Your browser does not support JavaScript!
 28 Jan 2019    08:00 WIB
Kopi Dan Teh Malah Bikin Efek Dehidrasi ?
Kebutuhan air putih yang diminum setiap hari ternyata tergantung pada beberapa hal seperti tingkat aktivitas, suhu lingkungan dan lain-lain. Hal lain yang mempengaruhi kebutuhan minum air putih setiap harinya adalah minuman yang dikonsumsi.  Sering orang bertanya bolehkah minum kopi atau teh sebagai pengganti minum air putih.  Ternyata kopi dan teh tidak bisa dijadikan sebagai pengganti air putih karena kopi dan teh mengandung kafein yang bersifat diuretik . Kafein adalah senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal dan berasa pahit yang bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif dan bersifat diuretik ringan.  Menurut seorang staf pengajar di Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan bahwa "teh atau kopi sebenarnya juga terdiri dari air yang dapat menghidrasi tubuh". Tapi kandungan kafein dalam kedua minuman tersebut dapat membuat tubuh semakin kekurangan cairan". Namun untuk mengkonsumsi kopi tergantung kepada jumlah kafein yang terkandung dalam teh atau kopi. Berdasarkan saran Food Standards Agency bahwa saran harian untuk menikmati kafein sebenarnya adalah 200 miligram. Takaran tersebut biasanya setara dengan satu sampai dua cangkir kopi (tergantung kandungan kafein setiap macam kopi) dan menurut mayoclinic bahwa konsumsi kafein tidak lebih dari 500 mg tidak memicu dehidrasi.  Teh dan kopi instan biasanya mengandung kafein jauh lebih rendah dari pada kopi yang diseduh. Sehingga untuk Anda yang ingin tetap menikmati teh dan kopi ada baiknya memperhatikan jumlah kafein yang terkandung dalam teh dan kopi tersebut dan perbanyak air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi.    Sumber: mayoclinic
 26 Oct 2018    11:00 WIB
Kenali 3 Tanda Ketika Tubuh Mengalami Dehidrasi
Dehidrasi adalah suatu keadaan yang disebabkan karena asupan cairan yang kurang atau kehilangan cairan yang lebih banyak dibanding yang masuk dalam tubuh.  Dehidrasi dapat menimbulkan beberapa komplikasi bahkan dapat mengancam jiwa. Untuk mencegah dehidrasi, Anda harus mengetahui tanda Anda mengalami dehidrasi, seperti: Anda mengalami sakit kepala Saat Anda kehilangan cairan dalam tubuh, berarti Anda juga kehilangan elektrolit tubuh seperti natrium dan kalium. Dalam keadaan seperti ini maka akan terjadi gangguan susunan kimiawi dalam darah Anda. Organ tubuh yang paling sensitif dalam tubuh yaitu otak. Oleh karena itu akan timbul gejala sakit kepala. Sakit kepala yang dirasakan tergantung kepada seberapa banyak Anda kehilangan cairan. Semakin banyak Anda kehilangan cairan, semakin banyak terjadi penurunan jumlah darah dalam tubuh, sehingga aliran oksigen ke otak berkurang. Sakit kepala yang Anda rasakan semakin memburuk.  Urin berwarna sangat kuning Hal ini terjadi karena urin yang overkonsentrasi. Apabila Anda dalam keadaan terhidrasi maka limbah dalam tubuh akan mudah dikeluarkan, namun bila dalam tubuh Anda kurang cairan makan limbah akan sulit keluar dari dalam tubuh.  Anda mengalami sembelit Air akan membantu mengeluarkan limbah dari dalam tubuh melalui usus besar. Namun bila dalam tubuh anda kekurangan cairan, maka limbah tersebut tidak dapat terdorong keluar. Selain itu membuat kotoran menjadi lebih padat. Maka Anda akan mengalami sulit buang air besar/ sembelit   Sumber: womenshealthmag
 16 Feb 2018    08:00 WIB
Alasan Terjadi Dehidrasi Saat Olahraga
Apakah Anda sering berolahraga? Mungkin Anda bertanya-tanya apakah olahraga berlebihan dapat membuat terjadi dehidrasi. Saat Anda melakukan olahraga kemudian banyak keringat, maka hal ini akan memudahkan terjadinya dehidrasi. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi banyaknya terbentuk keringat: Jenis kelamin Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Osaka International dan Kobe University di Jepang menemuakan bahwa pria berkeringat lebih banyak daripada wanita selama berolahraga. Metabolisme tubuh Kecepatan metabolisme tiap individu berbeda-beda yang akan mempengaruhi sejumlah panas yang diproduksi tubuh. Selain itu tergantung aktivitas yang dilakukan Genetik Genetik juga mempengaruhi jumlah keringat yang akan diproduksi Suhu dan kelembaban lingkungan Apabila Anda melakukan olahraga saat suhu panas, siang hari, ditambah menggunakan jaket akan membuat suhu tubuh meningkat dan keringat akan keluar untuk mendinginkannya. Aktivitas fisik Semakin berat aktivitas maka keringat yang dihasilkan akan semakin banyak. Hal ini berhubungan intensitas olahraga yang Anda lakukan. Jenis olahraga yang dilakukan Penyakit dan penggunaan obat-obatan tertentu Hipertiroid. Gangguan fungsi kelenjar tiroid juga menyebabkan penderitanya berkeringat berlebihan. Obat-obatan tertentu seperti aspirin, asetaminofen, morfin dan beberapa jenis obat lain bisa menyebabkan keringat berlebihan.   Dengan begini Anda mengetahui apabila Anda melakukan olahraga dan dalam keadaan seperti diatas berarti Anda harus minum air yang cukup untuk menggantikan cairan yang keluar dari dalam tubuh.   Sumber: duniafitnes
 10 Dec 2017    13:00 WIB
Tips Mencegah Terjadinya Dehidrasi
Dehidrasi terjadi saat tubuh anda tidak memiliki cukup cairan untuk menjalankan fungsinya. Dehidrasi berat dapat menyebabkan terjadinya gagal ginjal. Selain itu, dehidrasi dapat sangat berbahaya bila terjadi pada anak-anak dan orang lanjut usia.Tanda DehidrasiBila anda menderita diare atau muntah, perhatikan berbagai tanda dehidrasi yang mungkin timbul, yaitu:•  Merasa haus•  Lebih jarang buang air kecil daripada biasanya•  Air kemih berwarna gelap•  Kulit kering•  Merasa sangat lelah•  Kepala terasa ringan •  Tidak dapat menghasilkan keringat Dehidrasi biasanya telah mencapai tahap yang berat bila berbagai gejala di atas mulai timbul. Oleh karena itu, pastikan agar penderita mengkonsumsi cukup banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi.Cara Mencegah Terjadinya DehidrasiSaat anda mengalami diare atau muntah, maka anda akan kehilangan cairan tubuh dalam waktu yang cukup cepat. Jadi pastikan agar anda mengkonsumsi sebanyak mungkin cairan. Konsumsilah banyak air putih. Jika anda memiliki gangguan kesehatan tertentu yang mengharuskan anda membatasi konsumsi cairan, seperti gagal jantung atau inkontinensia urin (ketidakmampuan untuk menahan keinginan untuk buang air kecil), maka berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai berapa banyak cairan yang dapat anda konsumsi untuk mencegah terjadinya dehidrasi saat anda sakit. Jika anda merasa mual, maka jangan mengkonsumsi banyak cairan sekaligus karena dapat membuat anda merasa semakin mual. Konsumsilah cairan lebih sering dalam jumlah yang lebih sedikit. Saat diare atau muntah berbagai elektrolit akan ikut keluar sehingga dapat menyebabkan gangguan keseimbangan elektrolit. Air putih saja tidak dapat menggantikan elektrolit yang ikut keluar bersamaan dengan diare dan muntah tersebut. Oleh karena itu, selain air putih, anda juga perlu mengkonsumsi oralit atau larutan gula garam untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit di dalam tubuh anda. Saat anda mengalami diare atau muntah-muntah, gunakanlah pakaian seperlunya dan  atau pastikan suhu di ruangan anda tetap terjaga (tidak terlalu panas atau dingin) sehingga mencegah pengeluaran cairan melalui keringat dan kulit. Pencegahan Dehidrasi Pada Anak-anakAnak-anak dapat mengalami kehilangan cairan yang sangat banyak dalam waktu yang singkat akibat diare atau muntah. Para orang tua sebaiknya memperhatikan tanda-tanda dehidrasi yang dapat timbul pada anak-anak, yaitu:•  Mulut dan lidah tampak kering•  Tidak ada air mata saat menangis•  Anak tampak lesu atau rewel•  Mata atau pipi tampak cekung•  Ubun-ubun tampak cekung (pada bayi)•  Demam•  Kulit tidak kembali normal setelah dicubit (tidak kembali tampak rata) Segera hubungi dokter anak anda bila anda menemukan adanya tanda-tanda dehidrasi di atas. Selain itu, berikanlah larutan oralit atau larutan gula garam. Jika anak anda tidak muntah, oralit dapat diberikan dalam jumlah yang cukup banyak hingga jumlah air kemih anak anda kembali normal.Pencegahan Dehidrasi Pada Orang Lanjut Usia Orang lanjut usia memiliki resiko dehidrasi yang lebih tinggi karena mereka kurang sensitif terhadap rasa haus dibandingkan orang dewasa muda. Selain itu, proses penuaan juga menyebabkan penurunan kemampuan tubuh untuk menjaga keseimbangan elektrolitnya. Orang lanjut usia yang mengalami diare dan atau muntah harus mengkonsumsi air putih setidaknya 1.7 liter setiap harinya. Bila memungkinkan, anda juga dapat memberikan cairan tambahan melalui makanan (berikan makanan cair atau makanan yang mengandung lebih banyak air seperti bubur).Kapan Hubungi Dokter?Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu:•  Jika diare atau muntah telah berlangsung lebih dari 2 hari•  Segera hubungi dokter anda bila demam atau muntah disertai oleh demam atau nyeri perut atau nyeri rektum (bagian usus besar yang berhubungan dengan anus)•  Jika tinja berwarna hitam atau berwarna seperti ter•  Jika terdapat tanda-tanda dehidrasi   Bca Juga: 3 Tanda Dehidrasi yang Perlu Diwaspadai   Sumber: webmd
 04 Sep 2014    14:00 WIB
Gejala Dan Penyebab Dehidrasi
Dehidrasi adalah suatu keadaan dimana ketika kadar air tubuh terlalu rendah. Cairan hilang melalui keringat, air mata, muntah, urin atau diare. Apa saja gejala dehidrasi?  Haus  Sakit kepala  Letargi  Perubahan mood dan respon yang melambat  Saluran hidung kering  Bibir kering atau pecah-pecah  Urin berwarna gelap  Kelemahan  Kelelahan  Kebingungan dan halusinasi.  Jika seseorang yang mengalami dehidrasi dan tidak diberikan cairan pengganti akan terjadi gangguan akhirnya buang air kecil, dapat berakibat pada gagal ginjal dan tubuh tidak dapat membuang produk limbah yang beracun. Dalam kasus ekstrim, dehidrasi bahkan dapat menyebabkan kematian.  Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan dehidrasi termasuk:  Tidak minum cukup air  Jumlah keringat yang meningkat karena cuaca panas, kelembaban, olahraga atau demam  Peningkatan pengeluaran urin karena kekurangan hormon, penyakit kencing manis, penyakit ginjal atau obat  Diare atau muntah  Pulih dari luka bakar.  Penyebab dehidrasi pada orang tua: Terjadi perubahan fungsi ginjal yang menurun seiring dengan usia  Perubahan hormonal  Gangguan mekanisme dalam tubuh, orang tua tidak merasa haus (karena mekanisme di dalam tubuh yang memicu rasa haus tidak bekerja dengan baik seperti pada usia dewasa muda)  Obat-obatan (misalnya, diuretik dan pencahar)  Penyakit kronis seperti penyakit kencing manis, penyakit ginjal Penyebab dehidrasi pada bayi dan anak-anak:  Anak-anak rentan terhadap dehidrasi, terutama jika mereka sakit.  Muntah, demam dan diare dapat dengan cepat mengalami dehidrasi bayi.  Dehidrasi bisa menjadi kondisi yang mengancam jiwa pada anak-anak. Jika Anda mencurigai dehidrasi, bawa anak segera ke ruang gawat darurat rumah sakit terdekat.  Beberapa gejala dehidrasi pada anak antara lain:  Kulit dingin  Letargi/ lesu  Mulut kering  Mata cekung Fontanelle/ ubun-ubun cekung (tempat yang lembut di atas tengkorak bayi di mana tulang belum menutup)  Sumber: betterhealth
 02 Sep 2014    14:00 WIB
Apa Saja Penyebab Dehidrasi?
Dehidrasi disebabkan karena asupan cairan yang kurang atau kehilangan cairan lebih banyak dibanding yang masuk dalam tubuh. Cairan hilang melalui keringat, air mata, muntah, urin atau diare.  Tingkat keparahan dehidrasi dapat bergantung pada beberapa hal, seperti iklim, tingkat aktivitas fisik dan diet.  Ada beberapa penyebab dehidrasi, dijelaskan di bawah ini: Penyakit  Dehidrasi sering disebabkan oleh suatu penyakit, seperti gastroenteritis, di mana cairan yang hilang karena diare dan muntah yang terus menerus. Berkeringat  Anda juga bisa mengalami dehidrasi jika Anda berkeringat berlebihan karena demam, latihan dan olahraga, atau melakukan pekerjaan berat dalam kondisi panas.  Dalam situasi ini, penting untuk minum secara teratur untuk menggantikan cairan yang hilang. Anak-anak dan remaja sangat berisiko karena mereka seringkali mengabaikan gejala dehidrasi Alkohol  Dehidrasi juga dapat terjadi sebagai akibat dari terlalu banyak minum alkohol. Alkohol bersifat diuretik, yang akan membuat Anda sering buang air kecil. Sakit kepala sehabis minum alkohol menunjukkan bahwa tubuh Anda sedang mengalami dehidrasi. Anda harus minum air yang banyak sehabis minum alkohol Diabetes/ kencing manis  Apabila Anda mengidap kencing manis, Anda beresiko mengalami dehidrasi karena Anda memiliki kadar glukosa dalam aliran darah Anda yang tinggi. Ginjal akan mencoba untuk menyingkirkan glukosa dengan menciptakan lebih banyak urin, sehingga tubuh Anda menjadi dehidrasi. Kelompok-kelompok orang yang paling berisiko dehidrasi adalah:  Bayi dan bayi dengan berat badan rendah membuat mereka sensitif terhadap keadaan kehilangan cairan meski sedikit Orang tua, mereka mungkin kurang menyadari bahwa mereka mengalami dehidrasi dan perlu minum cairan  Orang beberapa penyakit seperti kencing manis Pecandu alkohol  Atlet, mereka kehilangan sejumlah besar cairan tubuh melalui keringat Sumber: nhs
 28 Aug 2014    16:00 WIB
Minuman Apa Saja Yang Menyebabkan Dehidrasi Dan Hidrasi?
Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah secangkir kopi atau teh dan susu dapat menggantikan air putih yang seharusnya Anda minum sehari-hari. Kebanyakan minuman dapat menghidrasi tubuh, namun ada juga minuman yang dapat membuat tubuh dehidrasi. Minuman yang dapat menghidrasi tubuh: Air Manfaat air sebagai hidrasi yang baik sudah tentu tidak perlu diragukan Teh herbal Daun dari tanaman seperti mint memberikan aroma yang menyenangkan kedalam air saat dimasukkan dalam air. Cara yang satu ini merupakan akternatif untuk seseorang yang kurang suka minum air putih. Namun ada beberapa tanaman yang justru memiliki sifat diuretik seperti dandelion. Jus sayur dan buah Jus yang berasal dari buah-buahan dan sayuran merupakan salah satu cairan dari alam yang dapat membantu mengatasi dehidrasi. Sebaiknya konsumsi jus tanpa gula karena sudah mengandung gula alami. Minuman yang membuat dehidrasi: Kopi, teh, dan kakao Minuman seperti kopi, teh hitam atau coklat mengandung purin yang tinggi, merupakan racun yang harus dihilangkan dalam tubuh, melalui urin atau keringat. Purin perlu diencerkan dalam jumlah besar cairan agar dapat dikeluarkan. Sehingga akan menyebabkan frekuensi buang air kecil yang sering dan membuat tubuh lebih dehidrasi. Susu Susu adalah makanan, bukan minuman dan pada beberapa orang yang memiliki masalah pencernaan saat minum susu. Minuman bersoda Minuman ringan sering mengandung kafein yang tinggi, bersifat diuretik, yang membuat tubuh kehilangan air. Masalah lainnya minuman bersoda biasanya mengandung gula tinggi. Tubuh memiliki waktu untuk metabolisme gula. Untuk memperbaiki reaksi ini, tubuh harus memberikan air dari cairan ekstraselular. Sehingga seseorang yang merasa haus setelah minum soda akan merasa semakin haus. Minuman Beralkohol Alkohol bersifat diuretik, mengurangi cairan dari jaringan tubuh sehingga membutuhkan banyak cairan. Sumber: care2