Your browser does not support JavaScript!
 06 Aug 2019    08:00 WIB
Kebiasan Sehari-hari Ini Dapat Merusak Otak
Tahukah Anda ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang Anda lakukan dapat Merusak Otak Anda? Otak manusia adalah salah satu bagian yang paling penting dari tubuh manusia. Otak manusia seperti CPU yang membantu Kita berpikir dan melaksanakan tugas-tugas sehari-hari, otak juga mengurus semua organ dan memberikan "mereka" pekerjaan yang harus dilakukan. Jadi otak merupakan bagian yang penting dari tubuh yang harus dijaga dengan baik. Untuk tetap sehat dan bugar Anda harus berhati-hati terhadap hal-hal yang dapat merusak otak dengan cara apapun. Otak yang rusak dapat menyebabkan sejumlah komplikasi kesehatan di seluruh tubuh kita. Berikut adalah kebiasaan sehari-hari yang dapat merusak otak Anda: Tidak sarapan Jadwal yang sibuk, seringkali membuat orang-orang lupa untuk sarapan. Padahal sarapan adalah hal yang penting. Setelah tidur lebih dari 8 jam, tubuh Anda membutuhkan nutrisi yang cukup. Orang-orang yang tidak sarapan, biasanya memiliki kadar gula darah yang rendah hal ini tidak baik untuk kesehatan. Kadar gula darah yang rendah menyebabkan pasokan nutrisi ke otak berkurang, hal ini dapat menyebabkan degenerasi otak. Selain itu tubuh tidak mendapatkan asupan karbohidrat yang Anda butuhkan sebagai energi untuk menghadapi kegiatan harian Anda. Terlalu banyak makan Bila hidangan favorit Anda tersedia di depan Anda, mungkin Anda akan menyantapnya sampai habis dan sampai perut Anda penuh. Bila Anda sering melakukan hal ini maka berhati-hatilah karena makan secara berlebihan ternyata dapat menyebabkan pengerasan pembuluh darah otak. Merokok Kita semua tahu merokok itu berbahaya bagi kesehatan, terutama paru-paru. Tetapi hanya sedikit orang tahu bahwa kandungan nikotin dalam rokok dapat merusak pembuluh darah, termasuk pembuluh darah otak. Konsumsi gula tinggi Banyak orang yang menyukai rasa manis. Mengkonsumsi terlalu banyak gula mengganggu penyerapan protein dan nutrisi. Hal ini menyebabkan kekurangan gizi, yang mengganggu perkembangan otak. Pastikan anak-anak tidak terlalu banyak konsumsi cokelat, permen dan makanan manis lainnya. Bukan hanya itu apabila Anda konsumsi karbohidrat sederhana terlalu berlebihan, maka tubuh akan memecah karbohidrat tersebut menjadi gula. Contoh makanan yang mengandung karbohidrat sederhana antara lain gula pasir, gula merah, sirup jagung, madu, sirup maple, molasses, selai, jelly, soft drink, permen, produk gandum putih, cake, yogurt, susu, cokelat, buah, jus buah, biskuit. Kurang Tidur Tidur sangat penting untuk kesehatan tubuh dan mental. Tidur yang baik selama 8 jam berarti akan menjaga tubuh dan otak Anda. Tidur terlalu larut malam akan mempercepat kematian sel-sel otak. Jadi bila Anda tidak ingin sel-sel otak Anda mati, maka tidur yang cukup. Menutup kepala saat tidur Banyak orang suka tidur dengan kepala yang ditutupi. Tapi apakah Anda tahu kebiasaan ini dapat meningkatkan asupan karbondioksida dan penurunan asupan oksigen. Bila hal dilakukan secara terus menerus maka dapat menyebabkan kerusakan otak. Apabila Anda mempunyai kebiasaan menutup kelapa saat tidur, maka ubah kebiasaan ini dari sekarang. Kurang dalam Merangsang Pikiran Tidak menggunakan otak Anda dapat menyebabkan penyusutan otak. Berbicara kepada diri sendiri, berpikir dan berdebat adalah cara terbaik untuk melatih otak kita dan merangsang pikiran. Berpikir hal yang berguna baik untuk kesehatan dan berpikir hal yang omong kosong  tidak dianjurkan sama sekali. Jarang berbicara Orang yang jarang berbicara berada di risiko yang lebih tinggi mengalami penurunan efisiensi otak. Percakapan intelektual dan sehat akan membantu mempromosikan efisiensi otak. Jadi untuk terus menjaga kesehatan otak Anda, lakukan pola hidup yang sehat dan hindari kebiasaan harian yang dapat merusak otak Anda. Baca juga: Efek Ganja Pada Perkembangan Otak Remaja Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang Sumber: trendshealth
 14 Mar 2019    08:00 WIB
Benarkah Konsumsi Vitamin D Dapat Memperpanjang Usia Penderita Kanker Usus Besar?
Sebuah penelitian menemukan bahwa penderita kanker usus besar tahap lanjut yang memiliki kadar vitamin D yang lebih tinggi tampaknya berespon lebih baik terhadap kemoterapi dan obat anti kanker lainnya. Para peneliti menemukan bahwa para penderita yang memiliki kadar vitamin D tertinggi di dalam tubuhnya memiliki angka ketahanan hidup dan kesembuhan yang lebih baik dibandingkan dengan penderita lainnya yang memiliki kadar vitamin D terendah. Para penderita dengan kadar vitamin D yang tinggi dapat hidup sepertiga kali lebih lama dibandingkan dengan penderita lain yang memiliki kadar vitamin D yang rendah. Rata-rata lama  hidup seorang penderita kanker usus besar dengan kadar vitamin D yang tinggi adalah 32.6 bulan, sedangkan lama hidup seorang penderita kanker usus besar dengan kadar vitamin D yang rendah adalah 24.5 bulan. Hasil penelitian ini membuat para ahli semakin yakin bahwa vitamin D mungkin memang berguna sebagai salah satu suplemen pelawan kanker. Akan tetapi, perlu diingat bahwa hasil penelitian ini hanya menunjukkan adanya hubungan antara kadar vitamin D dengan angka ketahanan hidup seorang penderita kanker usus besar dan bukannya suatu hubungan sebab akibat. Oleh karena itu, para ahli tetap tidak menganjurkan para penderita kanker usus besar untuk meningkatkan konsumsi vitamin D nya hingga melebihi batas normal. Pada penelitian ini, para peneliti mengukur kadar vitamin D pada 1.043 orang penderita kanker usus besar yang mengikuti uji klinis obat (tahap 3) bagi kanker usus besar tahap lanjut. Pengobatan tersebut meliputi kemoterapi yang dikombinasikan dengan obat anti kanker lainnya seperti bevacizumab dan atau cetuximab (targeted anti-cancer). Vitamin D sendiri sebenarnya merupakan vitamin yang dapat dibentuk di dalam tubuh manusia dengan bantuan sinar matahari. Vitamin D berfungsi untuk meningkatkan penyerapan kalsium dan berbagai mineral penting lainnya di dalam usus; yang berfungsi untuk menjaga kekuatan dan kesehatan tulang. Selain itu, vitamin D juga mempengaruhi fungsi selular dalam berbagai aspek yang tampaknya bermanfaat untuk pengobatan kanker. Vitamin D dapat mengurangi atau memperlambat pertumbuhan sel, memicu terjadinya kematian sel kanker, dan menghambat pembentukan pembuluh darah baru yang berfungsi untuk memberi makan sel-sel kanker. Para peneliti menemukan bahwa penderita kanker tertentu cenderung memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah. Orang-orang yang biasanya memiliki kadar vitamin D yang rendah adalah orang yang tinggal di negara yang memiliki 4 musim (terutama di musim dingin dan musim gugur), orang yang tinggal di Amerika bagian utara dan timur laut, orang lanjut usia, keturunan Afrika, orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas, orang yang jarang berolahraga, dan orang yang memiliki keadaan kesehatan yang buruk. Para peneliti membagi peserta penelitian menjadi 5 kelompok berdasarkan pada kadar vitamin D di dalam darahnya, yaitu dari rendah hingga tinggi. Setelah menyesuaikan data dengan prognosis dan perilaku sehat setiap penderita, para peneliti menemukan bahwa para penderita yang memiliki kadar vitamin D paling tinggi ternyata dapat hidup sekitar 8 bulan lebih lama dibandingkan dengan penderita lainnya yang memiliki kadar vitamin D paling rendah. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa diperlukan waktu lebih lama bagi sel kanker untuk berkembang pada orang yang memiliki kadar vitamin D yang lebih tinggi yaitu sekitar 12.2 bulan dibandingkan dengan para penderita yang memiliki kadar vitamin D yang paling rendah, yaitu sekitar 10 bulan. Para peneliti tidak menemukan adanya perbedaan yang cukup signifikan di antara para penderita yang menerima pengobatan kanker yang berbeda-beda.   Sumber: newsmaxhealth  
 06 Nov 2017    12:00 WIB
Tahu Kah Kamu Siapa 7 Orang Paling Tua di Dunia?
Setiap orang di dunia ini tentunya ingin memiliki umur yang panjang dan tetap sehat walaupun sudah bertambah tua seperti 7 orang paling tua di dunia berikut ini.    1.      Kamato Hongo, 116 Tahun Kamato Hongo dilahirkan pada tanggal 16 September 1887 di Jepang. Wanita ini dianggap sebagai orang tertua di dunia mulai dari bulan Maret 2002 hingga saat kematiannya. Selama hidupnya ia tinggal di Kagoshima dan baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 116 tahun sebulan sebelum kematiannya yang disebabkan oleh pneumonia. Ia meninggal pada tanggal 31 Oktober 2003.    2.      Maria Esther Heredia Lecaro de Capovilla, 116 Tahun 347 Hari María Esther Heredia Lecaro de Capovilla atau yang lebih dikenal dengan nama Maria Capovilla dilahirkan pada tanggal 14 September 1889 di Ekuador. Ia meninggal saat usianya telah mencapai 116 tahun 347 hari pada tanggal 27 Agustus 2006. Maria merupakan putri dari seorang colonel dan hidup berkelimpahan di sepanjang hidupnya. Ia mengatakan bahwa ia tidak pernah merokok atau mengkonsumsi minuman beralkohol di sepanjang hidupnya.    3.      Elizabeth "Lizzie" Bolden, 116 Tahun 118 Hari Elizabeth "Lizzie" Bolden dilahirkan pada tanggal 15 Agustus 1890. Ia merupakan wanita keturunan Afrika Amerika yang diakui oleh Guinness World Records sebagai manusia tertua karena usianya yang mencapai 116 tahun 118 hari. Ia meninggal pada tanggal 11 Desember 2006.   Baca juga: Berdiri Membuat Usia Anda Menjadi Lebih Panjang, Benarkah?    4.      Jeanne Louise Calment, 122 Tahun 164 Hari Jeanne Louise Calment dilahirkan pada tanggal 21 Febuari 1875 di Arles, Perancis. Ia meninggal pada tanggal 4 Agustus 1997 di usianya yang ke 122 tahun 164 hari.    5.      Shigechiyo Izumi, 121 Tahun Shigechiyo Izumi dilahirkan pada tanggal 29 Juni 1865 di Jepang. Ia dinobatkan sebagai orang yang bekerja paling lama di sepanjang hidupnya, yaitu selama 98 tahun. Ia meninggal pada tanggal 21 Febuari 1986 saat berusia 121 tahun.    6.      Carrie C. White, 117 Tahun Carrie C. White dilahirkan pada tanggal 18 November 1874 dan diakui sebagai orang tertua di dunia oleh Guinness World Records saat ia berulang tahun ke 114 tahun pada tahun 1988.ia meninggal pada tanggal 14 Febuari 1991 setelah sempat didiagnosa menderita gangguan jiwa pada tahun 1909 yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit jiwa.    7.      Tane Ikai, 166 Tahun Tane Ikai merupakan salah satu wanita Jepang tertua di dunia. Ia dilahirkan pada tanggal 18 Januari 1879 dan meninggal pada tanggal 12 Juli 1995 di usianya yang ke 166 tahun, setelah sebelumnya mengalami 2 kali serangan stroke.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: dorogists
 31 Jul 2017    08:00 WIB
“Wabah” Rabuh Jauh, Apa Penyebabnya???
Apakah Anda merasa semakin sering melihat orang berkacamata akhir-akhir ini??? Anda bukanlah orang pertama yang merasa demikian. Bahkan sebuah rumah sakit mata di wilayah selatan Guangzhou, Cina harus memperbesar fasilitasnya karena semakin banyak pasien yang berdatangan. Enam puluh tahun lalu, hanya sekitar 10-20% penduduk Cina yang mengalami rabun jauh. Akan tetapi, sekarang ini sekitar 90% remaja dan orang dewasa muda di Cina menderita rabun jauh.  Selain di Cina, hal yang sama juga terjadi di Negara-negara Asia lainnya, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Eropa. Rabun jauh atau miopia sendiri sebenarnya terjadi karena bola mata penderita sedikit memanjang sehingga bayangan benda yang berada jauh jatuh di depan retina dan bukannya tepat di retina. Pada kasus berat, kelainan ini dapat membuat merusak struktur dalam mata dan meningkatkan resiko terjadinya robekan atau lepasnya retina, katarak, glaukoma, dan bahkan kebutaan. Karena mata masih berkembang di sepanjang masa kanak-kanak, maka miopia biasanya baru mulai terjadi saat anak memasuki usia sekolah dan remaja. Peningkatan kasus miopia ini telah mendorong para ahli untuk melakukan sebuah penelitian untuk mencari tahu apa sebenarnya yang menyebabkan terjadinya miopia. Salah satu hal yang ditemukan peneliti adalah bahwa terjadinya miopia mungkin berhubungan dengan faktor genetika. Hal ini dikarenakan kasus miopia lebih sering ditemukan pada anak kembar identik dibandingkan dengan anak kembar non identik. Akan tetapi, karena pesatnya peningkatan kasus miopia di dunia, maka hal ini menunjukkan bahwa genetika bukanlah satu-satunya penyebab (karena dibutuhkan waktu lama bila penyebabnya adalah perubahan genetika). Para ahli pun menduga bahwa faktor lingkungan juga turut berperan dalam terjadinya miopia. Salah satu penyebab yang jelas adalah membaca dalam jarak dekat. Pada zaman modern seperti sekarang ini, semakin banyak anak-anak yang menghabiskan waktunya untuk membaca buku, belajar, dan bermain komputer atau telepon genggamnya. Dari sisi biologis sendiri, membaca dalam jarak dekat dalam waktu yang lama dapat mempengaruhi perkembangan bola mata karena mata harus bekerja ekstra untuk memfokuskan cahaya agar jatuh tepat di retina. Hal menarik lainnya yang ditemukan para peneliti pada tahun 2007 adalah bahwa seberapa lama seorang anak menghabiskan waktunya di luar ruangan ternyata juga mempengaruhi seberapa besar resiko miopia yang ia miliki. Para peneliti menemukan bahwa semakin sedikit seorang anak menghabiskan waktunya di luar ruangan, maka semakin besar resikonya untuk menderita miopia. Akan tetapi, hasil ini tampaknya tidak berhubungan dengan banyak olahraga atau aktivitas yang anak lakukan atau tidak dan tidak berhubungan dengan sering tidaknya anak tersebut membaca buku. Oleh karena itu, para peneliti menduga hal ini berhubungan dengan seberapa banyak mata anak terpapar oleh cahaya terang. Hingga saat ini, para ahli masih belum dapat memastikan mekanisme apa yang membuat paparan cahaya terang dapat mencegah terjadinya miopia. Para ahli menduga bahwa paparan cahaya terang ini dapat menstimulasi pelepasan dopamin di dalam retina, yang akan mencegah pemanjangan bola mata selama proses perkembangannya. Berdasarkan analisa dari berbagai penelitian sebelumnya, seorang peneliti miopia di Australia menganjurkan agar seorang anak menghabiskan setidaknya 3 jam di luar ruangan (dengan kekuatan cahaya setidaknya 10.000 lux) setiap harinya untuk mencegah terjadinya miopia.   Baca juga: 7 Penyebab Mengapa Anda Tidak Dapat Melihat Dengan Jelas   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: nature
 15 Jul 2017    18:00 WIB
Kekurangan Vitamin D Tingkatkan Resiko Terjadinya Gangguan Jantung, Benarkah?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang dewasa yang mengalami kekurangan vitamin D di masa kanak-kanak dan remajanya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami pengerasan pembuluh darah. Pengerasan pembuluh darah ini telah diketahui berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati lebih dari 2.100 orang di Finlandia. Para peneliti mengukur kadar vitamin D para peserta penelitian mulai dari saat mereka berusia 3 tahun hingga mereka berusia 18 tahun. Para peneliti kemudian memeriksa keadaan pembuluh darah para peserta penelitian (apakah mengalami pengerasan atau tidak) saat mereka berusia 30 hingga 45 tahun. Para peneliti kemudian menemukan bahwa para peserta penelitian yang memiliki kadar vitamin D yang paling rendah saat masih muda memiliki resiko yang jauh lebih tinggi untuk mengalami pengerasan pembuluh darah saat dewasa. Para peneliti menyatakan bahwa hubungan antara kadar vitamin D dan pengerasan pembuluh darah ini tidak berhubungan dengan berbagai faktor resiko penyakit jantung lainnya seperti tekanan darah tinggi, merokok, pola makan tidak sehat, jarang berolahraga, dan obesitas. Akan tetapi, perlu diingat bahwa pada penelitian ini, para peneliti hanya menemukan adanya hubungan antara kadar vitamin D di masa kanak-kanak dan remaja dengan keadaan kesehatan jantung di usia dewasa dan tidak menemukan adanya hubungan sebab akibat di antara keduanya. Walaupun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apa sebenarnya peranan rendahnya kadar vitamin D terhadap pengerasan pembuluh darah, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sangatlah penting bagi setiap anak untuk memiliki kadar vitamin D yang mencukupi di masa mudanya.   Sumber: newsmaxhealth
 12 Apr 2017    18:00 WIB
Teliti Sebelum Mencoba! Perawatan Rambut Keratin Yang Lagi Ngetrend Ternyata Akan Membuat Anda Mengalami Masalah...
Rambut adalah mahkota bagi seorang wanita, tidak heran bila banyak wanita yang rela merogoh koceknya dalam-dalam hanya untuk perawatan rambut. Ada banyak perawatan rambut yang dapat dicoba, salah satunya adalah perawatan rambut keratin. Perawatan rambut keratin adalah cara yang baik untuk mendapatkan rambut lembut, lurus dan halus, sehingga membuat perawatan ini menjadi trend saat ini. Tapi saat Anda mau melakukan perawatan apapun harus selalu teliti sebelum mencoba karena perawatan ini ternyata memiliki kekurangan.   Apa saja kekurangan yang akan dialami dan membuat Anda mengalami beberapa masalah?   1. Tidak bisa keramas dalam waktu 72 jam Saat Anda melakukan perawatan rambut keratin maka Anda tidak bisa keramas dalam waktu 72 jam. Hal ini merupakan efek samping yang penting dari perawatan ini karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Untuk Anda yang memiliki kebiasaan keramas setiap hari, maka dalam 3 hari Anda tidak boleh keramas maka rasanya akan sangat terganggu. Selain itu bila Anda tidak memperhatikan kondisi rambut Anda, kemudian sampai keriting lagi, maka Anda perlu kembali ke salon untuk dirapikan kembali. 2. Rambut super lurus Pda hari-hari perawatan maka rambut Anda mungkin akan terlihat super-lurus segera setelah dilakukan perawatan. Hal ini akan membuat penampilan Anda secara keseluruhan terlihat aneh. Terutama untuk Anda yang memiliki wajah agak lebar dan pipi chubby. Cara terbaik untuk hal ini adalah menghindari bertemu atau menghadiri acara pertemuan dengan banyak orang selama beberapa hari setelah perawatan. 3. Iritasi mata dan kulit Efek samping dari perawatan rambut keratin lainnya adalah reaksi alergi yang mungkin terjadi. Pada beberapa orang mengalami ruam dan menderita gatal-gatal. Bahkan pada beberapa orang bisa mengalami iritasi pada matanya. Sehingga usahakan untuk melakukan perawatan ini salon profesional dimana petugasnya mampu memberikan pelayanan yang terbaik dan tidak melakukan kesalahan saat perawatan. 4. Risiko Kanker Salah satu efek samping jangka panjang dari perawatan rambut keratin yang mengerikan adalah dapat menyebabkan kanker. Hal ini disebabkan adanya formaldehida, bahan kimia yang diketahui menyebabkan kanker pada manusia. Jadi bila Anda ingin melakukan perawatan ini, beri jarak antara perawatan yang satu dengan perawatan berikutnya. Jangan sampai terlalu berdekatan. 5. Rambut rontok dan rusak Saat Anda keramas, maka Anda akan menyadari bahwa rambut Anda menjadi lebih tipis. Hal ini dikarenakan perawatan rambut keratin juga membuat rambut menjadi rontok. Jadi bersiap-siap sajalah dengan kondisi ini. Selain rontok rambut juga menjadi rusak. Dari awal rambut Anda akan terlihat lebih indah namun setelag 5 bulan maka rambut Anda akan mulai terlihat tidak terawat dan berantakan. 6. Perubahan gaya hidup Setelah Anda melakukan perawatan, maka Anda harus melakukan perawatan ulang setiap 3 bulan sekali. Jadi, mau tidak mau Anda harus menghabiskan uang dan mengatur jadwal untuk ke salon. Karena ini adalah efek samping jangka panjang dari perawatan rambut keratin. Ada banyak masalah yang bisa Anda alami setelah melakukan perawatan rambut keratin, seperti hal-hal diatas. Jadi sebelum Anda mengalami itu semua lebih baik pikirkan dahulu ya... Baca juga: https://www.dokter.id/berita/rambut-pendek- siapa-takut Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 24 Nov 2016    08:00 WIB
OMG, 10 Hal Ini Ternyata Juga Bisa Sebabkan Kecanduan Lho!!!
Tahukah Anda bahwa bukan hanya obat-obatan terlarang saja yang bisa membuat seseorang kecanduan? Sebagian besar orang di dunia ini telah mengalami kecanduan akan berbagai hal lain. Di bawah ini Anda dapat melihat 10 hal yang ternyata juga bisa sebabkan kecanduan!   Telepon Genggam Anda tidak dapat berhenti memainkan telepon genggam Anda bukan? Anda selalu membawa telepon genggam Anda ke mana pun Anda pergi dan selalu memeriksanya setiap beberapa menit sekali. Anda bahkan tidak dapat mematikan telepon genggam Anda. Seringkali, Anda juga mendiamkan (cuekin) orang yang sedang makan malam bersama Anda karena ingin melihat pesan atau postingan terbaru dari orang yang berada ribuan km jauhnya dari Anda. Terdengar seperti Anda? Bila ya, maka kemungkinan besar Anda telah mengalami kecanduan gadget Anda tersebut.   Kafein Apakah Anda tidak dapat memulai seluruh aktivitas Anda bila tidak mengkonsumsi segelas kopi di pagi hari? Hal ini mungkin bukan merupakan gejala kecanduan. Akan tetapi, bila Anda merasa cemas dan mengalami nyeri kepala hebat bila Anda tidak mengkonsumsi segelas kopi di pagi hari, maka hal ini merupakan gejala kecanduan.   Cokelat dan Makanan Manis Lainnya Setiap orang pasti pernah merasa ingin sekali mengkonsumsi cokelat atau makanan manis lainnya dan bahkan sulit berhenti saat mulai memakannya. Tidak bisa berhenti makan cokelat atau makanan manis lainnya biasanya disebabkan oleh kandungan karbohidrat, lemak, dan gula yang akan mempengaruhi otak Anda seperti halnya obat-obatan terlarang. Dengan kata lain, Anda sedang mengalami gejala yang sama seperti seseorang yang kecanduan obat-obatan terlarang.   Belanja Semua orang pasti pernah membeli suatu barang yang sebenarnya tidak benar-benar ia butuhkan, bahkan cukup sering. Akan tetapi, terlalu sering belanja dan bahkan menyebabkan kesulitan keuangan serta kehidupan sosial dapat merupakan pertanda bahwa Anda sudah mengalami kecanduan belanja.   Berjudi Banyak sekali orang di dunia mengalami kecanduan yang satu ini. Baik bermain langsung di sebuah kasino atau secara online, baik itu mesin slot atau bermain poker; berjudi dapat membuat otak Anda melepaskan lebih banyak dopamin, yang akan membuat Anda merasa senang, untuk sementara waktu. Akan tetapi, bila Anda bukanlah orang yang cukup beruntung, maka berjudi dapat menyebabkan gangguan pada keuangan, pekerjaan, dan kehidupan keluarga Anda.   Operasi Plastik Sejumlah orang, khususnya para wanita banyak yang merasa tidak puas dengan bentuk wajah atau tubuhnya. Salah satu gangguan jiwa yang dikenal dengan nama gangguan dismorfik tubuh akan membuat penderitanya terobsesi dengan berbagai keburukan yang hanya dapat dilihatnya. Hal ini dapat membuatnya ingin mengubah atau memperbaiki keburukan wajahnya tersebut, misalnya dengan operasi plastik. Yang pada akhirnya akan membuatnya kecanduan melakukan operasi plastik karena terus merasa wajahnya belum cukup cantik atau kurus.   Baca juga: Tips Mengatasi Kecanduan Merokok   Tanning Kecanduan pada sinar matahari? Walaupun terdengan aneh, akan tetapi kecanduan yang satu ini benar-benar ada! Hal ini dikarenakan sinar UV matahari dapat memicu pelepasan suatu zat kimia di dalam tubuh, yang disebut dengan endorfin. Akibatnya, Anda pun akan merasa senang, walaupun kulit Anda terasa perih akibat terbakar sinar matahari. Terlalu sering tanning sangat berbahaya karena dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit.   Olahraga Berolahraga secara teratur memang dapat membantu menjaga kesehatan dan membuat Anda terlepas dari kecanduan, akan tetapi jangan sampai Anda justru mengalami kecanduan baru, yaitu kecanduan berolahraga. Berolahraga dapat membuat otak Anda belajar dengan lebih cepat, yang pada akhirnya akan mempercepat masa penyembuhan. Akan tetapi, Anda harus dapat mengatakan "tidak" untuk berolahraga bila Anda sedang sakit atau mengalami cedera.   Media Sosial Apakah Anda menghabiskan sebagian besar waktu Anda untuk melihat atau mengubah status Anda di Facebook dan Twitter? Berbagai posting baru yang masuk setiap menit atau bahkan detik akan mempengaruhi otak Anda seperti halnya kokain.   Seks Tidak dapat berhenti berhubungan intim atau menonton film porno? Ingin lebih sering berhubungan intim, tetapi tidak terlalu menikmatinya, dan rela mengambil resiko untuk mendapatkannya? Anda mungkin memiliki gairah seksual yang tinggi, akan tetapi berbagai hal tersebut juga dapat merupakan gejala dari kecanduan seks atau yang biasa dikenal dengan nama gangguan hiperseksual. Otak Anda akan mengalami hal yang sama seperti yang dialami oleh para pecandu obat-obatan terlarang atau berjudi.   Bagaimana Suatu Kecanduan Bermula? Segala sesuatu yang dapat mengubah mood Anda dapat membuat Anda mengalami kecanduan. Pada awalnya, kecanduan biasanya bermula dari suatu hal yang Anda perlu untuk membantu Anda mengatasi rasa nyeri atau kesal. Rasa senang yang Anda dapatkan saat melihat ada posting baru yang muncul, saat menemukan sepasang sepatu yang sempurna, atau mendapatkan kemenangan saat berjudi akan membuat Anda ingin kembali melakukannya. Hal ini bahkan akan menjadi sesuatu hal yang harus Anda lakukan untuk dapat bertahan hidup.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 16 Nov 2016    11:00 WIB
Benarkah Ukuran Leher Dapat Pengaruhi Kesehatan?
Jika Anda tidak dapat mengancingi kerah baju Anda, maka Anda mungkin memiliki masalah yang lebih besar dari sekedar terlihat gemuk. Sebuah penelitian baru yang dilakukan di Brazil menemukan bahwa pria yang memiliki leher besar memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita gangguan jantung. Untuk menentukan berapa ukuran leher pria pada umumnya, para peneliti pun melakukan pengukuran pada hampir 4.000 orang pria. Hasilnya adalah ukuran lingkar leher rata-rata pada pria adalah sekitar 30 cm. Pada penelitian ini, para ahli menemukan bahwa untuk setiap penambahan sebesar 1 inchi atau 2.54 cm pada lingkar leher seorang pria, maka resiko mereka terhadap berbagai macam gangguan kesehatan pun akan meningkat seperti: Resiko terjadinya resistensi insulin akan meningkat hingga 32% Resiko terjadinya tekanan darah tinggi akan meningkat hingga 24% Resiko terjadinya peningkatan kadar trigliserida akan meningkat hingga 50% Resiko terjadinya penurunan kadar kolesterol HDL akan meningkat hingga 22% Akibatnya, para pria yang memiliki ukuran lingkar leher lebih dari 30 cm akan memiliki resiko terkena gangguan jantung 3 kali lipat lebih tinggi daripada pria yang memiliki ukuran lingkar leher kurang dari 30 cm. Hal ini dikarenakan lemak yang menumpuk di sekitar area leher dapat memproduksi zat anti radang, yang akan memicu penumpukan lemak di arteri karotis di dalam leher, yang pada akhirnya akan membahayakan kesehatan jantung Anda.   Baca juga: Wanita dan Berusia 40 Tahun? Perhatikan Hal Berikut Ini!   Akan tetapi, hal ini tidak berlaku bagi pria yang memang memiliki leher besar, tetapi bukan disebabkan oleh lemak, melainkan oleh otot. Jadi, yang perlu Anda lakukan adalah ambillah pita pengukur dan ukurlah berapa lingkar leher Anda. Bila hasilnya lebih dari 30 cm, maka ada baiknya bila Anda mulai mengubah gaya hidup Anda sekarang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 11 Nov 2016    18:00 WIB
Merasa Kesepian Ternyata Bahaya Lho Bagi Jantung Anda!
  Tahukah Anda bahwa jarang berpergian keluar bersama sahabat dan keluarga Anda ternyata benar-benar dapat mematahkan hati Anda? Menurut sebuah penelitian baru yang dilakukan di the University of York, menghabiskan terlalu banyak waktu sendirian dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung dan stroke lho. Pada penelitian ini, para ahli menemukan bahwa orang yang jarang berhubungan dengan orang lain memiliki resiko 29% lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung dan memiliki resiko 32% lebih tinggi untuk mengalami stroke dibandingkan dengan orang yang lebih sering berinteraksi dengan orang lain. Resiko gangguan jantung di atas bahkan akan menjadi semakin tinggi bila orang tersebut merasa terganggu dengan rasa kesepian yang dirasakannya dibandingkan dengan orang yang memang menyukai kesendiriannya. Misalnya seseorang yang pindah ke luar kota dan meninggalkan semua teman dekatnya akan memiliki resiko gangguan jantung yang lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang yang memang memilih untuk bekerja dari rumah.   Baca juga: Kesepian Versus Obesitas, Hayo Mana Yang Lebih Berbahaya?   Jadi, bagaimana sebenarnya rasa kesepian bisa membuat Anda mengalami serangan jantung atau stroke? Salah satunya adalah karena rasa kesepian dapat mengganggu tidur Anda. Saat Anda dikelilingi oleh orang-orang yang Anda kenal dan percayai, maka Anda pun dapat tidur dengan leibh tenang. Akan tetapi, saat Anda merasa tidak aman dengan orang-orang di sekeliling Anda, maka Anda pun akan menjadi lebih mudah terbangun karena khawatir akan adanya bahaya. Hal ini tentu saja akan mengganggu tidur nyenyak Anda di malam hari. Kurang tidur dapat melemahkan kemampuan tubuh untuk memperbaiki kerusakan di dalamnya dan menjalankan fungisnya dengan benar, yang tentu saja akan menyebabkan jantung Anda menjadi "stress" bila hal ini terus berlangsung. Rasa kesepian juga dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi dan cemas, yang mana telah diketahui berhubungan dengan pembentukan plak lemak di dalam dinding pembuluh darah Anda. Kabar baiknya adalah bila Anda mulai berinteraksi dengan orang lain, maka hal ini dapat meminimalisir efek di atas, bahkan bila Anda hanya melakukannya melalui telepon genggam.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth