Your browser does not support JavaScript!
 12 Nov 2019    11:00 WIB
Gejala Anemia yang Anda Perlu Perhatikan
Anemia adalah suatu kondisi medis dimana sel darah merah mengalami penurunan jumlah dan menyebabkan peredaran oksigen ke jaringan tubuh menjadi tidak efisien. Kekurangan oksigen ini membuat seseorang merasa kelelahan. Apakah Anda menduga Anda sendiri atau keluarga Anda menderita anemia? Untuk mengetahuinya Anda harus mengetahui beberapa gejala dari anemia. Jika Anda menjawab "ya" untuk beberapa gejala dibawah ini, maka Anda membutuhkan bantuan medis segera. Gejala-gejalanya adalah:1.  Pusing2.  Badan pegal-pegal3.  Kulit pucat4.  Irama jantung tidak teratur5.  Nyeri dada6.  Sakit kepala7.  Telapak tangan dan kaki dingin8.  Kekurangan energi9.  Nafas pendek-pendek10.  Kram, khususnya di kaki11.  Kesulitan berkonsentrasi12.  Insomnia13.  Demensia Bentuk spesifik dari anemia dapat berbeda satu orang dengan yang lain. Sebagai contoh, seseorang yang menderita anemia karena kekurangan zat besi cenderung akan merasa lapar akan rasa yang aneh seperti pasir, kertas atau es. Sebaliknya pada orang dengan orang yang menderita kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan halusinasi, skizofrenia dan kesulitan berjalan. Anemia dapat mempengaruhi jenis kelamin dengan cara yang berbeda. Pada beberapa wanita yang menderita anemia cenderung akan mengalami kesulitan saat menjelang masa menstruasi atau PMS. Saat PMS penderita anemia akan merasakan aliran darah yang lebih cepat dan banyak dan terus menerus merasa kelelahan. Wanita yang merencanakan untuk hamil harus berhati-hati karena anemia sering menyerang pada masa kehamilan. Anemia juga dapat memengaruhi janin.Sumber: magforwomen
 30 Oct 2019    11:00 WIB
Kenali Tanda Awal Glaukoma Pada Mata
Glaukoma merupakan suatu gangguan mata yang mengenai sel-sel saraf mata. Jika tidak segera ditangani, glaucoma dapat menyebabkan hilangnya penglihatan (kebutaan). Terdapat dua jenis glaucoma, yaitu glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup. Penderita glaukoma dapat mengalami gejala yang berbeda-beda. Faktor ResikoTerdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya glaukoma, yaitu:•    Menderita diabetes•    Pernah mengalami cedera mata sebelumnya•    Tekanan yang tinggi di dalam mata•    Rabun jauh •    Tekanan darah tinggi•    Usia•    Rabun dekat•    Penggunaan obat golongan steroid•    Anemia berat•    Kornea yang tipisPenyebabSalah satu penyebab glaukoma adalah gangguan aliran cairan mata. Beberapa hal lainnya yang juga dapat menyebabkan terjadinya glaukoma adalah:•    Peningkatan tekanan di dalam mata•    Peradangan mata•    Cedera mata•    Penggunaan obat golongan kortikosteroid•    Pembentukan pembuluh darah abnormal pada mataGejalaPenderita glaukoma sudut terbuka biasanya tidak mengalami gejala apapun dan gejala biasanya baru mulai timbul saat penyakit telah mencapai tahap lanjut. Glaukoma biasanya berkembang secara perlahan dan biasanya tidak disadari dan menyebabkan hilangnya penglihatan.Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa tanda awal glaukoma di bawah ini, yaitu:•    Penglihatan kabur•    Mual atau muntah•    Hilangnya penglihatan secara mendadak•    Nyeri hebat di kepala dan mata•    Melihat gambaran pelangi di sekitar cahya Gejala lainnya yang juga dapat ditemukan adalah mata merah, adanya bintik buta pada lapang pandang. Mengalami berbagai gejala di atas bukan berarti anda pasti menderita glaukoma. Beberpaa penderita glaukoma tidak menunjukkan gejala apapun selain peningkatan tekanan di dalam mata. Periksakanlah mata anda untuk mengetahuinya secara pasti. Baca juga: Kebiasann Yang Merusak MataIngin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.Sumber: newsmaxhealth
 22 Oct 2019    16:00 WIB
Ini Dia Fobia Aneh Terhadap Makanan!
Menurut the American Psychiatric Association, fobia merupakan suatu ketakutan yang berlebihan dan tidak wajar terhadap suatu benda atau situasi. Anda mungkin sudah sering mendengar berbagai jenis fobia, misalnya fobia terhadap ketinggian atau terhadap binatang. Keduanya merupakan jenis fobia yang tidak akan membahayakan jiwa, walaupun akan membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Akan tetapi, salah satu jenis fobia, cibofobia atau fobia terhadap makanan, dapat sangat membatasi aktivitas fisik seseorang dan bahkan menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan. Seseorang yang mengalami fobia terhadap makanan biasanya tidak menyukai atau takut pada bentuk, bau, dan rasa dari makanan tersebut. Mereka biasanya tidak akan mengkonsumsi makanan tersebut dan justru kabur setiap kali melihat makanan tersebut. Alektorofobia, merupakan salah satu jenis fobia makanan di mana penderitanya takut dengan ayam dan berbagai hal yang berkaitan dengannya seperti telur, bulu, bahkan bangkai ayam. Dalam beberapa kasus, mendengar kata ayam saja dapat membuat sang penderita sangat ketakutan. Selain ayam, ada juga orang yang menderita fobia terhadap beras atau nasi karena bentuknya yang kecil dan dirasa menggelikan. Penderita biasanya tidak pernah mengkonsumsi nasi dan lebih memilih berbagai jenis sumber karbohidrat lainnya seperti mie atau kentang. Akan tetapi, tidak semua penderita fobia makanan memiliki ketakutan yang sama akan suatu makanan. Beberapa orang penderita mungkin takut terhadap berbagai jenis makanan yang mudah rusak seperti mayonnaise, sedangkan yang lainnya mungkin akan merasa takut untuk mencoba berbagai jenis makanan baru. Penderita mungkin akan merasa mual atau bahkan muntah saat mencoba suatu makanan baru. Sementara itu, beberapa orang lainnya mungkin takut untuk memasak suatu makanan atau takut mengkonsumsi makanan yang tidak dimasak oleh dirinya sendiri karena takut diracuni. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis fobia makanan yang unik dan mungkin tidak disadari oleh sang penderita itu sendiri.   Takut Mencoba Makanan Baru Anak-anak kecil kadangkala memang memiliki ketakutan untuk mencoba berbagai jenis makanan baru. Akan tetapi, pada beberapa anak, ketakutan ini akan terus berlanjut hingga mereka dewasa sehingga mereka pun biasanya memiliki pola makan yang sangat ketat, di mana mereka biasanya hanya akan mengkonsumsi makanan yang sama setiap harinya.   Takut Memasak Megeirkofobia adalah ketakutan untuk memasak bagi orang lain. Penderita biasanya takut bahwa masakannya kurang menarik, kurang enak, atau kurang matang. Penderita lainnya mungkin takut memasak karena takut melukai dirinya sendiri saat memasak.   Takut Mual atau Muntah Beberapa orang merasa khawatir bahwa mereka akan merasa mual atau muntah bila mereka mengkonsumsi suatu jenis makanan tertentu. Mereka mungkin hanya akan mengkonsumsi makanan lunak atau makanan yang telah mereka siapkan sendiri. Ketakutan ini dikarenakan mereka khawatir bahwa masakan yang disediakan tidak dimasak dengan baik, atau terlalu pedas, atau dapat mengganggu sistem pencernaannya. Penderita biasanya tidak  mau makan di luar atau bahkan tidak akan makan bila ada orang lain di sekitarnya. Ketakutan ini kadang akan membuat penderita tidak dapat menelan atau bahkan merasa ada suatu benjolan di tenggorokannya.   Baca Juga: 10 Jenis Fobia Ekstrim dan Aneh   Salah satu gejala yang paling sering ditemukan pada seorang penderita fobia makanan adalah penderita biasanya cukup pemilih dalam hal makanan. Ia akan dengan teliti memeriksa komposisi suatu makanan untuk mengetahui bahan apa saja yang ada di dalam makanan tersebut. Beberapa gejala lainnya yang dapat ditemukan adalah: Pusing Keringat berlebihan Mual Merasa sesak napas Berdebar-debar Gemetar Mengalami suatu serangan panik, seperti merasa mereka akan menjadi gila atau mati bila mengkonsumsi suatu jenis makanan   Seperti halnya fobia lainnya, fobia terhadap makanan juga dapat disembuhkan dengan melakukan terapi yang dibantu oleh seorang tenaga ahli seperti seorang psikolog atau psikiater. Salah satu terapi yang dianggap dapat sangat membantu seorang penderita fobia adalah dengan terapi paparan atau desensitisasi. Pada terapi ini, penderita biasanya akan diminta untuk menjelaskan apa sebenarnya ketakutan yang mereka rasakan saat melihat makanan yang tidak disukainya tersebut, di mana makanan tersebut akan diletakkan di hadapannya. Setelah itu, penderita biasanya akan diminta untuk berkonsultasi dengan seorang ahli gizi, di mana mereka akan diminta untuk mencoba makanan tersebut sendiri kemudian di rumah dan akhirnya di depan umum.   Apa Sebenarnya Bahaya dari Fobia Makanan? Agar tubuh dapat menjalankan fungsinya dengan baik, maka setiap orang perlu mengkonsumsi berbagai jenis makanan. Jadi, saat seseorang menghindari suatu jenis makanan tertentu, maka mereka pun secara tidak langsung akan mengeliminasi berbagai jenis nutrisi yang terdapat di dalam makanan tersebut, yang sebenarnya diperlukan oleh tubuh untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Hal ini dapat membuat penderita mengalami berbagai gejala malnutrisi seperti merasa sangat lelah, pusing, dan mengalami penurunan berat badan. Bila malnutrisi terus berlangsung untuk waktu yang cukup lama, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya beberapa gejala lainnya seperti: Rambut rontok Anemia Tekanan darah rendah Tulang rapuh Gagal ginjal Berbagai gangguan kesehatan lainnya Pada anak-anak, malnutrisi dapat membuat seorang anak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Sumber: healthcentral
 08 Jul 2019    11:00 WIB
Cegah Anemia Dengan Mengkonsumsi 10 Makanan Ini
Anemia merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi, terutama pada wanita. Anemia terjadi saat jumlah sel darah merah di dalam tubuh terlalu rendah dan kadar hemoglobin di dalam darah lebih rendah daripada normal. Sel darah merah dan hemoglobin merupakan 2 hal yang dibutuhkan untuk mengantarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh anda. Berbagai hal yang dapat menyebabkan terjadinya anemia adalah kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, kehilangan banyak darah, infeksi cacing pada usus dan lambung, dan menyusui. Mengkonsumsi diet sehat dan seimbang dapat mencegah terjadinya anemia dan mencukupi kebutuhan nutrisi anda. Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan yang dapat membantu mencegah terjadinya anemia.1.  KedelaiSemua jenis kacang-kacangan merupakan sumber zat besi (jenis non heme) yang dapat membantu meningkatkan kadar zat besi anda bila diolah dengan benar. Kacang-kacangan mengandung asam fitat yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Cara terbaik untuk mengurangi kandungan asam fitat di dalamnya adalah dengan merendam kacang di dalam air hangat selama semalam sebelum memasaknya.Kedelai merupakan jenis kacang yang mengandung zat besi paling tinggi. Selain itu, kedelai juga mengandung protein yang cukup tinggi dan rendah lemak yang dapat membantu mengatasi anemia. 2.  Roti GandumGandum juga mengandung zat besi yang dapat membantu mencukupi kebutuhan zat besi harian anda. Walaupun gandum juga mengandung asam fitat, akan tetapi proses fermentasi saat pembuatan roti membuat kandungan asam fitat di dalamnya berkurang. Satu potong roti gandum telah dapat memenuhi sekitar 6% kebutuhan zat besi harian anda.3.  OatmealOatmeal juga mengandung zat besi dan asam fitat. Belilah oatmeal yang telah diperkaya oleh zat besi. Menurut USDA Nutrient Database, segelas oatmeal yang telah diperkaya dengan zat besi dapat memenuhi sekitar 60% kebutuhan zat besi harian anda. Selain itu, oatmeal yang diperkaya oleh zat besi biasanya juga mengandung vitamin B12 dan vitamin B lainnya.4.  Daging MerahDaging merah seperti daging sapi dan daging babi juga mengandung zat besi (jenis heme) yang lebih mudah diserap oleh tubuh daripada zat besi yang terdapat pada tumbuhan (jenis non heme). Hati hewan merupakan salah satu sumber terbaik untuk meningkatkan kadar zat besi dan vitamin B di dalam tubuh anda. Menurut USDA, hati sapi dapat memenuhi lebih dari 600% kebutuhan zat besi dan vitamin B12 harian anda.5.  TelurBerbagai jenis makanan yang mengandung banyak antioksidan dan protein seperti telor dapat membantu mencukupi kebutuhan vitamin yang hilang akibat anemia. Satu butir telur besar mengandung sekitar 1 mg zat besi yang dapat memenuhi sekitar 7% kebutuhan zat besi harian pada wanita dan 11% kebutuhan zat besi harian pada pria.Penyerapan zat besi meningkat bila disertai dengan konsumsi asam askorbat (vitamin C), oleh karena itu konsumsilah telur anda bersama dengan segelas jus jeruk. Mengkonsumsi telur secara teratur juga baik bagi kesehatan tulang dan persendian anda.6.  Selai KacangDua sendok makan selai kacang mengandung 0.6 mg zat besi. Pria dewasa membutuhkan sekitar 8 mg zat besi setiap harinya dan wanita dewasa membutuhkan sekitar 18 mg zat besi setiap harinya. 7.  BayamSayuran berdaun hijau seperti bayam merupakan sumber zat besi dan vitamin C. Selain itu, bayam juga mengandung serat, vitamin A, vitamin B9, vitamin C, vitamin E, kalsium, dan beta karoten.Setengah gelas bayam rebus mengandung 3.2 mg zat besi. Berbagai sayuran berdaun hijau lainnya yang juga bermanfaat bagi penderita anemia adalah selada, seledri, brokoli, dan selada air.8.  TomatTomat mengandung vitamin C yang dapat membantu tubuh menyerap zat besi dari makanan. Konsumsilah segelas jus tomat segar setidaknya satu kali sehari. Hindari konsumsi minuman berkafein seperti teh dan kopi yang dapat mengganggu penyerapan zat besi. Selain itu, tomat juga mengandung beta karoten dan vitamin E yang dapat meningkatkan kesehatan kulit dan rambut anda.9.  Buah DelimaBuah delima mengandung vitamin C, zat besi, vitamin A, vitamin E, serat, dan kalium. Buah delima dapat membantu memperlancar aliran darah di dalam tubuh anda dan mengurangi berbagai gejala anemia.10.  BitKandungan nutrisi dan zat besi di dalam bit dapat membantu mengembalikan dan mengaktifkan kembali sel darah merah, sehingga dapat meningkatkan suplai oksigen bagi seluruh tubuh anda. Sumber: top10homeremedies
 18 Mar 2019    08:00 WIB
Manfaat Kismis Untuk Kesehatan
Banyak orang yang sudah peduli akan kesehatan mulai mengkonsumsi kismis sebagai pemanis pengganti gula, dengan tujuan mengurangi asupan gula. Kismis merupakan jenis kudapan yang menyehatkan dan banyak digunakan oleh berbagai jenis makanan sebagai topping. Ternyata kismis selain memiliki rasa manis juga mempunyai banyak sekali manfaat untuk kesehatan. Berikut adalah manfaat kismis untuk kesehatan. KonstipasiSetelah kismis diserap oleh tubuh, serat didalam kismis akan mengembang sehingga dapat mengatasi masalah konstipasi atau kesulitan buang air besar. Mengurangi asam lambungKismis dapat mencegah munculnya kondisi asidosis di saluran pencernaan. Asidosis adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan asam didalam tubuh. Kandungan potasium dan magnesium didalam kismis dapat menetralisisr asam yang terbentuk di saluran cerna Peningkatan berat badanJika Anda sedang mencari jenis makanan yang dapat meningkatkan berat badan secara sehat, maka kismis adalah pilihan yang tepat. Kismis dilengkapi oleh fruktosa dan glukosa yang dapat meningkatkan energi didalam tubuh. AnemiaKismis juga memiliki kandungan zat besi yang tinggi sehingga baik dikonsumsi oleh mereka yang mengidap anemia. Peningkatan nafsu seksualKismis juga salah satu jenis makanan afrodisiak yang dapat meningkatkan libido dan membangkitkan gairah Kesehatan tulangKismis mengandung mineral boron yang merupakan komponen penting dalam pembentukan tulang dan juga dalam penyerapan kalsium tulang Kesehatan mataKandungan antioksidan didalam kismis dapat melindungi mata Anda dari penurunan ketajaman penglihatan.Sumber: healthmeup
 14 Feb 2019    16:00 WIB
Segudang Manfaat Kacang Polong Untuk Tubuh
Kacang polong merupakan makanan yang kaya akan vitamin A, B1, B6, C dan K yang dapat membantu melawan osteoporosis dan berguna untuk membangun tulan yang kuat. Kacang polong kaya akan serat dan rendah kalori dan tidak memiliki kandungan lemak. Kacang polong merupakan salah satu jenis sayuran yang kaya protein dan mengandung antioksidan, yang dapat melawan efek-efek penuaan. Pada artikel ini kita akan membahas manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dari sayuran yang kecil ini. Kebanyakan orang tidak tahu jika kacang polong kaya vitamin B kompleks, yang membantu metabolisme protein, karbohidrat dan lemak. Selain itu kacang polong merupakan sumber zat besi, jadi jika Anda menderita anemia, masukkan kacang polong dalam menu diet Anda. Kacang polong juga dapat memperbaiki kesehatan jantung dan pembuluh darah karena dapar mencegah munculnya plak-plak di pembuluh darah. Karena kacang polong juga mengandung vitamin K, maka kacang polong ini dapat mencegah munculnya stroke. Jika Anda ingin memperbaiki kesehatan tulang Anda, makanlah kacang polong karena kacang polong mengandung vitamin K1 yang dapat mengaktifasi protein non-kolagen dan mempertahankan kalsium dalam tulang. Kacang polong juga kaya akan asam folat, yang baik untuk kekuatan tulang dan mencegah terjadinya osteoporosis. Kandungan vitamin C dalam kacang polong juga dapat mencegah kanker ovarium dan kanker pankreas, selain itu dapat meningkatkan imunitas tubuh. Kacang polong kaya akan serat, yang membantu proses pembersihan saluran pencernaan Anda sehingga bersih dari toksin dan zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker usus. Jadi jika Anda ingin lebih sehat lagi, masukkan kacang polong dalam menu diet Anda, minimal tiga kali seminggu.   Sumber: healthmeup
 27 Jan 2019    08:00 WIB
Mengenal Lebih Dalam Tentang Anemia
Apa itu anemia?Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh. Apa penyebab dari anemia?Penyebab umum dari anemia:1.  Perdarahan hebat: kecelakaan, pembedahan, persalinan, pecah pembuluh darah, perdarahan hidung, wasir (hemoroid), ulkus peptikum, kanker atau polip di saluran pencernaan, tumor ginjal atau kandung kemih, perdarahan menstruasi yang sangat banyak 2.  Berkurangnya pembentukan sel darah merah: kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, kekurangan vitamin C, penyakit kronik 3.  Meningkatnya penghancuran sel darah merah: pembesaran limpa, kekurangan G6PD, penyakit sel sabit, penyakit hemoglobin C, thalasemia Apa saja gejala anemia?Gejala-gejala yang disebabkan oleh pasokan oksigen yang tidak mencukupi kebutuhan ini, bervariasi.  Anemia bisa menyebabkan kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang.  Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung. Apa saja pengobatan untuk anemia?Pengobatan anemia tergantung pada penyebabnya:1.  Anemia kekurangan zat besi. Bentuk anemia ini diobati dengan suplemen zat besi, yang mungkin Anda harus minum selama beberapa bulan atau lebih. Jika penyebab kekurangan zat besi adalah kehilangan darah - selain dari haid - maka sumber perdarahan harus diketahui dan dihentikan. Hal ini mungkin melibatkan operasi. 2.  Anemia kekurangan vitamin. Anemia pernisiosa diobati dengan suntikan - yang seringkali suntikan seumur hidup - vitamin B-12. Anemia karena kekurangan asam folat diobati dengan suplemen asam folat. 3.  Anemia penyakit kronis. Tidak ada pengobatan khusus untuk anemia jenis ini. Dokter berfokus pada mengobati penyakit yang mendasari. Suplemen zat besi dan vitamin umumnya tidak membantu jenis anemia ini . Namun, jika gejala menjadi parah, transfusi darah atau suntikan eritropoietin sintetis, hormon yang biasanya dihasilkan oleh ginjal, dapat membantu merangsang produksi sel darah merah dan mengurangi kelelahan. 4.  Anemia aplastik. Pengobatan untuk anemia ini dapat mencakup transfusi darah untuk meningkatkan kadar sel darah merah. Anda mungkin memerlukan transplantasi sumsum tulang jika sumsum tulang Anda berpenyakit dan tidak dapat membuat sel-sel darah sehat. Anda mungkin perlu obat penekan kekebalan tubuh untuk mengurangi sistem kekebalan tubuh Anda dan memberikan kesempatan sumsum tulang ditransplantasikan berespon untuk mulai berfungsi lagi. 5.  Anemia terkait dengan penyakit sumsum tulang. Pengobatan berbagai penyakit dapat berkisar dari obat yang sederhana hingga kemoterapi untuk transplantasi sumsum tulang. 6.  Anemias hemolitik. Mengelola anemia hemolitik termasuk menghindari obat-obatan tertentu, mengobati infeksi terkait dan menggunakan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan Anda, yang dapat menyerang sel-sel darah merah. Pengobatan singkat dengan steroid, obat penekan kekebalan atau gamma globulin dapat membantu menekan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel darah merah. 7.  Sickle cell anemia. Pengobatan untuk anemia ini dapat mencakup pemberian oksigen, obat menghilangkan rasa sakit, baik oral dan cairan infus untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah komplikasi. Dokter juga biasanya menggunakan transfusi darah, suplemen asam folat dan antibiotik. Transplantasi sumsum tulang mungkin merupakan pengobatan yang efektif pada beberapa keadaan. Sebuah obat kanker yang disebut hidroksiurea (Droxia, Hydrea) juga digunakan untuk mengobati anemia sel sabit pada orang dewasa. Ingin mengetahui lebih lagi mengenai anemia? Silahkan baca di siniSumber: cek gejala penyakit
 25 Jan 2019    18:00 WIB
Waspada! Kurang Gizi Bisa Bikin Anda Menderita Gangguan Kesehatan
Cukup makan atau bahkan makan berlebihan bukan jaminan bahwa anda telah memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh anda. Anda masih dapat mengalami kekurangan gizi (malnutrisi) bila anda tidak memilih menu makanan anda dengan baik. Seperti halnya kelebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan, kekurangan gizi pun dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.   Beberapa jenis gangguan kesehatan yang dapat terjadi akibat malnutrisi dapat anda lihat di bawah ini:1.  Melemahnya Sistem Kekebalan TubuhNutrisi yang tidak adekuat (kurang) dapat menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh anda dan membuat luka sulit menyembuh; terutama pada orang lanjut usia. Mengkonsumsi vitamin A, vitamin B kompleks, dan seng dalam jumlah cukup dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh anda tetap kuat. Walaupun diet sehat dan seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anda, anda dapat berkonsultasi dengan dokter anda mengenai apakah anda perlu mengkonsumsi suplemen untuk mencegah terjadinya defisiensi nutrisi. 2.  AnemiaAnemia dapat terjadi akibat kekurangan zat besi, asam folat, atau vitamin B12 dalam diet anda. Anemia dapat menyebabkan penderitanya merasa sangat lelah, pusing, kepala terasa melayang, mudah marah, dan merasa kedinginan. Orang-orang yang beresiko tinggi untuk mengalami anemia adalah orang yang menderita gangguan daerah, wanita yang mengeluarkan banyak darah saat menstruasi, wanita hamil, dan orang yang mengalami kekurangan gizi. Anemia biasanya dapat diatasi dengan pemberian suplemen nutrisi yang anda butuhkan. 3.  Penyakit JantungMenurut sebuah penelitian di tahun 2011, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung. Dianjurkan agar setiap wanita dan pria yang berusia kurang dari 71 tahun mengkonsumsi setidaknya 15 mcg vitamin D setiap harinya. Sementara itu, orang dewasa yang berusia lebih dari 71 tahun dianjurkan untuk mengkonsumsi setidaknya 20 mcg vitamin D setiap harinya. 4.  OsteoporosisOsteoporosis atau menurunnya kepadatan tulang dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Hal ini terjadi akibat kurangnya konsumsi kalsium atau gangguan penyerapan kalsium di dalam tubuh anda. Orang-orang yang beresiko mengalami osteoporosis adalah wanita paska menopause, wanita yang mengalami gangguan makan (anoreksia), orang yang jarang mengkonsumsi susu dan produk olahannya, dan vegetarian. Sebenarnya anda tidak perlu mengkonsumsi susu setiap hari untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian anda. Sekarang ini telah tersedia berbagai jenis makanan yang telah diperkaya dengan kalsium dan suplemen kalsium. Sumber: healthyeating.sfgate