Your browser does not support JavaScript!
 12 Nov 2019    18:00 WIB
Benarkah Junk Food Menyebabkan Depresi?
Sudah banyak orang tahu jika pola diet orang Amerika dapat menyebabkan diabetes, penyakit jantung dan kanker, tetapi hanya beberapa orang saja yang menyadari hubungan antara apa yang Anda makan dengan apa yang Anda pikir. Menurut  National Institute of Mental Health, hampir seperempat dari penduduk Amerika menderita gangguan jiwa yang dapat didiagnosa pada tahun lalu saja, dan penelitian terbaru mengatakan pola diet mungkin berperan dalam menyebabkan gangguan mental. Hungungan antara diet dan gangguan mental merupakan bahan baru yang diselidiki, tetapi sudah banyak penelitian yang menunjukkan adanya hubungan yang erat antara kedua topik tersebut. Hasil penelitian tersebut secara konsisten menunjukkan bahwa makan makanan yang banyak mengandung tepung, makanan yang tidak diproses, sayuran yang diperkaya dengan nutrisi, buah, ikan, daging dan gandum utuh berhubungan erat dengan rendahnya angka kejadian gangguan mental atau masalah mental. Sementara pola diet yang banyak mengkonsumsi junk food (makanan yang digoreng, makanan yang melalui proses, makanan manis) sangat berhubungan dengan peningkatan gangguan mental. Sangat penting untuk dicatat bahwa sejauh ini perbedaan yang didapatkan baru sebatas korelasi, dan bukan hubungan sebab-akibat. Bahkan sampai saat ini para peneliti belum mengetahui secara pasti bagaimana makanan dapat mempengaruhi kesehatan mental. Saat ini banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana kaitan antara usus dan otak dan peranannya dalam menyebabkan gangguan mental. Berikut adalah mekanisme yang mungkin penghubung antara makanan dan gangguan mental: mikroba (apakah itu mikroba yang baik maupun yang jahat) yang tinggal di saluran pencernaan dipercaya para ilmuwan menajdi sarana komunikasi langsung antara usus dan otak dan mikroba ini memiliki peranan penting dalam menentukan kesehatan fisik maupun mental kita. Saat Anda memakan makanan yang tidak sehat dapat menyebabkan tumbuhnya bakteri jahat yang dapat merusak keseimbangan bakteri didalam usus. Penelitian yang dilakukan terhadap tikus menunjukkan bahwa rusaknya keseimbangan mikroba dapat menimbulkan berbagai gangguan seperti perubahan kimia di otak, perubahan mood dan perilaku yang dapat berakhir menjadi depresi dan gangguan kecemasan (anxiety).Sumber: foxnews
 18 Sep 2018    08:00 WIB
Waspada! Ini Efek Jika Anak Sering Mengkonsumsi Junk Food
Junk food bisa menarik siapa saja untuk memakannya karena rasanya yang gurih, harga yang terjangkau dan mudah didapat. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun menyukainya. Bagi anak-anak, yang tidak selalu mengerti konsekuensi kesehatan dari kebiasaan makan mereka, junk food memang makanan yang mudah untuk diminati.   Berikut Adalah Efek Dari Junk Food: Energi dan Fokus Menurut Women’s and Children’s Health Network, makanan yang dimakan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kebiasaan belajar anak-anak. Junk food dan makanan dengan kandungan gula tinggi menghabiskan tingkat energi dan kemampuan berkonsentrasi untuk waktu yang lama. Energi dan kemampuan untuk fokus sangat penting bagi anak usia sekolah. Masa kanak-kanak adalah masa yang penting karena akan menjadi tiang yang akan mempengaruhi perkembangan dari sang anak.  Apabila anak rutin menyantap junk food dimana tidak memberikan nutrisi yang dibutuhkan anak-anak oleh anak, sehingga anak tidak mendapatkan energi yang cukup dalam melakukan aktivitas fisik. Kurangnya aktivitas fisik berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental. Risiko Obesitas Sebuah studi yang diterbitkan dalam " Pediatrics" pada tahun 2004 menemukan bahwa konsumsi makanan cepat saji pada anak dikaitkan dengan risiko mengalami obesitas. Menurut penelitian ini, anak-anak yang mengonsumsi makanan cepat saji dan cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori, lemak, karbohidrat, dan gula tambahan dalam satu makanan cepat saji berisiko mengalami kegemukan dibandingkan dengan anak yang cenderung mengonsumsi serat, susu dan buah-buahan dan sayuran. Selain itu menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh jurnal "Nature Neuroscience" pada tahun 2010, makanan berkalori tinggi bisa menjadi adiktif, menyebabkan anak-anak yang makan makanan cepat saji akan memiliki pola makan yang bermasalah. Penyakit kronis Menurut Prevention Institute, para ahli menyalahkan junk food karena meningkatnya tingkat diabetes, tekanan darah tinggi dan stroke. Dan apabila anak memiliki kebiasaan konsumsi junk food maka hal ini akan terus menjadi kebiasaan saat dewasa dan risiko penyakit yang lebih meningkat nantinya. Harga Diri dan Depresi Harga diri dan kepercayaan diri sendiri sangat penting untuk menumbuhkan pribadi anak yang baik dan kebiasaan makan junk dapat berdampak negatif pada harga diri dan kepercayaan diri. Hal ini dikarenakan dengan konsumsi junk food biasanya akan menyebabkan gangguan pertumbuhan dan meningkatkan berat badan. Saat anak mengalami obesitas maka harga diri dan kepercayaan diri akan menurun.   Efek yang ditimbulkan oleh junk food memang tidak baik untuk kesehatan, oleh karena itu Anda sebagai orang tua bantu untuk mengawasi pola makan anak agar anak tumbuh dengan baik secara fisik dan mental.   Baca juga: Doyan Junk Food Yang Bikin Penyakit??? Harus Hentikan Segera Dengan Cara Ini   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: healthyeating.sfgate
 28 Aug 2018    08:00 WIB
6 Bahaya Mengkonsumsi Junk Food Saat Hamil
Apakah Anda ngidam junk food saat sedang hamil? Akan tetapi, apakah aman terus mengkonsumsi berbagai jenis junk food selama hamil? Jawabannya adalah tidak. Saat Anda hamil, ada berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh Anda, seperti berat badan Anda, kadar gula darah, tekanan darah, mood, dan makanan yang Anda konsumsi. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja bahaya dari mengkonsumsi junk food saat hamil.   Tekanan Darah Meningkat dan Kaki Anda Menjadi Bengkak Tahukah Anda bahwa mayonnaise terbuat dari telur mentah? Dan karena ibu hamil tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan mentah, maka Anda sebaiknya menghindari berbagai jenis mayonnaise. Selain itu, junk food biasanya juga mengandung banyak garam, yang dapat berpengaruh buruk pada tekanan darah dan bahkan membuat kaki Anda membengkak karena retensi cairan di dalam tubuh Anda.   Membuat Anda Mengalami Sembelit Serat merupakan nutrisi penting yang diperlukan untuk membentuk energi dan juga dapat membuat pergerakan usus Anda menjadi lebih lancar, sehingga Anda pun tidak mengalami sembelit, yang sering terjadi pada ibu hamil. Dan karena junk food hanya mengandung sedikit atau sama sekali tidak mengandung serat, maka hal ini akan membuat keluhan sembelit Anda semakin buruk. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda mencukupi kebutuhan serat Anda dengan mengkonsumsi buah dan sayuran setiap hari selama hamil.   Robeknya Selaput Ketuban Saat hamil, sembelit parah dapat menyebabkan peningkatan tekanan, yang dapat memicu robeknya selaput ketuban Anda, yang akan mengakibatkan Anda melahirkan sebelum waktunya.   Kekurangan Nutrisi Penting Junk food biasanya hanya mengandung sedikit sayuran atau daging dan sebagian besar hanya terdiri dari lemak, yang berarti kurang bernutrisi. Hal ini dapat mempengaruhi jumlah nutrisi penting yang masuk ke dalam tubuh Anda.   Menyebabkan Perubahan Mood dan Diabetes Gestasional Banyak ibu hamil ngidam cokelat dan bahkan memakannya pada waktu yang tidak wajar, misalnya pada pagi atau malam hari. Mengkonsumsi makanan manis dapat membuat Anda menjadi lebih mudah marah dan membuat mood Anda lebih mudah berubah. Selain itu, mengkonsumsi banyak gula juga dapat mempengaruhi kadar gula darah Anda atau bahkan meningkatkan resiko terjadinya diabetes gestasional (kencing manis saat hamil).   Bayi Lahir Dengan Berat Badan Berlebih Terlalu sering mengkonsumsi junk food yang penuh dengan lemak, gula, dan garam dapat mempengaruhi bayi Anda, yang akan membuat mereka lahir dengan berat badan berlebih, yang dapat membuat bayi Anda lebih mudah mengalami obesitas saat dewasa nanti.   Baca juga: Apakah Aman Berhubungan Seks Saat Hamil?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 13 Sep 2017    12:00 WIB
Bagaimana Cara Menghentikan Ngidam Makan Junk Food Saat Hamil???
Anda tentunya sudah pernah mendengar ungkapan yang mengatakan bahwa Anda adalah apa yang Anda makan. Hal ini juga berlaku bagi bayi di dalam kandungan Anda. Jadi, untuk memastikan bahwa Anda dan bayi Anda mendapatkan cukup nutrisi, sangat penting untuk menghindari berbagai jenis junk food selama hamil. Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai tips yang dapat membantu Anda mengatasi keinginan Anda (ngidam) untuk terus mengkonsumsi junk food.   "Bersihkan" Persediaan Anda di Rumah Salah satu cara untuk membuat Anda berhenti mengkonsumsi berbagai cemilan yang tidak sehat adalah dengan menyingkirkan semua cemilan tidak sehat tersebut dari rumah Anda dan mulailah membeli berbagai jenis cemilan sehat, terutama organik. Pilihlah makanan yang dipanggang daripada digoreng.   Jadikan Buah dan Kacang Sebagai Cemilan Daripada mengkonsumsi jus buah kemasan, akan lebih baik Anda mengkonsumsi buah segar atau setidaknya jus buah segar dan buah kering bila Anda merasa ingin. Pastikan Anda selalu memakan buah, segera setelah Anda memotongnya karena nutrisi di dalamnya akan terus berkurang.   Terapi Foto Untuk mencegah Anda makan berlebihan selama hamil, pasanglah foto diri Anda yang masih langsing sebelum hamil. Hal ini dapat membantu mengingatkan Anda bahwa semakin banyak Anda makan, maka semakin sulit Anda mendapatkan kembali bentuk tubuh Anda dulu. Hal ini mungkin akan memotivasi Anda untuk menghindari berbagai jenis junk food yang penuh dengan lemak.   Pilih Dengan Bijaksana Jika Anda benar-benar merasa tidak dapat menahan keinginan Anda untuk mengkonsumsi junk food, maka pastikan Anda memperhatikan porsi makan Anda dan Anda hanya boleh sesekali mengkonsumsi berbagai jenis makanan tersebut.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 05 Jul 2017    08:00 WIB
Tips Mengatasi Ngidam Junk Food Saat Stress
Menahan keinginan untuk mengkonsumsi berbagai jenis cemilan tidak sehat seperti keripik kentang, kue, donat, dan biskuit memang sangat sulit, terutama bila Anda sedang merasa stress. Hal ini dikarenakan berbagai jenis makanan manis tersebut memang dapat menurunkan kadar hormon kortisol (hormon stress) di dalam darah, yang berarti dapat mengurangi rasa stress Anda, walaupun hanya untuk sementara. Keadaan ini dapat membuat Anda ingin kembali mengkonsumsi berbagai jenis makanan tersebut saat Anda merasa stress. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Mengingatkan diri Anda bahwa Anda sebenarnya tidak lapar mungkin tidak cukup. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah diri Anda kembali mengkonsumsi berbagai jenis junk food saat stress.   Minumlah Minuman yang Mengandung Kayu Manis Salah satu cara untuk mengatasi ngidam Anda yang tidak sehat adalah dengan mencampurkan segelas air hangat dengan sebatang kayu manis dan 1 sendok teh madu. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa kayu manis dapat membantu menjaga kadar insulin di dalam darah tetap stabil, yang berarti dapat membantu keinginan Anda untuk makan.   Berjalan Kaki Selama 15 Menit Saat Anda merasakan keinginan untuk makan karena sedang stress, bosan, sedih, atau merasakan berbagai perasaan lainnya, cobalah untuk berjalan kaki atau berlari sebentar. Berolahraga dapat memicu pelepasan endorfin, yang akan membuat Anda merasa lebih rileks. Selain itu, udara segar juga merupakan salah satu pengurang stress. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Austria, berjalan kaki selama 15 menit dapat mengatasi keinginan seseorang untuk mengkonsumsi makanan manis.   Mengupas Jeruk Tahukah Anda bahwa mengupas jeruk ternyata merupakan salah satu teknik relaksasi? Hal in dikarenakan mengupas jeruk merupakan suatu gerakan meditasi mini, di mana Anda harus berhenti melakukan berbagai hal lain karena Anda harus menggunakan kedua tangan Anda untuk mengupas jeruk. Selain itu, bau jeruk juga akan membuat Anda merasa lebih tenang, yang mungkin dapat membantu mengurangi keinginan Anda untuk mengemil. Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, kupaslah jeruk dengan gerakan melingkar sambil mencium aromanya, kemudian makanlah buah jeruk tersebut perlahan-lahan.   Makanlah Alpukat Lemak sehat, protein, dan serat yang ada di dalam alpukat dapat membantu membuat Anda merasa kenyang dan enggan mengemil.   Baca juga: Stress Buat Umur Anda Lebih Pendek, Masa Sih?   Makan Dengan Porsi Kecil Bila Anda benar-benar tidak dapat menahan keinginan Anda untuk mengkonsumsi cokelat atau keripik kentang, maka Anda boleh mengkonsumsinya sedikit saja. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Cornell, mengkonsumsi 15 gram cokelat atau keripik kentang sudah cukup untuk memuaskan rasa ngidam Anda sama seperti jika Anda mengkonsumsi sebungkus cokelat atau keripik kentang.   Alihkan Perhatian Anda Saat Anda merasa ingin mengemil, sibukkanlah tangan Anda dengan melakukan berbagai aktivitas lainnya, misalnya mengetik pesan, memeriksa email, atau bermain game selama beberapa menit.   Pilih Cemilan Anda Dengan Bijak Jika Anda merupakan tipe orang yang selalu ingin makan atau mengemil saat stress, maka pastikan cemilan yang Anda sediakan merupakan cemilan rendah kalori seperti buah-buahan.   Rencanakan Kegiatan Mengemil Anda Jika Anda benar-benar ingin mengemil, pikirkanlah apa cemilan yang benar-benar paling anda sukai. Anda boleh mengkonsumsi cemilan kesukaan Anda tersebut 1 atau 2 kali seminggu.   Minum Teh Chamomile Menurut penelitian, chamomile dapat membantu mengatasi rasa cemas pada orang dewasa dan dapat membuat mereka merasa lebih rileks.   Jangan Terlambat Makan Mencukupi kebutuhan nutrisi sangat penting untuk mengatasi stress. Para ahli menemukan bahwa kekurangan magnesium dapat membuat seseorang ingin mengkonsumsi makanan manis. Bila Anda sering terlambat atau tidak makan, maka kemungkinan besar tubuh Anda akan mengalami kekurangan nutrisi. Selain itu, terlambat atau tidak makan akan menyebabkan kadar gula darah menurun, yang akan membuat Anda semakin ngidam untuk makan cemilan dan membuat Anda semakin ingin makan saat stress. Bila Anda terlalu sibuk untuk makan atau membeli makanan, Anda dapat menyiapkan cemilan sehat seperti kacang, buah segar, dan buah kering.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 17 Jun 2017    18:00 WIB
Sayangi Otak Anda Dengan Tidak Makan Junk Food, Ini Alasannya….
Anda ingin memiliki memori yang kuat? Bila jawabannya iya adalah dengan menghindari makanan yang sangat tidak sehat yaitu junk food. Makanan yang stu ini memang menjadi favorit banyak orang, karena rasanya yang enak, mudah untuk didapatkan dan biasanya memiliki harga yang terjangkau. Namun bila Anda sering mengkonsumsi junk food maka Anda harus siap-siap bila Anda akan kehilangan fungsi otak Anda. Menurut studi yang juga sudah dipublikasikan dalam jurnal internasional BMC Medicine pada September 2015, makanan junk food berbahaya bagi otak karena dapat mengganggu kesehatan mental seperti menimbulkan depresi, perasaan cemas dan memperbesar risiko demensia (pikun) Hal ini dikarenakan makanan ini memberikan efek negatif bagi otak, yaitu memperkecil hipokampus. Penelitian bahaya junk food Penelitian yang dilakukan di Deakin University School of Medicine, Australia. Dimana para peneliti menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging) untuk melihat citra otak dan mengukur volume hipokampus otak pada sekitar 250 orang dewasa yang berusia 60 sampai 64 tahun. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang sering mengonsumsi makanan manis atau tinggi gula, tinggi kandungan garam, tinggi lemak, dan makanan-makanan serba instan ternyata memiliki ukuran hipokampus yang lebih kecil. Sedangkan kelompok lain yang memiliki ukuran hipokampus lebih besar memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan ikan, ternyata memiliki ukuran hippocampus yang lebih besar. Volume hipokampus yang mengecil dapat mengakibatkan kemampuan fungsi kognitif dan kondisi mental terganggu. Sebenarnya dengan pertambahan usia, ukuran hipokampus akan mengecil, oleh karena itu dengan pertambahan usia biasanya fungsi dan kemampuan otak akan menurun. Namun, selain karena usia, beberapa faktor lain seperti gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi junk food akan mempercepat penurunan fungsi otak sebesar 60%. Akibat makanan junk food pada otak Makanan junk food umumnya tinggi kalori, mengandung lemak, gula, dan garam dalam kadar yang tinggi. Kandungan zat-zat aditif seperti bumbu penyedap, pengawet, pewarna dan perasa yang juga sangat tinggi. Kurangnya nutrisi atau bahkan adanya zat-zat berbahaya dalam junk food dapat menimbulkan reaksi kimia tertentu yang mengarah pada peradangan pada bagian hipokampus otak. Selain itu makanan yang tinggi gula dan lemak juga dapat menekan aktivitas peptida otak yang disebut BDNF (brain-derived neurotrophic factor) yang membantu dalam proses pembentukan memori dan kemampuan belajar. Terlalu banyak konsumsi makanan tinggi lemak dan gula seperti yang banyak terdapat dalam junk food secara substansial dapat meningkatkan kadar insulin dalam tubuh. Tingginya kadar insulin membuat otak berhenti merespons hormon insulin dan kemudian menjadi resisten terhadap insulin. Hal ini dapat membatasi kemampuan otak untuk berpikir, mengingat atau menyimpan memori, sehingga meningkatkan risiko demensia. Terlalu sering konsumsi junk food membuat Anda kehilangan nutrisi penting seperti omega 3 dan 6.  Kekurangan omega 3 dan 6 dapat memicu terjadinya demensia, menurunnya kemampuan belajar otak, dan gangguan dalam berkonsentrasi. Sementara kekurangan triptofan dapat meningkatkan risiko terjadinya depresi. Makanan junk food memang makanan yang mudah untuk disukai banyak orang, namun melihat banyaknya risiko yang ditimbulkan Anda masih rela untuk memakannya??? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 23 Feb 2017    11:00 WIB
Doyan Junk Food Yang Bikin Penyakit??? Harus Hentikan Segera Dengan Cara Ini
Makan makanan junk food memang sangat menyenangkan. Apalagi saat berkumpul dengan teman-teman.Restoran yang menyajikan makanan ini selalu menjadi favorit. Rasanya memang enak, tapi bagaimana efek jangka panjangnya???Junk food atau juga makanan sampah adalah sebutan untuk makanan yang tidak sehat dan tidak memiliki nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu makanan junk food biasanya tinggi kalori, mengandung lemak, gula, dan garam dalam kadar yang tinggi.Selain itu, junk food juga banyak mengandung zat-zat aditif seperti bumbu penyedap, pengawet, pewarna dan perasa.Konsumsi junk food secara berlebihan memiliki efek negatif seperti obesitas, meningkatkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke dan berbagai penyakit berbahaya lainnya. Bahkan dikatakan terlalu sering konsumsi junk food juga bisa menyebabkan terjadinya kepikunan dan gangguan mental seperti depresi dan cemas.Tidak ingin mendapat efek negatif, namun merasa sulit menghilangkan kebiasaan makan junk food.Ini cara mudah untuk membantu Anda mengurangi kebiasaan makan junk food: 1.      Mengetahui kandungan gizi yang Anda makanPerbanyak pengetahuan Anda mengenai nilai gizi dari makan yang Anda makan. Dengan mengetahui kandungan gizi dari makanan akan membuat Anda sadar bahwa makanan tersebut tidak baik atau baik untuk tubuh Anda.Misal 1 potong pizza mengandung 400 kalori atau bahkan lebih dan bila Anda ingin menghabiskan 400 kalori Anda harus berlari selama 1 jam dengan kecepatan 6 km/jam. Kebayangkan Anda harus berlari satu jam hanya untuk membakar 1 potong pizza yang Anda makan, bagaimana bila Anda makan 3 potong iris pizza, dengan segelas minuman soda dan kentang gorengnya??? 2.      Teguhkan tekad Anda untuk memulai hidup sehatMemiliki tekad untuk hidup sehat bukanlah hal yang mudah, namun bukan berarti tidak bisa. Anda harus mampu menguatkan tekad Anda. Buatlah buku harian Anda sendiri apabila Anda mampu melewati 1 hari dengan menjalani hidup sehat. Jangan lupa ajak orang-orang terdekat Anda, sekaligus mereka akan menjadi pengingat Anda bahwa Anda sedang mengurangi kebiasaan makan junk food. 3.      Buat daftar hari makan sehatMemang tidak mudah untuk memulai hidup sehat, apabila Anda memiliki kebiasaan makan makanan junk food yang cukup parah, bahkan hamper setiap harinya. Maka sekarang buatlah daftar hari untuk makan sehat bebas makanan junk food, misal dalam seminggu ada 3 hari bebas makan makanan junk food.Lakukan cara ini secara bertahap, dari 3 hari kemudian menjadi 4 hari kemudian 5 hari dan seterusnya. 4.      Barengi dengan makanan atau minuman sehatApabila Anda masih memiliki kebiasaan makan makanan junk food, maka mulai kurangi porsi makanan junk food Anda. Misal saat makan makanan junk food Anda memiliki kebiasaan makan burger, kentang goreng dan segelas minuman soda. Mulai sekarang hentikan kebiasaan tersebut misal Anda cukup makan burger saja atau hanya kentang goreng saja dibarengi dengan minum infused water air lemon yang Anda bawa dari rumah. 5.      Hindari restoran junk foodBila Anda memiliki kebiasaan bertemu dengan teman, klien atau bersantai di restoran junk food, maka Anda pasti tergoda untuk memesan makanan junk food. Oleh karena itu mulai sekarang hentikan kebiasaan tersebut.Pilihlah tempat yang menjual banyak makanan segar, yang menyajikan menu masakan sayur-sayuran selain itu jangan lupa makan buah-buahan sesudahnya.Memang tidak mudah menghilangkan sebuah kebiasaan buruk, namun jangan pernah merasa tidak bisa bila belum mencoba. Terus berusaha, bulatkan tekad Anda, hindari makan makanan junk food secara berlebihan dan juga jangan lupa untuk olahraga secara teratur. 
 29 Dec 2015    18:00 WIB
Dampak Makanan Siap Saji atau "Junk Food" Pada Tubuh Anda
Makanan siap saji atau "junk food" sebaiknya hanya mengisi sedikit bagian dari menu makan anda karena makanan siap saji mengandung banyak lemak, natrium, dan gula; yang dapat menyebabkan terjadinya obesitas dan berbagai gangguan kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, dan radang sendi.Membuat Anda Merasa Lelah Berkepanjangan dan Kurang BertenagaMakanan siap saji tidak mengandung banyak nutrisi yang diperlukan oleh tubuh anda untuk membuatnya tetap sehat. Akibatnya, anda akan merasa lelah berkepanjangan (kronik) dan kurang bertenaga untuk menjalankan aktivitas anda sehari-hari. Tingginya kandungan gula pada makanan siap saji dapat menyebabkan metabolisme anda tertekan, karena saat anda mengkonsumsi gula olahran, pankreas anda harus menghasilkan lebih banyak insulin untuk mencegah peningkatan kadar gula darah yang berbahaya. Karena makanan siap saji tidak mengandung cukup protein dan karbohidrat baik, maka kadar gula darah anda akan turun dengan cepat dan mendadak beberapa jam kemudian, yang membuat anda merasa lelah, merasa tidak enak (mood buruk), dan ingin mengkonsumsi sesuatu yang manis.Penurunan Fungsi Kognitif dan ObesitasMakanan siap saji mengandung banyak lemak dan saat lemak berkumpul di dalam tubuh anda, maka anda akan mengalami peningkatan berat badan dan mengalami obesitas. Semakin banyak peningkatan berat badan yang anda alami, maka semakin tinggi resiko berbagai gangguan kesehatan yang anda alami seperti diabetes, penyakit jantung, dan radang sendi. Anda bahkan dapat mengalami serangan jantung. Tingginya kadar lemak dan natrium di dalam makanan siap saji dapat menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah atau hipertensi. Konsumsi banyak natrium (garam) juga dapat berdampak negatif pada fungsi ginjal anda, yang dapat menyebabkan gangguan ginjal. Dalam jangka pendek, tingginya kadar lemak dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Anda juga akan merasa lelah dan sulit berkonsentrasi karena tubuh anda mungkin tidak memperoleh cukup oksigen.Merusak Jantung dan HatiTingginya kadar lemak dan natrium di dalam makanan siap saji dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung dengan cara meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah anda yang menyebabkan terjadinya penumpukkan plak (lemak) pada dinding pembuluh darah arteri anda. Tingginya kadar asam lemak trans di dalam berbagai jenis makanan siap saji dapat menyebabkan terjadinya perlemakkan hati yang bila berlangsung lama dapat menyebabkan disfungsi hati dan penyakit hati.Memicu DiabetesSeiring dengan berlalunya waktu, tingginya kadar gula dan karbohidrat sederhana di dalam makanan siap saji dapat menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2. Hal ini dapat terjadi karena mengkonsumsi terlalu banyak gula menyebabkan metabolisme tubuh anda kewalahan. Saat anda mengkonsumsi banyak gula putih olahan dan karbohidrat sederhana, tubuh anda harus memproduksi lebih banyak insulin untuk mencegah peningkatan kadar gula darah yang dapat berbahaya bagi kesehatan anda. Karena makanan siap saji tidak mengandung cukup banyak protein atau karbohidrat kompleks yang diperlukan oleh tubuh anda untuk menjaga kestabilan kadar gula darah anda, maka kadar gula darah anda dapat turun secara tiba-tiba tidak lama setelah makan, yang membuat anda ingin makan makanan manis dan makan lebih banyak makanan siap saji. Bila berlangsung dalam waktu lama, maka tekanan ini dapat menyebabkan gangguan pada kemampuan tubuh anda untuk memproduksi insulin (gangguan fungsi pankreas). Diet sehat dapat membantu menjaga sensitivitas berbagai organ tubuh anda terhadap insulin. Mengkonsumi terlalu banyak makanan siap saji dalam waktu singkat juga dapat membuat anda merasa tidak nyaman, yang dapat menyebabkan mood berubah-ubah dan terjadinya sembelit, menurunkan stamina anda sehingga membuat anda enggan berolahraga untuk membakar kelebihan kalori anda. Baca juga: Hati-hati Aktivitas di Media Sosial Mampu Picu Perceraian Lho! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: fitday
 28 Nov 2014    08:00 WIB
5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Anda Ingin Mengkonsumsi Junk Food
Makan Tidak Teratur Orang yang sering melewatkan waktu makan alias makan tidak teratur merupakan kelompok orang yang cenderung memiliki kadar gula darah yang rendah, yang meningkatkan keinginan tidak tertahankan untuk mengkonsumsi beberapa jenis makanan untuk memperoleh energi dalam waktu singkat. Saat Anda melewatkan waktu makan dan kadar gula darah menurun, maka tubuh Anda pun akan “mendesak” Anda untuk mengkonsumsi berbagai jenis karbohidrat olahan yang dapat memberikan Anda energi dalam waktu singkat. Akan tetapi, hal ini hanya akan membuat Anda kembali merasa lapar dalam waktu singkat. Untuk mencegah hal ini, konsumsilah berbagai jenis makanan yang mengandung protein, gandum, sayur, dan lemak sehat setiap 5 jam atau lebih. Makanan dengan kandungan ini lebih sulit dicerna dan membuat kadar gula darah Anda tetap stabil, sehingga Anda pun merasa kenyang lebih lama. Selain itu, Anda juga dapat mengkonsumsi cemilan sehat di antara waktu makan bila diperlukan.   Selalu Kelelahan Rasa lelah akibat kurang tidur dan padatnya aktivitas harian dapat membuat tekad Anda untuk berdiet pun menurun. Kurang tidur dapat membuat Anda lebih ingin mengkonsumsi berbagai jenis makanan tidak sehat.   Berpergian Saat Stress Jika Anda sedang mengalami stress akibat pekerjaan atau sedang memiliki masalah lainnya, maka Anda pun lebih beresiko untuk ingin mengkonsumsi berbagai jenis makanan tidak sehat. Daripada mengikuti emosi Anda, akan lebih baik bila Anda mengatasi stress dengan latihan pernapasan, mendengarkan musik, berolahraga, dan lain sebagainya.   Marah Banyak orang dewasa mengkonsumsi berbagai jenis junk food sebagai salah satu cara untuk melampiaskan kemarahannya. Untuk mengatasi keinginan mendesak yang Anda rasakan, cobalah untuk mengalihkan perhatian Anda selama 5-10 menit dengan melakukan berbagai hal lain.   Membeli Junk Food Selain harus memiliki tekad yang kuat, dukungan dari lingkungan sekitar juga diperlukan bagi kesuksesan diet Anda. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak pergi ke berbagai tempat yang dapat membuat Anda tergoda untuk membeli atau mengkonsumsi junk food.   Sumber: womenshealthmag