu berukuran antara 5-10 mm, maka kemungkinan timbulnya gejala adalah sekitar 50%. Jika batu berukuran lebih besar dari 10 mm, maka batu tidak dapat keluar dengan sendirinya atau bahkan menyumbat saluran kemih, yang menyebabkan penderita harus memperoleh pengobatan secepatnya. Sumber: webmd
 21 Aug 2014    08:00 WIB
Apa Saja Faktor Risiko Batu Ginjal?
Ada beberapa faktor risiko terjadinya batu ginjal. Yaitu faktor risiko yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan Faktor risiko yang dapat dikendalikan: • Seberapa banyak air yang Anda minum Salah satu penyebab terjadinya batu ginjal adalah tidak mengkonsumsi air putih yang cukup. Coba untuk minum air yang cukup untuk menjaga urin Anda tetap jernih dan berwarna kuning terang. Minum sekitar 8 sampai 10 gelas setiap hari. • Makanan yang dimakan Makanan yang terlalu banyak mengandung protein, sodium dan kaya akan oksalat, seperti sayuran yang berwarna hijau gelap akan meningkatkan terjadinya risiko batu ginjal. Selain itu makanan tinggi asam urat seperti jeroan, seafood juga akan meningkatkan terjadinya batu ginjal. Apabila Anda merasa Anda memiliki masalah pada pola makanan Anda, sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter spesialis gizi atau nutrisionis untuk membantu mengontrol makanan Anda. • Berat Badan Berat badan berlebihan dapat menyebabkan gangguan produksi insulin dan meningkatkan kalsium dalam urin, yang akan meningkatkan terjadinya batu ginjal. • Obat-obatan Beberapa obat-obatan yang mengandung acetazolamide dan indinavir dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal Faktor risiko yang tidak dapat Anda kendalikan: • Usia dan jenis kelamin Seorang pria yang berusia 30 sampai 50 tahun akan lebih berisiko terkena penyakit batu ginjal. Seorang wanita yang telah mengalami menopause, dengan adanya penurunan kadar estrogen akan meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal. Seorang yang dilakukan pengangkatan indung telur juga mempunyai risiko terjadinya batu ginjal • Riwayat keluarga yang memiliki batu ginjal Apabila seseorang mempunyai keluarga yang memiliki batu ginjal, maka dia berpotensi untuk mengalami penyakit batu ginjal. Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal: • Seseorang yang sering mengalami infeksi saluran kemih seperti crohn, hiperparatiroid atau gout • Operasi pada usus atau bypass lambung • Resistensi insulin, suatu keadaan terjadi gangguan produksi insulin yang terjadi pada penderita kencing manis dan obesitas/ kegemukan Sumber: webmd