Your browser does not support JavaScript!
 31 Jul 2017    15:00 WIB
Fakta Menarik Seputar Amnesia (Hilang Ingatan)
Tahukah Anda bahwa menderita amnesia bukan berarti Anda tidak dapat mengingat siapa diri Anda seperti yang banyak terjadi pada film yang Anda tonton di televisi? Hal ini justru sangat jarang terjadi. Yang lebih sering terjadi adalah penderita amnesia kehilangan ingatan akan sesuatu atau mengalami kesulitan saat harus mempelajari suatu informasi baru. Amnesia dapat berlangsung secara permanen, walaupun tidak selalu.   Apa Penyebabnya? Amnesia dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti stroke, peradangan otak, penyalahgunaan alkohol, tumor otak, kejang, dan suatu peristiwa traumatis. Salah satu penyebab tersering dari terjadinya amnesia adalah trauma kepala, yang seringkali menyebabkan penderita merasa kebingungan akan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya dan adanya gangguan daya ingat. Akan tetapi, cedera kepala jarang menyebabkan terjadinya amnesia berat. Amnesia juga dapat disebabkan oleh gangguan neurologis atau psikologis. Amnesia akibat gangguan neurologis terjadi akibat adanya kerusakan pada otak akibat stroke atau cedera kepala. Amnesia akibat gangguan psikologis terjadi akibat adanya trauma psikologis.   Jenis dan Gejala Amnesia Secara umum, terdapat dua kategori utama dari amnesia, yaitu amnesia anterograd yang menyebabkan penderitanya tidak mampu atau sulit mempelajari sesuatu hal baru dan amnesia retrograd yang menyebabkan penderitanya tidak mampu atau sulit mengingat sesuatu hal yang pernah dipelajari sebelumnya. Selain itu, amnesia juga dapat membuat penderita mengalami kebingungan, gangguan koordinasi pergerakkan, dan ketidakmampuan untuk mengenali wajah-wajah orang yang dikenalnya.   Jenis Amnesia Lainnya Selain dua jenis amnesia di atas, masih terdapat banyak jenis amnesia lainnya. Amnesia histerikal merupakan jenis amnesia yang sangat jarang, yang biasanya banyak ditemukan di dalam film. Amnesia jenis ini membuat penderitanya melupakan masa lalunya dan siapa diri mereka sendiri.  Amnesia global transien merupakan jenis amnesia lainnya yang juga jarang terjadi. Amnesia ini biasanya terjadi akibat adanya penyakit pembuluh darah, yang menyebabkan terjadinya hilangnya ingatan untuk sementara waktu. Jenis amnesia lainnya adalah psikosis Wernicke-Korsakoff yang disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol dalam waktu lama dan progresif.    Pengobatan Penderita amnesia biasanya diobati dengan terapi okupasi di mana mereka diajarkan untuk kembali mempelajari berbagai hal atau informasi yang telah mereka lupakan.   Sumber: allwomenstalk
 03 Jun 2014    15:30 WIB
Mengenal Amnesia
Amnesia merupakan bentuk kehilangan memori. Beberapa orang dengan amnesia mempunyai kesulitan untuk membentuk memori yang baru. Penderita amnesia yang lain kesulitan mengingat fakta dan mengingat masa lalu. Orang dengan amnesia biasanya kesulitan mengenal identitasnya, begitu juga dengan kemampuan motorik. Kehilangan daya ingat ringan dapat terjadi dengan normal sebagai bagian dari proses penuaan. Kehilangan daya ingat secara signifikan, atau ketidakmampuan membentuk daya ingat yang baru dapat diindikasikan sebagai gangguan amnesia. Beberapa tipe dari amnesia Retrograde amnesia Retrograde amnesia terjadi ketika memori yang sudah ada hilang. Amnesia ini mempengaruhi daya ingat yang sudah terbentuk. Memori yang lama dipengaruhi secara perlahan. Penyakit seperti demensia dapat menyebabkan amnesia retrograde secara gradual. Amnesia anterograde Amnesia anterograde terjadi ketika seseorang tidak bisa membentuk memori yang baru. Efek ini dapat berlangsung secara temporer, seperti saat pingsan yang disebabkan terlalu banyak konsumsi alkohol. Tetapi amnesia ini juga bisa terjadi permanen, yang terjadi ketika seseorang mengalami kerusakan didaerah otak yang dikenal sebagai hipokampus (yang mempunyai peranan penting dalam membentuk memori) Amnesia trasnsien global Amnesia transien global merupakan kondisi yang memprihatinkan dimana seseorang mengalami kebingungan yang terjadi berulang kali dalam beberapa jam. Seseorang bisa mengalami kehilangan daya ingat dalam beberapa jam sebelum serangan terjadi dan biasanya tidak mampu mengingat apapun setelah serangan. Para peneliti berpikir amnesia ini terjadi karena aktifitas otak yang menyerupai kejang yang memblok aliran darah ke otak. Penyebab dari Amnesia Lokasi dari memori bergantung dari usia dari memori tersebut. Saat seseorang kehilangan memori lama kemungkinan irang tersebut mengalami kerusakan otak yang luas seperti kehilangan daya ingat yang progresif yang disebabkan oleh penyakit alzheimern atau bentuk lain dari demensia. Orang dengan demensia biasanya lebih banyak kehilangan memori yang baru dan mampu menjaga daya ingat yang lama. Penurunan oksigen dapat menyebabkan kerusakan di seluruh otak, walaupun mungkin tidak cukup berat untuk menyebabkan kerusakan otak, tetapi cukup untuk membuta kehilangan daya ingat secara temporer. Kerusakan bagian otak hipokampus bertanggung jawab untuk membentuk memori yang baru, mempertahankan memori yang lama da juga menghubungkan memori yang lama dengan yang baru. Sel otak di hipokampus sangat rentan. Mereka mudah rusak karena kekurangan oksigen, toksin dan pengaruh lain. Sementara jika kerusakan sel di hipokampus tidak dapat diperbaiki maka seseorang akan mengalami kesulitan dalam pembentukan memori yang baru. Stroke, tumor dan infeksi dapat menyebabkan kerusakan permanen di otak, termasuk kehilangan memori secara permanen. Penyebab lain yang dapat menyebabkan amnesia: Encephalitis Trauma otak Penyalahgunaan alkohol Penggunaan terapi elektrokonvulsif untuk depresi Stress   Sumber: healthline