Your browser does not support JavaScript!
 24 May 2014    08:00 WIB
Antibiotika Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Asma, Benarkah?
Antibiotika banyak digunakan untuk mengatasi infeksi telinga dan saluran pernapasan pada anak-anak. Pada sebuah penelitian, para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang menggunakan antibiotika pada tahun pertama kehidupannya mungkin memiliki resiko menderita asma yang lebih tinggi (hingga 2 kali lipat) di masa yang akan datang. Akan tetapi, hal ini mungkin bukan diakibatkan oleh antibiotika tersebut.Para ahli menduga bahwa hal ini mungkin diakibatkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh dan variasi genetika seorang anak. Pada penelitian ini, para peneliti tidak menemukan adanya hubungan antara penggunaan antibiotika di usia dini dengan terjadinya reaksi alergi atau berbagai penyakit alergi lainnya.Hal ini pun dapat membantah sebuah teori yang menyatakan bahwa penggunaan antibiotika dapat meningkatkan resiko terjadinya asma akibat reaksi alergi, yang terjadi akibat adanya gangguan perkembangan sistem kekebalan tubuh anak.Walaupun para peneliti telah berhasil menemukan adanya hubungan antara penggunaan antibiotika dengan peningkatan resiko terjadinya asma pada anak-anak, para peneliti masih tidak dapat menemukan adanya hubungan sebab akibat di antara keduanya.Pada penelitian yang dilakukan di Inggris ini, para peneliti mengamati sekitar 1.000 anak-anak, mulai dari saat mereka lahir hingga saat mereka berusia 11 tahun.Para ahli menduga bahwa gangguan sistem kekebalan tubuh dan variasi genetika tertentulah yang menyebabkan terjadinya peningkatan penggunaan antibiotika pada usia dini dan peningkatan resiko asma .Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan bahwa telah terjadi gangguan sistem kekebalan tubuh pada awal kehidupan anak yang menyebabkan gangguan saluran pernapasan anak, yang membuat anak harus menggunakan antibiotika dan bukannya disebabkan oleh penggunaan antibiotika tersebut. Sumber: newsmaxhealth