Your browser does not support JavaScript!
 18 Nov 2019    18:00 WIB
Apakah Labu Bermanfaat Bagi Penderita Diabetes?
Diabetes merupakan penyakit yang sangat kompleks, dan diabetes sering disebut sebagai pembunuh diam-diam. Ketika kadar gula darah tidak terkontrol, banyak masalah kesehatan yang akan terjadi. Oleh karena itu jenis makanan yang dikonsumsi oleh penderita diabetes sangatlah penting. Makanan yang malalui proses haruslah dihindari sebisa mungkin. Perbanyak konsumsi makanan alami. Jenis makanan seperti brokoli, salmon, sarden adalah beberapa jenis makanan yang harus dimasukkan pada menu diet penderita diabetes. Jadi apakah labu baik untuk penderita diabetes? Ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh penderita diabetes. Kabar baiknya adalah labu yang merupakan keluarga cucurbitaceae adalah salah satu jenis makanan yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Makanan lain yang termasuk dalam keluarga cucurbitaceae adalah mentimun dan melon. Ada banyak sekali cara pengolahan labu, bisa dengan steam, panggang, rebus dan bakar. Labu juga sangat disukai dalam bentuk mashed. Selain itu labu juga bisa disajikan dalam bentuk sup, pie dan puree. Labu kaya akan vitamin A dan C, potasium, asam folat dan protein. Selain itu labu juga kaya akan zat besi dan lemak tidak jenuh. Berikut adalah manfaat labu untuk penderita diabetes. Kaya akan vitamin C Vitamin C sangat dibutuhkan untuk mengontrol diabetes melitus, dengan cara menstimulasi keluarnya insulin pada pasien diabetes. Vitamin C merupakan sumber yang baik untuk menstimulasi pengeluaran insulin tubuh dan ketika dikonsumsi secara oral akan sangat membantu mengontrol diabetes.  Zat besi dan lemak tidak jenuh Biji labu sangat kaya akan zat besi dan lemak tidak jenuh yang sangat baik untuk jantung. Inilah alasan mengapa labu sangat baik untuk diabetes. Anda bisa mengkonsumsi biji labu sebagai taburan salad atau sebagai kudapan yang renyah.  Antioksidan Ketika produksi insulin menurun didalam tubuh, hal ini juga bisa mempengaruhi kadar karbohidrat, lemak, protein dan metabolisme. Banyak studi yang membuktikan jika stress oksidatif dapat menyebabkan gangguan metabolik. Karena labu mengandung antioksidan yang tinggi maka labu sangat baik untuk melawan stress oksidatif yang dapat menimbulkan masalah pada penderita diabetes. Asam folat Disfungsi endotelial tang sering terjadi pada penderita diabetes akan menurunkan kadar nitrit oksida didalam tubuh. Asam folat dapat membalikkan proses ini dan memungkinkan asam nitrit didalam endotelial berfungsi dengan baik.   Sumber: boldsky
 14 Nov 2019    16:00 WIB
Menderita Diabetes Tipe 1, Bolehkah Mengkonsumsi Kopi?
Pada sebuah penelitian yang sangat kecil, para peneliti mengamati para atlit dewasa yang menderita diabetes tipe 1. Pada penelitian yang dilakukan di tahun 2010 ini, para peneliti mengamati 5 orang atlit dewasa yang menderita diabetes tipe 1, yang rata-rata berusia 38 tahun, yang membutuhkan beberapa kali suntikan insulin setiap harinya. Pada penelitian ini, para peserta penelitian diminta untuk menyuntikkan insulin bersamaan dengan waktu makan. Dua jam setelah makan, para atlit ini diminta untuk mengkonsumsi 5 mg/kgBB kafein atau plasebo yang terdapat di dalam sebuah minuman. Para peserta penelitian kemudian diminta untuk beristirahat selama 30 menit. Setelah itu, peserta penelitian diminta untuk berolahraga selama 40 menit. Percobaan ini dilakukan 2 kali sehingga para peneliti memiliki semua data dari peserta penelitian, baik saat mereka mengkonsumsi kafein atau plasebo untuk mengetahui apakah para peserta penelitian membutuhkan tambahan suplemen glukosa saat berolahraga. Para peneliti kemudian menemukan bahwa saat para peserta penelitian mengkonsumsi kafein, mereka tidak membutuhkan tambahan suplemen glukosa. Sedangkan saat para peserta penelitian mengkonsumsi plasebo, kadar gula darah mereka menjadi sangat rendah saat berolahraga dan membuat mereka membutuhkan tambahan suplemen glukosa. Karena pada penelitian ini jumlah peserta penelitian sangat sedikit dan jumlah kafein yang digunakan cukup tinggi, maka para peneliti mengatakan bahwa masih dibutuhkan lebih lanjut dengan jumlah peserta penelitian yang lebih banyak dan jumlah kafein yang lebih sedikit. Berdasarkan hasil penelitian ini, para peneliti mengatakan bahwa saat seorang penderita diabetes tipe 1 berolahraga di luar rencan dan tidak dapat mengurangi dosis insulin yang digunakan, maka kafein dapat membantu mengurangi kebutuhan kalori sehingga dapat mencegah terjadinya hipoglikemia.     Sumber: diabetescare
 23 Sep 2019    16:00 WIB
Menderita Diabetes? Temukan Pengganti Gula yang Sehat
Bila anda ingin mengurangi konsumsi gula harian anda, tetapi tetap ingin makan makanan manis, maka di bawah ini terdapat beberapa pilihan alternative pengganti gula. Beberapa jenis pengganti gula diekstraksi secara langsung dari tumbuhan atau dibentuk secara kimiawi. Beberapa jenis pengganti gula ini memiliki beberapa dampak positif bagi kesehatan, sementara yang lainnya juga dapat memiliki dampak negatif bagi kesehatan anda. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi berbagai pengganti gula di bawah ini.SteviaStevia merupakan pemanis alami sehat yang 200-300 kali lebih manis daripada gula pasir. Stevia berasal dari semak-semak yang tumbuh alami di Paraguay dan Brazil, dan tidak mengandung kalori. Sebuah penelitian pada tahun 2002 menemukan bahwa stevia mungkin memiliki efek anti kanker. Stevia mengandung steviosida yang dapat menghambat pembentukan tumor kulit pada hewan percobaan. Akan tetapi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai efeknya pada manusia.SukralosaSukralosa merupakan pengganti gula yang dibuat dari sukrosa, yang diperoleh dengan cara mengubah molekul gula menjadi bentuk yang lebih mudah dicerna. Sukralosa sekitar 600 kali lebih manis daripada gula pasir dan telah terbukti aman dikonsumsi. Pada sebuah penelitian di tahun 2003 menemukan bahwa sukralosa dosis tinggi dapat ditoleransi dengan baik  dan tidak menimbulkan efek samping apapun pada kadar gula darah penderita diabetes tipe 2. Pada penelitian ini, peserta penelitian mengkonsumsi 3 kali lebih banyak daripada dosis maksimum yang direkomendasikan setiap harinya selama 3 bulan.XylitolXylitol merupakan gula alkohol yang telah terbukti aman dikonsumsi. Xylitol dapat membantu melindungi gigi dari kerusakan dengan cara menghambat pembentukan asam oleh bakteri dan mencegah pembentukan plak pada gigi. Xylitol banyak ditemukan pada permen karet bebas gula, permen hisap bebas gula, dan permen mint bebas gula. Xylitol diperoleh dari bonggol jagung dan dapat ditemukan secara alami pada berbagai jenis tumbuhan. Xylitol memiliki efek laksatif (memperlancar buang air besar) bila dikonsumsi dengan dosis lebih dari 50 mg setiap harinya. Akan tetapi, bila anda telah menggunakannya dalam waktu lama, maka sistem pencernaan anda telah dapat mentoleransi xylitol dengan baik sehingga efek samping yang anda alami pun semakin berkurang.Sirup Beras CoklatSirup beras coklat terbuat dari beras coklat yang dimasak dengan jelai (barley). Sirup ini juga mengandung berbagai nutrisi beras coklat seperti protein, serat, magnesium, mangan, dan seng. Setengah gelas sirup ini mengandung 110 kalori. Protein dan serat di dalamnya membuatnya lebih lambat diserap sehingga membuatnya memiliki kadar indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan gula pasir biasa. Sirup beras coklat ini tidak semanis gula pasir (hanya setengah dari gula) dan dapat digunakan sebagai pengganti gula pasir bila anda ingin mengurangi rasa manis dalam masakan anda.Sumber: healthyeating.sfgate
 27 Aug 2019    18:00 WIB
Gangguan Gigi Pada Penderita Diabetes
Penderita diabetes lebih rentan terhadap infeksi berbagai kuman yang hidup di dalam mulut. Akibatnya, penderita diabetes lebih mudah mengalami gangguan gigi, infeksi gusi (gingivitis), dan gangguan tulang serta jaringan yang menyangga gigi (gangguan periodontal). Diabetes juga menyebabkan penurunan aliran darah ke gusi, yang membuatnya menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Selain itu, kadar gula darah yang tinggi juga dapat menyebabkan mulut menjadi kering (xerostomia) dan membuat gangguan gusi yang ada semakin memburuk. Penurunan jumlah air liur dapat menyebabkan peningkatan jumlah bakteri penyebab gigi berlubang dan pembentukan plak pada gigi.Gejala Jika anda menderita diabetes, beberapa gejala gangguan gigi yang dapat ditemukan adalah peradarahan, luka pada gusi, sering mengalami infeksi gusi, dan bau mulut.PencegahanUntuk mencegah berbagai gangguan gigi dan gusi pada penderita diabetes, menjaga kebersihan mulut anda merupakan salah satu cara pencegahan terbaik. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah berbagai gangguan gigi tersebut adalah:•    Periksakan gigi anda ke dokter gigi secara teratur•    Tanyakan pada dokter gigi mengenai bagaimana cara merawat gigi dan gusi anda, terutama bila anda menderita diabetes•    Sikatlah gigi anda setidaknya 2 kali sehari•    Lakukanlah dental floss setidaknya 2 kali sehari•    Berhenti merokok•    Jaga kadar gula darah anda tetap dalam batas normal Jika anda mengalami gangguan gusi yang sangat berat, maka tindakan pembedahan mungkin dapat menyelamatkan gigi anda. Akan tetapi, bila tindakan pembedahan tidak dapat dilakukan, maka gigi anda mungkin harus dicabut untuk mencegah infeksi menyebar dan menghancurkan tulang di sekitar gigi anda tersebut.Sumber: webmd
 13 Aug 2019    16:00 WIB
Cara Mencegah Nyeri Kepala Diabetes
Fluktuasi kadar gula darah yang tiba-tiba dapat menyebabkan terjadinya nyeri kepala pada penderita diabetes. Jadi satu-satunya cara mengontrol hal tersebut supaya tidak terjadi adalah dengan menjaga kadar gula darah tidak naik terlalu tajam atau turun secara tiba-tiba. Nyeri kepala karena kadar gula darah yang rendah sering dihubungkan dengan pembuluh darah di otak. Otak membutuhkan suplay gukosa yang siap pakai supaya bisa berfungsi dengan baik. Jika suplay yang ada tidak sesuai dengan yang dibutuhkan, maka akan menimbulkan nyeri kepala. Saat kadar gula darah turun, hormon stress juga dilepaskan dan dapat menyebabkan penyempitan dari pembuluh darah sehingga menyebabkan munculnya nyeri kepala. Beberapa orang dengan diabetes sering mengalami nyeri kepala karena kadar gul darah yang rendah dan kemudian diikuti dengan kadar gula darah yang tinggi. Hal ini terjadi karena pelepasan hormon yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah sebagai alat pengaturnya. Kadar gula darah yang tinggi juga dapat menyebabkan nyeri kepala juga. Jika kadar gula darah terlalu tinggi untuk waktu yang lama, tubuh akan mengeluarkan urin dalam jumlah lebih banyak dari normal, sehingga dapat menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi sendiri dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit didalam cairan tubuh dan juga nyeri kepala. Cara untuk mencegah munculnya nyeri kepala diabetes: Cegah terjadinya peningkatan atau penurunan kadar gula darah yang tiba-tiba Minum air putih yang cukup Hindari makanan dan minuman yang mengandung kafein karena dapat menyebabkan nyeri kepala Hindari stress Olahraga yang teratur   Sumber: healthmeup
 08 Aug 2019    08:00 WIB
Apa Hubungan Antara Hipoglikemia dan Diabetes ?
Hipoglikemia adalah rendahnya kadar gula di dalam darah. Hal ini lebih sering terjadi pada penderita diabetes. Beberapa hal yang dapat menyebabkan hipoglikemia pada penderita diabetes adalah obat anti diabetes dan pola makan penderita. Gejala Hipoglikemia Hipoglikemia dapat menimbulkan berbagai masalah yang serius, terutama pada otak. Gejala hipoglikemia biasanya mulai timbul bila kadar gula darah di bawah 70 mg/dL. Setiap penderita diabetes memiliki gejala hipoglikemia yang berbeda-beda. Gejala awal hipoglikemia yang sering ditemukan adalah: Bingung Pusing Gemetar Rasa lapar Nyeri kepala Mudah tersinggung Denyut jantung meningkat Rasa berdebar-debar Kulit pucat Berkeringat dingin Badan terasa lemah Cemas Bila hipoglikemia ini tidak segera ditangani, maka gejala akan memburuk dan menyebabkan beberapa hal di bawah ini, yaitu: Penurunan kesadaran sampai pingsan dan koma Nyeri kepala bertambah hebat Mudah marah Gangguan konsentrasi Gangguan koordinasi Mati rasa di daerah mulut dan lidah Mimpi buruk   Obat Anti Diabetes dan Hipoglikemia Beberapa jenis obat oral diabetes dapat menyebabkan kadar gula darah rendah. Obat-obat tersebut adalah obat golongan sulfonil urea dan meglitinides. Obat golongan alfa glukosidase inhibitor, biguanid, dan tiazolidindion biasanya tidak menyebabkan hipoglikemia, akan tetapi bila digunakan bersama dengan obat anti diabetes lainnya maka dapat menyebabkan hipoglikemia. Obat diabetes lainnya yang dapat menyebabkan kadar gula darah rendah adalah glimepiride, nateglinide, prandin, dan sitagliptin. Selain obat diabetes, terdapat beberapa obat lain yang juga dapat menyebabkan kadar gula darah rendah bila digunakan bersamaan dengan obat anti diabetes adalah alkohol, aspirin, warfarin, allopurinol, dan probenesid. Perhatikan dosis insulin yang anda gunakan, karena penggunaan insulin dengan dosis yang berlebihan atau tidak sesuai dengan jumlah karbohidrat yang anda makan, dapat membuat anda mengalami hipoglikemia.   Diet dan Hipoglikemia Hipoglikemia dapat terjadi pada seorang penderita diabetes yang mengkonsumsi banyak karbohidrat sederhana. Hal ini disebut dengan hipoglikemia reaktif. Selain itu, hipoglikemia juga dapat terjadi apabila penderita diabetes: Lupa makan setelah minum obat anti diabetes Makan hanya sedikit Terlambat makan Tidak mau makan saat sakit Minum alkohol dan kemudian tidak makan Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan konsumsi makanan dan obat anti diabetes pada penderita diabetes. Olahraga yang terlalu berlebihan juga dapat menyebabkan terjadinya hipoglikemia.
 24 Jul 2019    11:00 WIB
Tips Olahraga Untuk Mengatasi Nyeri Saraf Akibat Diabetes
Berolahraga teratur mungkin dapat membantu mengurangi atau mengendalikan nyeri saraf atau kesemutan pada anggota gerak anda. Berdasarkan sebuah penelitian, orang yang berjalan cepat di atas treadmill selama 1 jam setiap harinya selama 1 minggu dapat membantu memperlambat kerusakan saraf yang terjadi akibat diabetes. Kuncinya adalah berolahragalah secara teratur untuk memperoleh kualitas hidup yang lebih baik. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai jenis olahraga dan berapa lama anda dapat melakukan olahraga tersebut.Pilihlah Olahraga AndaBerenang atau aerobik di dalam air merupakan beberapa jenis olahraga ringan yang tidak terlalu berat bagi tubuh anda. Air dapat membantu menyangga tubuh anda, sehingga mengurangi tekanan pada kaki anda yang nyeri. Yoga dan tai chi juga dapat menjadi pilihan olahraga lainnya. Berbagai gerakan yoga dan tai chi dapat membantu melatih keseimbangan tubuh dan relaksasi otot tubuh anda.Mulailah Dengan PerlahanMemulai kegiatan olahraga juga dapat menjadi suatu tantangan bagi anda. Mulailah dengan perlahan, berolahragalah selama 5 menit pada awalnya, kemudian tambahkanlah sedikit-sedikit setiap harinya. The American Diabetes Association menganjurkan agar anda berolahraga selama 30 menit setiap harinya selama 5 hari setiap minggunya. Jika anda telah mengalami kerusakan saraf dan takut jatuh saat berolahraga, pilihlah olahraga yang dapat membantu melatih keseimbangan anda.Cara Melatih Keseimbangan Latihan Duduk BerdiriLatihlah keseimbangan tubuh anda dengan cara latihan bangun dari kursi duduk anda. Lakukanlah 3 kali berturut-turut. Pada awal latihan, gunakanlah tangan anda untuk membantu anda berdiri dan menyeimbangkan tubuh anda. Kemudian saat anda telah mulai terbiasa dan lebih kuat, mulailah berlatih bangun dari kursi duduk anda tanpa bantuan tangan anda. Latihan Berdiri Satu KakiLatihan keseimbangan lainnya adalah angkatlah salah satu kaki anda dari atas lantai secara perlahan, sehingga anda hanya berdiri menggunakan satu kaki. Cobalah untuk bertahan dalam posisi ini selama 30 detik, kemudian tukar posisi kaki anda. Setelah anda telah mulai terbiasa, cobalah untuk melakukan hal ini dalam waktu yang lebih lama. Tujuannya adalah hingga anda dapat berdiri dengan satu kaki tanpa bantuan tangan anda. Jika anda takut jatuh, lakukanlah hal ini di dekat tempat yang dapat dijadikan pegangan. Latihan Berjalan di Atas TaliCara lain untuk melatih keseimbangan anda adalah dengan berpura-pura berjalan di atas satu tali. Berjalanlah dengan menempelkan tumit dan ibu jari kaki anda dalam satu garis (seperti gerak jalan para peragawati). Tekuklah sedikit lutut anda dan rentangkanlah tangan anda untuk membantu menyeimbangkan diri anda. Bila anda sudah terbiasa melakukan gerakan ini sambil berjalan maju, mulailah untuk melakukan hal ini dengan berjalan mundur.Periksakan Keadaan Kesehatan Anda Sebelum Mulai BerolahragaPeriksalah keadaan jantung, mata, dan kaki anda sebelum memulai suatu jenis olahraga baru. Periksalah juga keadaan kaki dan bagian tubuh anda yang lainnya setiap kali selesai berolahraga untuk melihat ada tidaknya luka. Rawatlah semua jenis luka lecet, lepuhan, kulit pecah-pecah, dan sebagainya dengan baik untuk mencegah terjadinya infeksi pada luka.Pilih Sepatu yang SesuaiPilihlah sepatu olahraga yang terasa nyaman bagi anda. Sepatu yang nyaman dapat membantu anda terhindar dari berbagai cedera. Pastikan jari kaki anda dapat bergerak bebas di dalam sepatu anda untuk mencegah terbentuknya lepuhan atau luka lecet akibat gesekan dengan sepatu. Jangan Lupa Bawa CemilanSaat anda berolahraga, jangan lupa untuk membawa permen untuk berjaga-jaga bila kadar gula anda mendadak turun. Periksalah kadar gula darah anda sebelum dan setelah berolahraga untuk membantu mengetahui efek olahraga pada kadar gula darah anda. Kadar gula darah yang aman untuk mulai berolahraga adalah antara 100-250 mg/dL. Bila kadar gula darah harian anda mencapai lebih dari 250 mg/dL dan anda memiliki diabetes tipe 1, maka periksalah ada tidaknya keton di dalam air kemih anda. Jika ditemukan keton pada kadar sedang atau tinggi di dalam air kemih anda, maka tundalah kegiatan olahraga anda hingga kadar keton di dalam air kemih anda turun. Baca juga: Obat Golongan Statin Tingkatkan Resiko DiabetesSumber: medicinenet
 05 Jul 2019    08:00 WIB
Mengenal Apa Itu Diabetes Tipe 2
Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling sering terjadi. Tidak seperti diabetes tipe 1, pada diabetes tipe 2, terdapat insulin di dalam tubuh penderitanya. Akan tetapi, produksi insulin ini tidak mencukupi atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin ini dengan baik (resistensi insulin). Resistensi insulin merupakan suatu keadaan di mana tubuh membentuk insulin dalam jumlah yang cukup tetapi tubuh tidak dapat mengenali dan menggunakan insulin sebagaimana mestinya. Gangguan produksi maupun gangguan penggunaan insulin ini menyebabkan gula tidak dapat digunakan oleh sel-sel tubuh. Hal ini menyebabkan semua sel-sel tubuh tersebut tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Gangguan fungsi sel-sel tubuh dapat menyebabkan berbagai hal, yaitu: Dehidrasi. Peningkatan kadar gula di dalam darah membuat tubuh berusaha mengeluarkannya melalui air kemih, yang menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil. Pengeluaran gula melalui ginjal ini juga menyebabkan pengeluaran air dalam jumlah besar dan mengakibatkan terjadinya dehidrasi Koma diabetikum hiperosmolar non ketotik. Gangguan ini terjadi bila penderita diabetes tipe 2 yang mengalami dehidrasi berat tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan cairannya. Komplikasi ini dapat membahayakan jiwa penderita Kerusakan berbagai organ dan pembuluh darah. Seiring dengan berlalunya waktu, tingginya kadar gula darah dapat menyebabkan kerusakan pada saraf dan pembuluh darah kecil di mata, ginjal, jantung, dan meningkatkan resiko terjadinya aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah akibat penumpukan lemak) pada pembuluh darah besar yang dapat menyebabkan terjadinya stroke dan serangan jantung Siapa Saja yang Beresiko ? Siapa saja dapat menderita diabetes tipe 2. Akan tetapi resiko ini meningkat pada: Orang yang menderita obesitas atau kelebihan berat badan Wanita yang memiliki riwayat diabetes gestasional Ada anggota keluarga yang menderita diabetes tipe 2 Penderita sindrom metabolic (suatu keadaan di mana terjadi peningkatan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, penurunan kadar HDL, dan tekanan darah tinggi) Penuaan. Penuaan membuat berbagai sel tubuh mengalami penurunan toleransi terhadap gula Apa Penyebab Diabetes Tipe 2 ? Walaupun lebih sering terjadi daripada diabetes tipe 1, akan tetapi penyebabnya lebih tidak dimengerti. Hal ini disebabkan oleh banyaknya penyebab yang menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 juga dapat diturunkan dalam keluarga, akan tetapi gen yang menyebabkan tidak diketahui. Gejala Diabetes Tipe 2 Gejala diabetes tipe 2 yang dialami oleh penderitanya dapat berbeda-beda. Gejala-gejala yang dapat ditemukan adalah: Peningkatan rasa haus Peningkatan rasa lapar, terutama setelah makan Mulut kering Mual dan kadang muntah Peningkatan frekuensi buang air kecil Badan terasa lemah dan mudah lelah Penglihatan kabur Mati rasa atau kesemutan pada tangan atau kaki Infeksi berulang pada kulit atau saluran kemih   Apakah Saya Menderita Diabetes ? Untuk mengetahui dan menentukan apakah anda menderita diabetes atau tidak, dokter biasanya menyarankan agar anda melakukan pemeriksaan darah, berupa kadar gula darah puasa dan kadar gula darah sewaktu. Komplikasi Diabetes yang Dapat Terjadi Komplikasi pada diabetes biasanya terjadi bila kadar gula darah tidak terkontrol dalam waktu yang cukup lama. Retinopati Retinopati merupakan kelainan pada mata yang terjadi akibat kerusakan pada saraf atau pembuluh darah mata. Penderita diabetes tipe 2 mungkin telah memiliki kelainan pada matanya yang disebabkan oleh penyakit tersebut. Akan tetapi, tidak semua penderita diabetes mengalami gangguan penglihatan. Mengontrol kadar gula darah dan kolesterol tetap dalam batas normal merupakan salah satu cara pencegahan gangguan mata yang terbaik. Kerusakan Pada Ginjal Semakin lama anda telah menderita diabetes, maka semakin tinggi resiko anda menderita kerusakan pada ginjal. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya gagal ginjal pada penderita diabetes lama. Kerusakan Saraf dan Gangguan Pada Pembuluh Darah Kerusakan pada saraf dan pengerasan dinding pembuluh darah dapat menyebabkan timbulnya mati rasa dan gangguan sirkulasi pada kaki. Hal ini menyebabkan peningkatan resiko terjadinya infeksi dan terbentuknya luka terbuka (ulkus), di mana luka sulit menyembuh dan meningkatkan kemungkinan tindakan amputasi. Kerusakan pada saraf dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, dan diare.   Sumber: webmd
 26 Jun 2019    16:00 WIB
Benarkah Diabetes Sebabkan Degenerasi Otak?
Diabetes tipe 2 telah dikenal dapat mempengaruhi otak penderitanya, bahkan menyebabkan hilangnya bagian otak tertentu. Dengan menggunakan pemeriksaan MRI, para peneliti telah dapat mempelajari bagaimana struktur otak 614 penderita diabetes yang rata-rata berusia 62 tahun, yang telah menderita diabetes selama setidaknya 10 tahun. Para peneliti kemudian menemukan bahwa menderita diabetes dalam jangka panjang memiliki hubungan dengan hilangnya jaringan otak, yang menyebabkan terjadinya atrofi (pengecilan) otak. Para ahli menduga bahwa atrofi otak yang terjadi ini mungkin merupakan dampak langsung diabetes terhadap jaringan otak.Selain atrofi otak, para ahli menduga bahwa terdapat gangguan otak lain yang terjadi pada penderita diabetes yang disebabkan oleh adanya gangguan pada pembuluh darah yang seringkali terjadi pada penderita diabetes, yang dapat menyebabkan terjadinya stroke. Para peneliti juga menemukan bahwa jaringan otak yang paling banyak hilang merupakan jaringan otak di bagian gray matter, di mana sel-sel saraf yang berhubungan dengan berbagai organ tubuh terletak.Pengecilan ukuran gray matter ini seringkali merupakan tanda awal dimulainya proses neurodegeneratif, yang menyebabkan penderita diabetes memiliki resiko terkena penyakit Alzheimer yang lebi tinggi.Hal ini bukan berarti semua penderita diabetes akan mengalami penyakit Alzheimer, para peneliti hanya menduga bahwa keadaan ini dapat memperburuk gangguan fungsi kognitif dan kemampuan berpikir seiring dengan semakin bertambahnya usia penderita dan menyebabkan peningkatan resiko terjadinya Alzheimer. Penelitian ini juga menemukan bahwa setiap 10 tahun, otak penderita diabetes tampak 2 tahun lebih tua daripada orang yang tidak menderita diabetes, terutama pada bagian gray matter. Hal ini juga menunjukkan bahwa semakin lama anda menderita diabetes, maka kerusakan yang terjadi pada otak anda juga akan semakin berat. Oleh karena itu, pengendalian kadar gula darah sangat penting untuk mencegah atau mengurangi berbagai kerusakan yang terjadi pada otak dan kemampuan berpikir. Sumber: foxnews
 19 Jun 2019    08:00 WIB
Diabetes Gestasional Hanya Terjadi Pada Ibu Hamil
Diabetes gestasional merupakan suatu keadaan di mana wanita mengalami peningkatan kadar gula darah seperti penderita diabetes, akan tetapi hanya selama kehamilan. Gula darah biasanya kembali normal setelah persalinan. Apa Efeknya Pada Bayi Anda ? Tingginya kadar gula darah di dalam darah ibu menyebabkan peningkatan kadar gula darah di dalam tubuh bayi. Kelebihan gula pada tubuh bayi ini akan disimpan sebagai lemak dan menyebabkan bayi anda lebih besar daripada bayi lainnya. Lebih besarnya bayi anda dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai komplikasi pada bayi anda. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi adalah: Cedera pada bayi saat proses persalinan karena ukurannya yang lebih besar Rendahnya kadar gula darah dan berbagai mineral saat lahir Jaundice (kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan) Kelahiran prematur Gangguan pernapasan sementara Perlu diingat bahwa tidak semua bayi berukuran besar mengalami berbagai komplikasi di atas. Bayi dari ibu yang menderita diabetes gestasional memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita diabetes atau obesitas pada suatu saat dalam kehidupannya. Apa Efeknya Pada Anda ? Diabetes gestasional dapat meningkatkan terjadinya berbagai komplikasi kehamilan. Berbagai komplikasi kehamilan yang dapat terjadi adalah: Keguguran Tekanan darah tinggi atau preeklampsia Kelahiran prematur Selain itu, anda memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk persalinan melalui proses pembedahan Caesar karena ukuran bayi anda yang lebih besar daripada jalan lahirnya. Akan tetapi, bukan berarti anda tidak dapat melahirkan melalui proses persalinan normal. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai resiko dan keuntungan persalinan normal dan Caesar. Setelah persalinan, anda juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita diabetes tipe 2. Gaya hidup sehat dapat membantu mencegah terjadinya diabetes dan obesitas pada anda dan anak anda nantinya.