Your browser does not support JavaScript!
 05 Jan 2017    08:00 WIB
Bolehkah Minum Obat Anti Depresi Saat Hamil???
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi obat SSRI (Selective Serotonin Re-uptake Inhibitors) selama hamil tidak akan membuat bayinya lahir dengan berat badan lahir rendah. Saat seorang wanita hamil, mereka pasti merasa sangat khawatir mengenai makanan dan segala sesuatu yang mereka konsumsi karena dapat berpengaruh pada kesehatan bayi yang dikandungnya. Salah satu hal yang paling dikhawatirkan oleh para wanita hamil adalah bolehkah mengkonsumsi obat saat hamil, termasuk obat anti depresi. Pada zaman dahulu, banyak wanita hamil yang terpaksa menghentikan pengobatan depresinya karena takut mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Akibatnya, bila mereka tidak segera melanjutkan pengobatan segera setelah bayi mereka lahir, kekambuhan pun seringkali terjadi. Akan tetapi, sebuah penelitian baru menemukan bahwa obat anti depresi golongan SSRI yang dikonsumsi selama hamil tidak akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi di dalam kandungan.  Para ahli juga tidak menemukan adanya perbedaan pertumbuhan yang signifikan pada anak dari lahir hingga berusia 12 bulan, yang dilahirkan oleh ibu yang mengkonsumsi SSRI saat hamil dengan yang tidak mengkonsumsi SSRI saat hamil. Penelitian lainnya juga menemukan bahwa penggunaan SSRI pada wanita hamil tidak berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya kematian bayi.   Baca juga: Posisi Tidur Terbaik Bagi Ibu Hamil   Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai hal ini sebelum Anda memutuskan untuk melanjutkan atau menghentikan konsumsi obat anti depresi Anda saat hamil.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthline
 29 Oct 2016    15:00 WIB
Dampak Depresi Pada Kehamilan Anda
Depresi dapat terjadi pada siapa saja, baik pria dan wanita, serta dapat terjadi kapan saja, baik anak-anak, remaja, orang dewasa, orang lanjut usia, bahkan wanita hamil. Sekitar 10-20% wanita mengalami gejala depresi selama kehamilan.Penyebab Terjadinya Depresi Selama KehamilanTerdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya depresi saat hamil, yaitu:•  Pernah mengalami depresi sebelumnya atau mengalami gangguan dismorfik premenstrual, yaitu bentuk berat dari sindrom premenstrual•  Usia saat kehamilan, semakin muda usia anda saat hamil, maka semakin tinggi resiko anda menderita depresi saat hamil•  Tidak memiliki anggota keluarga lainnya•  Kurangnya dukungan sosial•  Jumlah anak yang dimiliki. Semakin banyak jumlah anak yang anda miliki, maka semakin tinggi kemungkinan terjadinya depresi pada kehamilan berikutnya•  Adanya permasalahan dalam pernikahan•  Merasa senang sekaligus sedih mengenai kehamilanDampak Depresi Pada Wanita HamilBeberapa hal yang dapat terjadi bila seorang wanita hamil mengalami depresi adalah:•  Depresi dapat menyebabkan wanita hamil kurang dapat mengurus dirinya sendiri, termasuk dalam hal kebiasaan tidur dan makan•  Depresi dapat meningkatkan kemungkinan penggunaan zat-zat berbahaya, yang dapat membahayakan anda dan bayi di dalam kandungan anda. Zat-zat berbahaya tersebut adalah rokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang•  Depresi dapat mengganggu kemampuan anda untuk menjalin hubungan atau membentuk ikatan dengan bayi di dalam kandungan andaDampak Kehamilan Pada Penderita DepresiBeberapa hal yang dapat terjadi pada penderita depresi akibat kehamilan adalah:•  Stress akibat kehamilan dapat membuat gejala depresi semakin memburuk atau kambuh•  Meningkatkan resiko terjadinya depresi paska melahirkanApa yang Harus Dilakukan?Jadikan kesehatan anda sebagai prioritas utama dalam kehidupan anda saat anda hamil. Kurangilah berbagai pekerjaan rumah atau kantor untuk membuat anda merasa lebih rileks. Diskusikan semua hal yang membuat anda merasa khawatir pada teman atau pasangan atau keluarga anda. Dengan demikian, anda mungkin dapat memperoleh dukungan yang anda perlukan. Jika semua langkah di atas tidak dapat membuat anda merasa lebih baik, maka terapi baik konseling maupun obat anti depresi dapat membantu mengatasi gejala depresi yang anda alami. Telah tersedia berbagai obat anti depresi yang dapat dikonsumsi selama kehamilan (walau hanya dalam waktu singkat). Masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai efek penggunaan obat anti depresi dalam jangka panjang pada bayi anda. Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai manfaat dan resiko obat anti depresi yang anda konsumsi. Baca juga: Tanda Bahaya Saat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 01 Sep 2016    18:00 WIB
Depresi Dapat Diketahui Melalui Pemeriksaan Darah, Benarkah?
Dengan melakukan pemeriksaan darah, Anda dapat mengetahui bagaimana keadaan kesehatan Anda, mulai dari kadar kolesterol darah Anda hingga kadar hormonal Anda. Tidak lama lagi, mungkin ada gangguan kesehatan lainnya yang dapat diketahui hanya dengan melakukan pemeriksaan darah, yaitu gangguan depresi. Saat ini, para peneliti sedang mengembangkan suatu pemeriksaan darah yang dapat mengidentifikasi gangguan mood ini.  Selama bertahun-tahun, para dokter telah mendiagnosa para penderita depresi dengan menanyakan penderita berbagai macam pertanyaan untuk mengetahui seberapa sering dan beratnya gejala depresi yang dialami oleh penderita. Beberapa gejala depresi yang dapat ditemukan adalah merasa sedih, perubahan pola tidur atau pola makan, dan merasa sangat lelah. Kendalanya adalah gejala yang dialami oleh penderita seringkali hampir mirip atau tertutupi oleh gejala gangguan kesehatan fisik atau mental lainnya. Selain itu, para dokter juga harus bergantung pada pandangan penderita untuk mengetahui apakah gejala yang mereka alami benar-benar merupakan gejala depresi.  Pada pemeriksaan darah baru ini, akan dilakukan pemeriksaan terhadap suatu biomarker khusus di dalam darah yang disebut dengan RDA marker, suatu molekul pembawa pesan suatu kode genetika DNA tertentu.  Pada sebuah penelitian baru-baru ini, para peneliti menemukan bahwa orang yang menderita depresi dan yang tidak menderita depresi memiliki suatu RDA marker khusus. RDA marker ini dapat membedakan seorang penderita depresi dan bukan seorang penderita depresi (orang dewasa) dengan keakuratan hingga 72-80%, yang mana sama dengan cara diagnosa yang telah sering dilakukan saat ini (bertanya secara langsung pada penderita). Selain itu, pemeriksaan darah ini juga dapat membedakan penderita mana yang akan berespon terhadap terapi kognitif, suatu terapi konseling untuk mengatasi depresi. Para peneliti mengatakan bahwa pemeriksaan darah ini tetap tidak dapat menggantikan pemeriksaan langsung dokter-pasien yang telah dilakukan hingga saat ini. Pemeriksaan ini hanya bertujuan sebagai pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosa.  Baca juga: Dapatkan Tubuh Langsing Singset Dengan Panduan Diet Sesuai Golongan Darah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealthmag
 20 Aug 2016    15:00 WIB
Kurang Tidur Tingkatkan Resiko Depresi Pada Remaja
Kekurangan waktu tidur ternyata tidak hanya mengganggu kesehatan anak remaja anda, tetapi juga dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi. Masa remaja sendiri sebenarnya merupakan suatu masa yang cukup berat dalam kehidupan anak anda, suatu masa di mana mereka sedang berusaha mencari jati dirinya dengan emosi yang meledak-ledak, yang membuat mereka lebih rentan terhadap depresi. Sekitar 11% remaja mengalami depresi saat mereka berusia 18 tahun. Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, para remaja yang tidak memiliki waktu tidur yang cukup memiliki resiko 4 kali lebih besar untuk mengalami gangguan depresi dibandingkan anak-anak lain seusia mereka. Remaja yang depresi pun biasanya memiliki waktu tidur yang kurang. CDC (Centers for Disease Control) merekomendasikan agar para remaja setidaknya tidur selama 9-10 jam setiap malamnya. Orang tua pun memiliki peran yang sangat penting untuk memastikan anaknya memperoleh waktu tidur yang cukup. Anak-anak harus diajarkan untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya. Sebuah penelitian lain yang dilakukan di Swedia menemukan bahwa kurangnya waktu tidur dan paparan berlebihan terhadap media (televisi) tampaknya memiliki hubungan dengan terjadinya gangguan jiwa pada remaja. Sebuah penelitian lainnya di Stockholm menemukan bahwa para remaja yang menggunakan obat-obatan terlarang dan sering bolos sekolah lebih mudah mengalami depresi. Kurangnya olahraga, kurangnya waktu tidur, dan terlalu banyak menghabiskan waktu melihat internet dapat membuat remaja lebih rentan terhadap depresi dan bahkan membuat mereka berpikiran untuk bunuh diri. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan antara penggunaan internet dan terjadinya depresi. Para peneliti menduga bahwa penggunaan internet merupakan salah satu cara para remaja ini untuk menghindari interaksi sosial atau dapat juga merupakan tempat mereka mencari pertolongan. Sebenarnya, depresi sendiri dapat terjadi baik pada orang dewasa maupun pada remaja. Akan tetapi, para remaja lebih rentan mengalami kurangnya waktu tidur. Hal ini mungkin diakibatkan oleh perubahan irama sirkardian (pengatur tidur dan bangun di dalam tubuh manusia) yang terjadi selama remaja, yang membuat para remaja ini ingin tidur lebih malam dan bangun lebih siang. Selain itu, saat para remaja ini memasuki sekolah menengah atas (SMA) pun memiliki lebih banyak tugas dan ujian. Kadangkala, mereka pun harus mulai bekerja. Kemajuan teknologi pun memiliki peranan dalam berkurangnya waktu tidur para remaja ini, berbagai permainan, telepon genggam, dan tablet yang ada sekarang ini membuat para remaja semakin sering bermain internet dan semakin enggan untuk tidur. Baca juga: Kurang Tidur Membuat Anda Mudah Lupa, Benarkah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: npr
 08 Aug 2016    11:00 WIB
Depresi Membuat Anda Mudah Lupa, Benarkah?
Apakah anda sering lupa di mana anda meletakkan barang anda? Kunci rumah atau dompet anda? Atau ingatkah anda apa yang anda makan kemarin malam? Bila anda pernah mengalami beberapa contoh ini atau bahkan sering, maka anda mungkin sedang mengalami penurunan daya ingat. Berbeda dari anggapan kebanyakan orang, daya ingat yang buruk tidak selalu terjadi pada saat anda memasuki masa lanjut usia. Anak-anak pun dapat mengalaminya (mudah lupa). Jadi berapa pun usia anda, baik muda maupun tua, anda dapat mengalami penurunan daya ingat. Salah satu hal yang seringkali menyebabkan terjadinya penurunan daya ingat dan bahkan mengganggu fungsi kognitif anda adalah depresi. Saat orang mengalami depresi, maka mereka akan mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan mengingat kembali berbagai hal karena pikiran mereka sedang dipenuhi oleh berbagai pikiran negatif sama seperti perasaan mereka. Depresi dapat terjadi pada siapa saja dan usia berapa pun, termasuk pada anak-anak yang masih kecil yang seringkali mengalami berbagai situasi yang penuh dengan tekanan. Beberapa hal yang dapat membuat seseorang merasa stress adalah kematian seseorang yang dicintai, kurangnya penghargaan dari anggota keluarga yang lain, dan berbagai alasan lainnya. Berbagai emosi negatif yang dirasakan seperti marah, takut, dan cemas juga dapat membuat seseorang menjadi pelupa dan sulit berkonsentrasi. Tidak peduli seberapa keras mereka berusaha, penderita depresi akan sangat sulit untuk berkonsentrasi dan mengingat kembali berbagai hal karena mereka telah terfokus pada emosi negatif dan situasi menyakitkan yang terjadi dalam kehidupan mereka.Sumber: lifespan
 27 Jul 2016    12:00 WIB
Kebanyakan NgePath Sebabkan Iri Hati hingga Depresi
Media sosial, seperti Path kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup berbagai kalangan, dari anak-anak hingga dewasa. Namun ternyata, terlalu sering menggunakan Path memiliki dampak yang serius terhadap kesehatan psikologi seseorang.   Fenomena ini bukan hanya fenomena yang terjadi dikalangan anak muda. Banyak diantara mereka yang telah menginjak usia paruh baya menggangap Path sebagai bagian dalam hidup mereka. Mengecek Path di tempat kerja, di rumah, di jalan, atau di tempat-tempat dengan Wi-Fi gratis. ‘Up to date’ terhadap apapun yang teman-teman mereka lakukan seringkali menjadi kegiatan sehari-hari mereka.   Path ibarat sebuah jendela kecil yang memungkinkanmu melihat kehidupan teman-teman. Mereka yang memiliki rumah indah, mereka yang sering berlibur ke tempat-tempat eksotis, menggunakan barang-barang mahal yang bermerek. Path benar-benar dapat menampilkan gaya hidup seseorang.   Jika seseorang mempunyai kebiasaan menguntit temannya di Path, kemudian menyadari bahwa hidup orang itu jauh lebih baik dari hidup mereka. Hal ini bisa membuatseseorang merasa buruk dan terpuruk tentang dirinya sendiri. Penggunaan Path secara berlebihan ini dapat memicu rasa iri hati, yang akhirnya dapat menyebabkan depresi dan kesedihan yang ekstrim. Oleh karena itu, mari mulai batasi penggunaan Path dalam kehidupan sehari-hari J   Baca juga: Bagaimana Depresi Berhubungan Dengan Bunuh Diri   Sumber: App Tekno
 26 Jun 2016    08:00 WIB
Berbagai Jenis Depresi dan Dampaknya Pada Kehidupan
Depresi merupakan perasaan sedih atau acuh tak acuh yang disertai dengan berbagai gejala lain yang berlangsung selama setidaknya 2 minggu berturut-turut dan cukup berat hingga mengganggu aktivitas anda sehari-hari. Depresi dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja, baik pada anak-anak atau orang dewasa dan saat kehilangan orang tercinta atau saat mengalami suatu peristiwa traumatis atau saat pergantian musim atau bahkan setelah melahirkan.Depresi MusimanDepresi musiman biasanya lebih sering terjadi pada orang yang tinggal di negara dengan 4 musim, di mana perubahan mood sesuai dengan perubahan musim yang sedang berlangsung. Penderita akan merasa ceria dan bersemangat di musim panas, dan kemudian merasa sedih dan tidak bersemangat saat musim dingin dimulai. Timbulnya gejala depresi musiman biasanya terjadi pada akhir musim gugur dan awal musim dingin. Depresi musiman mengenai sekitar 3-20% penduduk dunia, tergantung pada di mana mereka tinggal. Depresi PostpartumBaby blues merupakan depresi yang terjadi pada seorang wanita yang baru saja melahirkan dan dapat mengenai 3 dari 4 ibu baru. Bila gejala depresi yang terjadi semakin berat dan berlangsung lama, bahkan setelah bayi anda bertumbuh, maka hal ini disebut dengan depresi postpartum.Depresi postpartum memiliki gejala yang mirip dengan gejala depresi pada umumnya. Ibu yang mengalami depresi postpartum juga dapat mempengaruhi kehidupan anaknya. Ibu yang depresi mungkin lebih sulit untuk merasa senang saat bersama bayinya dan sulit membangun suatu ikatan dengan bayinya.Depresi Pada Anak-anakDepresi pada anak dapat mengganggu kemampuan anak untuk bermain, berteman, dan menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Gejala depresi pada anak mirip dengan gejala depresi pada orang dewasa, akan tetapi beberapa anak mungkin tampak sebagai anak yang "bermasalah", yang seringkali terlibat dalam berbagai hal yang berbahaya dan mudah marah. Menegakkan diagnosa depresi pada anak-anak biasanya lebih sulit.Bagaimana Mendiagnosa Depresi?Tidak ada pemeriksaan darah yang dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya depresi. Untuk menegakkan depresi, para dokter biasanya bergantung pada gejala yang dialami oleh penderita. Dokter anda juga akan menanyakan mengenai riwayat kesehatan anda dan obat-obat yang anda gunakan. Untuk menentukan jenis dan keparahan depresi yang terjadi, dokter akan mengamati perubahan mood, perilaku, dan bagaimana anda melakukan aktivitas sehari-hari.Dampak Depresi Pada Kehidupan Sehari-hariTanpa pengobatan, perubahan fisik dan emosional pada penderita depresi dapat mempengaruhi pekerjaan, aktivitas, dan hubungan anda dan pasangan anda. Penderita depresi seringkali merasa kesulitan untuk berkonsentrasi dan membuat suatu keputusan. Penderita biasanya juga menarik diri atau tidak lagi merasa tertarik untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya sangat disukainya, termasuk berhubungan seksual. Pada keadaan berat, depresi dapat membahayakan keselamatan jiwa anda. Baca juga: Hobi Tepat Atasi Stress Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 08 Jun 2016    12:00 WIB
Para Ibu Hamil Jangan Depresi, Karena Anak Yang Anda Kandung Akan...
Sebuah studi baru mengklaim bahwa orang tua yang mengalami depresi akan mempengaruhi prestasi akademik anak-anak. Terutama bila orang tua tersebut mengalami depresi, saat anak-anak berusia 1-4 tahun maka risiko tersebut akan menjadi lebih tinggi. Penelitian lebih lanjut mengatakan bahwa orang tua yang mengalami depresi orang tua dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Setelah mempelajari perilaku hampir 10 anak, para peneliti memahami bahwa depresi orangtua dapat mempengaruhi studi anak. Ketika peneliti membandingkan kemampuan akademik anak-anak yang ibunya mengalamii depresi dengan yang anak-anak lain yang ibunya tidak mengalami depresi ternyata anak-anak yang memiliki orang tua yang depresi memiliki kemampuan akademik yang menurun sekitar 4-5% dari rata-rata. Yang menjadi permasalahan adalah faktor apapun yang menganggu kemampuan akademik saat anak-anak akan mempengaruhi kemampuan akademiknya dalam jangka panjang sehingga saat anak tumbuh dewasa, dia akan terus mengalami penurunan kemampuan akademik yang membuatnya sulit melewati rintangan hidupnya. Penelitian ini juga mengatakan bahwa bila yang mengalami depresi adalah ayah dan ibu maka akan berefek pada anak laki-lakinya. Depresi adalah keadaan dimana seseorang merasa bersedih tanpa alasan dan malas untuk melakukan apapun. Orang yang mengalami depresi biasanya akan kehilangan rasa bahagia dan rasa antusias terhadap sesuatu hal. Saat seorang ibu mengalami kondisi ini maka dia kemungkinan akan merasa kesulitan untuk memiliki ikatan dengan anaknya, selalu merasa sedih dan merasa sangat ketakutan akan kehilangan cinta anaknya. Penelitian mengatakan bahwa beberapa ibu yang menderita depresi mungkin akan berusaha menolak untuk mengakui kondisinya dan menolak penanganan medis karena dianggap sebagai orang yang sakit. Namun berdasarkan apa yang ditemukan oleh peneliti maka seorang ibu yang mengalami depresi maka harus dapat penanganan secepatnya. Karena depresi yang dialami oleh orang tua terutama ibu akan sangat berpengaruh pada masa depan anak. Untuk Anda atau yang memiliki pasangan menunjukkan tanda-tanda depresi sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan penanganan yang terbaik. Baca juga: 17 Hal Tak Terduga yang Dapat Memicu Terjadinya Depresi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: lovepanky
 10 Mar 2016    15:00 WIB
17 Hal Tak Terduga yang Dapat Memicu Terjadinya Depresi
Saat Anda mencapai usia paruh baya, maka ulang tahun mungkin bukanlah suatu hal yang Anda harapkan. Para ahli bahkan menemukan banyak orang berusia paruh baya mengalami depresi, terutama saat seseorang telah berusia sekitar 44 tahun. Apa penyebabnya? Hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab depresi pada orang paruh baya. Untuk menghindari hal ini, para ahli menganjurkan agar orang yang memasuki masa paruh baya menerima kelemahan dan penurunan kekuatannya serta melepaskan berbagai mimpi dan impian yang tidak realistis.  Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang tampaknya tidak berbahaya, tetapi ternyata dapat memicu terjadinya depresi pada orang berusia paruh baya.   Kelelahan Sangat mudah bagi seseorang yang telah memasuki usia paruh baya untuk merasa lelah atau kewalahan dengan semua tuntutan pekerjaan, pernikahan, anak-anak, dan pertengkaran dengan orang tua. Hal ini dapat membuat Anda merasa sedih, tidak berharga, dan bersalah, terutama para wanita, yang seringkali memiliki beban yang berat dan akhirnya mengalami depresi. Apa yang harus dilakukan? Perhatikan dan rawat diri Anda sendiri. Pastikan Anda memperoleh istirahat yang cukup dan berolahraga secara teratur. Perhatikan apa yang Anda makan dan konsumsilah makanan sehat. Berpergian bersama teman-teman dan mencari bantuan bila perlu dapat membantu mengatasi rasa sedih dan kesepian yang mungkin Anda rasakan.   Kekurangan Vitamin B12 Merasa sedih, tidak bertenaga, dan sering lupa? Anda mungkin mengalami kekurangan vitamin B12. Seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, maka resiko terjadinya kekurangan vitamin B12 pun akan semakin meningkat, terutama jika tubuh Anda tidak dapat menyerap cukup vitamin B12 dari makanan yang Anda konsumsi atau Anda tidak lagi mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung banyak vitamin B12. Apa yang harus dilakukan? Bagi Anda yang berusia di bawah 50 tahun, jangan lupa untuk mengkonsumsi daging sapi, daging ayam, ikan, keju, dan telur. Bagi Anda yang telah berusia lebih dari 50 tahun, berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai suplemen apa yang dapat Anda konsumsi. Segera hubungi dokter Anda, bila Anda terus merasa lelah atau lesu.   Gairah Seksual Menurun Rendahnya kadar hormon seks, testosteron, dapat membuat para pria mengalami penurunan gairah seksual dan merasa depresi. Seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang pria, maka tubuh pun secara alami akan memproduksi semakin sedikit testosterone. Pada beberapa kasus, keadaan ini dapat memicu terjadinya depresi dan disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi akan membuat seorang pria sulit mencapai atau mempertahankan ereksi dan berkurangnya gairah seksual. Apa yang harus dilakukan? Cobalah berbagai hal berbeda dan baru untuk mengembalikan romantisme di dalam hubungan Anda dengan pasangan. Lakukan konseling seks atau carilah bantuan medis bila Anda mengalami disfungsi ereksi.   Gangguan Kelenjar Tiroid Kelenjar tiroid yang kurang atau terlalu aktif dapat memicu terjadinya depresi. Seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, depresi dapat merupakan satu-satunya gejala dari adanya gangguan pada kelenjar tiroid Anda, di mana gejalanya pun tidak tampak dengan jelas. Jika Anda memiliki kelenjar tiroid yang hiperaktif, maka depresi dapat terjadi bersamaan dengan beberapa gejala lain seperti rasa berdebar-debar, gemetar, atau merasa lelah. Kelenjar tiroid yang kurang aktif dapat membuat Anda merasa lelah atau sembelit, yang seringkali membuat gangguan ini salah didiagnosa sebagai gangguan saluran pencernaan atau sistem saraf. Apa yang harus dilakukan? Segera hubungi dokter Anda, apalagi bila ada anggota keluarga Anda yang juga menderita gangguan kelenjar tiroid.   Nyeri Menderita penyakit kronik dan nyeri kronik dapat membuat seseorang mengalami depresi. Para peneliti telah menemukan bahwa orang yang menderita nyeri kronik, misalnya akibat artritis reumatoid atau radang sendi (osteoartritis) memiliki resiko yang lebih tinggi (3 kali lipat) untuk menderita depresi dan gangguan cemas. Depresi juga akan membuat rasa nyeri yang dirasakan semakin memburuk. Apa yang harus dilakukan? Beberapa penelitian menunjukkan bahwa berolahraga dan mengkonsumsi obat-obatan dapat membantu. Sementara itu, penelitian lainnya menemukan bahwa mendengarkan musik klasik selama 1 jam setiap harinya dapat membantu mengatasi nyeri sendi dan depresi. Cari bantuan medis bila gejala depresi atau nyeri yang Anda rasakan tidak juga membaik.   Menopause Menopause dan perimenopause dapat memicu terjadinya hot flushes, perubahan mood, dan berbagai hal lainnya yang dapat membuat seorang wanita merasa depresi. Jadi, bila Anda telah memiliki riwayat depresi atau sindrom premenstrual atau sulit tidur, atau mood Anda selalu berubah-ubah, atau merasa depresi; maka semuanya mungkin dapat semakin memburuk saat Anda memasuki masa menopause dan perimenopause. Apa yang harus dilakukan? Melakukan berbagai teknik untuk menenangkan diri seperti latihan pernapasan, meditasi, atau yoga dapat membantu mengatasi depresi ringan. Selain itu, Anda juga dapat melakukan hobi Anda atau berolahraga atau bersosialisasi dengan teman-teman Anda bila hal tersebut membuat Anda merasa bahagia. Carilah bantuan medis jika gejala yang Anda alami semakin memburuk atau bila Anda telah mengalami gejala depresi dalam waktu yang cukup lama karena keduanya membutuhkan pengobatan.   Ditinggalkan Oleh Anak Anak-anak Anda sekarang sudah dewasa dan jarang berada di rumah atau bahkan tidak lagi berada di rumah. Anda tentunya merasa bahagia untuk mereka, akan tetapi Anda mungkin akan merasa kosong atau kesepian karena ditinggalkan. Apalagi, bila hal ini terjadi bersamaan dengan masa pensiun atau menopause, yang akan membuat semua hal tersebut terasa semakin sulit. Apa yang harus dilakukan? Fokuslah pada berbagai hal positif dan cobalah untuk melakukan suatu hal baru. Nikmatilah waktu bersama dengan pasangan Anda dan jalin kembali hubungan dengan anggota keluarga Anda yang lain. Ambil kesempatan ini untuk melakukan sebuah hobi baru yang sebelumnya tidak dapat Anda lakukan. Memang Anda membutuhkan waktu untuk beradaptasi, akan tetapi Anda tidak juga merasa lebih baik setelah beberapa bulan, berkonsultasilah dengan dokter Anda.   Menderita Diabetes Tipe 2 Depresi dapat merupakan suatu komplikasi serius dari berbagai penyakit kronik lain seperti diabetes. Beberapa gejala depresi seperti  terus merasa sedih dapat membuat Anda tidak lagi merawat diri Anda dengan baik. Hal ini akan membuat Anda enggan memeriksa kadar gula darah Anda secara teratur, yang tentu saja akan membuat kadar gula darah Anda tidak terkontrol. Apa yang harus dilakukan? Jika Anda merasa depresi lebih dari 2 minggu, segera hubungi dokter Anda. Dokter akan memberikan terapi yang dapat membantu mengatasi gejala depresi sekaligus diabetes. Ingatlah bahwa depresi dapat mengancam jiwa Anda jika tidak diobati.   Terlalu Banyak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol Alkohol merupakan hal yang paling sering menyebabkan terjadinya depresi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa 1 di antara 4 orang lanjut usia yang mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan mengalami depresi. Beberapa orang mulai mengkonsumsi lebih banyak minuman beralkohol seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka karena terjadinya berbagai kejadian tidak menyenangkan seperti pensiun atau kematian pasangan. Apa yang harus dilakukan? Mengkonsumsi obat-obatan anti depresi dan melakukan konseling dapat membantu menemukan penyebab depresi dan mengatasinya.   Gangguan Tidur Kurang tidur dan depresi biasanya saling berhubungan. Berbagai gangguan tidur seperti insomnia lebih sering terjadi seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang dan seringkali berhubungan dengan perubahan mood dan terjadinya depresi. Sulit tidur juga dapat merupakan gejala dari depresi. Jadi, bila Anda sulit tidur tetapi tidak sedang mengalami depresi, maka resiko Anda untuk mengalami depresi nantinya akan bertambah besar. Beberapa gangguan tidur lainnya yang juga berhubungan dengan terjadinya depresi adalah gangguan tidur apnea dan restless leg syndrome. Apa yang harus dilakukan? Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai bagaimana cara yang baik untuk mengatasi gangguan tidur Anda dan pengobatan apa yang dapat dilakukan. Cobalah untuk memiliki pola tidur yang sehat dan teratur, serta hindarilah konsumsi minuman beralkohol, nikotin (rokok), dan kafein karena ketiganya dapat mengganggu tidur Anda.   Pensiun Harus memasuki masa pensiun lebih cepat dari yang Anda rencanakan ternyata juga dapat memicu terjadinya depresi. Ditambah lagi bila Anda juga memiliki gangguan kesehatan yang menjadi penyebab pensiun dini tersebut. Ketidakstabilan keuangan atau buruknya jaringan sosial dapat membuat Anda merasa lebih sedih lagi. Apa yang harus dilakukan? Tetap aktif merupakan kuncinya. Pensiunan yang tetap sibuk cenderung akan merasa lebih bahagia. Ambillah kesempatan ini untuk mulai berolahraga dan mempelajar suatu hal baru.   Gangguan Jantung Serangan jantung, atau baru saja dioperasi, atau baru saja didiagnosa menderita suatu gangguan jantung seringkali membuat penderita merasa depresi. Akan tetapi, pada beberapa orang rasa depresi ini berlangsung terus-menerus, yang akhirnya akan menjadi depresi kronik, yang juga dapat memicu terjadinya berbagai gangguan jantung lainnya. Apa yang harus dilakukan? Depresi ringan biasanya dapat diatasi dengan mengkonsumsi diet sehat, istirahat yang cukup, dan banyak berolahraga. Jika rasa depresi yang Anda alami tidak juga membaik atau menghilang, segera beritahu dokter Anda.   Obat-obatan Obat golongan beta blocker (penghambat beta) sering digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, seringkali yang bertujuan untuk menurunkan aktivitas jantung. Walaupun demikian, beberapa penelitian menemukan bahwa obat ini justru berhubungan dengan terjadinya depresi. Menurut sebuah penelitian, propranolol dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi hingga 2 kali lipat pada para penggunanya. Apa yang harus dilakukan? Segera beritahu dokter Anda bila Anda menduga bahwa obat-obatan yang Anda konsumsi menyebabkan Anda mengalami depresi. Dengan demikian, dokter Anda dapat mengganti obat Anda.   Merasa Kesepian Merasa kesepian selalu merupakan resep yang baik untuk mengalami depresi. Memiliki banyak teman baik dan dekat dengan keluarga biasanya dapat mencegah terjadinya depresi dan mengatasi berbagai gejala depresi. Menurut sebuah penelitian, orang lanjut usia yang tetap memiliki hubungan baik dengan teman-temannya memiliki resiko yang lebih kecil terhadap depresi. Apa yang harus dilakukan? Jalinlah hubungan yang baik dengan teman dan anggota keluarga Anda. Gunakan kemajuan teknologi untuk tetap berkomunikasi dengan teman dan keluarga Anda.   Gangguan Kesehatan Menderita suatu penyakit serius atau kronik seperti stroke atau penyakit Parkinson  dapat memicu terjadinya depresi, apalagi bila area otak yang terkena saat stroke adalah bagian otak yang berfungsi untuk mengatur mood Anda. Apa yang harus dilakukan? Tetaplah bersikap positif tetapi juga realistis. Cobalah untuk beradaptasi dengan kekurangan fisik Anda dan jangan biarkan keterbatasan fisik yang Anda alami membuat Anda berhenti melakukan berbagai hal yang Anda sukai. Segera cari bantuan medis bila Anda merasakan berbagai gejala depresi.   Gangguan Daya Ingat (Pikun) Tidak ingat mengapa Anda pergi ke dalam kamar? Pada sebagian besar kasus, hal ini mungkin hanya merupakan gejala dari penuaan, akan tetapi pada beberapa kasus, gangguan daya ingat ini dapat merupakan gejala dari depresi atau bahkan pikun (demensia). Selain itu, depresi juga lebih banyak terjadi pada orang lanjut usia yang mengalami pikun, terutama pada para penderita penyakit Alzheimer. Apa yang harus dilakukan? Segera cari bantuan medis bila Anda khawatir terhadap berbagai gejala yang Anda alami.   Baca juga: 7 Cara Membantu Seorang Penderita Depresi   Sedih Kehilangan seseorang yang Anda cintai tentu akan membuat Anda berduka dan sedih. Akan tetapi, hal ini akan menjadi suatu masalah bila rasa sedih tersebut berubah menjadi depresi. Bingung, gangguan daya ingat, dan menarik diri dari pergaulan sosial merupakan berbagai gejala depresi pada orang lanjut usia. Karena depresi dan rasa sedih dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung yang pada akhirnya dapat berujung pada kematian, maka pengobatan sangat diperlukan. Apa yang harus dilakukan? Biarkan diri Anda berduka selama beberapa waktu. Beritahu apa yang Anda rasakan pada teman dan keluarga Anda. Segera cari bantuan medis bila gejala depresi mulai Anda rasakan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 05 Mar 2016    12:00 WIB
Kalahkan Depresi dengan Makanan
Anda sedang merasa depresi, sedih, menderita? Jika ya, maka salah satu jalan keluarnya adalah makanan. Orang lain mungkin akan menyarankan Anda untuk pergi bersosialisasi, clubbing, mabuk, tetapi hal tersebut tidak akan memberikan Anda kebahagiaan. Kebahagiaan tidak hanya berasal dari uang, tetapi bisa datang dari makanan. Bukan hanya makanan yang mewah, bisa saja berasal dari makanan yang sederhana. Berikut adalah makanan-makanan yang dapat mengusir depresi Anda. KelapaIndonesia dikelilingi oleh pohon kelapa, sehingga kelapa banyak sekali ditemukan dalam makanan dan minuman khas Indonesia. Tetapi tahukah Anda bahwa kelapa dapat memperbaiki mood Anda? Santan kelapa mengandung lemak yang dapat membantu perbaikan jaringan tubuh dan meningkatkan fungsi tubuh. Tetapi jika Anda memakannya terlalu banyak Anda akan menyebabkan peningkatan berat badan terutama jika tidak diimbangi oleh olahraga yang cukup. BayamBayam merupakan sayuran hijau yang kaya akan manfaat, salah satunya dapat meningkatkan mood Anda menjadi lebih baik. Selain mengandung zat besi, bayam juga mengandung asam folat yang akan meningkatkan sel darah merah dan melindungi tubuh dari penyakit. TelurTelur sering digunakan dalam membuat kue, dan sering dipakai para olahragawan untuk membangun otot. Telur kaya akan protein, vitamin B, zinc dan omega 3. Telur baik dimakan sebagai sarapan sebagai sumber energi Anda memulai aktivitas. Telur juga menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama sehingga mencegah keinginan untuk terus makan. Gandum utuhGandum utuh merupakan karbohidrat baik yang dapat melawan depresi dan kesedihan. Inilah alasan mengapa Anda tidak boleh takut karbohidrat, karena karbohidrat dapat menjadi sumber kebahagian. Karbohidrat dapat mengobati konstipasi dan berperan sebagai sumber energi. Gandum utuh juga mengandung selenium yang dapat melawan radikal bebas dan meningkatkan imunitas. MaduMadu adalah bahan pengganti gula yang organik. Kandungan dalam madu, yaitu kaempferol dan quercetin akan meningkatkan daya tahan tubuh dan memberikan nutrisi ke otak. Jika Anda mencelupkan strawberi ke dalam madu dapat berfungsi sebagai aphrodisiak yang dapat meningkatkan mood untuk bercinta. KejuKeju jika dikonsumsi dalam jumlah banyak hanya akan membuat gemuk dan juga sulit dicerna. Tetapi siapa yang bisa menolak godaan makanan lezat mengandung keju yang sangat nikmat ini. Saat Anda memakan makanan yang mengandung keju, cobalah berbagi dengan orang lain, karena memakan keju dengan dosis yang tepat dapat meningkatkan mood Anda menjadi lebih baik. Keju juga mengandung zink yang akan memperbaiki tekstur kulit dan rambut Anda menjadi lebih mulus dan indah. Dark coklatDark coklat dapat berfungsi untuk penurunan berat badan dan bersifat aphrodisiak yang dapat meningkatkan mood untuk bercinta. Dark coklat mengandung antioksidan yang akan memperbaiki aliran darah dan mencegah penuaan dini. Coklat juga mengandung  serotonin, dopamine, dan phenylethylamine yang merupakan neurotransmitter dalam melawan depresi. KerangKerang menagndung zinc, iodine dan selenium yang mendukung kerja dari kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid dapat menstimulasi rasa bahagia dan juga bertanggung jawab dalam pengaturan berat badan.Sumber: healthmeup