Your browser does not support JavaScript!
 20 Jan 2019    18:00 WIB
Mitos Keliru Tentang Anal Seks
Anus memiliki banyak syaraf sensitif dan dianggap merupakan salah satu zona erotis yang menjanjikan untuk mendapatkan orgasme. Tetapi anal seks merupakan salah satu jenis seks yang paling sering disalahartikan. Saat beberapa orang menganggap anal seks merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan, untuk beberapa orang lain anal seks merupakan seks aman yang dapat mencegah kehamilan. Sebelum kita menghakimi tentang benar tidaknya anal seks, berikut merupakan mitos-mitos salah mengenai anal seks. Anal seks selalu menyakitkan Semua sakit yang timbul saat berhubungan seksual adalah salah. Kunci untuk mendapatkan anal seks yang lembut dan menyenangkan adalah pengunaan lubrikan. Tidak seperti vagina, anus tidak dapat memproduksi lubrikannya sendiri, untuk itu gel lubrikan sangat penting saat akan melakukan anal seks. Anda tidak memerlukan kondom saat melakukan anal seks Memang benar anal seks dapat mencegah resiko terjadinya kehamilan, tetapi bukan berarti tidak memerlukan pemakaian kondom. Dengan tidak menggunakan kondom akan menempatkan Anda dalam resiko tinggi terkena penyakit menular seksual seperti gonorrhea, chlamidia atau bahkan HIV. Anal seks dapat menyebabkan kerusakan fisik Banyak orang takut jika anal seks akan menyebabkan luka pada rektum. Anda dapat mencegahnya dengan penggunaan  lubrikan. Anal seks hanya dilakukan oleh pria homoseksual Anal seks dilakukan oleh pasangan heteroseksual juga. Peneliti mengatakan satu dari empat pasangan heteroseksual melakukan anal seks. Anal seks merupakan salah bentuk seks dan tidak  ada hubungannya dengan jenis orientasi seksual seseorang.   Sumber: healthmeup
 26 Nov 2018    18:00 WIB
7 Tips Seks Oral yang Pasti Membuat Si Dia Puas!
Ternyata, tidak hanya pria yang menyukai dan ingin merasakan seks oral, para wanita pun juga ingin merasakannya! Menurut sebuah survei, hampir 90% orang wanita ingin pasangannya melakukan seks oral bagi mereka. Tetapi, apa jadinya bila Anda bukan tipe pria yang suka memberikan seks oral pada pasangan? Bingung mengenai apa yang harus dilakukan? Di bawah ini Anda dapat melihat 7 tips yang dapat membuat Anda menjadi seorang ahli dalam melakukan seks oral.   Baca juga: 4 Alasan Mengapa Wanita Tidak Suka Melakukan Seks Oral   1.      Jangan Fokuskan Perhatian Pada 1 Tempat Saja Memang benar seorang wanita suka bila Anda memfokuskan perhatian Anda pada klitorisnya, akan tetapi jika Anda terus melakukannya dalam waktu yang cukup lama, maka klitorisnya dapat menjadi sangat sensitif dan bahkan terasa sakit. Hal ini dikarenakan klitoris memiliki sekitar 8.000 saraf. Oleh karena itu, "campurlah" gerakan Anda dan gunakanlah lidah Anda.   2.      Mulailah Dengan Perlahan Seks oral bukanlah suatu hal yang dapat Anda lakukan dengan tergesa-gesa. Seperti halnya Anda yang ingin agar pasangan melakukan seks oral dengan perlahan, demikian juga pasangan Anda. Ia ingin menikmati setiap momennya. Anda dapat memulainya dengan mencium dan menstimulasi daerah paha dan selangkangannya sebelum akhirnya menuju pada klitorisnya.   3.      Lakukan Dengan Sederhana Saat Anda ingin melakukan seks oral, lupakanlah berbagai adegan seks yang Anda lihat pada film porno yang pernah Anda saksikan. Ingatlah bahwa pasangan Anda bukanlah artis film porno! Ia adalah seorang wanita biasa. Oleh karena itu, mulailah aksi Anda dengan hal sederhana seperti menggerakkan lidah Anda di sekitar klitorisnya sesuai dengan arah jarum jam, kemudian berlawanan arah jarum jam. Dengan demikian, Anda pun pasti akan menemukan tempat yang tepat untuk membuatnya mencapai kenikmatan!   4.      Jangan Tetapkan Tujuan Akhir Jika Anda masuk kamar dengan tujuan tertentu, misalnya ingin membuat pasangan Anda mencapai orgasme dengan melakukan seks oral, maka hal ini dapat membuat si dia kehilangan minat. Mengapa? Hal ini dikarenakan seks oral yang Anda lakukan memiliki suatu tujuan akhir, bukannya untuk kesenangannya. Selain itu, si dia mungkin akan merasa ada yang salah dengan dirinya bila Anda telah berusaha sekuat tenaga tetapi ia tetap tidak dapat mencapai orgasme. Jika Anda ingin si dia merasa nyaman, maka cobalah untuk tidak terlalu memfokuskan perhatian Anda pada tujuan akhir yang Anda inginkan. Biarkanlah si dia menikmati setiap momennya dan Anda pun akan berhasil membuatnya mencapai orgasme!   5.      Ingat Apa yang Ia Lakukan Bagi Anda Bingung apa yang harus Anda lakukan di bawah sana? Ingat-ingatlah apa saja yang ia lakukan saat melakukan "aksinya" pada Mr. P Anda. Ingatlah apa yang Anda sukai dan lakukanlah juga pada klitorisnya.   6.      Gunakan Juga Jari Tangan Anda Saat si dia mulai merasa bergairah, gunakanlah jari tangan Anda! Banyak wanita yang suka saat pasangannya memasukkan 1 atau 2 jari tangannya ke dalam vaginanya waktu mereka menstimulasi klitorisnya (mencium, menjilat, atau menghisap klitorisnya). Satu hal yang perlu Anda ingat adalah pastikan Anda telah mencuci tangan dan memotong kuku Anda sebelum memasukkan jari tangan Anda ke dalam vagina pasangan Anda, karena vagina merupakan tempat yang sangat sensitif.   7.      Jangan Tunjukkan Rasa Malas Anda Satu hal penting yang perlu Anda ingat saat Anda ingin mencoba melakukan seks oral adalah jangan tunjukkan rasa enggan atau malas Anda pada pasangan. Karena begitu si dia merasakan keengganan Anda tersebut, maka ia pun tidak lagi dapat menikmati seks oral yang Anda lakukan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: yourtango
 12 Sep 2018    18:00 WIB
Berhubungan Seksual dan Penularan Hepatitis
Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis, baik A, B, C, D, dan E. Virus yang umum ditemukan adalah virus hepatitis A, B, dan C. Penularan hepatitis biasanya terjadi melalui makanan, jarum suntik, dan darah. Akan tetapi, hubungan seksual ternyata juga dapat menularkan penyakit ini.   Hepatitis A Penularan hepatitis A biasanya terjadi melalui kontak fekal oral, di mana tinja orang yang terinfeksi kemudian termakan oleh orang lainnya. Bahkan jumlah virus yang sangat sedikit juga dapat menyebabkan seseorang terinfeksi.   Hepatitis B Virus hepatitis B lebih mudah ditularkan melalui hubungan seksual daripada virus HIV. Virus hepatitis B dapat ditemukan pada cairan vagina, air liur, dan air mani. Seks oral ataupun seks anal merupakan salah satu cara penularan virus hepatitis B melalui hubungan seksual. Akan tetapi, virus hepatitis B tidak dapat ditularkan melalui berpegangan tangan atau bersentuhan atau berpelukan dengan penderita. Penularan melalui ciuman mungkin dapat terjadi karena virus terdapat dalam air liur, terutama bila pasangan penderita memiliki luka pada mulutnya. Resiko terinfeksi hepatitis B semakin meningkat seiring dengan semakin banyaknya pasangan seksual anda. Oleh karena itu, hindarilah berganti-ganti pasangan seksual untuk mencegah tertular virus hepatitis B ini.   Hepatitis C Penularan hepatitis C terjadi melalui kontak dengan darah penderita, yang mungkin terjadi saat berhubungan seksual melalui luka pada kemaluan atau menstruasi. Hepatitis C lebih sering ditemukan pada orang yang memiliki riwayat penyakit seksual, berhubungan seksual dengan pekerja seks komersial, berhubungan seksual dengan lebih dari 5 orang dalam satu tahunnya, atau kombinasi berbagai hal di atas. Akan tetapi, bila anda hanya memiliki satu pasangan seksual dan pasangan anda terinfeksi virus hepatitis C, jarang sekali terjadi penularan (hanya sekitar 2%). Tidak ada vaksin bagi hepatitis C.   Apakah Pria dan Wanita Memiliki Resiko yang Sama ? Resiko terkena hepatitis tergantung pada perilaku seseorang, bukan pada jenis kelaminnya, walaupun beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria lebih mudah menularkanvirus hepatitis C pada wanita daripada sebaliknya. Pria homoseksual memiliki resiko 10-15 kali lebih tinggi terinfeksi hepatitis B daripada pria heteroseksual.   Apakah Pasangan Saya Menderita Hepatitis ? Seorang penderita hepatitis biasanya tidak menunjukkan gejala tertentu, terutama bila penyakit masih berada pada tahap awal, bahkan beberapa penderita hepatitis tetap terlihat sehat walaupun penyakit telah berada pada stadium lanjut. Beberapa gejala hepatitis yang biasa ditemukan adalah: Jaundice (kulit atau bagian putih mata berwarna kekuningan) Demam Rasa lelah Penurunan nafsu makan Mual Muntah Nyeri sendi Nyeri perut Perubahan warna tinja (tinja berwarna seperti dempul) Pemeriksaan darah biasanya dapat digunakan untuk menentukan apakah seseorang menderita hepatitis atau tidak. Hepatitis dapat menular melalui hubungan seksual.   Anal Seks dan Hepatitis Setiap aktivitas seksual yang menyebabkan terjadinya luka atau trauma kulit lainnya sangat beresiko bagi penularan hepatitis. Anal seks memiliki resiko penularan hepatitis yang lebih tinggi daripada  seks melalui vagina. Untuk meminimalkan resiko tertular virus hepatitis, para ahli menyarankan penggunaan kondom setiap kali anda berhubungan seksual, terutama bila anda sering berganti-ganti pasangan seksual. Kondom berbahan lateks memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi untuk mencegah penularan hepatitis (99%). Gunakanlah kondom tanpa perasa tambahan, karena kondom dengan perasa atau pewangi tambahan lebih mudah robek. Selain itu, jangan menggunakan pelumas vagina berbahan dasar minyak, karena dapat merusak lateks.  
 18 Apr 2018    16:00 WIB
Penyakit Menular Seksual Yang Sering Terjadi Bila Melakukan Seks Anal
Seks anal sebenarnya bukanlah suatu aktivitas seks yang lazim, bahkan bertentangan dengan norma dan agama. Bukan hanya itu seks anal pun memiliki banyak risiko seperti melukai anus yang merupakan daerah yang sangat sensitif dan tentunya dapat menyebabkan peningkatan penularan penyakit menular seksual.   Berikut PMS Akibat Seks Anal: 1.      HIV Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. Apabila tidak mendapatkan perawatan maka penyakit ini akan semakin berkembang dan menurunkan daya tahan tubuh. Kondisi ini akan meningkatkan risiko kanker, TBC dan pneumonia. 2.      Gonorea atau Kencing Nanah Bila tidak di terapi maka bisa menyebabkan peradangan daerah panggul yang berakibat pada kemandulan, kehamilan ektopik. Untuk pria dapat menyebabkan peradangan epididimis (saluran keluar dan tempat penyimpanan sperma, yang berakibat kepada kemandulan. 3.      Klamidia Rektum Bisa menyebabkan peradangan pada rektum (daerah anus) yang nantinya bisa menyebabkan kekurangan sel darah merah (anemia), ulkus dubur dan fistula. 4.      HPV Apabila seseorang terinfeksi HPV dan sering melakukan seks anal maka kemungkinan besar bisa mengalami kanker anus. 5.      Sifilis Atau Raja Singa Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi seperti gangguan persarafan, gangguan jantung dan meningkatkan risiko HIV.   Risiko untuk penyakit ini, pada kenyataannya, seringkali jauh lebih besar bila melakukan seks anal dibandingkan dengan melakukan seks vaginal.   Hal ini dikarenakan jaringan sekitar anus lebih peka dan rentan terhadap robek, yang dapat meningkatkan risiko infeksi bagi kedua pasangan. Daerah anus juga tidak memiliki beberapa fitur pelindung alami seperti vagina, yaitu pelumasan.   Baca juga: Penyakit Menular Seksual Mengakibatkan Kemandulan?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: verywell
 16 Apr 2017    15:00 WIB
Ingin Tahu Bagaimana Hebatnya Si Dia Saat Bercinta? Perhatikan Tips Berikut Ini!
Mengetahui bagaimana kemampuan seorang wanita saat berhubungan seks tidaklah selalu berdasarkan pada bagaimana penampilan dan sifatnya. Beberapa wanita yang tampaknya penurut dan lemah lembut mungkin justru sangat hebat saat bercinta dan seorang wanita yang tampak "liar" mungkin justru lebih penurut saat bercinta, begitu pula sebaliknya. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang menandakan bahwa si dia mungkin pandai bercinta.   Tahu Apa yang Ia Inginkan Berhati-hatilah pada wanita yang tidak tahu apa yang diinginkannya karena mereka mungkin juga bersikap pasif saat berhubungan seks. Seorang wanita yang tahu dan mengatakan apa yang diinginkannya, bahkan bila ia mengajukan pertanyaan yang membosankan pada Anda, cenderung merupakan wanita yang aktif saat berhubungan seks.   Perhatikan Bagaimana Cara Makannya Ingin tahu bagaimana seorang wanita saat bercinta? Perhatikanlah bagaimana cara ia makan. Perhatikanlah bagaimana cara ia menggunakan alat makannya, apakah ia menikmati apa yang dimakannya, apakah ia pemilih atau justru menyukai semua jenis makanan, apakah ia sensual. Jika seseorang makan dengan lambat, maka hal ini mungkin menunjukkan bahwa ia lebih menyukai seks yang lama.   Apa Rasa Es Krim yang Dipilihnya Anda dapat menemukan pasangan yang tepat bagi Anda dengan memperhatikan apa rasa es krim yang dipilihnya. Sebuah penelitian yang mengamati 720 orang, yang berusia antara 24-59 tahun, menemukan bahwa wanita yang memilih es krim rasa kopi cenderung merupakan seorang wanita yang dramatik, seduktif, penggoda, dan paling romantis bila dibandingkan dengan wanita yang memilih es krim strawberry. Wanita yang memilih es krim vanilla paling cocok dengan pria rock karena ia sangat ekspresif. Sedangkan wanita yang menyukai es krim rasa coklat mint cocok dengan pria yang juga menyukai es krim dengan rasa coklat mint.   Bagaimana Caranya Berbicara Jika si dia memiliki gaya dan kecepatan berbicara yang sama dengan Anda, maka kemungkinan besar gayanya saat berhubungan seks juga sama dengan Anda. Akan tetapi, bila salah satu pihak membicarakan suatu topik dan yang lainnya justru membicarakan hal yang lain, maka hal ini berarti bahwa mereka mungkin tidak terlalu cocok, termasuk saat berhubungan seks.   Bagaimana Caranya Mencium Anda Bagaimana caranya ia mencium Anda juga mencerminkan bagaimana ia saat berhubungan seks. Berciuman bukan hanya menggunakan bibir, tetapi seluruh tubuh Anda. Jika ia mencium Anda sambil menggerakkan tangannya pada tubuh Anda dan ingin lebih berdekatan dengan Anda, maka hal ini menandakan bahwa ia akan menjadi seorang wanita yang hebat saat berhubungan seks.   Baca juga : Buat malam pertama Anda menjadi yang tak pernah terlupakan. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: menshealth
 15 May 2016    15:00 WIB
Ini Dia Posisi Seks Yang Paling Dibenci Pria!!!
Bila bicara mengenai seks, mungkin Kita berpikir pasti Pria akan selalu menyukainya. Pria memang memiliki hasrat seks yang lebih tinggi dibandingkan wanita namun bukan berarti pria menyukai semua posisi seks yang dilakukan. Untuk mendapatkan kepuasaan saat bercinta maka Anda dan pasangan harus memperhatikan posisi bercinta. Anda tidak mau kan bila pasangan Anda merasa malas untuk bercinta karena salah memilih posisi seks??? Nah berikut ini adalah posisi seks yang dibenci pria: 1.      Posisi berdiri Bercinta sambil berdiri di belakang wanita adalah hal sangat luar biasa bagi seorang pria. Karena pria merasa dalam posisi ini wanita terlihat sangat seksi, bisa melakukan penetrasi yang lebih dalam dan merasa benar-benar merasa berkuasa atas wanita tersebut. Namun ternyata bagi pria bila bercinta saling berhadapan akan membuat energi mudah terkuras pria akan mudah mengalami kelelahan dan sulit mencapai klimaks terlebih bila sang wanita memiliki berat badan yang berlebih. 2.      Wanita duduk di atas wajah sang pria Kebanyakan pria suka dalam memberikan servis oral pada wanita, kegiatan yang satu ini akan membuatnya semakin bergairah terutama bila dia melihat wanita tersebut sangat menikmati dan menggelinjang hebat. Namun jangan pernah mencoba untuk duduk di wajah seorang pria, saat dia memberikan servis oral. Karena saat dilakukan servis oral biasanya wanita akan bereaksi berlebihan dan dengan duduk di wajahnya dapat membuat pria menjadi sulit untuk bernapas. 3.      Misionaris Posisi seks ini merupakan posisi paling aman untuk dilakukan, akan menjadi sangat menyenangkan dan sangat romantis untuk pasangan baru. Namun untuk pasangan yang sudah lama menikah. Maka posisi seks yang satu ini terasa membosankan, sangat tidak menantang dan kurang membangkitkan gairah seksual. Selain itu posisi terlentang membuat payudara terlihat kecil dan tidak seksi sehingga pria merasa kurang bergairah. Posisi seks merupakan salah satu komponen penting dalam hubungan intim. Anda dan pasangan bisa sama-sama mencapai klimaks apabila melakukan seks dengan posisi yang nyaman. Setiap orang memiliki posisi seks favorit yang berbeda oleh karena itu komunikasikan hal ini dan eksplor terus untuk mendapatkan posisi seks kesukaan Anda dan pasangan. Baca juga: 5 Posisi Seks Terbaik Untuk Ukuran Penis Yang Kecil Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: yourtango
 23 Aug 2015    09:00 WIB
Anal Seks, Amankah?
Bagi pasangan yang sudah menikah, seringkali ingin mencoba variasi dalam melakukan hubungan seksual. Terkadang timbul keinginan untuk melakukan anal seks. Anal seks merupakan aktivitas seksual yang memasukkan penis ke dalam anus. Sebelum mencoba aktivitas seksual yang satu ini sebaiknya Anda mengetahui apakah anal seks aman atau tidak untuk dilakukan. Anal seks memiliki banyak risiko kesehatan karena anus merupakan daerah yang dipenuhi dengan persarafan, sehingga sangat sensitif. Untuk pasangan yang melakukan hubungan seksual, daerah anus adalah zona seksual yang sensitif dalam memberikan rangsangan seksual. Saat melakukan hubungan seksual akan memberikan rasa “nikmat” yang mungkin dirasakan oleh pria karena struktur anus yang lebih ketat daripada vagina. Apakah Anal Seks Aman? Ada sejumlah risiko kesehatan yang berhubungan dengan anal seks, seperti: Anus tidak memiliki lubrikasi alami seperti vagina Penetrasi dapat merobek jaringan bagian dalam anus, yang memungkinkan bakteri dan virus mudah memasuki aliran darah. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya penyebaran infeksi menular seksual termasuk HIV. Penelitian telah menunjukkan bahwa pasangan yang melakukan hubungan anal seks beresiko 30 kali lipat menderita HIV dibandingkan dengan pasangan yang melakukan hubungan seksual yang normal. Paparan human papillomavirus (HPV) juga dapat menyebabkan terjadinya kutil anus dan kanker anus. Menggunakan pelumas buatan tidak dapat terlalu membantu dan tidak sepenuhnya mencegah robekan. Jaringan di dalam anus tidak terlindungi seperti kulit luar anus Jaringan luar anus memiliki lapisan sel-sel mati yang berfungsi sebagai pelindung terhadap infeksi. Jaringan di dalam anus tidak memiliki perlindungan alami seperti ini, sehingga mudah mengalami robekan dan penyebaran infeksi. Anus dikelilingi otot cincin Anus dikelilingi dengan otot cincin yang disebut sfingter ani, yang membuka dan menutup sesuai keperluan saat buang air besar dan menahan kotoran agar tidak mudah keluar. Saat otot cincin ini dalam keadaan ketat maka  penetrasi melalui anus bisa sangat menyakitkan dan sulit untuk dilakukan. Anal seks yang dilakukan berulang-ulang dapat menyebabkan melemahnya sfingter ani sehingga sulit untuk menahan kotoran keluar dari anus sampai Anda pergi ke toilet. Anus penuh bakteri Bahkan bila kedua pasangan tidak memiliki infeksi menular seksual, bakteri normal di anus berpotensi dapat menginfeksi pasangan. Selain itu apabila pasangan yang melakukan penetrasi ke vagina setelah melakukan anal seks dapat menyebabkan infeksi di daerah vagina dan infeksi saluran kemih. Anal seks juga menyebabkan risiko lain. Oral seks yang dilakukan setelah anal seks juga memberikan risiko bagi kedua pasangan mengalami hepatitis B dan C, kulit kelamin dan infeksi kelamin lainnya. Perdarahan Setelah melakukan anal seks terkadang bisa menyebabkan terjadinya perdarahan yang disebabkan karena robekan, adanya wasir atau keadaan yang lebih serius seperti terjadinya perforasi (lubang) di usus besar. Hal ini cukup berbahaya dan  memerlukan penanganan medis segera. Penanganan yang dilakukan melibatkan rumah sakit, operasi, dan antibiotik untuk mencegah infeksi. Melihat banyak risiko yang ditimbulkan oleh anal seks, satu-satunya cara untuk benar-benar menghindari risiko seks anal adalah tidak pernah melakukan anal seks. Dengan cara ini maka Anda akan memberikan keamanan bagi diri Anda dan pasangan. Baca juga: Mitos Keliru Tentang Anal Seks Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd